Anda di halaman 1dari 8

Bagian V PT SAMPOERNA

1. 1.1

Deskripsi Perusahaan Sejarah Perusahaan Sampoerna didirikan dengan bertumpu pada usaha tembakau dan cengkeh.

didirikan pada tahun 1913 oleh Liem Seeng Tee. Sampoerna merupakan perusahaan rokok kretek pertama pertama yang masuk Bursa Efek Jakarta. Perusahaan ini termasuk salah satu produsen rokok kretek (tembakau dan cengkeh) tertua yang berkembang paling pesat di Indonesia, pasar rokok terbesar ke-5 di dunia. Sampoerna telah berhasil mengembangkan usaha rokoknya ke berbagai wilayah di luar Indonesia dan juga melakukan diversivikasi di dalam negeri, dibidang distribusi dan transportasi, percetakan dan pengemasan serta perdagangan eceran dan grosir. House of Sampoerna terletak di Surabaya lama , komplek bangunannya megah dan bergaya kolonial belanda. Di bangun pada tahun 1862 dan saat ini merupakan situs bersejarah yang dilestarikan. Awalnya digunakan sebagai panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda, kompleks ini dibeli pada tahun 1932 oleh Liem SeengTee, pendiri Sampoerna, untuk dijadikan pabrik rokok Sampoerna pertama. Kompleks ini terdiri dari sebuah auditorium sentral yang luas, dua bangunan lebih kecil di sayap timur dan berat serta beberapa bangsal luas berlantai satu dibelakang auditorium sentra. Bangunan di kedua sayap auditorium kemudian diubah menjadi tempat kediaman keluarga, sementara bangsal-bangsal besar yang

menyerupai gudang dimanfaatkan untuk pengolahan tembakau dan cengkeh, peracikan, pelintingan dan pengepakan, percetakan serta pemprosesan barang jadi. Sampai saat ini, komplek ini masih berfungsi sebagai pabrik untuk memproduksi rokok kretek paling bergengsi di Indonesia, Dji Sam Soe. Memperingati ulang tahun ke-90 Sampoerna di tahun 2003, kompleks utama telah dipugar dengan seksama dan saat ini terbuka untuk umum. Aiuditorium sentral saat ini difungsikan sebagai museum dan sayap timur telah disulap menjadi suatu bagunan unik yang menaungi sebuah kafe, kios, dan galeri seni. Bangunan di sayap barat tetap dipertahankan sebagai kediaman resmi keluarga. Pada tahun 1959 tongkat kepemimpinan Sampoerna diserahkan kepada Aga Sampoerna. Pada tanggal 19 Oktober 1963, PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk Didirikan berdasarkan akta notaries Anwar Mahajudin, S.H. No. 69. akta pendirian ini telah disahkan oleh Mentri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. J.A. 5/59/15 tanggal 30 April 1964 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 94 tanggal 24 November 1964. Selama 12 tahun di bawah kepemimpinannya, Dji Sam Soe kembali berjaya dengan berhasil menjual 1,2 juta batang rokok Dji Sam Soeper hari. Hingga pada generasi berikutnya yaitu Budi Sampoerna dan Putra Sampoerna perusahaan Sampoerna tetap berjaya. Akhirnya langkah yang paling sensasional sepanjang sejarah sejak HM Sampoerna berdiri 1913 adalah membuat keputusan untuk menjual seluruh saham keluarga Sampoerna di PT HM Sampoerna Tbk sebesar 40% kepada Philip Moris International, pada bulan Maret 2005.

Sampoerna dalam perusahaannya mempunyai visi, misi dan filosofi perusahaan, yang sampai pada saat ini dijalankan oleh Sampoerna. Visi Sampoerna adalah meraih kesempurnaan perusahaan demi memuaskan konsumen dewasa. Sedangkan misi Sampoerna adalah memproduksi,

