Anda di halaman 1dari 7

I.

TUJUAN
Tujuan dari pelaksanaan praktikum ini bagi siswa adalah untuk untuk mengetahui sifat sifat campuran antara air dan senyawa lain. Meskipun dalam banyak buku telah dijelaskan mengenai hal tersebut, bahkan juga banyak hasil percobaan yang dipaparkan penulis, namun diharapkan dengan langsung melakukan praktikum siswa dapat lebih mudah memahami. Dan dalam pembahasan mengenai koloid, dengan adanya praktikum ini para siswa dapat langsung melihat perbedaan antara larutan, koloid dan suspensi. Dengan melihat secara real perbedaan antara ketiganya, maka siswa akan lebih mudah memahami materi yang dipelajarinya.

II. LANDASAN TEORI

III. ALAT DAN BAHAN


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam proses praktikum tersebut antara lain: Alat: Gelas kimia Gelas ukur Pengaduk Corong Kertas saring neraca

Bahan: gula pasir garam terigu susu instan sabun kapur aquades

VI. CARA KERJA


Berikut ini adalah langkah langkah/ cara kerja dalam praktikum ini: 1. Isilah 6 gelas kimia dengan 50 ml aquades 2. Tambahkan : a. Satu gr gula ke dalam gelas pertama b. Satu gr terigu ke dalam gelas kedua c. Sekitar 10 ml susu kedalam gelas ketiga d. Sekitar 10 ml susu ke dalam gelas keempat e. Satu gr garam ke dalam gelas kelima f. Satu gr kapur ke dalam gelas keenam 3. Aduklah setiap campuran (batang pengaduk harus dibilas dan dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk mengaduk isi gelas yang berbeda) 4. Diamkan campuran itu. Perhatikan dan catat apakah campuran stabil atau tidak stabil.

V. HASIL PERCOBAAN
Hasil percobaan kami tentang sistem koloid berikut kami sajikan dalam bentuk tabel dengan membandingkan beberapa campuran zat dengan air berdeasarkan beberapa hal yang membedakannya. Tabel Hasil Percobaan: Sifat Campuran Larut/tidak Stabil/tidak Bening/keruh Meninggankan residu/tidak Filtrat bening/keruh Campuran Air Dengan Gula larut stabil bening tidak bening Terigu tidak tidak keruh tidak keruh Susu larut stabil keruh tidak keruh Sabun larut stabil bening tidak bening Kapur tidak tidak keruh ada residu keruh Garam larut stabil bening tidak bening

VI. ANALYSIS DATA


Dari tabel hasil percobaan dapat kita lihan bahwa campuran air dengan gula bersifat stabil dan tidak dapat disaring. Hal ini menunjukkan campuran air dengan gula membentuk larutan. Begitu pula campuran garam dengan air, juga membentuk larutan sehingga keduanya menunujukkan hal yang sama di tabel. Kedua campuran tersebut menunjukkan sifat sifat dari larutan. Beda halnya dengan campuran air dan terigu, sifatnya keruh dan meninggalkan endapan, juga dapat disaring, yang mana itu adalah sifat dari suspensi. Hal ini sama dengan yang terjadi pada campuran air dengan kapur, jadi kedua campuran ini merupakn suspensi. Sedangkan campuran air dengan susu bersifat stabil, keruh dan tidak dapat disaring. Dan campuran air dengan sabun mempunyai sifat stabil bening, dan tidak dapat disaring. Namun meski demikian, keduanya tidak sama dengan larutan gula maupun garam. Karena kita sudah membaca beberapa buku terlebih dahulu, kita tahu bahwa jika kita memperhatikan campuran ini di bawah mikroskop dan memnyaringnya dengan penyaring ultra, kita akan memdapati sifat sifat koloid dimiliki olehkedua campuran ini. Yaitu, jika kita perhatikan di bawah mikroskop dalam campuran ini masih ada partikel partikel yang tidak larut sehingga membuatnya tampak keruh. Jadi kedua campuran ini merupakan koloid.

VII. KESIMPULAN
Campuran air dan gula akan membentuk larutan gula, zat terlarut tidak tampak lagi, tersebar dalam bentuk partikel partikel yang sangat kecil. Susu dengan air membentukkoloid, jika didiamkan campuran tidak menghasilkan endapan dan tidak bis disaring. Dari pengamatan ini bisa disimpulkan bahwa yang menentukan sifat campuran adalah ukuran ukuran partikel yang terdispersi dalam suatu campuran. Perbedaan ukuran partikel ini pula yang menyebabkan larutan dan koloid sama sama tercampur homogen bila dilihat secaramakroskopis. Namun secara mikroskopis, koloid tercampur heterogen dan dapat disaring dengan penyaring ultra. Sedangkan suspensi, ukuran partikelnya relatif besar, sehingga secara makroskopis pun terlihat heterogen.