Anda di halaman 1dari 4

15 1enis Penyakit Kulit dan Pencegahannya

1. Kudis

Kudis adalah penyakit kulit yang menular, penyakit ini dalam bahasa ilmiah disebut scabies,
memiliki gejala gatal, dan rasa gatal tersebut akan lebih para pada malam hari. Sering muncul di
tempat-tempat lembab di tubuh seperti misalnya, tangan, ketiak, pantat, kunci paha dan terkang
di celang jari tangan atau kaki.
O ara Pencegahan penyakit kudis dapat dilakukan dengan mencuci sperai tempat tidur,
handuk dan pakaian yan dipakai dalam 2 hari belakangan dengan air hangat dan deterjen.

2. Kurap

Penyakit Kurap merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Iungsi. Gejala
kurap mulai dapat dikenali ketika terdapat baian kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi
lingkaran merah muda. Kurap dapat dicegah dengan cara mencuci tangan yang sempurna,
menjaga kebersihan tubuh, dan mengindari kontak dengan penderita.
O Kurap dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol dan kloritomazol
dengan benar dapat menghilangkan inIeksi.

3. Panau

Panau atau Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau
ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-
bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita.
Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa
ditemukan pada penderita berumur tua.
O ara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit,
dan dapat diobati dengan obat anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat juga diobati
dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan
dioleh pada kulit yang terserang Panau.

4. Eksim (ekzema)

Ditandai dengan kulit kemerah-merahan, bersisik, pecah-pecah, terasa gatal terutama pada
malam hari, timbul gelembung kecil yang berisi air atau nanah, bengkak, melepuh, berwarna
merah, sangat gatal dan terasa panas. Penyebabnya karena alergi terhadap rangsangan zatkimia
tertentu, maupun kepekaan terhadap makanan tertentu seperti udang, ikan laut, alkohol, vetsin,
dll
O Pencegahan : Menghindari hal-hal atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi.

5. Kanker kulit

Berdasarkan beberapa penelitian, mereka orang-orang kulit putih yang lebih banyak menderita
jenis kanker kulit ini. Hal tersebut diprediksikan sebagai akibat seringnya mereka terkena
(banyak terpajan) cahaya matahari. namun demikian kanker kulit perlu dipahami karena selain
menyebabkan kecacatan (merusak penampilan) juga pada stadium lanjut dapat berakibat Iatal
bagi penderita.
O Pencegahan : terutama di awal tahun menghindari paparan sinar matahari pada siang
hari, khususnya 09:00-4:00 ketika matahari tertinggi di langit, memakai pakaian
pelindung (baju lengan panjang dan topi) ketika di luar rumah permohonan kembali tabir
surya setiap 2 jam dan setelah berenang

6. Karsinoma Sel Basal (KSB)

Merupakan jenis penyakit kanker kulit yang paling banyak diderita. Kanker jenis ini tidak
mengalami penyebaran (metastasis) kebagian tubuh lainnya, tetapi sel kanker dapat berkembang
dan menyebabkan kerusakan jaringan kulit sekitarnya. Warna kulit yang terang dan sering
terkena pijaran cahaya matahari keduanya diduga sebagai penyebab Karsinoma Sel Basal. Faktor
lain yang juga dapat menjadi penyebab jenis kanker ini adalah system imun tubuh yang lemah
(baik dampak penyakit lain atau pengobatan), luka bakar, sinar X-ray.
O Pencegahan : menggunakan tabir surya spektrum luas yang menghalangi baik radiasi
UVA dan UVB

7. Karsinoma Sel Skuamosa (KSS)

Merupakan jenis penyakit kanker kulit yang lebih banyak diderita pria terutama kaum lanjut usia
(lansia). Ini adalah jenis kanker kulit dimana terjadi keganasan sel keratinosit epidermis,
merupakan kanker kulit ke dua tersering. Penyakit kanker kulit KSS ini dapat menyebar
kebagian tubuh yang lain, umumnya diderita mereka yang berada diwilayah tropik. kanker kulit
jenis ini juga diduga akibat sinar matahari (dominannya), Imun tubuh yang lemah, virus, bahan-
bahan kimia dan jaringan parut juga dapat menimbulkan penyekit ini.
O Pencegahan : mengurangi pencahayaan sinar ultraviolet (UV) radiasi

8. Melanoma Maligna (MM)

Ini adalah jenis penyakit kanker kulit yang paling ganas dan berpotensi mematikan. Di Amerika,
didapatkan data enam dari tujuh penderita kanker ini meninggal dunia. Dan jumlah orang yang
terserang meningkat dari tahun ke tahun. Melanoma Maligna bisa berkembang dari tahi lalat
timbul yang sudah ada atau yang baru muncul.
O Pencegahan :

