Anda di halaman 1dari 16

DESAIN RUSUNAWA BERDASARKAN KELAYAK HUNIAN

Hendra Cahyadi
Staf Pengajar Pada Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Abstrak
Pembangunan Rusunawa Kelayan Selatan tidak sepenuhnya sesuai dengan keinginan calon penghuni. Penelitian ini akan mencoba menggambarkan profil calon penghuni Rusunawa Kelayan Selatan, menggambarkan persepsi dan keinginan calon penghuni terhadap desain Rusunawa Kelayan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode survei langsung dengan jumlah responden 90 orang. Hasil penelitian terhadap persepsi calon penghuni Rusunawa Kelayan Selatan menyatakan bahwa, sisi pencitraan menjadi sisi yang paling memberikan kepuasan kepada calon penghuni. Sebaliknya, kecukupan luas hunian sebesar 21 m2 merupakan hal yang paling rendah tingkat kepuasannya di mata calon penghuni. Dari hasil penelitian terhadap keinginan calon penghuni Rusunawa Kelayan Selatan diketahui bahwa keinginan mendapatkan hunian yang lebih luas menempati urutan pertama kebutuhan calon penghuni. Sebaliknya keinginan mendapatkan dapur yang lebih luas menempati prioritas terakhir dari calon penghuni. Selain itu, tinggi Rusunawa sebesar 5 lantai dipandang calon penghuni masih terlalu tinggi. Berdasarkan hasil tersebut di atas, maka penelitian ini menetapkan desain usulan berupa luas unit hunian Rusunawa Kelayan Selatan sebesar 30 m2 dengan 2 kamar tidur, kamar mandi/wc, dapur, ruang tamu dan balkon. Tinggi bangunan Rusunawa ditetapkan sebesar 4 lantai. Kata kunci: Rusunawa, Desain, Persepsi, Keinginan

Abstract
Rusunawa Kelayan Selatan's development is not utterly correspond to occupant candidate wish. This research will try to figure occupant candidate profile Rusunawa Kelayan Selatan, figuring perception and occupant candidate wish to design Rusunawa Kelayan Selatan. This research utilize direct survey method by totals respondent 90 person. Result observationaling to occupants prospective perception Rusunawa Kelayan Selatan declare that image becomes the most give satisfaction to occupant candidate. On the contrary, dwellings extensive sufficiency as big as 21 m 2 constituting lowest thing level its satisfaction at occupants prospective. Of research result occupant candidate to be known that wish gets wider dwelling stays in the first place occupant candidate requirement. On the contrary wish get wider kitchen stay priority most a stop to occupant candidate. Besides, Rusunawa high as big as 5 floor was seen by candidate occupant is still overestimate. Base aforesaid result, therefore this research establish proposal design as extensive as Rusunawa Kelayan Selatan's dwelling unit big as 30 m 2 with 2 bedrooms, bathroom / urinoir, kitchen, guestroom and balcony. Building high Rusunawa is established as big as 4 floors. Key word: Rusunawa, Design, Perception, Wish

