Anda di halaman 1dari 4

TEGANGAN PERMUKAAN

Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat


cair (fluida) yang berada dalam keadaan diam (statis). Contoh yang menarik tetes
air cenderung berbentuk seperti balon (yang merupakan gambaran luas minimum
sebuah volum) dengan zat cair berada di tengahnya. Hal yang sama terjadi pada
jarum baja yang memiliki rapat massa lebih besar dari air tapi dapat mengambang di
permukaan zat cair. Fenomena ini terjadi karena selaput zat cair dalam kondisi
tegang, tegangan fluida ini bekerja paralel terhadap permukaan dan timbul dari
adanya gaya tarik menarik antara molekulnya.
Tegangan permukaan γ didefinisikan sebagai gaya F persatuan panjang L
yang bekerja tegak lurus pada setiap garis di permukaan fluida.
F
γ =
L
Permukaan fluida yang berada dalam keadaan tegang meliputi permukaan luar dan
dalam (selaput cairan sangat tipis tapi masing jauh lebih besar dari ukururan satu
molekul pembentuknya), sehingga untuk cincin dengan keliling L yang diangkat
perlahan dari permukaan fluida, besarnya gaya F yang dibutuhkan untuk
mengimbangi gaya-gaya permukaan fluida 2γL dapat ditentukan dari pertambahan
panjang pegas halus penggantung cincin (Dinamometer). Sehingga tegangan
permukaan fluida memiliki nilai sebesar,
F
γ =
2L

dimana, γ = tegangan permukaan (N/m)


F = gaya (Newton)
L = panjang permukaan selaput fluida (m)

Mohtar.staff.uns.ac.id/files/2008/08/tegangan –permukaan.doc
29/10/2008/08:12

tegangan permukaan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Tegangan permukaan adalah gaya yang diakibatkan oleh suatu benda yang bekerja pada
permukaan zat cair setiap panjang permukaan yang menyentuh benda itu. Apabila F = gaya
(newton) dan L = panjang (m), tegangan-permukaan/S dapat ditulis sebagai S = F/L.

Tegangan permukaan

Bunga daisy ini berada di bawah permukaan air, akan tetapi dapat mekar dengan tanpa
terganggu. Tegangan permukaan mencegah air untuk menenggelamkan bunga tersebut.

Air memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi
antar molekul-molekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam
sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (non-soluble); air tersebut akan
berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau
bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik
molekular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar
molekul air.

Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan
protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan-permukaan yang memiliki ketertarikan kuat
terhadap air. Irvin Langmuir mengamati suatu gaya tolak yang kuat antar permukaan-
permukaan hidrofilik. Untuk melakukan dehidrasi suatu permukaan hidrofilik — dalam arti
melepaskan lapisan yang terikat dengan kuat dari hidrasi air — perlu dilakukan kerja
sungguh-sungguh melawan gaya-gaya ini, yang disebut gaya-gaya hidrasi. Gaya-gaya
tersebut amat besar nilainya akan tetapi meluruh dengan cepat dalam rentang nanometer atau
lebih kecil. Pentingnya gaya-gaya ini dalam biologi telah dipelajari secara ekstensif oleh V.
Adrian Parsegian dari National Institute of Health.[11] Gaya-gaya ini penting terutama saat sel-
sel terdehidrasi saat bersentuhan langsung dengan ruang luar yang kering atau pendinginan di
luar sel (extracellular freezing).

Id.wikipedia.org./wiki/air#tegangan-permukaan

Balon sabun adalah film tipis dari air sabun dengan permukaan iridescent. Balon sabun
biasanya cuma berusia beberapa detik kemudian buyar sendiri atau karena menyentuh benda
lain. Sering digunakan untuk permainan anak-anak atau pertunjukan seni. Kulit balon sabun
terdiri dari lapisan tipis air yang terjebak di antara dua lapisan molekul, biasanya sabun.
Balon sabun terbentuk karena permukaan cairan (biasanya air) memiliki tegangan
permukaan, yang menyebabkan lapisan itu elastis. Namun balon yang dibentuk dari cairan
saja tidak stabil, dan surfactant seperti sabun harus dilarutkan di dalamnya untuk membuat
balon stabil.

Balon sabun yang ditiupkan di udara dengan suhu dibawah −15 °C akan membeku ketika
menyentuh sebuah permukaan. Udara di dalamnya akan keluar secara perlahan melalui
proses difusi, sehingga akhirnya balon tersebut menciut. Pada suhu di bawah −25 °C, balon
akan membeku di udara dan dapat pecah ketika jatuh ke tanah.

Id.wikipedia.org/balon-sabun
Laju reaksi menyatakan banyaknya reaksi yang berlangsung per satuan waktu, atau dengan kata lain kecepatan
reaksi. Laju reaksi menyatakan konsentrasi zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap detik reaksi. Laju
reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :

A. Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam laju reaksi, sebab semakin besar luas
permukaan bidang sentuh antar partikel, maka tumbukan yang terjadi semakin banyak, sehingga menyebabkan
laju reaksi semakin cepat. Begitu juga, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka semakin
kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil. Karakteristik kepingan yang
direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka semakin cepat waktu yang
dibutuhkan untuk bereaksi ; sedangkan semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan
untuk bereaksi. B. Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu rekasi
yang berlangusng dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang
terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka
partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil. C. Katalis adalah suatu zat yang mempercepat
laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu
katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi
berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya
terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis
mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.

Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis
heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya,
sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu
bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerat.
Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan
atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.

Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantarakimia
yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya.
Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan katalisnya:

A + C → AC (1)
B + AC → AB + C (2)

Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2, sehingga
untuk reaksi keseluruhannya menjadi :

A + B + C → AB + C

Beberapa katalis yang pernah dikembangkan antara lain berupa katalis Ziegler-Natta yang digunakan untuk
produksi masal polietilen dan polipropilen. Reaksi katalitis yang paling dikenal adalah proses Haber, yaitu
sintesis amoniak menggunakan besi biasa sebagai katalis. Konverter katalitik yang dapat menghancurkan
produk emisi kendaraan yang paling sulit diatasi, terbuat dari platina dan rodium.

Reaksi kimia adalah suatu reaksi antar senyawa kimia atau unsur kimia yang melibatkan perubahan struktur
dari molekul, yang umumnya berkaitan dengan pembentukan dan pemutusan ikatan kimia. Dalam suatu reaksi
kimia terjadi proses ikatan kimia, di mana atom zat mula-mula (edukte) bereaksi menghasilkan hasil (produk).
Berlangsungnya proses ini dapat memerlukan energi (reaksi endotermal) atau melepaskan energi (reaksi
eksotermal).
Ciri-ciri reaksi kimia :

• Terbentuknya endapan
• Terbentuknya gas

cth : Mg + H2SO4 --> MgSO4 + H2

• Terjadinya perubahan warna


• Terjadinya perubahan suhu atau temperatur

Kecepatan Reaksi Ada beberapa hal yg mempengaruhi kecepatan reaksi antara lain :

1. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh ukuran partikel/zat

Semakin luas permukaan zat maka seakin banyak tempat bersentuhan untuk
berlangsungnya reaksi
Luas permukaan zat dapat dicapai dengan cara memperkecil ukuran zat
tersebut
Contoh :
Kentang yang diiris tipis lebih cepat matang dibandingkan kentang yang
berukuran besar dan belum diiris tipis

2. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh suhu atau temperatur

Suhu juga dapat mempengaruhi kecepatan reaksi


Contoh:
Susu yang dilarutkan dgn air panas lebih cepat larut dibandingkan susu
yang dilarutkan dengan air dingin