Anda di halaman 1dari 2

Antitrombotik Antitrombotik yang digunakan pada infark miokard adalah antiplatelet, antitrombin dan antikoagulan karena berdasarkan bukti

klinis dan laboratoris bahwa trombosis mempunyai peran penting dalam patogenesis. Aspirin merupakan antiplatelet standar pada infark miokard. Data dari hampir 20.000 pasien dengan infark miokard menunjukkan penurunan relatif laju mortalitas 27%, dari 14,2% pada kelompok kontrol dibandingkan 10,4% pada pasien yang mendapat antiplatelet. Pada penelitian ISIS-2 pemberian aspirin menurunkan mortalitas vaskular 23% dan infark nonfatal sebesar 49%. Klopidogrel harus diberikan sesegera mungkin pada pasien infark miokard yang mengalami PCI. Inhibitor glikoprotein menunjukkan manfaat mencegah komplikasi trombosis pada pasien infark miokard yang menjalani PCI. Obat antitrombin standar yang digunakan dalam praktek klinis adalah unfractionated heparin. Pemberian UFH IV segera sebagai tambahan terapi regimen aspirin dan obat trombolitik spesifik fibrin relatif (tPA, rPA atau TNK), membantu trombolisis dan memantapkan dan mempertahankan patensi arteri yang terkait infark. Antikoagulan alternatif pada pasien dengan infark adalah low-molecular-weight-heparin (LMWH). LMWH adalah inhibitor utama pada sirkulasi trombin dan juga pada faktor X a sehingga obat ini mempengaruhi tidak hanya kinerja trombin dalam sirkulasi, tetapi juga mengurangi pembentukan trombin (efek anti faktor X a-nya). Sumber: IPD FKUI EDISI 5

Nitrat & Nitrit Obat-obat ini bervariasi mulai dari cairan yang sangat mudah menguap (amil nitrit) sampai yang padat (isosorbid dinitrat). Nitrogliserin dapat dipandang sebagai prototipe dari kelompok ini. Nitrogliserin sublingual paling sering digunakan untuk pengobatan angina karena permulaan kerjanya yang cepat. Karena lama kerja nitrogliserin yang singkat (tidak lebih dari 20-30 menit), nitrogliserin tidak cocok untuk terapi maintenance. Nitrogliserin sublingual dapat diberikan dengan aman dengan dosis 0,4 mg dan dapat diberikan sampai 3 dosis dengan interval 5 menit. Selain mengurangi nyeri dada, nitrogliserin juga dapat menurunkan preload dan meningkatkan suplai oksigen miokard dengan cara dilatasi pembuluh koroner yang terkena infark atau pembuluh kolateral. Jika nyeri dada terus berlangsung dapat diberikan nitrogliserin intravena. Nitrogliserin juga dapat diberikan untuk mengendalikan hipertensi dan edema paru. Terapi nitrat harus dihindari pada pasien dengan tekanan darah sistolik <90 mmHg atau pasien yang dicurigai menderita infark ventrikel kanan (infark inferior pada EKG, JVP meningkat, paru bersih dan hipotensi). Nitrat juga harus dihindari pada pasien yang

menggunakan phosphodiesterase-5 inhibitor sildenafil dalam 24 jam sebelumnya karena dapat memicu efek hipotensi nitrat. Sumber: IPD FKUI EDISI 5