Anda di halaman 1dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

Fm :TA-01

PROPOSAL TUGAS AKHIR (MN 091387)


I. RINGKASAN

1.

PENGUSUL a. Nama : Muhamad Adi Wardana b. NRP : 4105 100 059 c. Semester / Tahun Ajaran : Gasal / Genap, 2011 / 2012 d. Semester yg ditempuh : 13 e. Batas Waktu Studi :1 semester f. Jumlah SKS Lulus tahap Sarjana (min C) : 124 SKS g. Prasyarat Tugas Akhir, telah/sedang kuliah: 1. Tugas Merancang II 2. Metodologi Penelitian 3. Bidang Keahlian: a. Rekayasa Perkapalan b. Industri Perkapalan c. Transportasi

2.

MATERI TUGAS AKHIR a. Judul Tugas Akhir

Estimasi Investasi Pembangunan Ship Recycling Yard Kapasitas 10.000 LDT di Gresik a. Ikhtisar Tugas Akhir Kapal yang beroperasi di Indonesia pada umum nya mempunyai masa beroperasi normal antara 30/40 tahun setelah di repair dan di renovasi biasanya tidak ekonomis lagi dan tidak layak pakai . Kapal-kapal ini kemudian pensiun dan dijual untuk di Scrapping/recycling (proses pemotongan kapal menjadi beberapa bagian terpisah) di Ship Breaking/recycling yard untuk di ambil material yang masih bisa di gunakan seperti baja sisa yang ada di badan kapal, mesin kapal, dan bahan material lain nya yang masih mungkin untuk di komersilkan/di jual ulang. Di indonesia pengembangan galangan Ship recycling yard masih sangat sedikit dan dilakukan dengan sangat sederhana tanpa di lengkapi peralatan yang memadai. Area atau daerah pemotongan kapal yang belum tertata dengan baik dan memiliki resiko bagi keselamatan dan kesehatan para pekerja dan lingkungan sekitarnya. Perkembangan industri ship recycling yard di indonesia bisa di kembangkan melihat data kapal yang berumur lebih dari 25 tahun berdasarkan data dari BKI 2007 sekitar 2254 kapal. Namun kendala yang dialami saat ini adalah minimnya informasi yang ada tentang biaya dan investasi pembangunan galangan Ship Recycling yard di indonesia. Dalam tugas akhir ini akan di hitung Estimasi Biaya pembangunan ship recycling yard di kawasan jawa timur dengan menggunakan metode AHP (analyic hierarcy Halaman 1 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

process) untuk menentukan tempat pembangunan yang potensial di daerah jawa timur yang sesuai dengan kriteria pembangunan Ship recycling yard yang memenuhi kriteria konvensi IMO 2009 tentang recycling yard yang berwawasan lingkungan dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan pekerja nya, dengan biaya yang paling efisien.sehingga bisa dijadikan acuan untuk pihak galangan, pemerintah atau investor yang ingin membangun Ship recycling yard di Jawa timur. b. Tempat Pelaksanaan / Pengerjaan / Survei 1. Galangan Kapal 2. Laboratorium Produksi JTP-FTK-ITS

3.

CALON DOSEN PEMBIMBING a. Nama b. NIP c. Tanda Tangan : : : ............................

4.

KATEGORI PEKERJAAN TUGAS AKHIR

Eksperimen Laboratorium / Survei Lapangan Evaluasi / Pengembangan Teori / Metode / Teknik Analisis Desain dan Perancangan Kapal / Sistem Pembuatan Program Komputer Studi Kasus / Studi Kelayakan Lain-lain (disebutkan) II. PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Kapal yang beroperasi di Indonesia pada umum nya mempunyai masa beroperasi normal antara 30/40 tahun setelah di repair dan di renovasi biasanya tidak ekonomis lagi dan tidak layak pakai . kapal-kapal ini kemudian pensiun dan dijual untuk di Scrapping/recycling (proses pemotongan kapal menjadi beberapa bagian terpisah) di Ship Breaking/recycling yard untuk di ambil material yang masih bisa di gunakan seperti baja sisa yang ada di badan kapal, mesin kapal, dan bahan material lain nya yang masih mungkin untuk di komersilkan/di jual ulang. Di indonesia pengembangan galangan Ship recycling yard masih sangat sedikit dan dilakukan dengan sangat sederhana tanpa di lengkapi peralatan yang memadai. area atau daerah pemotongan kapal yang belum tertata dengan baik dan memiliki resiko bagi keselamatan dan kesehatan para pekerja dan lingkungan sekitarnya. Halaman 2 dari 16 1

