Anda di halaman 1dari 18

1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Ikan tongkol merupakan komoditas utama ekspor Indonesia.Akan tetapi akibat pengelolaan yang kurang baik di beberapa perairan di Indonesia, terutama disebabkan minimnya informasi waktu musim tangkap, daerah penangkapan, disamping kendala teknologi tangkapnya itu sendiri, tingkat pemanfaat sumberdaya ikan sangat rendah (Kamusilmiah, 2010). Ikan tongkol selain rasanya sangat lezat juga banyak mengandung protein. Namun ada beberapa spesies ikan tongkol yang mengandung racun dan tidak dapat di konsumsi. Tongkol juga memiliki ekonomis yang cukup tinggi, tidak sedikit pula produk olahan dari tongkol yang banyak diminati oleh masyarakat. 1.2 Maksud Maksud dari dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas praktikum ictyologi.

1.3 Tujuan Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah sebagai persyaratan masuk UAP (ujian akhir praktikum) yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 mei 2011 di fakultas perikanan dan ilmu kelautan, universitas Brawijaya , Malang.

2.PEMBAHASAN

2.1 Klasifikasi Ikan Tongkol Ikan tongkol dapat diklasifikasikan dalam subclass cachama, kelas osteichtyes, superclass osteichtyes, kerajaan animalia dan genus auxis tharadz. Ikan tongkol masih tergolong pada ikan scombridae, bentuk tubuh seperti betuto, dengan kulit yang licin.Sirip dada melengkung, ujungnya lurus dan pangkalnya sangat kecil.Ikan tongkol merupakan perenang yang cepat diantara ikan-ikan laut yang berangka tulang.Sirip-sirip punggung, anal, perut, dan dada pada pangkalnya mempunyai lekukan pada tubuh, sehingga sehingga sirip-sirip ini dapat dilipat masuk ke dalam lekukan tersebut.Dan dibelakan sirip punggung dan sirip anal terdapat siripsirip tambahan yang kecil-kecil yang disebut finlet (Enmygolan, 2009). Mulut pada ikan memiliki berbagai bentuk dan posisi yang tergantung dari kebiasaan makan dan kesukaan pada makanannya (feeding dan foodhabits).Perbedaan bentuk dan posisi mulut ini juga kadang di ikuti dengan keberadaan gigi dan perbedaan bentuk gigi pada ikan. Bentuk mulut pada ikan dapat di golongkan dalam : 1. Mulut terminal, yaitu posisi mulut berada dibagian ujung kepala 2. Mulut Interior, yaitu posisi mulut berada dibagian agak bawah ujung kepala 3. Mulut superior, yaitu posisi mulut berada dibagian agak ats ujung kepala (). Letak mulut ikan tongkol adalah termasuk pada letak mulut terminal. Penggolongan ikan juga dapat dilakukan berdasarkan tipe pinna caudalis yang dimiliki suatu jenis ikan. Tipe pinna caudalis ikan secara umum terbagi atas : 1. Protocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang tumpul dan simetris dimana columna vertebralis terakhir mencapai ujung ekor. 2. Diphycercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang membulat ataumeruncing, simetris dengan ruas vertebrae terakhirtidak mencapai ujung sirip. 3. Heterocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang simetris dengan sebagian ujung ventral lebih pendek. 4. Homocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang berlekuk atau tidak dan ditunjang oleh jari-jari sirip ekor (Aquaculture, 2009). Tipe ekor pada ikan tongkol adalah homocercal dan bentuknya forked. Gigi merupakan alat bantu pencernaan secara mekanis. Tipe gigi pada ikan di bedakan menjadi 6 yaitu tricuspid, conical, canine, incisor, villiform dan molaliform (Scribd, 2010).Ikan tongkol mempunyai gigi canine.

