Anda di halaman 1dari 15

TUGAS PSST IDENTIFIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH SANITASI SARANA TRANSPORTASI BUS RAHARJA JURUSAN PURWOKERTO-JOGJA-SOLO

OLEH :

UNTUNG RIYADI

P17433109073

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PRODI DIII KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah PSST tentang Identifikasi dan pemecahan masalah sanitasi pada sarana transportasi. Dalam penyelesaian Makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. 2. 3. 4. Bapak Yulianto, BE, SPd, M.Kes selaku dosen pengampu mata kuliah PSST. Bapak Lagiono, SKM, M.Kes selaku dosen mat kuliah PSST. Bapak dan Ibu tercinta yang selalu memberi dukungan dan kasing sayang. Teman-teman kost dan teman teman kuliah yang selalu memberi inspirasi dalam membuat makalah ini. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca.

Purwokerto, November 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Pembangunan transportasi berperan sebagai urat nadi kehidupan ekonomi, sosial budaya, politik dan pertahanan keamanan yang mengarah kepada terwujudnya sistem transportasi yang handal, kemampuan tinggi dan diselenggarakan secara tertib, lancar dan efisien. Untuk itu perlu adanya perhatian terhadap aspek- aspek yang berhubungan dengan sanitasi pada sarana transportasi dalam hal ini adalah angkutan umum atau bus, dimana masih sangat jarang aspek-aspek seperti itu diperhatikan oleh pengelola bus. Sesungguhnya pemenuhan atau perbaikan terhadap sanitasi bus sangat berperan penting terhadap rasa nyaman dan aman pada penumpang, sehingga akan tercipta suatu rasa kepercayaan penumpang terhadap suatu armada atau sarana trasnportasi tertentu. Untuk itu saya disini tertarik untuk melakukan pemeriksaan terhadap sanitasi bus, diamana dalam hal ini adalah bus Raharja, hal ini demi untuk memenuhi tugas dari dosen yang bersangkutan dan sekaligus sebagai bahan pe,belajaran bagi saya tentang sanitasi sarana trasnportasi dan semoga saja dengan adanya laporan ini saya khususnya dapat member suatu informasi terhdapa masyarakat tentang sanitasi sarana transportasi.

B. TUJUAN 1. Untuk mengidentifikasi masalah sanitasi sarana trasnportasi. 2. Mencari pemecahan masalah sanitasi sarana transportasi. C. MANFAAT 1. Masyarakat pada umumnya dapat mengetahui resiko yang diakibatkan oleh permasalahan sanitasi yang terdapat dalam bus. 2. Dapat mengetahui masalah-masalah sanitasi yang terjadi dalam bus. 3. Tenaga kerja dan pengguna jasa bus dapat mengatasi masalah-masalah sanitasi yang terjadi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. Pengertian Angkutan Umum Angkutan pada dasarnya adalah sarana untuk memindahkan orang dan atau barang dari satu tempat ke tempat lain. Tujuannya membantu orang atau kelompok orang menjangkau berbagai tempat yang dikehendaki atau mengirimkan barang dari tempat asalnya ke tempat tujuannya. Prosesnya dapat dilakukan dengan menggunakan sarana angkutan berupa kendaraan. Sementara Angkutan Umum Penumpang adalah angkutan penumpang yang menggunakan kendaraan umum yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Termasuk dalam pengertian angkutan umum penumpang adalah angkutan kota (bus, minibus, dsb), kereta api, angkutan air, dan angkutan udara. (Warpani, 1990) Angkutan Umum Penumpang bersifat massal sehingga biaya angkut dapat dibebankan kepada lebih banyak orang atau penumpang yang menyebabkan biaya per penumpang dapat ditekan serendah mungkin. Karena merupakan angkutan massal, perlu ada kesamaan diantara para penumpang, antara lain kesamaan asal dan tujuan. Kesamaan ini dicapai dengan cara pengumpulan di terminal dan atau tempat perhentian. Kesamaan tujuan tidak selalu berarti