PENDAHULUAN

Kebutuhan akan rumah tinggal di berbagai daerah perkotaan di Indonesia termasuk di Banjarmasin terus meningkat setiap tahunnya. Menurut penelitian terakhir disebutkan bahwa kebutuhan rumah di Indonesia saat ini sudah mencapai sekitar 1,2 juta unit per tahun (Kompas 10 Oktober 2008). Salah satu program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akan rumah tinggal adalah pembangunan rumah susun sederhana (Rusuna) terutama yang bersubsidi. Salah satu jenis rumah susun sederhana (Rusuna) yang sedang dan akan terus dikembangkan adalah rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Konsepsi dasar pembangunan Rusunawa yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah sebagai stimulan awal untuk mengatasi berkembangnya lingkungan kumuh perkotaan dalam konteks peremajaan permukiman perkotaan. Dijelaskan pula bahwa Rusunawa diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum bisa mendapatkan akses terhadap Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. Lebih lanjut dikatakan Rusunawa hanya sebagai tempat tinggal sementara bagi masyarakat. Setelah menempati Rusunawa beberapa lama, diharapkan para penghuninya dapat berpenghasilan lebih baik sehingga dapat mengakses KPR bersubsidi. Di Banjarmasin pembangunan Rusunawa yang sudah dibangun adalah Rusunawa yang terletak di daerah Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan dengan nama Rusunawa Kelayan Selatan. Ada dua blok (twin block) Rusunawa yang dibangun di Kelayan Selatan, dimana untuk tempat hunian berada pada lantai dua sampai dengan lantai lima. Sedangkan untuk lantai dasar dipergunakan sebagai tempat service dan unit usaha. Untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang Rusunawa Kelayan Selatan, maka dilakukan survei awal yang dilakukan oleh peneliti dengan responden warga yang berada di sekitar Rusunawa yaitu di Kelurahan Kelayan Selatan yang sudah melihat kondisi Rusunawa dari dekat. Survei ini memiliki tujuan untuk mengetahui tanggapan masyarakat mengenai Rusunawa itu sendiri berikut desain unit hunian Rusunawa. Dari hasil survei awal diketahui bahwa respon masyarakat sebenarnya cukup tinggi untuk mendiami Rusunawa. Mereka berpendapat fasilitas yang

disediakan oleh Rusunawa cukup baik bila dibanding dengan tempat hunian yang sekarang mereka tempati. Selain itu citra atau tampilan Rusunawa dianggap baik oleh warga. Namun responden sebagian besar tidak puas dengan luas unit hunian yang tersedia di Rusunawa. Hal ini tentu bisa dimengerti, karena dengan luas yang ada sangat sulit bagi mereka untuk beraktivitas. Dengan luas unit hunian yang hanya 21 m2, tentu ruang yang ditempati akan terasa sangat sempit dan penuh sesak. Berbeda dengan hunian horizontal dimana masih ada lahan pekarangan yang masih bisa dimanfaatkan untuk ruang gerak. Selain itu mereka juga menginginkan adanya ruang tidur atau ruang pribadi. Gambar 1 berikut ini menunjukkan denah unit hunian Rusunawa Kelayan Selatan 100 100 155 100 100

Balkon Dapur KM/ WC

445

Ruang Serbaguna

127,5

Selasar

Gambar 1 Denah Unit Hunian Rusunawa Kelayan Selatan Selain itu ketinggian Rusunawa yang mencapai lima lantai dianggap terlalu tinggi sehingga mayoritas responden tidak menginginkan tinggal di lantai lima. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka diperlukan suatu penelitian untuk mendapatkan desain hunian Rusunawa Kelayan Selatan yang

sesuai dengan persyaratan layak huni dan memenuhi keinginan serta kebutuhan masyarakat sebagai penghuni.

TINJAUAN PUSTAKA
Kebutuhan Minimal Masa dan Ruang Kebutuhan ruang per orang dihitung berdasarkan aktivitas dasar manusia di dalam rumah. Aktivitas tersebut meliputi aktivitas tidur, makan, kerja, duduk, mandi, cuci, masak, dan ruang gerak lainnya. Rumah sehat memungkinkan penghuni untuk dapat hidup sehat dan mampu menjalankan kehidupan sehari-hari secara layak. Kebutuhan minimum ruangan pada rumah sehat perlu memperhatikan beberapa ketentuan antara lain: kebutuhan luas per jiwa, kebutuhan luas per kepala keluarga dan kebutuhan luas bangunan per kepala keluarga. Secara umum kebutuhan luas minimum bangunan , dan kebutuhan ruang dapat dilihat pada Tabel 1, Tabel 2, dan Tabel 3 berikut ini Tabel 1 Kebutuhan Luas Minimum Bangunan Standar per Jiwa (m2) Ambang Batas (7,2) Indonesia (9) Internasional (12) Neufert (9,375) Negara Berkembang (5,2) WHO (10) Luas (m2) untuk 3 Jiwa 21,6 27 36 15,6 30 Luas (m2) untuk 4 Jiwa 28,8 36 48 37,5 20,8 40

