Anda di halaman 1dari 6

Irvan Ramadhani 240210100012

VI.

PEMBAHASAN

Daging dan ikan adalah bahan pangan penyedia protein utama yang dikonsumsi oleh manusia. Daging didefinisikan sebagai urat daging (otot) yang melekat pada kerangka yang berasal dari hewan yang sehat saat disembelih. Beberapa kerusakan pada daging dapat terjadi setelah proses penyembelihan dan pemotongan. Kerusakan tersebut antara lain perubahan suhu, perubahan pH, rigor mortis, dan pencemaran oleh mikroorganisme (Buckle et al, 1987). Namun pada praktikum ini yang akan fokus dibahas adalah pencemaran oleh mikroorganisme khususnya Salmonella dan Shigella. Komponen daging merupakan bahan yang sangat bagus untuk pertumbuhan bakteri penyebab penyakit, keracunan, perlendiran dan pembusukan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, produk ikan merupakan sunber protein hewani utama dalam negara meskipun konsumsi ikan per tahun hanya 10 kg per kapita (Herudiyanto, 2006). Praktikum kali ini, para praktikkan menganalisa keberadaan mikoorganisme pada sampel ikan segar dan daging segar. Media yang digunakan adalah PCA untuk penghitungan jumlah total mikroorganisme, dan SS-agar yang digunakan untuk mengetahui koloni yang tumbuh berupa Salmonella atau Shigella. 4.1 Pengamatan Total Mikroorganisme Aerobik Praktikum ini media yang digunakan adalah PCA agar semua mikroorganisme dapat tumbuh dan diidentifikasi. Setelah dilakukan pengenceran sampai dengan pengenceran 10-4, diambil masing-masing 1 mL dari pengenceran 10-3 dan 10-4 untuk kemudian dimasukkan ke dalam cawan petri dan ditambahkan PCA. Kemudian diinkubasi pada suhu 30 C selama tiga hari, setelah itu diamati jumlah koloni yang tumbuh dan hitung nilai SPC-nya.

Irvan Ramadhani 240210100012

Tabel 4.1.1 Hasil Pengamatan Total Mikroorganisme Aerobik Kelompok 1 2 3 4 Sampel Daging Ikan Daging Ikan
Jumlah Koloni -3

10

10-4 264 11 17 18

SPC 2,6 x 106 5,0 x 104 > 3,0 x 105 (4,4 x 105) < 3,0 x 104 (2,0 x 104)

438 50 438 20

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2011) Dapat dilihat dalam tabel, mikroorganisme yang terdapat dalam daging dan ikan jumlahnya cukup banyak. Terlihat pula pada daging mikroorganisme yang mengontaminasi sampel tersebut lebih banyak dibandingkan dengan sampel ikan. Hal itu dikarenakan daging yang digunakan mungkin kurang terlalu segar sehingga banyak terkontaminasi oleh mikroorganisme. Pada sampel ikan lebih sedikit mikroorganisme dikarenakan sampel yang digunakan adalah ikan hidup oleh karena itu tidak terlalu banyak terkontaminasi mikroorganisme. Menurut Buckle et al (1987), jumlah bakteri pencemar pada daging berkisar antara 102 sampai 104/ cm2,, tergantung pada faktor-faktor yang telah diuraikan terlebih dahulu. Dengan standar jumlah tersebut, pengamatan yang didapatkan menunjukkan terlalu banyak mikroorganisme yang tumbuh. Namun perlu diingat, dalam media PCA bukan hanya bakteri yang tumbuh tapi juga kapang dan khamir. Oleh karena itu pengamatan dengan media PCA tidak begitu akurat, praktikan hanya dapat memperkirakan hasilnya dan menghitung jumlah koloninya. 4.2 Pengujian Salmonella dan Shigella Salmonella dan Shigella merupakan famili Enterobacteriaceae, yang merupakan kelompok bakteri yang tumbuh pada kondisi aerobik maupun anaerobik. Pada kondisi aerobik, bakteri ini mengoksidasi asam amino, sedangkan jika tidak terdapat oksigen, metabolisme menjadi bersifat fermentatif, dan energi di produksi dengan cara memecah gula menjadi asam organik. Hampir semua spesies dalam

Irvan Ramadhani 240210100012

kelompok ini dapat tumbuh pada medium sederhana pada kisaran pH dan suhu yang luas, yaitu mulai suhu kurang dari 10C sampai lebih dari 40 C. (Fardiaz, 1992). Untuk pengujian Salmonella dan Shigella, kita memasukkan 1 ml dari pengenceran 10-1 kedalam tabung reaksi lalu menambahkan media TTB (Tetra