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

Perkembangan industri ship recycling yard di indonesia bisa di kembangkan melihat data kapal yang berumur lebih dari 25 tahun berdasarkan data dari BKI 2007 sekitar 2254 kapal. namun kendala yang dialami saat ini adalah minimnya informasi yang ada tentang biaya dan investasi pembangunan galangan Ship Recycling yard di indonesia. Dalam tugas akhir ini akan di hitung Estimasi Biaya pembangunan ship recycling yard di kawasan jawa timur dengan menggunakan metode AHP (analyic hierarcy process) untuk menentukan tempat pembangunan yang potensial sesuai dengan kriteria pembangunan Ship recycling yard yang memenuhi kriteria konvensi IMO 2009 tentang recycling yard yang berwawasan lingkungan dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan pekerja nya, dengan biaya yang paling efisien. Sehingga bisa dijadikan acuan untuk pihak galangan, pemerintah atau investor yang ingin membangun Ship recycling yard di Jawa timur. 2 PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian di atas, pokok permasalahan yang akan dipecahkan dalam tugas akhir ini adalah : bagaimana menentukan tempat yang layak untuk di bangun ship recycling yard di jawa timur bagaimana mengetahui estimasi biaya investasi untuk pembangunan ship recycling yard dengan kapasitas Recycling kapal 10.000 DWT

TUJUAN Mengetahui Tempat yang layak untuk pengembangan Ship recycling yard di jawa timur. Mengetahui Estimasi Biaya Investasi pembangunan Ship Recycling yard di jawa timur.

MANFAAT Dengan diadakannya Tugas Akhir ini diharapakan bisa dijadikan acuan oleh pihak pemerintah, investor, dan galangan kapal yang akan mendirikan ship recycling yard untuk mentaksir biaya investasi pembangunan dan tempat yang strategis untuk mendirikan ship recycling yard di provinsi jawa timur. HIPOTESIS Berdasarkan studi literatur maka hipotesa awal saya adalah Ship recycling yard berpotensi di bangun di provinsi jawa timur

6 BATASAN MASALAH Pembatasan Masalah pada penelitian Tugas Akhir ini adalah : Tempat untuk study kasus adalah provinsi jawa timur yang mempunyai pantai Perhitungan estimasi biaya Ship recycling yard untuk skala menengah dengan kapasitas kapal 10.000 LDT

