Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM ZOOLOGY VERTEBRATA

AMPHIBIA

Disusun Oleh:

NAMA NPM KELAS KELOMPOK

: Doris sapta : 09321102 : BIOLOGI B :5

LABORATORIUM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO 2011

BAB I PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKNG Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibi mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di air dan di darat, pada umumnya amphibi mempunyai siklus hidup awal diperairan dan siklus kedua di daratan. Pada masa berudu amphibi hidup di perairan. Pada pase ini berudu bergerak dengan ekor. Pada fase dewasa hidup didarat dan bernafas dengan paru-paru dan fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki. Perubahan cara bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaam menghilang, pada anura tidak di temukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam liang dan bergerak dengan cara melompat.

2. TujuanPraktikum

1. Agar dapatmengidentifikasibentukluartubuhRana cancrivora. 2. Agar dapatmengidentifikasitopografialat alat visceral Rana cancrivora.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

System transportasi pada kodok (Bufo sp) terdiri dari cor (jantung) yang dibagi menjadi tiga ruangan yaitu: atrium kiri, atrium kanan, dan ventrikel (2 atrium, 1 ventrikel). Atrium kanan menerima darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh, sedangkan atrium kiri menerima darah dari paru paru. Darah dari kedua atrium bersama sama masuk ventrikel. Walaupun tampaknya terjadi percampuran antara darah yang miskin oksigen dengan darah yang kaya oksigen namun percampuran diminimalisasi oleh adanya sekat sekat yang terdapat pada ventrikel. Dari ventrikel, darah masuk ke pembuluh darah yang bercabang tiga. Arteri anterior mengalirkan darah ke kepala dan ke otak. Cabang tengah (lung aorta) mengalirkan darah ke jaringan internal dan organ dalam badan, sedangkan arteri posterior dilewati oleh darah yang menuju kulit dan paruparu.

Darah vena dari seluruh tubuh mengalir masuk ke sinus venosus dan kemudian mengalir menuju ke atrium kanan. Dari atrium kanan, darah mengalir ke ventrikel yang kemudian di pompa keluar melalui arteri pulmonalis paru paru vena pulmonalis atrium kanan. Lintasan peredaran darah ini disebut peredaran darah paru paru. Selain peredaran darah paru paru, pada katak sinus venosus atrium kanan (lytle dan john, 2005). Klasifikasi katak (Taksonomi ampibi) Sistem klasifikasi pada katak Hijau (Rana cancrivora) sebagai berikut : Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Amphibia Ordo : Anura Familia : Ranidae Genus : Rana Spesies : Rana cancrivora

Hewan berdarah dingin (Poikiloterm) adalah hewan yang sangat bergantung pada suhu di lingkungan luarnya untuk meningkatkan suhu tubuhnya karena panas yang dihasilkan dari keseluruhan sistem metabolismenya hanya sedikit. Suhu tubuh hewan ini berubah sesuai dengan suhu lingkungannya. Hewan ini akan aktif bila suhu lingkungan panas dan akan pasif

(berdiam di suatu tempat) bila suhu lingkungan rendah. Hal yang menyebabkan hewan tersebut tidak dapat menghasilkan panas yang cukup untuk tubuhnya adalah karena darah dari hewan poikiloterm ini biasanya bercampur antara darah bersih dan darah kotor. Ini disebabkan karena belum sempurnanya katup pada jantung hewan tersebut. (Soepomo, 1976). Kulit katak memiliki kelenjar yang dapat mengeluarkan lendir yang licin. Warna kulit katakdapat berubah ssuai dengan cahaya yang ditangkap oleh tubuh untuk dapat berubah. Perubahan warna kulit katak dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk melindungi diri dari perhatian hewan pemangsa. Kulit katak juga berfungsi dalam pertukaran gas (Campbell, 2004).

Amphibi adalah hewan yang dapat hidup di dua lingkungan, yaitu lingkungan air dan lingkungan darat. Amphibi merupakan kelompok vertebrata pionir yang hidup di darat dengan beberapa bentuk penyesuaian . Amphibi termasuk hewan yang berdarah dingin, yaitu suhu tubuhnya mengikuti suhu lingkungan. Dalam hal ini contoh hewan amphibi adalah katak, katak mengalami metamorphosis sempurna. pada saat berudu katak bernapas dengan insang dan berekor pendek kemudian insang luar hilang dan tumbuh insang dalam. Ketika insang dalam hilang, paru-paru tumbuh sehingga berudu bernapas dengan kulit . Katak sawah adalah sejenis katak yang banyak hidup di sawah-sawah rawa,parit dan selokan sampai kerawa-rawa bakau (Anonym, 2011).