2.2 Sistem Integumen sistem integumen pada ikan adalah kulit dan derivat integumen. Kulit merupakan lapisan penutup tubuh yang terdiri dari dua lapisan, yaitu epidermis pada lapisan terluar dan dermis pada lapisan dalam. Derivat integumen merupakan suatu struktur yang secara embryogenetik berasal dari salah satu atau kedua lapisan kulit yang sebenarnya. Sistem integumen yang berhubungan langsung dengan lingkungan tempat hidup memiliki berbagai fungsi yang sangat vital pada kehidupan ikan, yaitu : 1. Pertahanan fisik Merupakan fungsi utama dari integument yaitu sebagai pertahanan pertama dari infeksi, paparan sinar ultra violet [UV] dan gesekan tubuh dengan air atau benda keras lainnya.Hal ini disebabkan karenakulit memiliki kelenjar mukosa sebagai pelindung kulit dari parasit, bakteri dan mikroorganisme merugikan lainnya serta memperkecil gesekan dengan adanya sifat mucus yang licin. 2. Keseimbangan cairan [air] Keseimbangan cairan dilakukan oleh integumen kelompok amphibian dan ikan memiliki sistem tersendiri dalam proses keseimbangan cairan yaitu dengan menggunakan insangnya. 3. Thermoregulasi Thermoregulasi dilakukan oleh vertebrata dengan jalan memasukkan dan mengeluarkan panas secara bergantian melalui aliran darah pada kulit. 4. Warna Warna yang ada pada integurnen ikan digunakan sebagai alat komunikasi, tingkah laku seksual, peringatan dan penyamaran untuk mengelabui predator. Warna yang dihasilkan akan berbeda-beda yang disebabkan karena perbedaan tempat hidup dari ikan tersebut. Pada open-water fishes, warna tubuh ikan terbagi atas warna keperakan dibagian ventral dan warna iridescent biru atau hijau di bagian dorsal [countershading]. Ada tiga macam warna dominan ikan yang hidup dilautan, yaitu keperakan bagi ikan yang hidup di permukaan laut, kemerahan pada ikan yang hidup di daerah tengah perairan dan violet atau gelap pada ikan yang hidup di dasar perairan.

5. Pergerakan Pergerakan

ikan dipengaruhi pula

oleh keberadaansisik yang berenang ikan yang

membantu dalam meningkatkan menghadapi halangan kuat. 6. Respirasi

kemampuan

Respirasi ikan tidak menggunakan kulit sebagaisarananya tetapi dilakukan oleh golongan Amphibian. Hal ini dilakukan karena kulit merupakan lapisan yang relatif terdapatbanyak pembuluh darah sehingga tipis, selalu basah dan

pertukaranoksigen dan karbondioksida dapat berlangsung. 7. Kelenjar kulit Pada kulit terdapat kelenjar yang memungkinkanikan dapat mengeluarkan pheromone untuk menarik pasangannya dan sebagai alat untuk menetapkan daerah territorial. Selain itu, kelenjar kulit juga dapat menghasilkan zat-zat racun yang berguna untuk mencari mangsa ataupun untuk pertahanan din dari predator. 8. Kelenjar susu Kelenjar susu lebih banyak ditemukan pada vertebrata yang bersifat (terrestrial, meskipun. demikian pada ikan yang bersifat mamalia kelenjar tersebut juga berfungsi dengan baik. 9. Keseimbanaan garamKeseimbangan garam [homeostatis] pada ikan dilakukan pada kulit dan insang yaitu dengan pengaturan kadar garam cairan tubuh ikan [osmoregulasi] sehingga cairan dalam tubuh akan tetap stabil sesuai dengan lingkungan dimana ikan berada. Pada ikan yang hidup di laut,kulit akan menjaga pengeluaran cairan dalam tubuh yang berlebihan sedangkan pada ikan yang hidup di perairan tawar, kulit akan mengatur agar cairan dari luar tubuh tidak terlalu banyak yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, kulit berperan dalam proses ekskresi hasil metabolisme yang dilakukan oleh tubuh. 10. Organ inderaKulit memiliki sel-sel yang berfungsi sebagai reseptor dari stimulus lingkungan, misalnya panas, sakit clan s ntuhan. Derivat integumen sepertibarbels dan flaps memiliki sel-sel svaraf sebagai indera (`vambar 21). Barbels berlungsi sebagai alat bantu makan dan mengandung organ-organ sensory serta sebagai alat untuk kamuflase pada ikan demikian juga flaps. Barbels ini ada yang berbentuk seperti alga. Letak dari barbels ada pada hidung, bibir,

dagu, sudut mulut dengan bentuk rambut, pecut, sembulan, bulu dan lain-lain (Aquaculture, 2009).