Halaman 3 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

III. STUDI LITERATUR AWAL 1 LANDASAN TEORI

LEMBAGA YANG TERKAIT DALAM T. PRODUKSI KAPAL 1. Organisasi Klasifikasi / CLASSIFICATION Contoh : BKI, LR, GL, NK, BV, ABS, DNV, dll. Tugas organisasi klasifikasi adalah memberikan standar ukuran / dimensi yang aman sebagai acuan yang aman dalam proses pembangunan sebuah kapal. Disamping itu, organisasi klasifikasi juga memiliki kewenangan untuk melakukan proses check (survey) dan approve (menyetujui) mulai dari tahapan desain hingga kapal yang dibangun jadi. 2. Galangan Kapal / SHIPYARD Contoh : PT. PAL, PT. Dok dan Perkapalan Surabaya, dll. Tugas galangan kapal adalah memproduksi kapal serta melaporkan setiap tahap dalam pembangunan kapal baik itu kepada klasifikasi maupun kepada owner selaku pemesan. 3. Perusahaan Pelayaran / SHIPPING COMPANY Contoh : PT. Pelni, PT. Meratus, dll. Tugas perusahaan pelayaran selaku pemesan kapal / owner antara lain : a. Membuat data-data yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah kapal kepada marine consultant untuk dikonsultasikan. b. Menjamin ketersediaan dana untuk membayar biaya pembangunan kapal. c. Owner juga memiliki hak untuk melakukan pengawasan dalam proses pembangunan kapal melalui perwakilannya, yaitu owner surveyor. Untuk istilah perusahaan pelayaran, kini sudah diubah menjadi perusahaan angkutan laut sesuai dengan UU Pelayaran No.17 tahun 2008. 4. MARINE CONSULTANT Tugas marine consultant adalah memberikan masukan kepada design kepada shipping company / owner sesuai dengan owner requirement dan rules yang berlaku. 5. Dept. Perhubungan Laut / SEA COMMUNICATION Tugas Dept. Perhubungan Laut adalah memberikan persetujuan / approve terhadap kapal yang telah selesai dibangun terkait masalah perijinan keselamatan kapal di laut atau kelaiklautan kapal. 6. Asuransi / INSURANCE Asuransi memiliki peranan dalam memberikan jaminan ketika terjadi miss process dalam pembangunan sebuah kapal. 7. Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) Lembaga keuangan non bank memiliki peranan dalam menyediakan dana yang dibutuhkan dalam pembangunan sebuah kapal. Umumnya LKNB menggunakan sistem leasing

Analytic Hierarchy Process


Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah teknik terstruktur untuk mengorganisir dan menganalisis keputusan yang kompleks. Berdasarkan matematika dan psikologi, ini dikembangkan oleh Thomas L. Saaty pada tahun 1970 dan telah secara ekstensif dipelajari dan disempurnakan sejak saat itu. Ini memiliki aplikasi tertentu dalam pengambilan keputusan kelompok, [1] dan digunakan di seluruh dunia dalam berbagai macam situasi keputusan, dalam bidang seperti pemerintah, industri bisnis, kesehatan, dan pendidikan. Halaman 4 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

Daripada resep "benar" keputusan, AHP membantu pengambil keputusan menemukan satu yang terbaik sesuai tujuan mereka dan pemahaman mereka dari masalah. Ini menyediakan kerangka kerja yang komprehensif dan rasional untuk penataan masalah keputusan, untuk mewakili dan mengukur unsur-unsurnya, untuk menghubungkan elemen-elemen dengan tujuan secara keseluruhan, dan untuk mengevaluasi solusi alternatif. Pengguna AHP pertama terurai masalah keputusan mereka ke dalam hirarki yang lebih mudah dipahami sub-masalah, masing-masing yang dapat dianalisis secara independen. Unsur-unsur hirarki dapat berhubungan dengan setiap aspek dari keputusan masalah berwujud atau tidak berwujud, hati-hati diukur atau diperkirakan secara kasar, baik atau buruk-dipahami-apa saja yang berlaku untuk keputusan di tangan. Setelah hirarki dibangun, para pembuat keputusan secara sistematis mengevaluasi berbagai elemen dengan membandingkan mereka satu sama lain dua sekaligus, sehubungan dengan dampaknya terhadap elemen di atas mereka dalam hirarki. Dalam membuat perbandingan, para pembuat keputusan dapat menggunakan data konkret tentang unsur-unsur, tetapi mereka biasanya menggunakan penilaian mereka tentang arti relatif unsur-unsur 'dan pentingnya. Ini adalah inti dari AHP yang penilaian manusia, dan bukan hanya informasi yang mendasari, dapat digunakan dalam melakukan evaluasi.