BAB III METODE PRAKTIKUM

a. Alat 1. Peralatan bedah 2. Sunlight 3. Lap 4. Tempat bedah b. Cara kerja

Bahan 1. Rana cancrivora 2. Uap chloroflom/eter

1. Mengamati secara seksama Rana cancrivora,menggambar bentuk luar tubuh preparat Rana cancrivora dan memberi keterangan lengkap tentang bagian bagian caput dan truncus. 2. Pada pengamatan insetio mematikan dulu Rana cancrivora dengan uap chloroform/eter sebagai pembius 3. Mencuci katak yang sudah pingsan 4. Melakukan pembedahan diatas papa bedah/bak parafin. Melakukan

pengguntingan dimulai pada kulit perut antara kedua lipat paha menyusur garis tengah badan kearah depan sampai dengan dadanya,selanjunya system muscular dengan arah yang sama. 5. Mengamati situs viscerum(alat dalam) Rana cancrivora pernafasan,system urogenital,system pencernan. 6. Menggambar hasil penelitian pada kertas yang sudah dibagikan dan memberi keterangan keterangannya yaitu system

BAB IV DATA HASIL PENGAMATAN

TERLAMPIR

BAB V PEMBAHASAN

Pada praktikum yang kedua ini kami melakukan pengamatan zoologi vertebrata yaitu pengamatan pada amfibi. Kami mengamati struktur luar hingga dalam dari preparat tersebut. Kami menggunakan preparat kodok (Rana cancrivora). Anggota dalam kelompok kami dibagi untuk melakukan pengamatan masing-masing bagian dari kodok tersebut. Berdasarkan pada pengamatan terhadap kodok terdapatstrukturfungsitubuhkatakyaitufruncusduapasangekstremitasseluruhtubuhterbungkush alusdanlicin, bagiankepalaterdapatrimaoris yang lebaruntukpernapasan, sepasang organ visus yang bulat. Dibelakangmataterdapat membrane timpani untukmenerimagetaransuarapadaakhirtubuhterdapatkloaka yang berfungsisebagaitempatpelepasanfaeces, urine danselkelamin memiliki klasifikasi sebagai berikut : Kingdom :Animalia Filum : Chordata Subfilum : Veterbrata Class : Amphibi Ordo : Anura Familia : Ranidae Genus : Rana

Species : Ranacancrivora Penutuptubuh Alatgerak Kulit yang berlendir Duapasang yang kaki danpadasetiapkakinyaterdapatselaputrenang di antarajari-

terdapat

jarikakinyadankakinyaberfungsiuntukmelompatdanberenang. Alatpernapasan Pernapasanpadasaatmasihkecebongberupainsang, setelahdewasaalatpernapasannyaberupaparuparudankulitdanhidungamfibimempunyaikatup yang mencegah air masukkedalamronggamulutketikamenyelam.

Habitat Suhutubuh

Air dandarat Tidaktetap, berubah-ubahmengikutisuhulingkungannya

(berdarahdingin/poikiloterm) Peredarandarahnya Tertutup Alatpenglihatan Mata danmatanyamempunyaiselaputtambahan yang

disebutmembrananiktitans yang sangatberfungsiwaktumenyelam Berkembangbiak Dengancaramelepaskantelurnyadandibuahioleh yang jantan di luartubuhinduknya (pembuahaneksternal) Jantung Terdiridaritigaruanganyaituduaserambidansatubilik