kesamaan maksud. Angkutan umum massal atau masstransit memiliki trayek dan jadwal keberangkatan yang tetap. Pelayanan angkutan umum penumpang akan berjalan dengan baik apabila tercipta keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan. Oleh karena itu, Pemerintah perlu turut campur tangan dalam hal ini. (Warpani, 1990). Beberapa criteria ideal angkutan umum menurut Harries (1976) dapa dilihat di table berikut : Keandalan Kenyamanan Keamanan Murah Waktu Perjalanan Setiap saat tersedia Pelayanan yang sopan Terhindar dari kecelakaan Ongkos relative Waktu di dalam

murah terjangkau kendaraan singkat

Kedatanagan dan sampai tujuan tepat waktu Waktu total perjalanan singkat dari rumah, menunggu,dalam kendaraan, berjalan ke tujuan Waktu tunggu singkat Sedikit berjalan kaki ke bus stop Tidak perlu berpindah kendaraan

Terlindung dari cuaca buruk di bus Mudah naik turun

Badan terlindung dari luka benturan Bebas dari kejahatan

Tersedia tempat duduk setiap saat Tidak berdesakan Interior yang menarik

Tempat duduk yang enak

2. Peranan Angkutan Umum Angkutan Umum berperan dalam memenuhi kebutuhan manusia akan pergerakan ataupun mobilitas yang semakin meningkat, untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain yang berjarak dekat, menengah ataupun jauh. Angkutan umum juga berperan dalam pengendalian lalu lintas, penghematan bahan bakar atau energi, dan juga perencanaan & pengembangan wilayah. (Warpani, 1990). Esensi dari operasional angkutan umum adalah memberikan layanan angkutan yang baik dan layak bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatannya, baik untuk masyarakat yang mampu memiliki kendaraan pribadi sekalipun (Choice), dan terutama bagi masyarakat yang terpaksa harus menggunakan angkutan umum (Captive). Ukuran pelayanan angkutan umum yang baik adalah pelayanan yang aman, cepat, murah, dan nyaman. (Warpani, 1990). 3. Atribut Pelayanan Jasa Transportasi Dalam proses pemilihan jasa transportasi, atribut pelayanan jasa transportasi sangat berpengaruh terhadap keputusan pelaku perjalanan. Pada prosesnya pengguna jasa angkutan umum yang berbeda akan memilih moda angkutan yang memiliki atribut yang berbeda sesuai dengan tingkat kepuasan (utilitas) yang diinginkannya dan sesuai dengan kemampuan ekonominya. Dalam melakukan penilaian terhadap pelayanan moda angkutan, Manheim (1979) seperti yang dikutip dalam Thesis ITB, Ratna Dewi Anggraeni 2009 memaparkan beberapa atribut sebagai berikut : a. Atribut yang berhubungan dengan waktu 1) Total waktu perjalanan 2) Reliabilitas (variansi waktu perjalanan) 3) Waktu yang dihabiskan pada titik transfer 4) Frekuensi perjalanan 5) Daftar/rencana perjalanan b. Atribut yang berhubungan dengan ongkos

1) Ongkos langsung : tiket, tol, bensin 2) Ongkos operasional : ongkos muat, dokumentasi, peron 3) Ongkos tidak langsung : gedung, tingkat bunga, asuransi c. Keamanan 1) Kemungkinan rusaknya angkutan 2) Kemungkinan kecelakaan 3) Jaminan keamanan dari tindak criminal

d. Kesenangan dan Kenyamanan 1) Jarak berjalan kaki 2) Jumlah ganti kendaraan 3) Kenyamanan : temperature, kelembaban, kebersihan, kualitas angkutan 4) Keramahan : kemudahan bagasi, kemudahan tiket, layanan makanan dan minuman 5) Kesenangan perjalanan 6) Estetika Perjalanan e. Pelayanan Eskpedisi 1) Hak pengiriman kembali 2) Asuransi

Sementara menurut Schumer (1974) mengidentifikasikan atribut-atribut tingkat pelayanan sebagai berikut :