AHP mengkonversi evaluasi tersebut untuk nilai-nilai numerik yang dapat diolah dan dibandingkan selama rentang seluruh masalah. Sebuah berat numerik atau prioritas yang diturunkan untuk setiap elemen hirarki, memungkinkan unsur-unsur beragam dan seringkali dapat dibandingkan untuk dibandingkan satu sama lain dalam cara yang rasional dan konsisten. Kemampuan ini yang membedakan AHP dari teknik pembuatan keputusan lainnya. Pada langkah akhir dari proses, prioritas numerik dihitung untuk masing-masing alternatif keputusan. Angka-angka ini mewakili kemampuan relatif alternatif 'untuk mencapai tujuan keputusan, sehingga mereka membiarkan pertimbangan langsung dari berbagai kursus tindakan. Penggunaan metode AHP dalam Sistem Pengelolaan Kinerja Kaidah pembobotan menyatakan bahwa: 1. Nilai bobot KPI berkisar antara 0 1 atau antara 0% 100% jika kita menggunakan prosentase. 2. Jumlah total bobot semua KPI harus bernilai 1 (100%) 3. Tidak ada bobot yang bernilai negatif (-). Halaman 5 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

Berikut ini adalah langkah-langkah yang digunakan dalam menentukan bobot KPI dengan menggunakan AHP: Menentukan nilai prioritas KPI Biasanya orang lebih mudah mengatakan bahwa KPI A lebih penting daripada KPI B, KPI B kurang penting dibanding dengan KPI C dsb, namun mengalami kesulitan menyebutkan seberapa penting KPI A dibandingkan KPI B atau seberapa kurang pentingnya KPI B dibandingkan dengan KPI C. Untuk itu kita perlu membuat tabel konversi dari pernyatan prioritas ke dalam angka-angka. Contoh tabel skala nilai prioritas KPI seperti pada tabel dibawah: Nilai 1 3 5 7 9 2,4,6,8 Tingkat prioritas KPI A sama penting dibanding dengan KPI B KPI A sedikit lebih penting dibanding dengan KPI B KPI A lebih penting dibanding dengan KPI B KPI A sangat penting dibanding dengan KPI B KPI A jauh sangat penting dibanding dengan KPI B *) nilai tengah-tengah

*) Pengertian nilai tengah-tengah adalah Jika KPI A sedikit lebih penting dari KPI B maka kita seharusnya memberikan nilai 3, namun jika nilai 3 tersebut dianggap masih terlalu besar dan nilai 1 masih terlalu kecil maka nilai 2 yang harus kita berikan untuk prioritas antara KPI A dengan KPI B. *) Tabel diatas tidak disebutkan konversi nilai KPI A kurang penting dari KPI B karena pernyataan KPI A kurang penting dari KPI B sama dengan pernyataan nilai KPI B lebih penting dari KPI A Selanjutnya adalah membuat table perbandingan prioritas setiap KPI dengan membandingkan masing-masing KPI. Sebagai contoh: Jika kita mempunyai 4 KPI, maka kita membuat matrik perbandingan ke-4 KPI tersebut. Misalkan dari proses menbandingkan antar KPI diperoleh nilai prioritas KPI sebagai berikut: KPI A KPI B KPI C KPI D 1 1/2 1/5 1/3 2 1 1/3 1 5 3 1 1/2 3 1 2 1

KPI A KPI B KPI C KPI D

Cara mengisinya adalah dengan menganalisa prioritas antara KPI baris dibandingkan dengan KPI kolom. Dalam prakteknya kita hanya perlu menganalisa prioritas KPI yang terdapat dibawah pada garis diagonal (kotak dengan warna dasar putih) yang ditunjukan dengan warna kuning atau diatas garis diagonal yang ditunjukan dengan kotak warna hijau. Hal ini sesuai dengan persamaan matematika yang menyebutkan jika A:B= X, maka B : A = 1/X. Contoh: jika prioritas KPI B (baris) : KPI A (kolom) = 2, maka prioritas KPI A (baris) : KPI B (kolom) = 1/2 (lihat rumus persamaan perbandingan matematika diatas). Sehingga prioritas setiap KPI antara KPI A : KPI A Halaman 6 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