2.3 Gurat Sisi (Linea Literalis) Linea lateralis merupakan salah satu bagian tubuh ikan yang dapatdilihat secara langsung sebagai garis yang gelap di sepanjang kedua sisi tubuh ikan mulai dari posterior operculum sampai pangkal ekor (peduncle). Pada linea lateralis terdapat lubang-lubang yang berfungsi untuk menghubungkan kondisi luar tubuh dengan sistem canal yang menampung sel-sel sensori dan pembuluh syaraf. Linea lateralis sangat penting keberadaannya sebagai organ sensoriikan yang dapat mendeteksi perubahan gelombang air dan listrik. Selain itu, linea lateralis juga juga berfungsi sebagai echo-location yang membantu ikan untuk mengidentifikasi lingkungan sekitamya. Pada beberapa jenis ikan, termasuk golongan Characin, linealateralis merupakan satu garis panjang yang tidak terputus. Sedangkan pada kelompok ikan Cichlidae, linea lateralis yang dimiliki merupakan garis panjang yang terputus menjadi dua dengan potongan kedua berada di bagian bawah potongan pertama (Entahsiapa, 2009). 2.5 Lampiran Hasil Pengukuran Morfometrik 1. Timbang berat ikan : 88 gr 2. Gambar lengkap sketsa ikan

(googleimage,2011)

(Googleimage, 2011) 3. Tentukan rumus-rumus sirip a. D. VI, IV, 5 b. C. II, 15 c. A. III, 3

d. V. IV, 5 e. P. 12

4. Sebutkan ciri-ciri khusus ikan yang diamati a. Bentuk tubuh ikan (Compressed, Deppressed, Anguilliform, atau lainnya). b. Dactylum (berapa jumlahnya) c. Finlet (berapa jumlahnya) A ...16.... D ... lainnya. d. Scute (berapa jumlahnya) e. Corselet (ada/tidak) f. Sungut/barbell

5. Gambar letak mulut Terminal

(googleimage,2011)

(goo

Gambar 2.8 Tipe-tipe utama letak mulut (a) terminal, (b) sub-terminal, (c) inferior, dan (d) superior (Sumber: Kotellat, et all., 1993). 6. Bentuk dan tipe ekor

Bentuk ekor Emarginate

Tipe ekor Homocercal

(Arfianti, 2011)

(Googleimage, 2011)

(Arfianti, 2011) 7. Amati sisik dibawah mikroskop atau dengan kaca pembesar, gambar dan tentukan jenisnya Sisik Cycloid

( arifanti ,2011) 8. Hitung rumus sisik Linea Lateralis = LL.12 Linea Transversalis = Ltr 2. 2,2

(Bento, 2011)

9. Gigi Letak tricuspid Bentuk canine

(Googleimage, 2011) 10. Bentuk tutup insang dan bagian-bagiannya.

(Googleimage, 2011)

(Googleimage, 2011)

Hasil pengukuran morfometrik ikan tongkol pada saat praktikum adalah sebagai berikut : 11. Hasil pengukuran morfometrik No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Bagian yang di ukur TL (Total Length) FL (Forked Length) SL (Standart Length) PreDL (Pre Dorsal Length) OrbL (Orbital Length) EyeL (Eye Length) CpedL (Caudal Peduncle Length) Panjang Rahang Atas Panjang Rahang Bawah HdL (Head Length) SntL (Snout Length) Post Orbital Length Tinggi Kepala Tinggi Badan Tinggi Pipi Tinggi Bawah Mata Tebal Kepala/Badan Panjang Dasar Sirip D/A Tinggi Sirip D/A Panjang Sirip P/V Berat Lambung Panjang Usus Panjang Busur Insang Satuan (Cm) 22 20 18 9 1 0,5 6 0,6 1,1 4,5 1,2 13 4,5 5 1,6 1,6 19/18 3/1,7 5/2 5,2/1,5 3,1743 gram 195 2,9

2.6 Sistem Pencernaan Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris).Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim).Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang.Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit.Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umum-nya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus.Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas

bidang penyerapan makanan. Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelokkelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus. Kelenjar pencernaan pada ikan, meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besal, berwarna merah kecoklatan, terletak di bagian depan rongga badan dan mengelilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yang menuju ke arah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu untuk membanfu proses pencernaan lemak. Kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauary terletak di sebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung.Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pankreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim enzim pencernaan dan hormon insulin (Ensiklofauna, 2011).