memperdagangkan rokok yang berorientasikan kepuasan konsumen dewasa dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk; menghasilkan produk dengan standar mutu tertinggi; mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar rokok serta berusaha menjadi yang ke satu dan Sampoerna berusaha paling unggul disbanding perusahaan rokok pesaing; mewujudkan manajemen perusahaan yang bersandar internasional dengan menjunjung tinggietika bisnis, semangat kebersamaan dan bertindak produktif, efisien dan inovatif dalam berkarya. Dan filosofi Sampoerna adalah berwawasan internasional, tidak berhenti berinovasi, memiliki pengetahuan local dan tradisi Sampoerna yang membanggakan, mempunyai keahlian global, memiliki sdm Moris yang mememiliki tingkat internasional yang sukar ditandingi. Suatu kombinasi membumi yaitu berusaha menjadi yang terbaik dari yang terbaik dengan satu tujuan menyajikan produk bermutu tinggi bagi konsumen dewasa. 1.2 Bidang Usaha PT. Sampoerna Bidang usha yang dilakukan oleh PT HM Sampoerna adalah industri pembuatan rokok. Sampoerna memproduksi dua jenis rokok kretek yaitu : rokok kretek yang dikerjakan secara manual dengan menggunakan alat pelintingan tradisional, dan rokok kretek berfilter yang dikerjakan dengan teknologi mesin canggih. Sampoerna memproduksi rokok yang beroriantasikan kepuasan konsumen dewasa dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk.

Sampoerna menerapkan standar kualitas yang tinggi dalam kegiatan produksi untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang terjamin,dan selalu berusaha berinovasi . Kuantitas dan kualitas produk yang dihasilakan Sampoerna sudah sangat baik. Dengan hasil produksi 12 juta batang perminggu yang memiliki kuantitas dan kualitas produk terbaik dari yang terbaik, yang memiliki kekhasan dan citra rasa dari rokok yang dihasilkan beda dari yang lain. Karena Sampoerna memiliki standar mutu tertinggi dalam produknya, maka sampoerna dapat menghasilkan konsumen dewasa di pasaran. Pasar sasaran Sampoerna di pasaran adalah konsumen dewasa yang berusia 25 tahun keatas. Daerah pemasaran Sampoerna sudah sangat luas meliputi berbagai wilayah di Indonesia dan telah memasuki daerah pasar Internasional. 1.3 Proses Produksi Di dalam proses produksinya rokok kretek Dji Sam Soe hampir secara keseluruhan dilakukan dengan cara manual dengan tenaga kerja yang sudah terlatih dan professional. Ada beberapa langkah yang dilakukan Sampoerna dalam melakukan proses produksi produk agar menghasilkan produk yang memuaskan konsumen dewasa. Seperti pemilihan bahan baku, proses produksi, pengecekan hasil. Pada pusat pabrik yang memiliki luas 153 Ha dengan menggunakan mesin tercanggih yang terletak di Pandanan, disinilah tempat pemilihan tembakau yang terbaik dari perklebunan di seluruh Indonesia, tembakau ini disimpan selama 2 tahun, ini dilakukan agar citra rasa dan aroma khasnya muncul, kemudian

Sampoerna memilih cengkeh terbaik dari seluruh Indonesia untuk diasap, dirajam, lalu dicampurkan dengan tembakau yang sudah matang. Proses produksi produk Sampoerna yaitu Dji Sam Soe memiliki beberapa langkah sebagai berikut: pemilihan bahan baku; pengolahan atau peracikan bahan baku sehingga memiliki citra rasa dan aroma khas; kemudian bahan baku yang sudah diolah dilinting atau digulung pada kertas khusus menggunakan alat

tradisional; ujung yang dipotong melalui standar akurat; bentuk rokok harus simetris dari kecil ke besar ; setiap batang rokok diperiksa paling tidak 3 kali secara manual; pengepakan dan penempelan bea cukai dilakukan secara manual. Produk yang dihasilakan harus memiliki standar mutu tertinggi, dan dapat memuaskan konsumen dewasa di pasaran. Dari awal hingga akhir dengan standar mutu tertinggi agar hasil produk dapat disebar sesuai tempat dan waktu yang tepat yang telah ditentukan perusahaan. Dalam pendistribusian sampoerna menggandeng armada mandala logistik nusantara dari pusat penampungan produk di brebet mandala mengantarkan ke 58 pusat area pusat distribusi panamas yang tersebar diseluruh Indonesia melalui 37 agennya jaringan panamas mengantar ke tempat grosir, dari grosir ke tempat eceran. Dalam memasarkan produknya perusahaan Sampoerna melakukan promosi dengan sangat baik. Seperti melakukan promosi dengan inovatif dan memiliki karakter sendiri dalam pennyampaian pesan perusahaan terhadap pasar atau konsumen dewasa mengunakan berbagai media cetak seperti televisi, radio, majalah, koran spanduk dan lain-lain, sehingga pasar dapat mengenal langsung produk dari perusahaan Sampoerna