Sumber : Pedoman Umum Rumah Sederhana Sehat

Tabel 2 Standard Rumah Tinggal Standard Ruangan Kamar Duduk Kamar Makan Kamar Tidur Orang Tua Kamar Tidur Anak Dapur Kamar Mandi dan WC Rumah Tinggal Untuk 3 s/d 4 Orang (m2) 9 4.16 9.3 6 4 2.52

Sumber Standar Arsitektur di Bidang Perumahan

Tabel 3 Luas Ruang Minimal Dengan Perabot


Ruang Asumsi Perabot dan Pengguna Dimensi Luas (M2) Asumsi Sirkulasi Luas Total (M2)

Ruang tamu

Sofa Meja tamu Pengguna Tempat tidur

0.55 x 1.50 0.5 x 0.8 4 orang 1.5 x 1.9 0.5 x 1.0 0.4 x 0.4 0.8 x 1.0 2 orang 0.8 x 1.9 0.5 x 0.8 0.4 x 0.4 0.6 x 1.0 2 orang 0.5 x 1.0 0.5 x 1.0 0.5 x 1.0 0.5 x 1.0 1 orang 0.6 x 0.6 0.6 x 0.6 1 orang 0.6 x 1.5

0.825 0.40 4.00 2.85 0.50 0.16 1.00 2.00 1.52 0.40 0.16 0.60 2.00 0.50 0.50 0.50 0.50 1.00 0.36 0.36 1.00 0.90 20% 30% 30% 30% 30%

5.225 x 1.3 = 6.793

Ruang tidur orang tua

Meja rias Kursi Lemari Pengguna Tempat tidur

6.31 x 1.3 = 8.203

Ruang tidur anak

Meja belajar Kursi Lemari Pengguna Memasak Mencuci

4.68 x 1.2 = 6.084

Dapur

Meracik Menyimpan Pengguna Closet Bak air Pengguna Rak jemur

3.00 x 1.3 = 3.90

Kamar mandi/wc Balkon

1.72 x 1.2 = 2.064

30% 1.90 x 1.30 = 2.47 Pengguna 1 orang 1.00 Sumber Standar Arsitektur di Bidang Perumahan Berbagai Sumber Lainnya

METODE PENELITIAN
Diagram alir penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 2 berikut

Latar Belakang dan Masalah Tujuan Penelitian Tinjauan Pustaka 5

Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penentuan Variabel Penelitian Penentuan Responden Pembuatan dan Penyebaran Kuisioner

Uji Validitas dan Reliabilitas

Analisis Data dan Pembahasan Kesimpulan dan Saran Gambar 2 Bagan Alir Penelitian Langkah pertama adalah melakukan identifikasi. Identifikasi dilakukan berdasarkan pengamatan awal dan survei pendahuluan yang kemudian menghasilkan dugaan hipotetik. Dugaan hipotetik yang dihasilkan diharapkan akan mengarah pada potensi permasalahan atau variabel-variabel yang kemungkinan mempunyai kecenderungan menjadi keinginan dan kebutuhan calon penghuni. Permasalahan atau variabel tersebut antara lain 1. permasalahan dimensi unit hunian 2. permasalahan luas unit hunian 3. permasalahan kebutuhan ruang unit hunian 4. permasalahan sirkulasi 5. permasalahan jumlah lantai bangunan (tinggi bangunan) 6. dan lain sebagainya Langkah berikutnya adalah melakukan survei kepada calon penghuni potensial dari Rusunawa Kelayan Selatan sebagai responden. Survei dilakukan

