Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH DIRECT SHEAR TEST

KELOMPOK 8 Helen Fidelia Helena Sianipar Heru Herly I Nyoman Adi T 0606072080 0606072093 0606029265 0606072105 0606072332

Tanggal Praktikum Asisten Praktikum Tanggal Disetujui Nilai Paraf

: 25 Oktober 2008 : Joko Nofyantoko : : :

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DEPARTEMEN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA 2008

1. TUJUAN PERCOBAAN Untuk mengetahui nilai kohesi (c) dan sudut geser () pada pasir. 2. ALAT DAN BAHAN Direct Shear Test dan Shear Box Beban dengan berat 5-25 kg Dial gauge untuk vertical dan horizontal displacement Specimen cutter untuk memotong sample tanah kohesif Tamper untuk memadatkan tanah yang cohesionless Timbangan dengan ketelitian 0,01 gr Jangka sorong dengan ketelitian 0,01 mm Stopwatch Can Oven Pasir dengan kadar tertentu yang lolos saringan no 18

3. TEORI SINGKAT Kekuatan geser dapat diukur langsung dengan pemberian beban konstan vertikal (normal) pada sampel dan pemberian gaya geser tertentu dengan kecepatan konstan dan perlahan-lahan untuk menjaga tegangan air pori tetap nol hingga tercapai kekuatan geser maksimum. Tegangan normal didapat dengan pembagian besarnya gaya normal dengan luas permukaan bidang geser. S = P/A Tegangan geser didapat dengan menghitung gaya geser (G) yang didapat dari pembacaan maksimum load ring dial setelah dikalikan dengan nilai kalibrasi prooving ring (LRC).
T= G A G = MxLRC LRC = 0,364kg / div

Dari beberapa buku referensi menyatakan harga kohesi pasir (c) = 0, dan harga sudut geser pasir ( ) berkisar : 280 - 480 Tabel Harga Kohesi Untuk Beberapa Jenis Pasir
Soil (sand) Type of test UU CD 28 34 28 34 35 46 1-2 43 50 43 50

Loose Dry Loose Saturated Dense Dry Dense Saturated

4.

PROSEDUR

PRAKTIKUM a. Persiapan Praktikum Menyediakan pasir yang telah lolos saringan no.18 secukupnya. Mengukur diameter lingkar dalam shear box. Menimbang penutup shear box + bola + can Menyiapkan alat dengan menyeimbangkan sistem counterweight alat direct shear. b. Jalannya Praktikum Shear box dikunci agar tidak dapat bergerak ketika pasir dimasukkan. Kemudian pasir dimasukkan kedalam shear box hingga volumenya Lalu permukaan pasir diratakan dengan spatula lalu ditutup dengan

terisi. penutup shear box, dengan mensejajarkan arah garis yang ada pada dasar dan penutup shear box. Lalu diberikan bola diatas penutup sebagai langkah untuk memberikan beban terpusat pada penutup sehingga menjadikan penutup sebagai beban terbagi rata bagi pasir yang berada di dalam shear box.

Kemudian shear box ditaruh pada posisinya, dan diberikan beban sebesar Kemudian kunci shear box dibuka, dan set masing-masing dial gauge. Lalu shear box diberikan gaya geser dengan Loading rate 1 mm/menit. Dilakukan pencatatan horizontal dial setiap 15 detik hingga dial berhenti Kemudian diulangi langkah-langkah diatas dengan diganti bebannya, yaitu

5 kg.

kemudian berbalik arah. 10, 15, 20, dan 25 kg. 5. DATA PERCOBAAN Berat Cap + Ball Load Diameter Shear Box LRC Loading rate Berat Can Berat Can + Wet Sand Berat Can + Dry Sand = 0,84173 kg = 6,347 cm = 0,364 kg/div = 1 mm/ menit = 41,6 gram = 579,03 gram = gram

Time (detik) 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180

Vertical Load (kg) 5 5 6 6 7 7 7 7 7 7 10 14 18 20 20 19 15 12 15 14.5 21 27 30 30 28 24 20 13 21 26.5 29 29.5 28.5 25 25 15.5 23 32 36.5 39 38.5 35

6. PENGOLAHAN DATA
Vertical Load (kg) Cap & Ball Load (kg) Total Load (kg) Sample Area (cm2) Normal Stress, (kg/cm2) Max. Horiz. Dial reading Horiz. Shear Force (kg) LRC = 0,364 Horiz. Shear Stress, (kg/cm2) 5 0.84173 5.84173 31.652 0.18456 7 2.548 0.0805 10 0.84173 10.84173 31.652 0.34253 20 7.28 0.23 15 0.84173 15.84173 31.652 0.5004 30 10.92 0.345 20 0.84173 20.84173 31.652 0.65846 29.5 10.738 0.33925 25 0.84173 25.84173 31.652 0.81643 39 14.196 0.4485

Menghitung kadar air dari hasil percobaan


water content = == %

Beban (kg) 5 10 15 20 25

y= 0.18456 0.34253 0.5004 0.65846 0.81643

x= 0.0805 0.23 0.345 0.33925 0.4485

Dari grafik didapat persamaan regresi linearnya, yaitu : y = 1.710x + 0.006 Sudut geser didapat dengan menggunakan rumus tan-1 = y/x