= 1, KPI C : KPI A = 5, KPI C : KPI B = 3, KPI D : KPI A = 3, KPI D : KPI B = 1, KPI D : KPI C = 2. Selanjutnya adalah menentukan bobot pada tiap KPI, nilai bobot ini berkisar antara 0 1. dan total bobot untuk setiap kolom adalah 1. Cara menghitung bobot adalah angka pada setiap kotak dibagi dengan penjumlahan semua angka dalam kolom yang sama. Contoh bobot dari (KPI A, KPI A) = 1/ (1+2+5+3) = 0.090, (KPI B, KPI A) = 2 / (1+2+5+3) = 0.181. Dengan perhitungan yang saman bobot prioritas tabel KPI di atas menjadi: KPI A 0.091 0.182 0.455 0.273 KPI B 0.091 0.182 0.545 0.182 KPI C 0.057 0.094 0.283 0.566 KPI D 0.118 0.353 0.176 0.353

KPI A KPI B KPI C KPI D

Selanjutnya adalah mencari nilai bobot untuk masing-masing KPI. Caranya adalah dengan melakukan penjumlahan setiap nilai bobot prioritas pada setiap baris tabel dibagi dengan jumlah KPI. Sehingga diperoleh bobot masing-masing KPI adalah:

KPI A = (0.091 + 0.092 + 0.057 + 0.118) / 4 = 0.089 (8.9%) KPI B = (0.182 + 0.182 + 0.094 +0.353) / 4 = 0.203 (20.3%), dengan perhitungan yang sama KPI C, KPI D KPI C = 0.365 (36.5%) KPI D = 0.343 (34.3%)

Sehingga jumlah total bobot semua KPI = 1 (100%) sesuai dengan kaidah pembobotan dimana jumlah total bobot harus bernilai 100. SEO (Search Engine Optimization)

Optimisasi mesin pencari (bahasa Inggris: Search Engine Optimization, biasa disingkat SEO) adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut. Tujuan dari SEO adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. Secara logis, situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung. Sejalan dengan makin berkembangnya pemanfaatan jaringan internet sebagai media bisnis, kebutuhan atas SEO juga semakin meningkat. Berada pada posisi teratas hasil pencarian akan meningkatkan peluang sebuah perusahaan pemasaran berbasis web untuk mendapatkan pelanggan baru. Peluang ini dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menawarkan jasa optimisasi mesin pencari bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki basis usaha di internet. Halaman 7 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

1.

Sejarah

Menurut Danny Sullivan, istilah search engine optimization pertama kali digunakan pada 26 Juli tahun 1997 oleh sebuah pesan spam yang diposting di Usenet. Pada masa itu algoritma mesin pencari belum terlalu kompleks sehingga mudah dimanipulasi. Versi awal algoritma pencarian didasarkan sepenuhnya pada informasi yang disediakan oleh webmaster melalui meta tag pada kode html situs web mereka. Meta tag menyediakan informasi tentang konten yang terkandung pada suatu halaman web dengan serangkaian katakunci (keyword). Sebagian webmaster melakukan manipulasi dengan cara menuliskan katakunci yang tidak sesuai dengan konten situs yang sesungguhnya, sehingga mesin pencari salah menempatkan dan memeringkat situs tersebut. Hal ini menyebabkan hasil pencarian menjadi tidak akurat dan menimbulkan kerugian baik bagi mesin pencari maupun bagi pengguna internet yang mengharapkan informasi yang relevan dan berkualitas. Larry Page dan Sergey Brin, dua mahasiswa doktoral ilmu komputer Universitas Stanford, berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan membangun Backrub, sebuah mesin pencari sederhana yang mengandalkan perhitungan matematika untuk memeringkat halaman web. Algoritma tersebut, yang dinamakan PageRank, merupakan fungsi matematika yang kompleks berupa kombinasi antara perhitungan jumlah link yang mengarah pada suatu halaman web dengan analisis atas kualitas masing-masing link tersebut. Berdasarkan prinsip kerja PageRank, secara umum bisa dikatakan bahwa halaman web yang memperoleh peringkat tinggi adalah halaman web yang banyak di-link oleh halaman web lain. Nilai PageRank juga akan semakin tinggi apabila halaman web yang mengarah kepadanya juga memiliki kualitas yang tinggi. Nilai sebuah link dari situs berkualitas tinggi seperti Yahoo! atau DMOZ dapat bernilai lebih tinggi daripada kombinasi nilai link dari seratus situs web berkualitas rendah. Backrub hanyalah sebuah permulaan. Pada tahun 1998 Page dan Brin mendirikan Google yang merupakan versi tingkat lanjut dari Backrub. Dalam waktu singkat Google memperoleh reputasi dan kepercayaan dari publik pengguna internet karena berhasil menyajikan hasil pencarian yang berkualitas (tidak dimanipulasi), cepat, dan relevan. PageRank lantas menjadi standar baik bagi mesin pencari lain maupun bagi webmaster yang berusaha agar situs webnya memperoleh nilai PageRank setinggi mungkin sehingga menempati posisi tertinggi pada hasil pencarian.

