Anda di halaman 1dari 10

BAB III PENSINYALAN TELEKOMUNIKASI DAN LISTRIK 3.

1 Pengertian Sinyal dan telekomunikasi Sinyal merupakan suatu alat yang dapat memberi semboyansemboyan tetap, semboyan yang ditujukan oleh suatu sinyal , memberi petunjuk kepada masinis kereta api serta tentang keamanan jalan yang akan dilaluinya.Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau

penyampaian infomasi jarak jauh , dari suatu tempat ke tempat lain. Komponen-komponen yang mendukum proses telekomunikasi adalah informasi, pengirim, media transmisi dan penerima.

3.2 Sistem relay interlocking Sistem relay interlocking pengaman dimana penguncian rele dapat didefenisikan sebagai perangkat dilakukan dalam secara electris dengan

menggunakan

serangkaian

penyelenggaraan

pengaman

perjalanan kereta api dan langsiran di emplasman.

RELAY INTERLOCKING

UNIT LEVER SYSTEM

ROUTE CONTROL SYSTEM

ROUTE LEVER SYSTEM

ROUTE SELECTION SYSTEM

1.

Unit Lever System Unit Lever System terdiri dari saklar sinyal dan saklar wesel. Saklar wesel memiliki keuntungan pelayanan yang lebih ringan

2.

Route Control System 2.1 Route lever system Route lever system memiliki 2 jenis sistem yaitu One Hand Stroke system (Inggris) dan One Control Switch (Jepang). Keterbatasan Route lever system ini adalah satu saklar pembentuk jalan hanya dapat digunakan untuk pembentukan 2 perjalanan kereta api. Jika satu sinyal dapat mengontrol lebih dari 2 perjalanan kereta api maka perlu diadakan penambahan saklar yang digunakan. 2.2 Route selection system

3.3 Jenis jenis Sinyal Jenis-jenis sinyal yang digunakan pleh PT KAI Indonesia ada 3 yaitu: 1. Sinyal utama Sinyal utama adalah sinyalyang digunakan untuk melindungi ruang tetap yang disediakan untuk operasi kereta api.Sinyal utama terbagi lagi menjadi 5 yaitu : 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 Sinyal masuk, Sinyal keluar, Sinyal blok, Sinyal darurat dan Sinyal langsir.

2. Sinyal pembantu

Sinyal pembantu digunakan untuk memperpanjang jarak tampak suatu sinyal utama. Sinyal pembantu dibagi menjadi 2 yaitu sinyal pendahulu dan sinyal ulang. 3. Sinyal pelengkap Sinyal petunjuk dibagi menjadi 2 juga yaitu : sinyal penunjuk jurusan dan sinyal penunjuk batas kecepata. 3.4 Sinyal electric Sinyal electric memiliki beberapa kelebihan, yaitu : 1. pelayanan peralatan pengamanan lebih mudah dan cepat, 2. tidak memerlukan banyak pegawai sehingga tenaga operasionalnya yang dibutuhkan hanya sedikit, 3. tidak akan terjadi salah pelayanan meskipun terjadi kekeliruan terhadap pelayanan tombol dan 4. penguncian terjadi secara electris sehingga kesalahan yang disebabkan oleh keausan dapat dihindari.

3.5

Penggunaan sistem telekomunikasi di PT Kereta Api Indonesia Sebuah sistem yang digunakan oleh suatu perusahaan pasti memiliki fungsi tertentu sehingga sistem yang dimiliki oleh setiap perusahaan tersebut diharapkan dapat membantu dalam pelayanan maupun dalam pelaksanaan operasional. PT Kereta Api Indonesia menggunakan sebuah sistem dalam berkomunikasi menggunakan jaringan yang disebut dengan Sintelis (Sinyal Telekomunikasi dan Listrik). Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan mengenai pensinyalan. Dan pembahasan selanjutnya penulis akan menjelaskan tentang sinyal telekomunikasi yang digunakan PT Kereta Api Indonesia. Fungsi dan penggunaan sisttem telekomunikasi di PT Kereta Api Indonesia adalah :

1. untuk hubungan operasional kereta api

Contoh penggunaan telekomunikasi dalam hubungan operasional kereta api adalah : 1.1 penggunaan telepon T atau sejenisnya untuk hubungan antar stasiun, 1.2 1.3 penggunaan telepon Pengatur Kereta Api stasiun dan penggunaan telepon Pengatur Kereta Api lokomotif.