(google image, 2011). 2.5 Sistem Urogenetalia * Ginjal Terletak dibagian atas peritoneum, dibawah tulang punggung dan dorsalis sebanyak satu pasang, berwarna merah, memanjang. Fungsi dari ginjal adalah menyaring sisa-sisa proses metabolisme untuk bibuang, zat-zat yang diperlukan tubuh diedarkan lagi melalui darah dan mengatur kekentalan urin yang dibuang untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotik cairan tubuh (isnanblo, 2009)

(Googleimage, 2011) * Gelembung renang Untuk menyimpan cadangan O2 dan terletak didekat punggung. Gelembung renang (pneumatosis) pada ikan adalah sebuah gelembung yang berselaput tipis dan terletak diantara rongga perut dan kolumna vetebralis. Gelembung renang berisi campuran gas O2, N dan CO@ yang masuk dan keluar melalui saluran penghubung dengan esofagus. Fungsi dari gelembung renang adalah sebagai alat untuk dapat naik turun didalam air (Niesurya, 2010)

(Googleimage, 2011) * Otak otak adalah pusat sistem syaraf pada vetebrata dan banyak intervebrata lainnya. Otak mengatur dan mengkoordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh, homeostasis detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi, seperti pengenalan emosi, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya (wikipedia, 2011)

(googleimage,2011) 2.6 Sistem Saraf Vertebrata (hewan bertulang belakang) menerima rangsangan dari lingkungan melalui organ perasa (sense organ) yaitu otak dan sumsum tulang belakang yang melalui impuls ke otak atau kelenjar.Syaraf adalah organ yang paling dulu dibentuk dari lapisan terluar (exoderm) yang berfungsi sebagai penghubung. System syaraf bersama-sama dengan system hormonal mengatur peranan penting dalam proses koordinasi dan pengaturan semua aktivitas yang berlangsung dalam tubuh. Perbedaannya adalah bahwa koordinasi dan pengaturan melalui saraf berjalan relative cepat jika dibandingkan melalui system hormonal. Pusat koordinasi syaraf terdapat pada otak dan sumsum tulang belakang yang menyampaikan perintah melalui impuls syaraf yang dibawa oleh syaraf motoris ke organorgan efektor, dan sebaliknya, otak akan menerima informasi melalui sinyalsinyal yang dibawa oleh syaraf sensoris dari reseptor. Dalam menjalarkan impuls baik yang berasl dari syaraf pusat ke efektor, maupun dari reseptor ke otak dibantu oleh adanya neurotransmitter yang bekerja pada sinaps sebagai titik temu antara dua neuron. Neuron atau sel syaraf hanyalah merupakan satuan/unit structural, sedangkan unit fungsionalnya merupakan apa yang disebut lengkung refleks yang terdiri atas syaraf pusat sebagai pusat koordinasi, syaraf sensoris, syaraf motoris, efektor dan reseptor (Zay, 2008).

(Googleimage,20110

2.7 Insang Pada Ikan Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Insang berbentuk lembaranlembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dare insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dare sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar.Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum.Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator.Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur.Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung (Bebas, 2000). Bagian-bagian Insang ikan tersusun atas bagian-bagian berikut ini: 1. Tulang Lengkung Insang sebagai tempat melakeatnya tulang tapis insang dan daun insang, mempunyai banyak saluran-saluran darah dan saluran syaraf 2. Tutup Insang (Operkulum), hanya terdapat pada ikan bertulang sejati, sedangkan pada ikan bertulang rawan, tidak terdapat tutup insang. Operkulum berfungsi melindungi bagian kepala dan mengatur mekanisme aliran air sewaktu bernapas. 3. Membran Brankiostega (selaput tipis di tepi operkulum), berfungsi sebagai katup pada waktu air masuk ke dalam rongga mulut. 4. Lengkung Insang (Arkus Brankialis). 5. Lembaran (Filamen) Insang (Holobrankialis), bewarna kemerahan. 6. Saringan Insang (Tapis Insang), berfungsi untuk menjaga agar tak ada benda asing yang masuk ke dalam rongga insang. 7. Mulut Ikan. 8. Labirin. 9. Pulmonis. 10. Duktus pnemautikus (Detriavner, 2009).

(google image, 20

2.8 Sistem Peredaran Darah Ikan (Jantung) Jantung merupakan suatu pembesaranotot yang spesifik dari pembuluh darah atau suatu struktur muskular yang bentuknya menyerupai kerucut yang dilingkupi atau diselimuti oleh kantung perikardial (perikardium).Pada ikan terdapat di bagian restral dari hati dan bagian ventral dari rongga mulut.Jantung pada makhluk hidup berbeda-beda berdasarkan strukturnya.Jantung pada vertebrata misalnya ikan, mempunyai jantung yang terdiri dari dua kamar, yakni satu serambi (atrium) dan satu bilik (ventrikel).Jantung pada ikan amphibia danreptil mempunyai 3 kamar utama yang terdiri dari 2 atrium dan1 ventrikel. Jantung pada manusia, mamalia dan burung mempunyai empat kamar yakni dua kamar antrium dan dua kama ventrikel Ikan mempunyai degupan jantung sama seperti manusia. Ikan emas mempunyai purata 70 degupan jantung seminit.Manusia mempunyai purata antara 60 sehingga 100 degupan jantung seminit dalam keadaan mereka berehat.Anak ikan dan ikan yang kecil mempunyai degupan jantung yang lebih laju berbanding ikan tua dan besar.Degupan jantung ikan menjadi lambat apabila berada dalam air yang sejuk berbanding dalam air yang agak panas.Jangka hayat ikan bergantung kepada spesiesnya.Ada ikan yang hanya boleh hidup kurang setahun tetapi ada yang boleh hidup lebih 100 tahun (Jlcom, 2007).

