Anda di halaman 1dari 7

PERENCANAAN BISNIS (BUSSINES PLAN) BioYoghurt

Oleh Chandra Adi Prabowo K4309020

Pendidikan Biologi Fakutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdrinya usaha BioYoghurt ini dilandasi oleh tugas mata kuliah Kewirausahaan yang mewajibkan setiap mahasiswa untuk membuat perencanaan bisnis kemudian mampu mengaplikasikannya dalam bidang usaha yangv sesungguhnya. Namun ide untuk membuat usaha BioYoghurt ini bukanlah sebuah ide yang bersifat instant atau mendadak, karena sebelumnya kami telh mendapatkan teknik pembuatan yoghurt ini pada mata kuah mikrobiologi sehingga kami berpikir untuk sekaligus megembangkan kemampuan yang telah kami miliki untuk melengkapi tugas mata kuliah kewirausahaan yang dbebankan kepada kami. B. Visi dan Misi a. Visi BioYoghurt menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia b. Misi Menjadikan Yoghurt lebih dikenal dikalangan masyarakat Surakarta Memperkenalkan kelebihan dan manfaat yoghurt kepada masyarakat Menjadi salah satu brand produsen yoghurt yang dikenal masyarakat luas

BAB II PEMASARAN A. Gambaran Umum Pasar (STP) 1. Segmen Pasar Segmen pasar untuk BioYoghurt ini adalah masyarakat yang sadar akan pentingnya susu serta probiotik bagi tubuh sehingga dapat disimpulkan segmen pasar dari BioYoghurt ini adalah kalangan masyarakat menengah yang memiliki cukup pengetahuan tentang yoghurt. 2. Target Pasar Target yang dituju adalah mahasiswa, anak sekolah, serta masyarakat umum. 3. Positioning Untuk dapat bersaing dipasaran BioYoghurt akan menggunakan rasa yang bervariasi dan dikhususkan rasa buah khas indonesia agar sesuai dengan selera masyarakat dan untuk tempat pemasaran akan dilakukan ditempat-tempat strategis (jemput bola) seperti di ngarsopuro dan car free day. B. Strategi Pemasaran Strategi Pemasaran dilakukan berdasarkan analisa 7 P dengan alat analisis SWOT menurut Kottler yang terdiri atas : i. Product Kami akan memproduksi produk yoghurt yang lebih higienis dan berkualitas dibandingkan produk yoghurt lain karena pengerjaannya dilakukan dengan standar laboratorium mikrobiologi, tentu lebih higienis dan terkontrol jika dibandingkan dengan produk lain yang dikerjakan dengan standar pabrik. selain itu kami akan membuat yoghurt dengan rasa yang lebih bervariasi dengan aneka rasa buah khas indonesia. Biaya: Rp 47.800 ii. Price Untuk harga produk kami akan memberikan harga yang jauh lebih bersaing dibandinkan produk lain yang harus membeli kultur serta peralatan yang digunakan karena kami tidak memerlukan banyak biaya

produksi dalam pembuatannya, biaya produksi dapat diminimalisir mengingat untuk kultur bakteri serta peralatan kami memproduksi sendiri dengan alat yang tersedia di laboratorium. Untuk harga satuan akan dibedakan dengan harga grosir yang akan mendapat potongan 5 %. iii. Promotion Strategi mengenai bagaimana produk kami dapat dikenal oleh konsumen melalui beberapa cara : Advertising (Iklan) Kami akan menggunakan media brosur serta media online (blog dan jejaring sosial) untuk memasarkan produk kami. Jika dibandingkan produsen yoghurt lokal lain yang hanya menggunakan brosur tentu metode yang kami gunakan akan jauh lebih efektif dan menarik konsumen. Biaya: Rp 10.000 (Biaya Fotocopy, Print, Warnet) Sales Promotion Kami akan menggelar promosi di keramain seperti car free day dan di area kampus, berbeda dengan produk lain yang hanya dipasarkan melalui toko-toko atau supermarket. Biaya: Rp 0 iv. Placement Untuk mengawali usaha ini kami akan menjual produk langsung kepada konsumen untuk meminimalisir biaya distribusi produk. Biaya: Rp 0 v. People Untuk memasarkan produk kami akan menggunakan orang-orang yang memiliki karakter bersemangat serta memiliki tubuh yang sehat untuk mencerminkan manfaat dari produk. Biaya: Rp 0

vi.

Process

Kami akan menampilkan proses pembuatan yoghurt yang menggunakan teknologi dan peralatan yang lebih higienis dibandingkan produk lain yang diproduksi di pabrik sehingga konsumen akan tertarik untuk membeli produk. Biaya: Rp 0 vii. Physical Evidence Untuk produksi awal kami tidak menggunakan stand ataupun pameran fisik khusus lainnya untuk meminimalisir biaya, kami akan memanfaatkan stand kantin dan toko-toko untuk memasarkan produk.

BAB III PRODUKSI 1. Produk A. Dimensi Produk Produk yang kami produksi adalah yoghurt aneka rasa yang dikemas dalam sebuah cup 100 ml. B. Nilai/Manfaat Produk Manfaat yang dapat ditawarkan oleh produk dapat dibagi dalam 5 tingkatan, yaitu: Manfaat inti (core benefit): manfaat inti dari produk kami adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada konsumen, terutama kebutuhan probiotik yang dibutuhkan untuk mengimbangi bakteri jahat dalam tubuh. Manfaat dasar (basic benefit): manfaat dasar yoghurt adalah untuk sebagai pengganti susu bagi orang yang tidak kuat mengkonsumsi susu karena kandungan laktosanya. Manfaat yang diharapkan (expected benefit): dapat menjadi salah satu menu dessert atau hidangan penutup. Manfaat di atas harapan (augmented benefit): yoghurt dapat dicampur dengan berbagai bahan makanan atau minuman untuk menambah cita rasa dan nutrisi. Manfaat potensial (potential benefit): BioYoghurt dapat diolah kembali oleh konsumen menjadi froyo, ice cream, dan berbagai makanan olahan sehingga dapat menjadi peluang usaha. 2. Estimasi Dana a. Modal Usaha = 120.000 b. Biaya Produksi - Bahan Baku (Susu Segar) - Gula - Kultur Bakteri - Bahan Tambahan (essence) - Gas - Cup 100 ml - Biaya lain-lain c. Total produksi 57.800 x 2

= 12.000/ 2 liter = 8.000/ Kilogram =0 = 10000/ 5 Botol 100 ml = 13.000/ tabung 3 kg = 4800 / 50 cup = 10000

Rp 57.800,- / 50 Cup = 115.600 / 100 cup

d. Dana Cadangan e. Harga / cup f. Total Pendapatan Analisa Kelayakan Usaha

= 120.000 115.600 = 4400 = 2000 = 2000 x 100 = 200.000

A. Metode Non-Discounted Cash Flow

Non-Discounted Cash Flow adalah metode pengukuran investasi dengan melihat kekuatan pengembalian modal tanpa mempertimbangkan nilai waktu terhadap uang (time value of money). Metode yang dipergunakan adalah Pay Back Period (PBP) Method, dengan formula umum sbb:

Total Investasi Pay Back Period = --------------------------------------- x 1 tahun Net Income + Depreciation 120.000 Pay Back Period = --------------------------------------- x 1 tahun 200.000 Pay Back Period = 0,6 Tahun (Jadi modal dapat kembali dalam 7, 2 bulan)