dengan cara melakukan penyebaran kuisioner kepada responden. Responden akan diberikan pertanyaan sesuai dengan pokok bahasan dan variabel yang sudah ditentukan dari dugaan hipotetik yang telah ada untuk mengetahui sikap para responden. Cara pengambilan sampel adalah dengan metode simple random sampling atau pengambilan sampel dari anggota populasi dengan cara acak tanpa memperhatikan strata dalam anggota populasi tersebut. Jumlah sampel adalah sebanyak 90 responden yang merupakan kepala keluarga. Responden merupakan warga yang berada di sekitar lokasi Rusunawa Kelayan Selatan. Responden merupakan warga yang sampai saat ini masih menempati rumah sewa, barak, kos, dan bedak, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah dan mempunyai keinginan untuk menghuni Rusunawa. Setelah dilakukan pengumpulan data dari hasil kuisioner, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data. Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif. Analisis dilakukan untuk mengetahui gambaran singkat profil penghuni serta persepsi dan keinginan responden terhadap Rusunawa Kelayan Selatan yang ditanyakan melalui pilihan dengan skala sikap. Untuk memudahkan pengambilan kesimpulan mengenai persepsi, dan keinginan calon penghuni Rusunawa Kelayan Selatan, maka dalam analisis data ini akan digunakan metode indeks rata-rata. Untuk menggunakan metode ini, maka pertanyaan dalam kuisioner yang menanyakan sikap responden akan diberi bobot atau angka. Untuk pertanyaan yang menyangkut kebutuhan dan keinginan maka bobot yang diberikan adalah sebagai berikut: Tidak ingin Kurang ingin Ingin = 1 = 2 = 3

Sangat ingin = 4 Sedangkan untuk pertanyaan yang menyangkut persepsi, maka bobot yang akan diberikan adalah sebagai berikut: Tidak puas Kurang puas = 1 = 2

Puas

= 3

Sangat puas = 4 Untuk mendapatkan nilai indeks rata-rata maka digunakan Persamaan (aiX) Indeks rata-rata = X Dimana, ai X i = Jumlah pilihan pada bobot i = Jumlah responden = Bobot Dari nilai indeks rata-rata, maka bisa diketahui variabel apa yang paling memuaskan, yang paling tidak memuaskan calon penghuni Rusunawa. Kemudian bisa pula diketahui variabel apa yang menjadi keinginan utama dari calon penghuni Rusunawa. Dari hasil analisis ini diharapkan bisa didapat perbaikan desain dari sisi fungsi, efisiensi, efektifitas, persepsi calon penghuni, kenyamanan dan sebagainya. Setelah semua langkah di atas telah dilakukan, maka akan didapat kesimpulan mengenai persepsi dan harapan masyarakat akan Rusunawa Kelayan Selatan. Dari kesimpulan ini diharapkan akan didapat desain Rusunawa Kelayan Selatan berdasarkan keinginan dan kebutuhan masyarakat serta sesuai standar minimal yang berlaku. Setelah menentukan desain Rusunawa Kelayan Selatan, maka bisa diambil kesimpulan. Kesimpulan berisi ringkasan mengenai penelitian yang dilakukan, kelebihan dan kekurangan desain yang ada dan alternatif perbaikan desain. (Persamaan 2.1)

HASIL PENELITIAN
Dari hasil penelitian, maka ada dua hal pokok yang bisa didapatkan yaitu persepsi yang berhubungan dengan kepuasan, dan keinginan dari calon penghuni Rusunawa Kelayan Selatan. Secara keseluruhan tingkat persepsi calon penghuni

terhadap Rusunawa Kelayan Selatan dapat dilihat pada Tabel 4 dan Gambar 3 berikut ini Tabel 4 Persepsi Calon Penghuni Terhadap Rusunawa Kelayan Selatan Tingkat Persepsi Pencitraan Fasilitas umum Bahan bangunan Lokasi Kecukupan luas hunian Indeks Rata-Rata 2.89 2.88 2.70 2.62 1.69 Peringkat 1 2 3 4 5