= 59,78

7. ANALISA a. Analisa Percobaan Percobaan direct shear ini dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2008. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui harga kohesi dan sudut geser dari pasir

yang digunakan dalam percobaan. Kedua koefisien ini nantinya akan bermanfaat untuk menentukan jenis pasir dan melakukan perhitungan daya dukung pasir. Pertama, persiapkan alat dan bahan untuk percobaan. Alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu shear box. Beban yang diberikan yaitu bertahap dari 5kg, 10kg, 15kg, 20kg dan 25kg. Kemudian periksa dial gauge yang digunakan, apakah dalam kondisi layak pakai atau tidak. Tamper untuk memadatkan pasir, timbangan, jangka sorong, stopwatch, can dan oven untuk mencari berat kering dari pasir. Untuk bahan, digunakan pasir yang lolos saringan no.18, lalu dilakukan pengukuran terhadap diameter shear box, dan berat dari cap dan bola. Setelah mendapatkan pasir yang lolos saringan no.18 secukupnya, kemudian pasir diberikan sedikit air, hal ini dilakukan agar kondisi pasir ketika dilakukan percobaan setidaknya menyerupai kondisi pasir yang ada di lapangan. Kemudian pasir tersebut diaduk hingga kadar air pasir merata, setelah itu pasir tersebut dimasukkan kedalam shear box hingga bagiannya terisi, lalu diratakan pada bagian permukaannya. Setelah itu, shear box ditutup dengan cap, akan tetapi alur pada dasar permukaan dan cap haruslah searah, agar gaya geser yang diberikan mendapatkan hasil yang sempurna, barulah ditaruh bola diatas cap, yang berfungsi sebagai beban terpusat bagi cap dan menjadikan cap beban terbagi rata terhadap pasir di dalam shear box. Setelah itu shear box, ditempatkan pada direct shear test, dan untuk pembebanan pertama, yaitu 5kg. Kemudian penguncian yang dilakukan sebelum memasukkan pasir pada shear box dibuka, agar shear box dapat menerima gaya geser sesuai dengan yang diberikan. Setelah itu, set dial gauge menjadi nol, setelah menset dial gauge, kemudian shear box diberikan gaya geser dengan kecepatan 1mm/menit, dan dilakukan pencatatan dial gauge dengan periode 15 detik, hal ini dilakukan hingga jarum pada dial gauge menunjukkan angka yang cenderung konstan dan kemudian berbalik arah. Kemudian dilakukan hal yang sama, akan tetapi untuk pembebanan yang berbeda, yaitu dilanjutkan dengan berat 10kg,15kg, dan seterusnya. Setelah dilakukan pembebanan terakhir, yaitu 25kg, pasir dikumpulkan menjadi satu dalam sebuah can, kemudian ditimbang dan dimasukkan kedalam oven, untuk mendapatkan kadar air pasir tersebut.

b. Analisa Hasil Pada pembebanan 5kg didapat maximum horizontal dial reading sebesar 7. Sedangkan untuk 10kg, yaitu sebesar 20. Untuk 15kg, sebesar 30. Untuk 20kg, sebesar 29,5. Sedangkan untuk pembebanan 25kg, sebesar 39. Kemudian untuk mendapatkan horizontal shear force, masing-masing maximum horizontal dial reading dikalikan dengan nilai kalibrasi dari dial gauge (LRC), yang bernilai 0,364 kg/div. Dari data yang didapat lalu dilakukan pengolahan data, dengan mengkonversikan kedalam persamaan regresi linear, y = ax + b, untuk mendapatkan nilai kohesi pasir (c) dan sudut geser pasir (). Dengan memisalkan x sebagai tegangan geser () sedangkan y sebagai tegangan normal (). Setelah dilakukan pengolahan data, didapat persamaan regresi linear yaitu y=1,710x + 0,006, dimana nilai b adalah harga kohesi pasir, yaitu c = 0,006 dan arc tan a adalah sudut geser pasir, yaitu = 59,78. Sedangkan untuk kadar air dari pasir didapat kadar air yaitu, % c. Analisa Kesalahan Dalam melakukan percobaan, tidak lepas dari berbagai kesalahan, kesalahankesalahan yang mungkin terjadi selama melakukan percobaan direct shear test ini, antara lain yaitu : Kesalahan dalam menjalankan prosedur percobaan, seperti tidak melepas kunci shear box. Kurang telitinya ketika melakukan pencatatan dial gauge. Kurang tepatnya dan kurang konstannya kecepatan gaya geser yang diberikan, yang seharusnya 1mm/menit. Kurang meratanya ketika dilakukan pengadukan antara air dan pasir, sehingga kadar air pasir masih belum merata. 8. KESIMPULAN a. Kadar air pasir yang digunakan pada percobaan yaitu sebesar % b. Didapatkan harga kohesi pasir (c), yaitu sebesar 0,006. c. Didapatkan sudut geser pasir (), yaitu sebesar 59,78

d. Melihat besarnya sudut geser pasir yang sebesar 59,78 maka dapat disimpulkan bahwa jenis pasir yang digunakan pada percobaan ini termasuk pasir jenis silty sand. e. Koefisien sudut geser pasir dan harga kohesi pasir sangat berpengaruh terhadap perhitungan daya dukung pasir.

REFERENSI Lambe T.W. Soil Testing For Engineers. John Willey and Sons. New York. 1951. Punmia, B.C. Soil Mechanic and Foundation. Standard Book House. Delhie. 1981. Wesley, LD. Mekanika Tanah. Badan Penerbit Pekerjaan Umum. 1977. Bardet, Jean-Pierre.1997. Experimental Soil Mechanics. New Jersey : Prentice Hall,Inc