Strategi pemasaran internasional Bisnis dan layanan SEO berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan web, yang menyebabkan sebuah situs harus berusaha lebih keras agar alamatnya lebih mudah ditemukan pengunjung di antara jutaan alamat situs lain dari seluruh dunia yang menjadi kompetitornya. Mesin pencari merupakan pintu masuk utama, karena pengguna internet tidak lagi sanggup menghafalkan jutaan situs web, dan sebagai gantinya mereka mengandalkan hasil pencarian dari Google, Yahoo!, Bing, dan mesin pencari lain. Berada pada posisi teratas atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian untuk subyek tertentu memberikan keuntungan ganda bagi perusahaan pemasaran via internet: Halaman 8 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

Peluang calon pelanggan mengunjungi situs web mereka menjadi lebih besar. Hal tersebut dapat berlanjut pada meningkatnya tingkat konversi dari pengunjung biasa menjadi pembeli. Berada pada peringkat pertama hasil pencarian memberikan citra dan reputasi yang baik bagi sebuah situs di mata pengunjung.

Mesin pencari pada umumnya tidak mencari keuntungan secara langsung dari hasil pencarian organik. Pendapatan usaha mereka diperoleh dari iklan yang ditampilkan pada bagian atas atau samping hasil pencarian organik tersebut. Perusahaan yang kurang berhasil menerapkan strategi SEO sehingga alamat situsnya tidak berada pada posisi teratas dalam hasil pencarian organik masih dapat memperoleh pengunjung dengan beriklan pada mesin pencari tersebut. Pada Google, pemasangan iklan dapat dilakukan melalui Google AdWord. Google AdWord menerapkan mekanisme pay per click atau bayar per klik, artinya untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung, pemasang iklan akan dikenakan biaya, yang besarnya berbeda-beda tergantung pada proses lelang (bidding) katakunci yang dilakukan oleh pemasang iklan.

METODOLOGI DAN MODEL ANALISIS

Urutan pelaksanaan pemodelan yang akan dilakukan adalah mengikuti diagram alir sebagai berikut : Identifikasi Masalah

Studi Literatur Pengumpulan data

Pengolahan data

Penerapan Ship Market

Validasi Valid Pembuatan Laporan Gambar 1.1 Diagram Alir Metodologi

Halaman 9 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

Proses pengerjaan tugas akhir ini dilakukan secara sistematis berdasarkan urutan kerja yang dilakukan oleh penulis 1. Identifikasi masalah Dalam tahap ini penulis akan mengidentifikasi masalah yang terjadi pada galangan kapal dalam proses pembuatan kapal yang akan di buat selalu berdasarkan pesanan dari owner. Di sisi lain apabila sebuah galangan tidak mendapatkan pesanan dari owner kapal maka tentu galangan kapal tersebut tidak akan berproduksi. maka dari permasalahan ini di butuhkan sebuah analisis dan metode riset pangsa pasar sehingga bisa diketahui kapal paling banyak di butuhkan dan juga bagaimana mengetahui teknik memarketingkan sebuah kapal tanpa Owner yang sudah di produksi oleh galangan.