3.5 3 2.5 INDEKS RATA-RATA 2.89 2.88 2.7 2.62

BAHAN BANGUNAN

FASILITAS UMUM

PENCITRAAN

2 1.5 1 0.5 0

1.68

LOKASI

P ER S EP S I C A L O N P EN G HU N I

Gambar 3 Kesimpulan Persepsi Calon Penghuni Terhadap Rusunawa Kelayan Selatan Dari hasil survei terhadap persepsi calon penghuni Rusunawa Kelayan Selatan terlihat bahwa dari sisi pencitraan menjadi sisi yang paling memberikan kepuasan kepada calon penghun diikuti dengan fasilitas umum Rusunawa. Sebaliknya, kecukupan luas hunian merupakan hal yang paling rendah tingkat kepuasannya di mata calon penghuni. Sedangkan tingkat keinginan atau kebutuhan calon penghuni Rusunawa Kelayan Selatan dapat dilihat pada Tabel 5 dan Gambar 4 berikut ini

KECUKUPAN LUAS

Tabel 5 Keinginan Calon Penghuni Rusunawa Kelayan Selatan Tingkat Keinginan Keinginan mendapat hunian yang lebih luas Keinginan mendapat kamar tidur orang tua Keinginan mendapat kamar tidur anak Keinginan mendapat km/wc yang lebih luas Keinginan agar selasar lebih lebar Keinginan mendapat balkon yang lebih luas Keinginan mendapat dapur yang lebih luas
3.5 3 INDEKS RATA-RATA 2.5 2 1.5 1 0.5 0
KEINGINAN CALON PENGHUNI

Indeks Rata-Rata 3.32 3.11 3.08 2.88 2.82 2.50 2.42

Peringkat 1 2 3 4 5 6 7

3.32 3.11 3.08 2.88 2.82 2.5


SELASAR LEBIH LEBAR HUNIAN LEBIH LUAS KAMAR TIDUR ORTU KAMAR TIDUR ANAK KM/WC LEBIH LUAS

2.42
DAPUR LEBIH LUAS

Gambar 4 Kesimpulan Keinginan Calon Penghuni Rusunawa Kelayan Selatan Kesimpulan yang bisa diambil dari hasil survei terhadap calon penghuni Rusunawa Kelayan Selatan berdasarkan keinginan calon penghuni dapat dilihat pada Tabel 6 berikut ini Tabel 6 Kesimpulan Hasil Survei Berdasarkan Keinginan Calon Penghuni No 1 2 3 Variabel Kamar tidur orang tua Luas hunian Selasar Kondisi Yang Ada Tidak ada (ruang serba guna ukuran 3 x 4,45 meter. Ukuran 21 m2 Lebar 1,275 meter Keinginan Masyarakat Disediakan > 21 m2, 36 m2, 42 m2 Lebar minimal 2 meter.

10

BALKON LEBIH LUAS

4 5 6 7

Kamar mandi/wc Kamar tidur anak Balkon Ketinggian

1 x 2 meter Tidak ada (ruang serba

Lebih luas, lebih lebar

Disediakan guna ukuran 3 x 4,45 meter. 1 x 2 meter Lebih luas, lebih lebar 5 lantai 3 atau 4 lantai

Dengan berbagai pertimbangan yang telah disebutkan di atas, maka hasil dari penyusunan denah ruang unit hunian Rusunawa Kelayan Selatan hasil studi dapat dilihat pada Gambar 5 berikut ini. 240 260

250

Kamar Tidur Anak Ruang Tamu / Duduk Dapur Kamar Tidur Orang Tua

270

150 Balkon KM/ WC

350 180

240

140

120

Gambar 5 Desain Usulan Unit Hunian Rusunawa Kelayan Selatan Maka dimensi dari satu unit bangunan rumah susun dari Rusunawa Kelayan Selatan dibandingkan dengan desain awal dapat dilihat pada Gambar 6 berikut ini Desain awal 100 100 100 100 Desain usulan 240 Selasar KM/ 260 127,5

Balkon Dapur

11

155

WC Kamar tidur Ruang duduk/ 250 Anak tamu 270

445

Ruang Serbaguna Kamar tidur 350 Orang tua Balkon KM/ 180 WC 240 140 120 Dapur 150