1. Kecepatan, periode yang dilalui penumpang atau barang sejak memulai sampai tiba di tempat tujuan, dalam hal ini termasuk waktu bongkar mua, pengisian bahan bakar, dan perbaikan peralatan. 2. Keselamatan, meliputi keselamatan orang atau barang yang diangkut serta keamanan bagi yang lain. 3. Kapasitas, yaitu kesediaan sarana dengan kapasitas yang memadai untuk tiap tingkat permintaan yang dapat diterima 4. Frekuensi, yaitu keteraturan kedatangan dan keberangkatan 5. Keteraturan, waktu-waktu tertentu dari alat transportasi tersebut berjalan 6. Menyeluruh, keterkaitan antar moda

7. Tanggung jawab, yaitu pertanggungjawaban yang sah atas pengusahaan alat transportasi dan kemampuan membayar kompensasi jika terjadi klaim dari pengguna jasa atas ketidakpuasan mereka terhadap kualitas pelayanan. 8. Kenyamanan dalam perjalanan, meliputi tempat duduk, sirkulasi, dan pengaturan suhu serta fasilitas perjalanan jarak jauh seperti akomodasi dan pelayanan makan & minum. 9. Ekonomis, yaitu ongkos yang wajar dan dapat diterima.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

A. DATA UMUM 1. Nama Bus 2. Jenis Bus 3. No.Kendaraan : Raharja : Bus ekonomi : AB 7402 AC

4. Jurusan Kendaraan : Purwokerto- Jogja- Solo 5. Kapasitas Bus : 55 tempat duduk + Supir

B. DATA KHUSUS Dari kunjungan dan pengamatan yang saya lakukan dapat diketahui bahwa Bus Raharja ini masuk dalam golongan bus ekonomi yang bernagkat dari Purwokerto menuju ke Jogja dan Solo.Dengan kondisi bus sebagai berikut :

No 1.

Komponen yang diamati Lantai

Identifikasi a. Kondisi lantai masih baik, belum keropos dan belum berlubang. b. Lantai bersih dan tidak licin

2.

Dinding

a. Dinding dalam bus masih cukup bagus b. Dinding luar bus sudah cukup rusak

3.

Kursi

a. Kondisi kursi dalam bus sudah sedikit rusak b. Terbuat dari bahan yang agak keras c. Tidak bisa di stel naik turun d. Tidak ada pegangan atau sandaran untuk tangan

4. 5.

Pintu Langit-langit

a. Masih berfungsi dengan baik a. Langit-langit bersih b. Masih dalam kondisi yang baik c. Tidak ada kebocoran pada langit-langit

6.

Ventilasi

a. Terletak di bagian atas b. Ventilasi berdimensi kecil

7.

Kaca

a. Kondisi kaca kurang bersih b. Pada bagian supir/pengemudi, kacanya sudah retak

8.

Pencahayaan

a. Kondisi lampu kurang baik,dimana juga tidak terdapat pelindung untuk lampu

9.

Bagasi

a. Kondisi bagasi mobil dalam keadaan kurang baik b. Pintu bagasi masih berfungsi dengan baik

10. Pegangan

a. Pegangan terbuat dari bahan yang kuat b. Pegangan masih dalam kondisi yang baik

11. Tempat sampah 12. Fasilitas keadaan darurat

a. Tidak tersedia tempat sampah a. Tidak tersedia P3K b. Tidak tersedia alat pemecah kaca

13. Poster himbauan

a. Tersedia poster maupun tulisan yang berisi himbauan untuk berhati-hati di dalam bus

14. Toilet

a. Tidak tersedia toilet di dalam bus

C. IDENTIFIKASI MASALAH Dari hasil kunjungan yang telah dilakukan, didapat bahwa permasalahan yang terjadi di Bus Raharja dengan no. AB 7402 AC adalah : 1. Dinding luar bus yang sudag berkarat pada bagian tertentu dapat meluas dan akan menjadikan dinding luar bus keropos dan tidak kokoh lagi. 2. Kondisi kursi yang terbuat dari bahan yang agak keras, tidak dapat di stel naik turun, dan tidak ada sandaran siku untuk bagian paling tepi sehingga dalam perjalanan yang cukup jauh dapat membuat ketidaknyamanan pada penumpang dan mungkin dapat menyebabkan sakit pada bagian tertentu. 3. Keadaan ventilasi masih cukup baik, namun dalam hal ini mempunyai ukuran yang kecil, sehingga mungkin saja akan menimbulkan rasa pengap pada penumpang apalagi jika ditambah perilaku penumpang lain yang merokok.

