Anda di halaman 1dari 1

Andika Fisma Prayoga (082110101086)

SISTEM INFORMASI PUSKESMAS (SIMPUS) Simpus adalah program sistem informasi kesehatan yang memberikan informasi tentang segala keadaan kesehatan masyarakat di tingkat puskesmas mulai dari data diri pasien, ketersediaan obat sampai data penyuluhan kesehatan masyarakat. Untuk mendukung pelaksanan simpus secara utuh, setiap puskesmas harus menyediakan minimal tiga unit komputer ( Porcessor min P- II 233, HD 10 Gb, memori 128 MB Ram,Vga 2 MB) dan terhubung secara LAN dengan satu komputer berfungsi sebagai server. Server ini merupakan koordinator semua komputer yang terhubung dalam simpus. Server biasanya diinstali software WAMP (windows, apache, mysql, dan php). Kelebihan: 1. Program bersifat open source sehingga dapat didownload oleh siapapun (termasuk puskesmas yang ingin mengembangkan simpus) secara gratis. 2. Pengelolaan database yang dapat diakses bersama. 3. Hemat dalam media penyimpanan, artinya cukup komputer server saja yang diinstal program simpus dan komputer-komputer lain pada poli yang bersangkutan dapat mengakses tanpa harus diinstal satu persatu. 4. Meminimalisasi penggunaan kertas. Kekurangan: 1. Tampilan kurang menarik. 2. Banyak orang yang kurang familier dengan simpus. 3. Terjadi inkonsistensi, misal pada komputer server, poli umum disebut sebagai BP sedangkan pada komputer poli ditemukan ada poli umum dan BP sehingga terkesan poli umum dan BP itu berbeda. 4. Terjadi banyak kesalahan dalam pemograman. Pada tiap tampilan simpus terdapat notice-notice yang berarti masih banyak kekeliruan dalam pemograman. 5. Kurangnya privatisasi data antar poli. Pada komputer poli, komputer poli 1 bisa membuka data-data antrian pasien pada komputer poli lain , padahal seharusnya komputer poli 1 hanya bisa membuka data yang berkaitan dengan poli 1 tersebut saja. 6. Alur rujukan pasien tidak sesuai. Contoh : Data Pasien yang telah diperiksa pada poli, telah dirujuk pada laboratorium. Tetapi pada komputer laboraturium tidak ada data tersebut, data malah masuk ke poli umum. 7. Belum adanya modul petunjuk penggunaan simpus. 8. Adanya pembatasan pada kolom artikel. Sehingga artikel tidak dapat dibaca sampai akhir jika artikel tersebut panjang. Namun bila artikel tersebur pendek dapat dibaca sampai akhir.