IJIN GANGGUAN/HO Undang(Ijin Tempat usaha Berdasarkan Undang-Undang Gangguan

)
Pengertian Ijin gangguan adalah pemberian perijinan tempat usaha kepada orang pribadi atau badan di lokasi tertentu yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian dan gangguan. Dasar Hukum 1. Perda Kotamadya Dati II Semarang No. 16 Tahun 1998 tanggal 15 Juli 1998 tentang Retribusi Izin Gangguan. 2. Perda Kota Semarang Nomor 12 Tahun 2000 tentang Bangunan. 3. Keputusan Walikota Semarang Nomor 640/488 tanggal 16 Oktober 2000 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembayaran Angusarn dan Tatat Cara Pemberian Pengurangan, Keringanan dan Pembebasan Retribusi Ijin Gangguan dan Ijin Mendirikan Bangunan. 4. Peraturan Walikota Semarang Nomor 14 G Tahun 2005 Tanggal 25 Oktober 2005 tentang Standar Penyelenggaraan Pelayanan Publik Dinas Tata Kota dan Permukiman Kota Semarang. 5. Peraturan Daerah Kota Semrang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknik Daerah dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Semarang 6. Keputusan Walikota Semarang Nomor 875.1/57 tahun 2009 tentang Pendelegasian Wewenang Penandatanganan Perijinan dan Non Perijinan kepada Kepala Badan Pelayanan Terpadu (BPPT) Kota Semarang. Persyaratan (masing-masing 3x) 1. Mengisi formulir permohonan Ijin Gangguan (HO) ditandatangani pemohon dan diketahui Lurah dan Camat sesuai lokasi tempat usaha. 2. Surat Persetujuan Tetangga diketahui Lurah setempat, kecuali permohonan di dalam Kawasan Industri, Kawasan Berikat dan Kawasan Pelabuhan tidak diperlukan adanya persetujan tetangga. 3. Foto copy KTP pemohon dan/ atau Pemilik Tanah. 4. Foto copy Keterasngan Rencana Kota (KRK). 5. Fotocopy SK IMB dengan menunjukkan aslinya (lengkap dengan Gambar IMBnya) 6. Foto copy surat-surat penguasaan tanah yang sah. 7. Bila tanah bukan miliknya sendiri dilampiri surat pernyataan tidak keberatan dari pemilik dari pemilik tanah dan ditandatangani di atas meterai cukup. 8. Bila pemohon merupakan badan hukum dilampiri foto copy Akte Pendirian Badan Hukum 9. Foto copy Pelunasan PBB tahun terakhir atau Keterangan dari Instansi yang berwenang apabila tidak terkena PBB. 10. Bagi pemohon Warga Neagara Asing dilampiri surat bukti kewarganegaraan. 11. Gambar Denah Tempat Usaha skala 10 100/ 10 200. 12. Surat Pernyataan Kesanggapan mentaati peraturan/ ketentuan yang telah ditetapkan dan ditandatangani di atas materai cukup. 13. Dokumen lain yang disyaratkan sesuai ketentuan yang berlaku: a. Kajian lingkungan (SPPL/UK:-UPL/AMDAL) b. Rekomendasi ketinggian bagunan dari instansi teknis yang berwenang c. Ijin Lokasi/ Persetujuan prinsip dari Walikota d. Rekomendasi instalasi pencegah bahaya kebakaran untuk bangunan yang rawan kebakaran Prosedur 1. Pemohon datang, mengambil, mengisi dan menandatangani formulir serta melampirkan persyaratan 2. Setelah diteliti dan dinyatakan lengkap dengan dan benar, berkas permohonan diagendakan dan kepada pemohon diberikan arsip permohonan. 3. Dilaksanakan proses pengukuran dan cek lapangan 4. Berkas permohonan selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 5. Apabila ijin gangguan/ HO telah diterbitkan pemohon akan diberitahu dan selanjutnya bisa diambil di loket pengambilan dengan menunjukkan tanda lunas pembayaran retribusi dari Loket Pembayaran. Jangka Waktu Penyelesaian Jangka waktu penyelesaian adalah 40 hari kerja sejak diterimanya permohonan dan diagendakan

Tanggal Agenda Pengajuan c.-/m2 200 – 500 m > 500 m2 = Rp 1000. Retribusi Ijin Tempat Usaha ditetapkan berdasarkan tariff komulatif sebagai berikut: a. Tenaga kerja kurang dari 100 orang. larangan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku Sanksi pelanggaran ketentuan ijin 1.1 kriteria indeks gangguan lingkungan 1. Tanggal habis Masa Berlaku b. Indeks Gangguan besar a. Jumlah Bulan Keterlambatan (dibulatkan) d. Retribusi Keterlambatan: a. Tingkat kebisingam melebihi baku tingkat kebisingan yang ditetapkan Undang-undang.Retribusi 1.1 c. tarif. daya penggerak kurang dari 100 tenaga kuda Perhitungan retribusi Tidak terlambat: 1. Masa berlaku Ijin Retribusi Keterlambatan (RK) = c2 / ms X R 3. Retribusi: a. daya penggerak lebih dari 100 tenaga kuda 2. Luas Tempat Usaha b. Tenaga Kerja lebih dari 100 orang. Penyelenggaraan Tempat Usaha 2. Indeks Gangguan Kecil a. Tingkat kebisingan tidak melebihi baku tingkat kebisingan yang ditetapkan Undangundang c. Jangka waktu berlakunya Ijin Gangguan adalah selama 5 (lima) tahun 2. Retribusi Ijin Gangguan/ HO didasarkan pada luas tempat usaha. Untuk ijin gangguan/ HO apabila tidak sesuai dengan peruntukan kawasan diberikan masa berlaku ijin max 3 (tiga) tahun Kewajiban pemegang ijin Pemegang ijin wajib mentaati semua ketentuan. c. Indeks Lokasi Jalan c. Lokasi usaha tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku b. Total Retribusi Total Retribusi = R + RK (Pembulatan) : a1 : b1 : c1 : a2 : b2 : b2 – a2 :ms Masa berlaku 1. Indeks lokasi jalan ditetapkan sebagai berikut: Lebar jalan lebih dari 12m = 3 Lebar jalan 6m .12m =2 Lebar jalan kurang dari 6 m = 1.-/m2 Sd 200 m2 2 = Rp 750. Luas Tempat Usaha: = Rp 600. Penutupan Tempat Usaha . Lokasi usaha sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan ynag berlaku b. Indeks gangguan lingkungan ditetapkan sebagai berikut: Indeks gangguan besar =2 Indeks gangguan kecil = 1. indeks lokasi jalan dan indeks gangguan lingkungan 2. Bagi tempat usaha yang masa berlaku ijinnya lebih dari 5 (lima) tahun eajib melakukan pembaharuan ijin sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. Indeks Gangguan Retribusi (R)= a 1 X tariff X b 1 X c 1 Apabila ada keterlambatan: 2.-/m2 b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful