Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK LANSIA DENGAN DEPRESI Nama Tanggal : Numan Latief : 21 Desember 2011

A. Latar Belakang Depresi merupakan suatu gangguan keadaan tonus perasaan yang secara umum ditandai oleh rasa kesedihan, apatis, pesimisme, dan kesepian yang mengganggu aktivitas sosial dalam sehari-hari. Depresi biasanya terjadi pada saat stress yang dialami oleh seseorang tidak kunjung reda, sebagian besar diantara kita pernah merasa sedih atau jengkel, kehidupan yang penuh masalah, kekecewaan, kehilangan dan frustasi yang dengan mudah menimbulkan ketidakbahagiaan dan keputusasaan. Namun secara umum perasaan demikian itu cukup normal dan merupakan reaksi sehat yang berlangsung cukup singkat dan mudah dihalau (Gred Wilkinson, 1995) Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya (Kaplan, 1998). Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologis: rasa susah, sedih, putus asa, dan tidak bahagia, komponen somatik: anoreksia, konstipasi, kulit lembab dan tekanan darah menurun. Depresi dan Lanjut Usia sebagai tahap akhir siklus perkembangan manusia. Masa dimana semua orang berharap akan menjalani hidup dengan tenang, damai, serta menikmati masa pensiun bersama anak dan cucu tercinta dengan penuh kasih sayang. Pada kenyataanya tidak semua lanjut usia mendapatkannya. Berbagai persoalan hidup yang menimpa lanjut usia sepanjang hayatnya seperti : kemiskinan, kegagalan yang beruntun, stress yang berkepanjangan, ataupun konflik dengan keluarga atau anak, atau kondisi lain seperti tidak memiliki keturunan yang bisa merawatnya dan lain sebagainya. Faktor pencetus depresi pada lansia menurut Kompas (2008), antara lain faktor biologik, psikologik, stres kronis, penggunaan obat. Faktor biologik misalnya faktor genetik, perubahan struktural otak, faktor risiko vaskular, kelemahan fisik.

Faktor psikologik pencetus depresi pada lansia, yaitu tipe kepribadian, relasi interpersonal.

Peristiwa kehidupan seperti berduka, kehilangan orang dicintai, kesulitan ekonomi dan perubahan situasi, stres kronis dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Gejala depresi pada lansia:


1) Secara umum tidak pernah merasa senang dalam hidup ini. Tantangan yang ada, proyek, hobi, atau rekreasi tidak rnemberikan kesenangan. 2) Keluhan fisik biasanya terwujud pada perasaan fisik seperti: a) Distorsi dalam perilaku makan. Orang yang mengalami depresi tingkat sedang cenderung untuk makan secara berlebihan, namun berbeda jika. kondisinya telah parah seseorang cenderung akan kehilangan gairah makan. b) Nyeri (nyeri otot dan nyeri kepala) c) Merasa putus asa dan tidak berarti. Keyakinan bahwa seseorang mempunyai hidup yang tidak berguna, tidak efektif. orang itu tidak mempunyai rasa percaya diri. Pemikiran seperti, "saya menyia-nyiakan hidup saya" atau saya tidak bisa rncncapai banyak kemajuan", seringkali terjadi. d) Berat badan berubah drastic e) Gangguan tidur. Tergantung pada tiap orang dan berbagai macam faktor penentu, sebagian orang mengalami depresi sulit tidur. Tetapi dilain pihak banyak orang mengalami depresi justru terlalu banyak tidur. f) Sulit berkonsentrasi. Kapasitas menurun untuk bisa berpikir dengan jernih dan untuk mernecahkan masalah secara efektif. Orang yang mengalami depresi merasa kesulitan untuk memfokuskan perhatiannya pada sebuah masalah untuk jangka waktu tertentu. Keluhan umum yang sering terjadi adalah, "saya tidak bisa berkonsentrasi". g) Keluarnya keringat yang berlebihan h) Sesak napas i) j) l) Kejang usus atau kolik Muntah Berdebar-debar

k) Diare m) Gangguan dalam aktivitas normal seseorang. Seseorang yang mengalami depresi mungkin akan mencoba melakukan lebih dari kemampuannya dalam setiap usaha untuk

mengkomunikasikan idenya. Dilain pihak, seseorang lainnya yang mengalami depresi mungkin akan gampang letih dan lemah. n) Kurang energi. Orang yang mengalami depresi cenderung untuk mengatakan atau merasa, "saya selalu merasah lelah" atau "saya capai". 3) Secara biologik dipacu dengan perubahan neurotransmitter, penyakit sistemik dan penyakit degeneratif. 4) Secara psikologik geplanya: a) Kelilhuigan harga diri/ martabat b) Kehilangan secara fisik prang dan benda yang disayangi c) Perilaku merusak diri tidak langsung. contohnya: penyalahgunaan alkohol/ narkoba, nikotin, dan obat-obat lainnya, makan berlebihan, terutama kalau seseorang mempunyai masalah kesehatan seperti misalnya menjadi gemuk, diabetes, hypoglycemia, atau diabetes, bisa juga diidentifikasi sebagai salah satu jenis perilaku merusak diri sendiri secara tidak langsung. d) Mempunyai pemikiran ingin bunuh diri 5) Gejala social ditandai oleh kesulitan ekonomi seperti tak punya tempat tinggal.

B. Rencana Keperawatan 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia dan status pernikahan dengan tingkat depresi pada lansia 2. Tujuan Khusus a) Mendeskripsikan jenis kelamin pada lansia b) Mendeskripsikan usia pada lansia c) Mendeskripsikan Status pernikahan pada lansia d) Mendeskripsikan tingkat depresi pada usia lanjut
e) Menganalisis hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat depresi pada lansia.