9. Bisul (Furunkel)

Bisul disebabkan karena adanya inIeksi bakteri StaIilokokus aureus pada kulit melalui Iolikel
rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat yang kemudian menimbulkan inIeksi lokal. Faktor
yang meningkatkan risiko terkena bisul antara lain kebersihan yang buruk, luka yang terinIeksi,
pelemahan diabetes, kosmetika yang menyumbat pori dan pemakaian bahan kimia.
O Pencegahan : menjaga kebersihan diri

10. ampak (Rubella)

Gejala dari penyakit ini adalah demam, bersin, pilek, sakit kepala, badan terasa lesu, tidak naIsu
makan, dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejala tersebut timbul ruam merah yang
gatal, bertambah besar, tersebar ke beberapa bagian tubuh.
O Pencegahan : vaksin campak

11. Kusta

Kusta adalah penyakit inIeksi kronis yang di sebabkan oleh mycobacterium lepra yang
interseluler obligat, yang pertama menyerang saraI tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit,
mukosa mulut, saluran naIas bagian atas, sistem endotelial, mata, otot, tulang, dan testis
O Pencegahan : Menciptakan lingkungan sanitasi yang bersih. Daya tahan tubuh
seseorang harus baik. Selain itu, lebih baik segera memeriksakan diri jika ada bercak
putih seperti panu yang mati rasa, agar pengobatannya dapat dilakukan lebih dini.

12. Ketombe (Seboroid)

Penyebab Penyakit ini diduga erat kaitannya dengan aktivitas kelenjar sebasea di kulit.
Keterangan: Seboroid yang terjadi pada kulit kepala sering di sebut juga dengan nama ketombe.
Gejala :
Merah ,bersisik ,Berminyak ,Bau.
O Pencegahan :
1. Jangan menggaruk kulit kepala anda karena hal itu bisa membuat kulit lecet dan
menimbulkan inIeksi sekunder.
2. Pakailah shampoo anti ketombe secara teratur yang mengandung :inc pyrithione (ZPT),
karena shampoo jenis ini mempunyai eIek anti-bakteri dan jamur yang bisa mencegah
atau mengurangi timbulnya serpihan kulit dan menghilangkan rasa gatal di kepala.
3. Hilangkan stress. Walaupun bukan penyebab utama, tapi stress bisa memicu
terjadinya ketombe.
4. Hindari pemakaian minyak rambut, gel atau hair spray secara berlebihan karena
dapat memicu pertumbuhan jamur kulit.
5. Membatasi makanan dan minuman yang dapat memicu pertumbuhan jamur kulit,
misalnya minuman beralkohol.
6. Makanlah makanan yang mengandung vitamin B untuk menjaga kesehatan
rambut, seperti kuning telur, kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran.

13. Lepra

Gejala: biasanya gejala awalnya kulit terlihat mengkerut bahkan jika penyakit tersebut sudah
akut kumannya perlahan-lahan akan memakan kulit dan daging anda, jika anda merasa telah
terkena penyakit kulit jenis ini segeralah berobat ke dokter karena jika di biarkan penyakit kulit
ini dapat menjadi momok yang menakutkan.
O Pencegahan : Pencegahan penyakit lepra dapat diatasi dengan pemberian vaksin BG
pada saat bayi vaksin ini memberikan perlindungan yang cukup baik terutama jenis lepra
lepromateus.

14. acar air (Frambusia)

Penyebab : Penyakit kulit ini disebabkan oleh sejenis virus bakteri Trypanosoma. Penyakit ini
sangat menular terutama melalui udara, pakaian, tempat tidur dan keropeng penderita.
Keterangan : Dari jauh kulit yang terkena Frambusia mirip dengan buah Irambus yang berbintil-
bintil ranum. Gejala : Bintil, Frambus,acar Air.
O Pencegahan : Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin. Kepada orang yang
belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami
komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan
immunoglobulin :oster atau immunoglobulin varicella-:oster. Vaksin varisela biasanya
diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan.

15. InIeksi Jamur Kulit

Jamur dapat tumbuh di permukaan kulit kita, dan menyebabkan kerusakan tekstur kulit sehingga
terlihat buruk.
Belum lagi, rasa gatal yang sering menyerang menyertai inIeksi jamur tersebut. Jika tidak segera
di atasi, jamur kulit dengan cepat menyebar ke jaringan kulit yang lebih luas.

O Pencegahan :
Pencegahan penyakit jamur jauh lebih mudah diupayakan daripada mengobati.
Pencegahan jamur kulit bisa dilakukan, misalnya untuk orang yang sering berkeringat
agar menggunakan pakaian yang terbuat dari katun. Sebaiknya jangan menggunakan
bahan dari wol atau bahan sintetis.
Alas kaki harus tidak terlalu ketat. Daerah lipatan paha dan jari-jemari sesudah mandi
harus segera dikeringkan dan diberi bedak. Pakaian dan handuk agar sering diganti dan
dicuci dengan air hangat.