127,5

Selasar

Gambar 6 Perbandingan Desain Awal Dengan Desain Usulan Pada Gambar 6 terlihat bahwa desain usulan mempunyai perbandingan lebar dan panjang yang lebih proporsional dibanding dengan desain lama. Dengan desain usulan, calon penghuni bisa langsung menempati unit hunian karena sudah ada pembagian ruang private dan ruang publik. Selain itu, calon penghuni tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membuat sekat yang memisahkan ruang private dan ruang publik seperti yang kebiasaan yang selama ini terjadi. Desain usulan juga dinilai lebih memiliki tingkat kelayak hunian yang lebih tinggi daripada desain awal. Hal ini disebabkan bahwa desain usulan mempunyai fasilitas ruang yang lebih memadai dibandingkan desain awal dan memenuhi luas ruang minimal bagi sebuah keluarga dengan jumlah empat orang. Dari hasil perbandingan terlihat bahwa luas unit hunian Rusunawa Kelayan Selatan desain usulan memang masih lebih rendah dibandingkan dengan beberapa standar yang ada seperti standar internasional, standar Indonesia, dan standar Neufert. Namun luas hunian hasil studi masih berada di atas dari ambang batas minimal luas hunian yaitu sebesar 28,8 m2 Berdasarkan hasil survei juga diketahui bahwa mayoritas responden tidak ingin tinggal di lantai lima. Dengan sirkulasi ke atas menggunakan tangga, bangunan Rusunawa menjadi kurang manusiawi terutama buat orang tua dan

12

berbahaya buat anak-anak. Responden menginginkan tinggi maksimal sebuah Rusuna adalah setinggi 4 lantai. Beberapa Rusuna yang mempunyai tinggi 4 lantai antara lain Rusuna Sarijadi, Rusuna Klender, Rusuna Menanggal, Rusuna Tanah Abang, Rusuna Kebon Kacang, Rusuna Bandar Harjo, dan Rusuna Sukaramai. Pemakaian bahan untuk hunian Rusunawa tidak perlu mahal tetapi harus memiliki persyaratan cukup layak dan awet untuk memudahkan perawatan. Mayoritas responden menyatakan bahwa mereka cukup puas dengan bahan bangunan yang dipakai dalam pembangunan Rusunawa. Menurut mereka ada kesan kuat dari Rusunawa Kelayan Selatan. Tapi mayoritas juga mengatakan agak kecewa dengan finishing pekerjaan terutama pada dinding batako ekspos. Dinding batako dapat diekspos dengan baik asal dikerjakan secara rapi. Kombinasi plasteran di beberapa tempat akan unik dan mengurangi kebutuhan untuk memplaster seluruh dinding. Teknik plasteran juga masih memberi banyak pilihan tampilan. Selain batako, untuk dinding eksternal bisa juga dipakai bahan yang free maintenance yaitu dari bata ringan. Hal ini bisa meminimalkan biaya perawatan. Pemilihan material besi siku dan besi hollow untuk kusen jendela bisa menjadi terobosan yang efektif karena material ini selain bebas perawatan, juga membantu mengurangi konsumsi kayu yang akhir-akhir ini menipis dari hutan tropis Indonesia. Dengan merangkai besi siku dan hollow, dapat didesain pintu dan jendela. Untuk penyekat di dalam ruangan, bisa digunakan gipsum atau papan semen. Rangkanya hanya berupa besi hollow dan mudah untuk dipasang. Pemakaian material ini sudah umum dipakai di banyak Rusuna yang ada di Indonesia.