Pengamatan inspetio terdiri dari : 1. Kepala dan Ekstremitas Pada kepala terdapat : rima oris yang lebar untuk masuknya makanan, nares externs mempunyai peranan dalam pernafasan, sepasang arganon visus (mata) yang bulat. Di belakang mata terdapat membrane tympani untuk menerima getaran suara. Pada akhir tubuh terdapat anus yang berfungsi sebagai pintu pelepas faeces, urine dan sel kelamin. Katak adalah bilateral simetris. Alat pencernaan yang tampak dari luar yaitu cavum oris, dibatasi oleh maxillae (rahang atas) atap pada sebelah atas, sedang di sebelah bawah di batasi oleh mandibula (rahang bawah) dan oshyoid. Kemudian dilanjutkan oleh pharynx, oesophagus, ventricullus dan intestinum yang terletak di dalam rongga tubuh. Lingula (lidah) yang pipih berpangkal pada dasar di sebelah anterior mulut. Pada permukaannya terdapat kuncup perasa dan papil, dilapisi oleh lendir, dapat dijulurkan dari belakang ke muka untuk menangkap mangsa. Lingula disokong oleh oshyoid (yang berupa tulang rawan) yang memungkinkan lidah tegar tapi lemas. Pada maxillae sebelah luar terdapat denta maxillaris (gigi maxillaris), sedang pada atap cavum oris terdapt denta vomerin terdapat dua lubang nares interns yang berhubungan dengan narens externs. Glottis terletak pada medium ventral pharynx sebelah belakang lingula, merupakan pintu menuju ke pulmo (paru paru). Di belakang mata di dekat sudut mulut terdapat ostium pharyngeum dari tuba auditiva eustachii yang menghubungkan cavum oris dengan ruang telinga dalam. 2. Bagian truncus (badan) .

Rana cancrivora terdiri atas dua pasang alat ekstrimitas. 1. Ekstermitas anterior sepasang. Dengan bagian-bagianya adalah brachium ( lengan atas), antabrachium (lengan bawah), maus (tangan), dan empat buah digiti (jari).

2. Ekstremitas posterior sepasang, dengan bagian-bagianya adalah femur(paha), crus (tungkai bawah), pes (kaki), dan lima digiti yang di hubungkan oleh membran untuk berenang yang berupa kulit tipis antar digiti. 3. Integumen ( kulit) Integumen Rana cancrivora menuupi seluruh permukaan tubuh yang berguna untuk melindungi diri dari keadaan luar yang tidak menguntungkan dan selain itu juga integumen berfungsi untuk alat pernapasan dan absoebsi air. Intrgumen Rana cancrivora tidak melekat erat dengan jaringan di sebelah dalamnyatetapi terpisah oleh ruangan yang terisi cairan limfe. Ruangan ini di sebut saccus lympaticus subcutaneus.

Pengamatan Sectio : 1. Sistem Pernafasan ( respiratoria ) System pernapasan pada Bufo sp. dewasameliputi pulmo dan bronchus.Pada katak muda menggunakan kulitnya untuk respirasi.
Sistem pernapasan pada Amphibi terdiri atas sepasang paru-paru, kulit, dan permukaan dinding cavum oris. Amphibi dapat bernapas dengan kulit karena kulit pada Amphibi selalu basah sehingga oksigen dari udara bebas dapat berdifusi dengan baik Amphibia menambah respirasi paru-paru

dengan pertukaran gas melalui kulitnya yang tipis dan basah. Sebagian besar CO2 dikeluarkan melalui kulit karena laju vertilasi paru-paru tidak cukup untuk membawa keluar. Sejumah air juga diperlukan dan ditukarkan melalui kulit. Hal inilah yang mungkin menyebabkan Amphibi tidak dapat hidup di darat sepenuhnya. 2. Sistem Pencernaan ( digestoria ) System pencernaan pada Amphibi dibedakan menjadi dua yaitu Tractus digestivus (saluran pencernaan) dan Glandula digestoria (kelenjar pencernaan).Tractus digestivus disusun oleh cavum oris, pharynk, esophagus, ventrikulus, intestinum, dan kloaka.Glandula digestoria terdiri dari hepar (hati), Vesica fellea (kantong empedu), dan pankreas.
Sistem pencernan pada Amphibi dimulai dari mulut dan saluran-salurannya. Lidah pada mulut Amphibi berfungsi untuk membantu menangkap mangsanya. Sistem pencernaan pada katak

meliputi bagian saluran pencernaan dan kelenjar penceranaan. Saluran pencernaan katak secara berturut-turut adalah : 1. rongga mulut, 2. faring, 3. kerongkongan, 4. lambung,

