Anda di halaman 1dari 2

PR kelompok 1 PSIKOLOGI PENDIDIKAN ROMBEL 04 SUGESTI

Sugesti adalah sebuah ilmu penghantar materi dan media untuk menyampaikan suatu maksud tertentu dengan kata-kata yang menarik kepada orang yang dituju. Dalam kamus besar bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka dijelaskan bahwa arti sugesti adalah anjuran, saran, dorongan atau pengaruh yang dapat menggerakkan hati orang. Sederhananya, sugesti adalah sebuah ilmu untuk meyakinkan orang lain hanya berbekal rangkaian kata/ucapan. Hal ini kadang dipraktekkan oleh seorang dokter untuk memberi saran dan nasehat-nasehat yang bersifat mutlak untuk diikuti/taati oleh sang pasien agar bisa sembuh dari sakitnya dan oleh seorang guru saat mengajar para muridnya. Pengaruh sugesti tidak melihat strata pendidikan dan sosial seseorang. Orang yang berpendidikan tinggi, tidak berpendidikan, apapun jenis pekerjaannya, dari tingkatan sosial mana dia berasal, tidak berpengaruh sedikitpun apabila sudah berkaitan dengan sugesti. Dimana kita bisa melihat contoh konkrit sugesti? Dukun cilik ponari adalah salah satu contoh betapa sugesti sangat berpengaruh terhadap prilaku seseorang, juga Penggalian situs Batu Tulis beberapa waktu lalu. Bahkan Ilmu Hipnotis pun menggunakan efek dari sugesti. Seberapa besar pengaruh sugesti terhadap seseorang? SANGAT BESAR!!!! Seorang murid yang selalu dihina dan direndahkan oleh gurunya dengan kalimat-kalimat yang menyudutkan (misalnya: Masak soal kayak gini ndak bisa mengerjakan, dasar bodoh ato kamu memang murid nakal, ndak pernah mendengarkan nasehat guru dan selalu membantah) akan menjadi murid yang rendah diri, susah mengerjakan soal dan mencerna pelajaran serta akan menjadi murid yang nakal. Akan berbeda hasilnya jika sang murid selalu didukung oleh guru dengan sepenuh dan setulus hati, diberi semangat dan diberi kata-kata positif yang berkonotasi baik, maka niscaya sang murid akan menjadi murid yang baik, pintar, pandai dan tidak nakal. Juga contoh lain tentang pelajaran matematika, seorang murid yang menganggap bahwa pelajaran Matematika itu adalah momok menakutkan, susah, rumit dan sudah illfeel sebelum mencoba maka hasilnya adalah murid tersebut tidak akan pernah menguasai pelajaran Matematika. Sebaliknya, jika sang murid menganggap bahwa pelajaran Matematika itu menyenangkan, mudah -dalam arti- dipelajari, dan mau berusaha untuk mencoba, niscaya murid tersebut akan menguasai dan bisa mengerjakan soal-soal pelajaran Matematika. Pernah dengar hipnoterapi? itu juga menggunakan efek dari sugesti.

Masih banyak contoh lain yang dapat kita ambil, misalnya dalam kehidupan rumah tangga, dalam menghadapi suatu permasalahan, atau dalam menyikapi setiap dimensi kehidupan. Intinya, masalah sugesti adalah masalah ANGGAPAN, ketika kita beranggapan positif maka feedback-nya juga positif, begitu pula sebaliknya. Sehingga dari hal ini kita dapat menyimpulkan tentang adanya SUGESTI POSITIF. Sugesti positif bisa didefinisikan sebagai pengaruh positif yang dapat menggerakan hati orang orang yang mendengarnya untuk melakukan tindakan- tindakan positif bagi kehidupannya. Sugesti Diri atau Swa Sugesti adalah sebuah cara untuk memasukkan harapan dan keinginan kita ke dalam pikiran bawah sadar yang dilakukan secara berulang kali, dengan bahasa present dan simple disertai dengan memvisualisasikannya secara detail. Kunci sugesti diri adalah Simple, Present, Repetition & Visualitation. Kapan kita bisa melakukan sugesti diri yang efektif ? Mengapa harus pikiran bawah sadar ? Efek sugesti diri akan menjadi 10 kali lipat di saat kita memasukkan sugesti ke dalam pikiraan bawah sadar, dibanding jika kita mensugesti diri di saat pikiran sadar kita sedang aktif. Hal inilah yang menyebabkan mengapa kita sering melakukan "yel" dengan teriakanteriakan yang penuh semaangat, tetapi pada akhirnya semangat itu kembali ke titik "nol" setelah selesai. Demikian pula seminar-seminar "Dahsyat" seringkali hanya mampu menumbuhkan motivasi diri untuk sementara, setelah event selesai bayangan "kegagalan" akan muncul kembali. Sugesti di pikiran bawah sadar yang dilakukan sesering mungkin dengan disertai imajinasi atas sugesti tersebut akan berubah menjadi "believe system" atau keyakinan diri. Jika sesuatu hal telah menjadi "keyakinan" maka potensi diri secara otomatis tergerak untuk merealisasikan apa yang diyakini. Keyakinan adalah "Harta Batin" yang tidak ternilai harganya, yang tidak mudah untuk dibeli atau diubah oleh orang lain. Sebagai contoh keyakinan adalah agama, orang mudah untuk bernegosiasi win-win solution misalnya di saat mencari titik temu atas sebuah problem. Sebagai contoh di saat orang menginginkan jabatan, banyak orang yang rela menjadi penjilat dengan harapan membuat ABS sehingga pangkat naik misalnya, namun seandainya si Bos menginginkan si penjilat tadi untuk berganti keyakinan / agama demi karirnya, pastilah ia akan berpikir berulangkali atau bahkan menolaknya.