Tyonite Broth) sebanyak 9 mL ke dalam tabung reaksi tersebut. TTB adalah suatu media cair, pemakaian TTB pada praktikum adalah untuk membuat suspensi dari mikroorganisme. Media TTB merupakan salah satu media pengaya yang kaya akan nutrisi sehingga dapat merangsang pertumbuhan mikroorganisme lebih cepat. Kemudian menginkubasi tabung reaksi yang terdapat media TTB tersebut pada suhu 30o C selama 16 jam karena bakteri jenis Salmonella dan Shigella akan tumbuh maksimum pada saat itu. Jika pengamatan dilakukan setelah diinkubasi selama lebih dari 16 jam maka bakteri jenis Koliform pun akan tumbuh. Tambahkan media SS-Agar sampai kedalam cawan petri. SS-agar adalah suatu media spesifik yang hanya akan menumbuhkan bakteri Salmonella sp. dan Shigella sp. saja. Lalu melakukan penggoresan kultur dengan metode langsung. Setelah itu, inkubasi kembali pada suhu 37o C selama 24 jam, lalu mengamati pertumbuhan koloninya. Pertumbuhan Salmonella ditandai dengan tumbuhnya koloni berwarna hitam karena Salmonella menghasilkan H2S, sedangkan pertumbuhan Shigella ditandai dengan tumbuhnya koloni berwarna pink. Tabel 4.2.1 Hasil Pengujian Salmonella dan Shigella
Keterangan

Kelompok

Sampel Bakteri Jumlah Koloni 179 32 246 17 31 16 Shigella Salmonella Shigella Shigella Salmonella Salmonella

1 2 3 4

Daging Ikan Daging Ikan

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2011)

Irvan Ramadhani 240210100012

Dapat dilihat dalam tabel, dalam daging kelompok 1 terdapat bakteri Shigella sebanyak 179 koloni dan bakteri Salmonella sebanyak 32 koloni. Berbeda jauh dengan kelompok 3, pada sampel yang sama Shigella yang tumbuh 17 koloni dan Salmonella sebanyak 31 koloni. Perbedaan jumlah koloni yang cukup jauh antara kedua kelompok ini dapat dikarenakan adanya kesalahan dalam perhitungan serta tidak menutup kemungkinan kesalahan dalam penentuan jenis koloni bakteri yang termasuk Shigella atau Salmonella. Sedangkan pada kelompok 2 dan 4 sampel yang digunakan adalah ikan segar. Hasil pengamatan yang didapat dari kelompok 2 hanya terdapat bakteri Shigella dengan jumlah koloni sebanyak 246. Berbeda dengan kelompok 2, kelompok 4 mendapatkan hasil yang berbeda yaitu hanya terdapat Salmonella dengan jumlah koloni sebanyak 16. Dapat disimpulkan bahwa pada sampel ikan bakteri yang mengkontaminasi sampel ini ada 2 yaitu Salmonella dan Shigella.

Irvan Ramadhani 240210100012

VII.

KESIMPULAN

Dari pelaksanaan kegiatan praktikum pengamatan total mikroorganisme aerobik ini, dapat disimpulkan beberapa hal: 1. Daging dan ikan adalah bahan pangan penyedia protein utama yang dikonsumsi oleh manusia. 2. Pada pengujian total mikroorganisme aerobic yang terbanyak adalah pada sample daging segar dan diikuti oleh sample ikan segar 3. Untuk mengamati adanya pertumbuhan Salmonella dan Shigella, pada agar yang telah diinkubasi akan terlihat koloni-koloni yang berwarna hitam, karena Salmonella merupaka bakteri penghasil sulfur, sedangkan untuk Shigella ditandai dengan pertumbuhan koloni yang berwarna pink. 4. Pada sampel daging segar dan ikan segar semuanya terkontaminasi oleh bakteri Salmonella dan Shigella

Irvan Ramadhani 240210100012

DAFTAR PUSTAKA

Buckle, K. A., R. A. Edwards, G. H. Fleet, dan M. Wootton. 1987. Ilmu Pangan. Penerjemah : Hari Purnomo dan Adiono. Penerbit Universitas Indonesia ( UIPress) : Jakarta. Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Herudiyanto, Marleen. 2006. Pengantar Teknologi Pengolahan Pangan. FTIP UNPAD. Jatinangor