4. Kondisi kaca masih cukup baik,kecuali di bagian supir yang sudah retak, yang mungkin saja akan membahayakan jika terjadi keretakan yang lebih besar. 5. Kondisi lampu penerangan di atap kurang baik, dimana tutup atau pelindung untuk lampu tersebut, sehingga akan membahayakan karena kabel yang tidak terlindung. 6. Kondisi bagasi kurang baik , karena dinding untuk bagasi yang sudak sedikit berkarat. 7. Tidak tersedia tempat sampah, sehingga akan membentuk pola pikir maupun perilaku penumpang yang membuang sampah di lantai. 8. Tidak tersedia kotak P3K, sehingga kurang ada penanganan jika ada penumpang yang mengalami kesakitan. 9. Tidak tersedia toilet, padahal dalam hal ini jarak dari Purwokerto ke Jogja maupun Solo jauh sehingga akan sangat berguna jika tersedia toilet.

D. PEMECAHAN MASALAH 1. Perbaikan pada dinding dengan mengecat ulang dinding luar sehingga bagian yang berkarat akan hilang sehingga dinding akan lebih kokoh. 2. Penggantian bahan pada kursi dengan bahan yang lebih nyaman saat diduduki, dan penggantian system kursi dimana diganti dengan kursi yang dapat di stel naik turun, selain itu perlu diberi penambahan sandaran siku, sehingga penumpang yang terletak di paling tepi akan lebih merasa nyaman. 3. Penggantian atau pelebaran ventilasi, agar tercipta kenyamanan pada penumpang dan terjadi sirkulasi udara yang baik, dimana di dalam bus cenderung pengap dan bau. 4. Penggantian kaca dibagian supir yang telah pecah sehingga tidak akan memperlebar dimensi kaca yang pecah. 5. Pemasangan penutup lampu pada bagian atap mobil sehingga kabel-kabel pun akan tertutupi sehingga resiko kongslet atau kerusakan pada kabel pun dapat terkurangi. 6. Perbaikan pada dinding bagasi agar lebih kokoh. 7. Penyediaan tempat sampah yang permanen di bus sehingga perilaku penumpang pun lebih terjaga, dan kebersihan lantai dapat terjaga pula. 8. Penyediaan kotak P3K, agar saat ada keadaan darurat dapat segera diatasi. 9. Untuk lebih baik, disediakan toilet pada bus, sehingga saat penumpang ingin BAB, maupun BAK dapat dilakukan di dalam bus.

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN Dari data-data yang didapat dari hasil kunjungan dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang terjadi terletak pada aspek : 1. Dinding luar bus 2. Kondisi kursi 3. Keadaan ventilasi 4. Kondisi kaca 5. Kondisi lampu penerangan di atap 6. Kondisi bagasi 7. Tidak tersedianya tempat sampah 8. Tidak tersedianya kotak P3K 9. Tidak tersedianya toilet B. SARAN Dari data- data permasalahan yang ada, saya menyarankan: 1. Perbaikan pada aspek-aspek dinding,kursi,ventilasi,kaca,lampu penerangan

atap,bagasi,tempat sampah, kotak P3K, dan penyediaan toilet. 2. Perlunya perawatan yang lebih baik pada fasilitas maupun aspek- aspek dalam bus agar tercipta selalu kenyamanan dan keamanan para penumpang.

LAMPIRAN

Kondisi Ruang kemudi dan kaca yang retak.

Kondisi kursi penumpang

Kondisi lampu penerangan untuk penumpang

Kondisi bus secara umum