5. usus 12 jari, 6. usus halus, 7. usus besar, 8. kloaka. Kelenjar penceranaan katak meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang memiliki gigi sejati. Lidah katak dapat digunakan untuk menangkap makanan atau mangsa seperti serangga. Saluran pencernaan mulai dari esophagus yang sagat pendek, terdiri dari konstruksi yang kecil-kecil, tepinya bersilia dan sebagai alat cerna yaitu sel-sel secretoris, kemudian ke usus 12 jari dan usus halus yang berkelok-kelok dan selanjutnya ke usus besar yang lebar. Setelah ke usus besar langsung menuju ke kloaka, yaitu tempat lubang pelepasan. 3. Sistem reproduksi. Reproduksi adalah proses perkawinan untuk mendapatkan keturunan. Reproduksi amphibi berlangsung dengan perkawinan eksternal, tubuhnya memiliki sistem urogenital, artinya saluran kelamin dan saluran ekskresi bergabung menjadi satu dalam kloaka. Alat reproduksi pada katak sawah betina yaitu sel telur (ovum), dan pada katak sawah jantan alat reproduksinya adalah testis. 4. Sistem urogenital. System urogenital dibedakan atas organa uropeutica dan organ genitalia yang masing-masing terdiri dari beberapa organ.Organa uropetica disusun oleh ren, ductus mesonephridicus, dan vesica urinaria (kloaka).Organo genitalia terbagi menjadi dua yaitu pada feminia yang terdiri dari ovarium, oviduct, kloaka dan pada masculine terdiri dari testes, vasa efferentia, ductus wolfii sive ductus mesonephridicus, vesicular seminalis, kloaka.
Sistem urogenital pada Amphibi dibedakan menjadi dua bagian yaitu organ uropoetica dan organ genitalia. Organ uropoetica terdiri dari ginjal, ureter, dan vesica urinaria. Organ genitalia pada hewan jantan terdiri atas sepasang testes, vas deferens, vesikula seminalis dan kloaka. Organ genitalia pada hewan betina terdiri dari sepasang ovarium, oviduk, dan kloaka Pada pratikum yang telah di

lakukan kami hanya mengidentifikasi sistem urogenital katak sawah betina. Organ-organ yang dapat kami amati yaitu sel telur (ovum), oviduct, ureter, kloaka, dan ginjal.ginjal terdapat 1 pasang yaitu di kanan dan di sisi kiri. 5. Sistem rangka
Sistem skeletal ini berfungsi untuk melindungi bagian vital pada Amphibi antara lain otak dan sistem saraf serta sistem yang mengandung organ vital lainnya. Sistem skeletal pada Amphibi tersusun atas

bagian yang bertulang dan kartilago. Sistem skeletal pada amphibi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu skeleton soma dan skeleton visceral Rangka berfungsi untuk melindungi alat-alat

yang lemah, origo dan iserto otot-otot alat gerak pasif dan penegak badan. 1. Endoskeleton Yang terdiri atas cranium, olumna vertebralis, sternum, dan cingulum. 2. Eksoskeleton atau appediculare, yang terdiri atas ekstremitas cranialis, dan caudalis.

6. Rongga Pengamatan yang terakhir yaitu tentang rongga yang ada pada tubuh katak. Rongga-rongga tersebut di batasi oleh beberapa sekat yaitu eptum submandibulare, septum pectalare (sekat dada), dan septum abdominale (sekat perut). Rongga-rongga yang ada dalam tubuh katak yaitu : 1. Saccus submandibularis 2. Saccus pectoralis (rongga dada) 3. Saccus branchialis (rongga insang) 4. Saccus abdominalis (rongga perut) 5. Sacus lateralis ( rongga sisi) 6. Saccu femaralis (rongga paha) 7. Saccus cruralis (rongga betis)

BAB VI Kesimpulan Pada morfologi katak sawah (Rana cancrivora) terdapat beberapa komponen penyusun diantaranya mulut, mata, kepala, jari-jari, lengan atas, lengan bawah,

siku, paha atas, perut dan punggung. Alat pencernarm pada katak terdiri dari kerongkongan (Esofagus), lambung (Yentrilailus), usus 12 jari (Duodenum), jejunum, lieum, usus halus, (Intestinum tenuel), usus besar (Intestinum crossum), rectum dan kloaka. Pada katak jantan organ reproduksi terdiri dari sepasang testis yang menggantung, Berfungsi untuk mengeluarkan sperma. Sedangkan katak betina terdapat sepasang yang menggantung didalam ovarium.

DAFTAR PUSTAKA Campbell.2004.Biologi jilid 3. Jakarta : Erlangga Lytle, C.F.dan J. R. Meyer. 2005. General Zoology. McGraw-Hill Companies. New York. Radiopoetra. 1996. Zoology. Jakarta: Erlangga. Soepomo, 1976. General Biologi. Intan Pariwara, Jakarta. Anonimous b. 2007. http://id.wikipedia.org/wiki/Laju-Transpirasi. 13 November 2011.1page.