2. Studi literatur Proses Produksi Kapal market research metode pengambilan keputusan Teknik (AHP) analytic hierarcy process menggunakan software expert choice 11 Web marketing (Search engine Optimation, sosial media Marketing, pay perclik marketing) 3. Pengumpulan data Riset online menemukan potensi pasar dengan metode Keyword research method based historical keyword search dan competition advertising spying metode survey galangan pengumpulan data dengan survey langsung di galangan kapal dengan tujuan mencari data kapal yang telah di buat 5 hingga 10 tahun terakhir dan di bandingkan dengan hasil dari riset online. dalam riset kali ini akan mengambil data dari beberapa galangan di surabaya (ie : PT PAL Indonesia, PT dumas Tanjung perak shipyard, PT DOK kodja bahari, PT DOk dan perkapalan Surabaya). 4. Pengolahan Data Pengumpulan data yang telah di peroleh lalu mengolah data untuk di tentukan jenisjenis kapal yang layak untuk di produksi tanpa harus memiliki ship owner pada saat pembuatan. Pengolahan data untuk menentukan (pengambilan keputusan) dengan metode AHP (Analytic Hierarchy Process ) agar pengambilan keputusan lebih tepat dan meminimalisir human error pada saat menentukan jenis kapal yang layak untuk di produksi tanpa ship owner dengan menggunakan bantuan Software Expert choice 11. 5. Penentuan strategi Marketing Ship dan membuat portal (web) untuk menjaring pasar domestik dan internasional. Dalam tahap ini akan ditentukan strategi untuk menemukan ship owner/buyer dari kapal yang sudah di produksi galangan kapal. dan akan di terapkan beberapa metode dalam melakukan proses marketing kapal. Halaman 10 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

a. Pembuatan Web Ship Market ( Website Jual beli kapal berstandart internasional ) dengan tujuan untuk menarik pangsa pasar domestik dan internasional melalui pasar online. b. strategi penerapan SEO (Search engine Optomation) untuk menjaring potensi buyer yang ingin membeli kapal dengan memanfaatkan Google sebagai alat bantu mencari kapal yang dibutuhkan. c. metode payperclick advertising dalam tahap ini website Untuk penjualan kapal yang sudah jadi akan di iklan kan dengan PAy per click di (Google). pengiklan akan membayar berdasarkan kata kunci yang di bidik yang sesuai dengan website jual beli kapal yang telah di buat. Dengan penerapan teknik ini diharapkan akan mendapatkan hasil instant dengan menjaring calon ship owner/buyer untuk melakukan penawaran terhadap kapal yang telah di buat.

6. Validasi Yaitu tahap untuk melihat sejauh mana program bekerja sesuai dengan kondisi di Pasar 7. Proses Penulisan laporan Pada tahap ini akan dijelaskan beberapa kesimpulan awal dari pengerjaan tugas akhir ini ketika Hasil Riset dan metode ini diterapkan untuk kapal yang sudah ada dan sudah jadi. Adapun kesimpulan yang ingin diperoleh adalah: a. Dengan melalui riset yang sistematis dan valid maka di harapkan Galangan Kapal bisa memproduksi Sebuah kapal tanpa perlu harus menunggu pesanan dari Ship owner b. Dengan adanya sebuah website "Ship market" dan metode pemasaran yang spesifik " SEARCH ENGINE OPTIMATION" dan unik bisa dengan mudah untuk menemukan Ship owner/buyer untuk kapal yang telah di Produksi. c. Dengan metode dan riset yang sistematis maka galangan kapal bisa mendapatkan jenis dan tipe kapal yang sedang on demand sehingga galangan mampu membuat kapal untuk mememnuhi kebutuhan pasar. 3 DAFTAR PUSTAKA AWAL 1. 2. 3. 4. Modul kuliah Teknologi Produksi Oleh Heri Supomo ST, M.Sc http://id.wikipedia.org/wiki/Optimisasi_mesin_pencari http://en.wikipedia.org/wiki/Analytic_Hierarchy_Process http://heru.wordpress.com/2006/09/21/analytic-hierarchy-process-ahp