2. untuk hubungan managemen. Contoh penggunaan telekomunikasi dalam hubungan managemen kereta api adalah : 2.1 penggunaan Telepon Otomat KA (TOKA), 2.2 penggunaan Teleprinter Exchange (TELEX), 2.3 penggunaan faximile dan 2.4 penggunaan komputer.

3.6

Jenis Saluran Telekomunikasi Dalam komunikasi pasti ada media transmisi yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari pengirim menuju penerima.Saluran transmisi yang digunakan di PT Kereta Api ada 2 , yaitu : 1. Saluran Fisik Saluran fisik terbagi menjadi 2 , yaitu : 1.1 Saluran fisik atas tanah Saluran fisik atas tanah dapat berupa kawat tembaga , copper weld , seng (besi+seng) atau melalui kabel udara seperti drop wire, XLPE Al, Coaxial Cable, dan serat optik.

1.2 Saluran bawah tanah

Saluran bawah tanah berupa kabel tanah dan kabel tanah serat optik.

2. Saluran Udara Sebagai media transmisi antara pengirim dan penerima, saluran udara merupakan salah satu media transmisi yang menguntungkan, namun media ini cukup membutuhkan biaya yang mahal.

antena

antena

Stasiun radio Sentral telepon

Stasiun radio Sentral telepon

Gambar bagan hubungan telepon dengan saluran data Untuk keperluan jaringan udara ini, ada beberapa frekuensi yang digunakan beserta dengan penggunaan dari frekuensi tersebut untuk PT Kereta Api Indonesia, yaitu : 2.1 VHF (Very High Frekuency) Frekuensi kerja dari VHF ini antara 30 300 MHz. Frekuensi ini digunakan untuk menghubungkan antara stasiun pusat dengan stasiun atau stasiun dengan stasiun atau stasiun pusat dengan lokomotif. 2.2 UHF (Ultra High Frekuency) Frekuensi kerja dari VHF ini antara 300 3000 MHz. Frekuensi ini digunakan sebagai link/saluran antar radio rele satu ke radio

rele lainnya pada satu daerah operasi, misalnya Daerah Operasi PT KAI DAOP V Purwokerto.

2.3 Microwive Frekuensi kerja dari VHF ini antara 1,7 2,3 GHz . Frekuensi ini digunakan sebagai link dari semua radio rele sehingga semua link dapat tersambung dari DAOP 1 Jakarta sampai DAOP IX Jember. Selain itu, Frekuensi ini digunakan untuk hubungan TOKA, Teleks, Faximile dll.

3.7

Sistem Pembicaraan /Mode Komunikasi Ditinjau dari metode komunikasi yang dilakukan yaitu bagaimana pengirim dan penerima saling berhubungan , maka dikenal 3 mode komunikasi yaitu : 1. Simplex Mode Simplex adalah suatu metode komunikasi antara pengirim dengan penerima yang bersifat searah. Sisi pengirim hanya berfungsi sebagai pengirim dan sisi penerima hanya berfungsi sebagai penerima saja.keduanya tidak dapat saling berkomunikasi sehingga metode ini sering disebut dengan one way only. Contoh penggunaan mode simplex pada PT Kereta Api adalah pada penggunaan pesawat Telex. 2. Half Duplex Mode Half Duplex adlah metode komunikasi yang dapat

dilakukan 2 arah secara bergantian (waktunya tidak sama). Metode ini sering disebut dengan two away alternate. Contoh penggunaan mode half simplex pada PT Kereta Api adalah hubungan pembicaraan pengatur kereta api dengan masinis melalui telepon radio lokomotif. 3. Duplex (Full Duplex)

