Anda di halaman 1dari 1

ALGORITME TAKIKARDIA

(2010 AHA Guidelines for CPR and ECC)

Nilai kesesuaian dengan kondisi klinis Heart rate biasanya 150 jika takiaritmia

Identifikasi dan atasi penyebab - Jaga patensi jalan napas; bantu napas jika diperlukan - Oksigen (jika hipoksemia) - Identifikasi irama; monitor tekanan darah dan oksimetri TIDAK ADA DC-SHOCK RUJUK!!! Apakah takiaritmia menyebabkan : - Hipotensi? - Penurunan kesadaran? - Tanda tanda shock? - Nyeri dada iskemik? - Gagal jantung akut?
Tida k Ya

Ya

Synchronized cardioversion - Pertimbangkan sedasi - Jika kompleks QRS sempit dan regular, pertimbangkan adenosin

QRS lebar 0.12 detik


Tida k

- Akses IV dan EKG 12 sandapan jika tersedia - Pertimbangkan adenosin, hanya jika QRS kompleks regular dan monomorfik - Pertimbangkan infus obat anti aritmia - Pertimbangkan konsultasi ahli

- Akses IV dan EKG 12 sandapan jika tersedia - Manuver VAGAL - Adenosin (jika QRS kompleks teratur) - Beta blocker / calcium channel blocker - Pertimbangkan konsultasi ahli

1. SVT dengan nadi, stabil manuver vagal (masase 10 menit / 10) pertimbangkan Adenosine (6mg 12mg 12mg) 2. SVT dengan nadi, tidak stabil kardioversi 200 joule/sync (RUJUK!) 3. SVT tanpa nadi (PEA) RJP + Epinefrin 1mg 4. VT dengan nadi, stabil Amiodarone 150mg drip 10-15 (selanjutnya 900mg/24jam drip) 5. VT dengan nadi, tidak stabil kardioversi 100 joule/sync (RUJUK!) 6. VT tanpa nadi DC shock 360 joule/unsync (RUJUK!!) DAHULUI DENGAN RJP!!