Halaman 11 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

IV. RENCANA SISTEMATIKA TUGAS AKHIR Sistematika Laporan Tugas Akhir ini antara lain Lembar Judul Lembar Pengesahan Abstrak Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar tabel BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian secara umum dan singkat meliputi latar belakang masalah,tujuan penulisan, manfaat penulisan, batasan masalah dan sistematika penulisan dari tugas akhir yang disusun. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi penjelasan tentang berbagai referensi dan teori yang terkait dengan judul penelitian yang meliputi Proses Pembuatan kapal baru, metode Analytic hierarchy process, Search Engine Optimation. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi langkah langkah selama penelitian, mulai dari tahap persiapan sampai penyusunan laporan penelitian. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi pembahasan permasalahan, studi komparatif dan kajian ekonomis. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan, serta rekomendasi dan saran untuk penelitian selanjutnya. Datar Pustaka Lampiran.

Halaman 12 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

V.

RENCANA DAFTAR KEGIATAN No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kegiatan 2 Studi Literatur Pengumpulan Data Survey Lokasi Pembahasan Analisa Penulisan Naskah Kesimpulan dan Perbaikan 4 6 Minggu ke 8 10 12 14 16

Halaman 13 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

VI.

LEMBAR EVALUASI PROPOSAL TUGAS AKHIR Setelah membaca, mempelajari dan menimbang proposal tugas akhir ini, maka tim dosen penilai tersebut pada daftar di bawah ini menyatakan: Kelayakan proposal :
(Beri tanda centang - sesuai dengan alasan)

Sudah pernah dilakukan oleh mahasiswa lain Permasalahan terlalu tinggi untuk tingkat S1 Permasalahan terlalu rendah untuk tingkat S1 Tidak jelas hubungan judul dengan teori yang dipakai Metode analisis tidak cocok dengan permasalahan yang dibahas Survei / Perolehan Data / Percobaan terlalu sulit untuk dilakukan Diperlukan peralatan / piranti canggih untuk penyelesaian dan belum tersedia di jurusan Tujuan penelitian tidak jelas Manfaat penelitian tidak jelas Lain-lain (disebutkan):

Keputusan Tim: a. Menolak dan ganti judul dan/atau ganti topik. b. Menerima dengan tanpa perbaikan dan diteruskan c. Menerima dengan perbaikan proposal. Daftar perbaikan dapat dilihat pada daftar perbaikan

Halaman 14 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

VII. DAFTAR PERBAIKAN PROPOSAL TUGAS AKHIR a. Judul : ................................................................................

b. Ikhtisar Tugas Akhir

: ................................................................................

c. Latar Belakang Masalah

: ................................................................................

d. Perumusan Masalah : ................................................................................

e. Tujuan / Manfaat

: ................................................................................

f. Tambahan Literatur : ................................................................................

g. Metodologi

: ................................................................................

h. Waktu Penyelesaian : ................................................................................

i. Catatan Tambahan : ................................................................................ (Tambahan bimbingan pada dosen bidang lain yang relevan, jika diperlukan)

Halaman 15 dari 16

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN


Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp : 031 594 7254, Fax : 031 596 4182 Email : kapal@its.ac.id

VIII. USULAN DOSEN PEMBIMBING


(Dosen Pembimbing diusulkan oleh Tim Penilai Proposal Tugas Akhir, namun keputusan akhir akan ditentukan oleh Ketua Jurusan dan Koordinator Bidang sesuai dengan beban penugasan dan relevansi masalah untuk Tugas Akhir ini)

1. 2. 3.

................................... ................................... ...................................

IX.

TIM DOSEN PENILAI PROPOSAL Nama 1. 2. Ketua Tim Anggota ................................... ................................... ................................... ................................... ................................... ...................................

Tanda Tangan ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................

Mengetahui dan menyetujui: Surabaya, .............................. JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN KETUA,

(..................................................) NIP.

Halaman 16 dari 16