Anda di halaman 1dari 5

Irvan Ramadhani 240210100012 VI.

PEMBAHASAN

Gravimetri merupakan salah satu metoda untuk menentukan jumlah atau data kuantitatif dalam ilmu kimia. Satuan berat yang digunakan dalam gravimetri adalah gram. Secara keseluruhan analisis gravimetri dapat diartikan sebagai cara analisisi dimana suatu zat yang akan ditentukan, dipisahkan, kemudian diakhiri dengan menimbang zat tersebut. Jadi, penentuan jumlah zat didasarkan pada penimbangan, dalam hal ini penimbangan hasil reaksi setelah bahan yang dianalisa direaksikan. Hasil reaksi ini dapat berupa sisa bahan atau suatu gas yang terbentuk atau suatu endapan yang dibentuk dari bahan yang dianalisa itu. Berdasarkan macam yang ditimbang itu dapat dibedakan cara-cara gravimetri yaitu evolusi dan pengendapan. Metode yang biasa digunakan dalam pemisahan, diantaranya adalah : 1. Pembentukan endapan yang sukar larut, lalu endapan disaring, dicuci, dikeringkan atau dipijar kemudian ditimbang. 2. Metode penyulingan. Metode ini memanfaatkan sifat volatilitas dari suatu zat kemudian hasil reaksi ditampung dan ditimbang atau berkurangnya berat cuplikan karena penyulingan dapat diukur. 3. Metode elektrolisis dengan mengendapkan suatu logam yang murni pada katoda. Dalam menentukan hasil penimbangan atau pengukuran sering terjadi adanya ketidaksempurnaan, untuk itu terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk melakukan perhitungan analisis dengan metode kimia, yaitu : 1. Proses pemisahan hendaknya cukup sempurna sehingga kuantitas analit yang tak terendapkan secara analitis tak dapat dideteksi (biasanya 0,1 mg atau kurang dalam menetapkan penyusun utama dari suatu makro). 2. Zat yang ditimbang hendaknya mempunyai susunan yang pasti dan hendaknya murni atau sangat hampir murni. Bila tidak, maka akan diperoleh hasil yang kurang akurat atau galat. 3. Endapan harus dapat diubah menjadi suatu senyawa dalam keadaan stoikiometrik misalnya dengan cara pemijaran.

Irvan Ramadhani 240210100012 Dalam percobaan kali ini sampel yang diujikan adalah CuSO4. Percobaan ini dilakukan untuk menentukan suatu zat yang rumus hidratnya belum diketahui yaitu CuSO4XH2O. Nilai X tersebut yang akan dicari dengan menggunakan analisa gravimetri. Pertama-tama pijarkan cawan kering dan bersih dengan suhu 105o C selama 15 menit. Hal ini dilakukan karena cawan akan digunakan sebagai wadah tempat zat diletakan, sehingga untuk memperoleh berat zat murni yang akurat cawan harus bersih dan tidak ada lagi air atau zat lain yang terkandung dalam cawan tersebut. Setelah itu cawan didinginkan dalam desikator, hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyerapan uap air bebas dari udara, sehingga perhitungannya menjadi akurat. Kemudian ditimbang hingga diperoleh berat yang konstan Tanur merupakan pemanas dengan suhu 300-5000 C, didalam tanur kandungan air terusi akan menguap atau hilang. Pemanasan dilakukan selama 20 menit hingga warna sampel terusi berubah dari biru menjadi putih. Setelah itu sampel didinginkan dalam desikator Terusi yang telah dingin ditimbang kembali, penimbangan tidak boleh dilakukan sembarangan karena perbedaan suhu tinggi dapat merusak neraca timbang. Berat timbang harus mencapai angka berat yang konstan karena pada waktu diangkat dari tanur dan didinginkan bisa saja masih ada udara panas yang dapat mempengaruhi penimbangan. Dan jika tidak sampai konstan, maka nantinya berat yang didapat bukan berat yang sebenarnya dan akan terjadi kesalahan pada saat perhitungan rumus hidratnya. Tabel 6.1. Data Pengamatan Gravimetri Wcawan+sampel setelah dipanaskan (g) 105 90 menit menit 10,25555 10,2536 5,8894 6,7160 6,0387 6,5713 5,8847 6,7103 6,0324 6,5696

Kelompok

Wa (g) 2,02 2,0019 2,0092 2,0009 2,0072

Wcawan (g) 9,0610 4,4543 5,2722 4,5408 5,1205

Wb (g)

W(a-b) (g) 0,8274 0,5715 0,5711 0,5093 0,5581

1,2 3,4 5,6 7,8 9,10

1,1926 1,4304 1,4381 1,4916 1,4491

6,1476 3,5403 3,518 3,024 3,412

Irvan Ramadhani 240210100012 Dokumentasi Pribadi (2011) Dapat dilihat pada tabel hasil pengamatan diatas, ternyata hasil yang didapat dari setiap kelompok berbeda. Untuk mencari nilai x dapat dilihat pada rumus dibawah ini:
( )

Seharusnya nilai x yang didapat adalah 5 rumus sampel terhidrat tersebut adalah CuSO4.5H20, namun hasil yang didapat dalam percobaan berbeda. Hal ini dapat dikarenakan kesalahan praktikan ketika penimbangan. Karena pada saat percobaan ketika dilakukan penimbangan seharusnya cawan tidak dipegang dengan tangan, hal ini dapat saja mempengaruhi berat pada cawan tersebut. Selain itu, pada saat penimbangan yang terlalu lama bisa saja mempengaruhi hasil yang didapat karena air dari bisa saja menempel pada cawan ketika penimbangan. Seharusnya praktikan memperhatikan hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi hasil sehingga nantinya hasil yang didapat akan akurat.

Irvan Ramadhani 240210100012 VII. KESIMPULAN

Analisis gravimetri dapat diartikan sebagai cara analisisi dimana suatu zat yang akan ditentukan, dipisahkan, kemudian diakhiri dengan menimbang zat tersebut.

Gravimetri digunakan untuk menentukan jumlah kuantitatif suatu zat. Dalam analisis gravimetri, dapat ditentukan rumus hidrat. Perbedaan hasil percobaan yang berbeda dapat dikarenakan kesalahan praktikan ketika menimbang.

Irvan Ramadhani 240210100012 Daftar Pustaka

Day,R.A. an Underwood A.L, 1996. Analisis Kuantitatif.Erlangga : Jakarta. Khopkar, S. M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI-Press : Jakarta.. Vogel, A.L., 1960 . A text Book of Quantitative Inorganic Analys including Instrumental Analys. New York : Longmans.