Anda di halaman 1dari 6

DENNYTA STELLA 240210090034 PEMBAHASAN Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan

zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redoks untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatkan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai titran dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai titer dan biasanya diletakkan di dalam buret. Baik titer maupun titran biasanya berupa larutan. Titrasi dihentikan apabila titik ekivalen sudah tercapai, kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titran, volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titran. Titik akhir titrasi adalah keadaan dimana reaksi telah berjalan dengan sempurna yang biasanya ditandai dengan pengamatan visual melalui perubahan warna indikator. Indikator yang digunakan pada titrasi asam basa adalah asam lemah atau basa lemah. Jumlah indikator yang ditambahkan kedalam larutan yang akan dititrasi harus sesedikit mungkin, sehingga indikator tidak mempengaruhi pH larutan dengan demikian jumlah titran yang diperlukan untuk terjadi perubahan warna juga seminimal mungkin. Indikator yang dipakai adalah metil oranye. Metil oranye ialah suatu indikator yang banyak digunakan dalam titrasi. Pada larutan yang bersifat basa, metil oranye berwarna kuning. Pada larutan yang bersifat asam berwarna merah. Daerah pH indikator ini ialah 3,1-4,4 .Titter ditambahkan sedikit demi sedikit sehingga terjadi perubahan warna indikator . Saat indikator mulai berubah warna maka titrasi dihentikan. Larutan standar dalam titrasi memegang peranan yang amat penting, hal ini disebabkan larutan ini telah diketahui konsentrasi secara pasti (artinya

DENNYTA STELLA 240210090034 konsentrasi larutan standar adalah tepat dan akurat). Larutan standar merupakan istilah kimia yang menunjukkan bahwa suatu larutan telah diketahui konsentrasinya. Terdapat dua macam larutan standar yaitu larutan standar primer dan larutan standar sekunder. Larutan standar primer adalah larutan yang disiapkan dengan cara menimbang secara akurat suatu zat yang memiliki kemurnian tinggi dan melarutkannya dengan sejumlah pelarut tertentu dalam labu. Tapi apabila larutan standar dengan membuat suatu larutan dengan konsentrasi tertentu lalu menitrasinya dengan larutan standar primer asam itu merupakan larutan standar sekunder. Contoh larutan standar sekunder ialah NaOH karena NaOH bersifat higroskopis dan menyerap uap air yang ada diudara. Adapun tabel hasil pengamatan: Kelompok 1 2 3 4 5 6 Volume HCl 9,8 mL 10,9 mL 10,3 mL 10,3 mL 10,5 mL 10,9 mL N HCl 0,102 N 0,092 N 0,097 N 0,097 N 0,95 N 0,092 N

Dari hasil di atas terjadi volume yang tidak sama disebabkan beberapa faktor, yaitu: 1. Kurang telitinya dalam melakukan proses titrasi
2. Kurang memadainya alat titrasi, seperti pada ketelitian angka. 3. Terjadi perubahan skala buret tak konstan

DENNYTA STELLA 240210090034

KESIMPULAN
1. Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan

menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya.


2. Titik akhir titrasi adalah keadaan dimana reaksi telah berjalan dengan

sempurna yang biasanya ditandai dengan pengamatan visual melalui perubahan warna indikator.
3. Metil oranye ialah suatu indikator yang banyak digunakan dalam titrasi.

Pada larutan yang bersifat basa, metil oranye berwarna kuning.


4. Fenolftalein adalah indikator titrasi yang lain yang sering digunakan, dan

fenolftalein ini merupakan bentuk asam lemah yang lain pH indikator fenoftalein ialah 9,3 dengan rentang Ph 8,3-10,0.
5. Larutan standar adalah larutan yang disiapkan dengan cara menimbang

secara akurat suatu zat yang memiliki kemurnian tinggi dan melarutkannya dengan sejumlah pelarut tertentu dalam labu ukur.

DENNYTA STELLA 240210090034

DAFTAR PUSTAKA Anonim. http://www.scribd.com/doc/11383094/Lap-Titrasi-Asam-Basa/. Diakses tanggal 26 September 2010 pukul 10.00 Anonim. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia /kesetimbangan_asam_basa/. diakses tanggal 25 September 2010 pukul 16.10 Anonim. http://wiro-pharmacy.blogspot.com/2009/02/kuliah-titrasi-asam-basanetralisasi.html. Diakses tanggal 25 September 2010 pada pukul 16.17

DENNYTA STELLA 240210090034 TUGAS!! 1. Jelaskan pengertian: a. Titrasi b. Titrat c. Larutan Standar Sekunder d. Larutan Standar Primer e. Indikator f. Titik Titrasi g. Titik Ekivalen h. Molaritas i. Normalitas

2. Jelaskan prinsip percobaan asam basa! 3. Sebutkan syarat-syarat larutan standar!

Jawaban:

1. a. Suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan

menggunakan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya. b. Titrat adalah zat yang akan dititrasi.
c. Larutan standar primer adalah larutan yang larutan yang disiapkan

dengan cara menimbang secara akurat suatu zat yang memiliki kemurnian tinggi dan melarutkannya dengan sejumlah pelarut tertentu.
d. Larutan standar sekunder adalah larutan standar dengan membuat

suatu larutan dengan konsentrasi tertentu lalu menitrasinya dengan larutan standar primer.

DENNYTA STELLA 240210090034 e. Indikator adalah pasangan asam basa konjugasi yang terdapat dalam konsentrasi molar kecil sehingga tidak mempengaruhi pH larutan dan dapat sebagai petunjuk zat yang dapat membedakan larutan asam dan basa.
f. Titik titrasi adalah titik dimana indikator berubah warnanya. g. Titik ekivalen adalah titik dimana titran dan titer tepat bereaksi

h. Molaritas adalah jumlah mol zat yang terlarut dalam 1L larutan. i. Normalitas adalah jumlah gram ekivalen zat terlarut yang terkandung di dalam 1L larutan.

2. Didasarkan pada reaksi netralisasi asam basa. Titrasi asam basa

melibatkan asam mau pun basa sebagai titer ataupun titran. Kadar larutan asam basa ditentukan menggunakan larutan basa dan sebaliknya. Titran ditambahkan titer sedikit demi sedikit. Sampai keadaan ekivalen (artinya secara stokiometri titran dan titer tepat bereaksi). Maka proses ini dihentikan, kemudian kita memcatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titran volume dan konsentrasi titer maka kita bias menghitung volume titer. 3. Syarat-syarat larutan standar yaitu: a. Harus tersedia dalam bentuk murni b. Substansi harus stabil pada suhu kamar dan suhu pemanasan c. Mempunyai berat ekivalen yang besar atau cukup tinggi agar dapat meminimalisasi konsekuensi galat pada saat penimbangan. d. e. Mudah didapat Harus memenuhi criteria syarat-syarat titrasi