(google

(googleimage,2011)

2.9 Sistem Rangka Sistem rangka merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari ini tubuh yang sifatnya menyokong dan dan

melindungi.Sistem

melindungi

eksoskeleton

endoskeleton.Endoskeleton secara embriologis berasal dari epidermis saja, dermis saja atau keduanya.Endoskeleton umumnya dijumpai pada hewan invertebrata.Pada vertebrata lebih dikenal dengan dermal skeleton.Sistem rangka dibagi menjadi dua yaitu rangka sumbu (rangka aksial), dan rangka anggota (rangka apendikular).Rangka aksial meliputi tengkorak (cranium), tulang belakang (kolumna vertebralis), tulang rusuk (costae) dan tulang dada (sternum). Rangka anggota meliputi gelang bahu (gelang pectoral) dengan rangka anggota depan, dan gelang pinggul (gelang pelvic) dengan rangka anggota. tulangtulang kerangka diklasifikasikan menurut bentuknya dan formasinya yaitu : 1. tulang panjang atau tulang pipa , terutama dijumpai pada anggota gerak. Tulang panjang terdiri atas bagian batang dan bagian ujung, tulang pipa bekarja sebagai alat ungkit dari tubuh dan memungkinkannya bergerak 2. tulang pendek, contohnya pada tuang carpalia di tangan dan tarsalia di kaki. Sebagia besar terbuat dari tulang jarak karana diperlukan sikap yang ringan dan kuat.Tulang-tulang ini diselubungi dengan jaringan padat tipis.kerena kuatnya muka tulang pendek mampu mendukung seperti tampak pada pergelangan tangan. 3. tulang pipih, terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dengan tenganya tulang lapisan seperti spons. Dijumpai paa tulang tengkorak, tulang punggung, iga-iga, dan scapula. 4. tulang tak beraturan adalah tuang yang tidak dapat dimasukkan dari salahsatu dari ke-3 kelas tadi contohnya vertebra dan tulang wajah 5. tulang sesanoid termasuk kelompok lain. Ia berkembang di dalam otot-otot dan dijumpai didekt sendi.misal patella (EkaHariani, 2010).

(google image, 2011).

DAFTAR PUSTAKA

http://abdullatifspi.blogspot.com/ http://aquaculture-unri.blogspot.com/2009/02/penggolongan-dan-klasifikasiikan.html http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0074%20Bio%202-8a.htm http://detriavner.blogspot.com/2009/06/pernapasan-pada-ikan.html http://ekahariani.blogspot.com/2010/10/sitem-rangka.html http://ensiklofauna.net46.net/?q=node/17 http://entahsiapa15.wordpress.com/2009/01/12/morfoligi-ikan/ http://www.google.co.id/search?tbm=isch&hl=id&source=hp&biw=1366&bih= 665&q=gelembung+renang+ikan&gbv=2&aq=f&aqi=g3&aql=&oq= http://www.google.co.id/search?hl=id&biw=1366&bih=665&gbv=2&tbm=isch &sa=1&q=ginjal+ikan&oq=ginjal+ikan&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=e&gs_upl http://www.google.co.id/search?hl=id&biw=1366&bih=665&gbv=2&tbm=isch &sa=1&q=ikan+tongkol&oq=ikan+tongkol&aq=f&aqi=g2&aql=&gs_sm=e& http://jlcome.blogspot.com/2007/04/kontraksi-otot-jantung-ikan.html http://www.kamusilmiah.com/tag/ikan-tongkol/ http://panglima-zay.blogspot.com/2008/11/sistem-syaraf-ikan.html http://www.scribd.com/doc/30830879/analisis-anatomi-ikan

TUGAS MAKALAH IKAN TONGKOL Disusun untuk memenuhi tugas persyaratan UAP (ujian akhir praktikum) mata kuliah ictyologi

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 1 ANGGOTA KELOMPOK : SUSIANA 1050803131110008