Mode Duplex adalah mode yang digunakan pada komunikasi dua arah terus menerus (berkelanjutan ), seperti pemakaian pesawat telepon sehingga kedua pembicara dapat berbicara dapat melakukan komunikasi dua arah dalam waktu yang bersamaandan dilakukan secara simultan. Contoh penggunaan mode duplex pada PT Kereta Api adalah pembicaraan pada pesawat telepon T, TOKA dan telepon lainnya. 3.9 Saluran Telekomunikasi PT Kereta Api Indonesia Saluran telekomunikasi (atas tanah) milik PT Kerreta Api berada di sebelah kiri jalan rel namun terkadang juga ada di sebelah kanan jalan rel.

PT Telkom PT KAI

Jalan rel Ada huruf T

Gambar letak saluran telekomunikasi yang ditunjukkan dengan adanya huruf T pada arm / pemanggul Tanda yang sering dijumpai pada arm / pemanggul adalah huruf T. Dengan mengetahui letak kawat T ini maka hal ini dapat dimanfaatkan bila terjadi rinja (rintang jalan) , agar dapat berhubungan dengan stasiun terdekat

secepatnya dengan mengunakan suatu alat yang disebut dengan telepon ladang. Telepon ladang adalah suatu pesawat telepon lokal baterai. Telepon ini disebut pesawat telepon lokal baterai karena baterainya ada pada

pesawat telepon. Telepon ini digunakan di lintas / ladang sehingga disebut dengan telepon ladang. Apabila tidak ada saluran kawat T maka harus diupayakan mencari sarana komunikasi lain , misalnya dengan radio lok, HT ,dll. 3.10 Macam -macam telepon PT Kereta Api menggunakan beberapa macam pesawat untuk

berkomunikasi antar stasiun, lokomotif atau dengan pengatur kereta api. Macam macam pesawat yang digunakan yaitu : 1. telepon T Telepon ini menggunakan telepon baterai yaitu telepon yang baterainya ada pada pesawat telepon. 2. telepon Otomat Kereta Api (TOKA) Pesawat telepon cabang yang pembangkit tegangan dan baterai telepon nya berada di sentral . Masing masing pesawat telepon memiliki saluran sendiri yang menuju ke sentral telepon.

Saluran

Saluran

Saluran

Sentral Telepon

Saluran

Telepon 1

Telepon 2

Telepon 3

Telepon ...

Gambar hubungan skema telepon otomatis 3. pesawat telex Pesawat telex adalah pesawat yang berupa mesin ketik

listrik yang dapat mengirim atau menerima berita (tertulis secara bergantian ). 4. pesawat faximile Pesawat faximile adalah pesawat yang dapat mengirimkan data tertulis menggunakan saluran TOKA dengan sentral telepon otomat type M.D 110 (M = Modular dan D = Digital). 5. pesawat genta penjaga Pesawat yang berfungsi untuk memberikan isyarat / tanda dari stasiun terdekat kepada petugas pintu lintasan bahwa akan ada kereta api yang lewat. 6. genta peron Pesawat yang berfungsi sebagai pemberi tahu kepad

petugas pemutar induktor bahwa induktor dalam keadaan baik

7. pesawat telepon way station Pesawat telepon way station adalah pesawat telepon radio yang digunakan untuk komunikasi antar pengatur kereta api dengan stasiun mengenai operasional kereta api. 8. pesawat pengatur kereta api Pesawat pengatur kereta api adalah pesawat telepon radio untuk berkomunikasi dengan stasiun stasiun dan juga dengan radio lokomotif.

9. pesawat telepon radio lokomotif Telepon radio lok adalah pesawat radio telepon radio lok yang berada di kabin masinis lokomotif. Sistem komunikasi radio lok menggunakan sistem half duplex. Saat lokomotif dihidupkan maka power radio lok harus dimatikan karena ada kemungkinan tegangan / arus pada waktu start lebih besar dari tegangan normalnya sehingga akan berakibat merusak radio lok tersebut. 3.11 Peralatan Jaringan Radio / Radio Link