1.4

Landasan Teori Keberhasilan suatu usaha industri dalam kegiatan produksinya tidak terlepas

dari manajemen strategi yang baik. Manajemen strategi dalam perusahaan dalam perusahaan mempunyai empat tahap yang berurutan, yaitu: Tahap 1. Perencanaan keuangan dasar: mencari pengendalian operasional yang lebih baik melalui pemenuhan anggaran. Tahap 2. Perencanaan berbasis peramalan.: mencari perencanaan yang lebih efektif untuk pertumbuhan dengan mencoba meramalkan masa yang akan datang, melebihi dari tahun berikutnya. Tahap 3. Perencanaan berorientasi keluar (perencanaan Strategis : mencari cara untuk meningkatkan respon terhadap pasar dan persaingan dengan mencoba berpikir strategis. Tahap 4. Manajemen strategis : mencari cara untuk mengelola semua sumber daya guna mengembangkan keunggulan kompetitif dan membantu menciptakan kesuksesan di masa yang akan datang. Tahap 4 dalam evolusi manajemen strategis mencakup pertimbangan implementasi strategi dan evaluasi dan pengendalian, sebagai tambahan dari tahap yang menekankan pada perencanaaan strategis. Menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen dalam bukunya Manajemen Strategis mengatakan bahwa:

Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Manajemen strategi meliputi meliputi pengamatan lingkungan, perumusan strategi (perencanaan strategi atau perencanaan jangka panjang), implementasi strategi dan evaluasi serta pengendalian .

Manajemen strategis menekankan pada pengamatan dan evalusi peluang dan ancaman lingkungan dengan melihat kekuatan dan kelemahan perusahaan. Faktorfaktor yang paling penting untuk masa depan perusahaan disebut faktor-faktor strategis dan diringkas dengan singkatan SWOT yang berarti Strengths (kekuatan), (ancaman). Proses pengerjaan produk Sampoerna Dji Sam Soe dari input, proses, sampai ke output, Sampoerna telah menjalankan perusahaannya dengan sangat baik sekali. Kita bisa lihat yang dilakukan perusahaan seperti: pemilihan bahan baku yang baik dari yang terbaik; melakukan proses produksi yang efektif dan efisien; menghasilkan produk yang berkualitas dengan standar mutu tertinggi. Dalam memasarkan produk Dji Sam Soe pun Sampoerna telah melakukan pemasaran dan pendistribusian yang sangat baik, seperti melakukan promosi dengan gaya dan karakter tersendiri sehingga konsumen dewasa atau pasar dapat mengenal langsung produk Sampoerna. Dan pendistribusian yang dilakukan oleh Sampoerna sudah sangat baik, efektif dan efisiaen, sehingga produk yang akan dipasarkan bisa tepat waktu dan tepat tempat yang akan dituju. Weakness (kelemahan), Opportunity (kesempatan), Threats

4. 4.1

Penutup Kesimpulan Setelah dilakukan analisa, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tidak

terdapat gap atau kesenjangan antara teori dan kenyataan yang terjadi di lapangan di Sampoerna. Sampoerna dalam melakukan dan mengembangkan usahanya pada kenyataannya sangat sesuai dengan teori. Sampoerna telah melakukan langkah dari input, proses dan output sangat baik, inovatif, kreatif, efektif dan efisien. Dan dalam menjalankan usahanya perusahaan ini telah menjalankan dengan baik terbukti perusahaan sampoerna telah menghasilkan berbagai prestasi dalam menjalankan perusahaan, dan sekarang perusahaan ini telah memiliki pasar rokok terbesar ke-5 di dunia. 4.2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas maka saran kami adalah bahwa Sampoerna sudah melakukan dan mengmbangkan usahanya dengan baik dan inovatif. Kinerja yang sudah dilakukan oleh Sampoerna harus dipertahankan, dan terus melakukan inovasi-inovasi baru terhadap produk-produk yang akan dihasilkan. Sampoerna pun harus mengadakan penelitian-penelitian dan perbaikan dari yang baik kearah yang lebih baik agar benar-benar tercipta produk terbaik dari yang terbaik dan agar dapat meraih kesempurnaan perusahaan perusahaan demi memuaskan konsumen dewasa.