KESIMPULAN
Tujuan dari pembangunan Rusunawa Kelayan Selatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah sebagai stimulan awal untuk mengatasi berkembangnya lingkungan kumuh di Kota Banjarmasin dalam konteks peremajaan permukiman. Rusunawa Kelayan Selatan diperuntukkan sebagai tempat tinggal sementara untuk keluarga/masyarakat berpenghasilan rendah

13

(MBR) yang belum bisa mendapatkan akses terhadap Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan, diketahui bahwa desain Rusunawa Kelayan Selatan yang ada belum cukup memuaskan calon penghuni. Secara garis besar hal-hal yang menjadi keluhan calon penghuni adalah luas unit hunian, kebutuhan akan ruang pribadi, kebutuhan akan sirkulasi yang lebih baik dan ketinggian bangunan. Untuk menjawab keluhan calon penghuni akan desain Rusunawa Kelayan Selatan dan maka dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan Rusunawa Kelayan Selatan berdasarkan keinginan dan kebutuhan calon penghuni dengan memperhatikan peraturanperaturan yang berlaku. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa luas hunian Rusunawa Kelayan Selatan adalah 30 m2 dengan dua buah kamar tidur, ruang tamu/duduk, kamar mandi/wc, dan dapur. Lebar selasar 1,5 meter, dan banyaknya lantai (tinggi bangunan Rusunawa) adalah 4 lantai. Selain hal tersebut di atas, dari penelitian ini diketahui bahwa masyarakat cukup puas dengan tampilan fisik, fasilitas yang disediakan, bahan bangunan yang digunakan dan pencitraan dari Rusunawa Kelayan Selatan. Ini merupakan modal awal dari kesuksesan program pembangunan Rusunawa di Banjarmasin. Keterbatasan waktu dan tenaga membuat survei ini hanya mencakup daerah Kecamatan Banjarmasin Selatan khususnya lagi Kelurahan Kelayan Selatan. Untuk ke depannya perlu diadakan survei dengan cakupan daerah dan responden yang lebih luas. Daerah yang perlu dilakukan survei untuk mengetahui persepsi dan keinginan calon penghuni adalah daerah yang masuk dalam Program Pembangunan Rusuna/Apartemen Di Kawasan Perkotaan 2007 2011. Untuk Kalimantan Selatan daerah yang masuk rencana adalah daerah Banjarmaskuala (Banjar, Banjarmasin, Barito Kuala). Selain itu diharapkan adanya penelitian dengan metode post occupancy (pasca huni) pada Rusunawa yang sudah ditempati. Metode pasca huni adalah metode standar akademis yang digunakan oleh kalangan ilmiah dan konsultan dibidang kawasan binaan untuk mengetahui sejauh mana hasil sebuah karya pada

14

lingkungan binaan mempunyai dampak pada penghuninya. Dampak yang dimaksud adalah dampak yang dirasakan oleh penghuni sebuah kawasan binaan baik tangible maupun intangible. Dengan metode ini maka keluhan dari penghuni akan lebih terasa karena mereka sudah mempunyai pengalaman tinggal di Rusunawa.

DAFTAR PUSTAKA
Budihardjo, E. 1985. Sejumlah Masalah Permukiman Kota. Jakarta. Darmiwati, Ratna. 2000. Studi Ruang Bersama Dalam Rumah Susun Bagi Penghuni Berpenghasilan Rendah. Artikel dalam Dimensi Teknik Arsitektur vol. 28 no. 2 Desember 2000 Hal 114-122. Surabaya. Departemen Pekerjaan Umum. 1972. Standar Arsitektur di Bidang Perumahan. Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. Bandung. Indartoyo. 2007. Dampak Kehadiran Rusunawa Bagi Penataan Bangunan & Infrastuktur di Daerah Sekitar Kawasan Terbangun. Seminar Nasional Arsitektur Perencanaan Perumahan dan Permukiman Berkelanjutan Tanggal 28 Februari 2007. Universitas Budi Luhur. Jakarta. Lampiran 1 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor: 403/KPTS/M/2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat. 2002. Jakarta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi. 2007. Jakarta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 45/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 2007. Jakarta Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 Tentang Rumah Susun. 1988. Jakarta Rumah Susun Urip Sumoharjo: Konsep Awal dan Konsep Perencanaan. www.mukimits.com. Sumatra Ekspres Online. 2008. Sewa Rusunawa Rp. 100.000 Rp. 225.000. Rabu 9 April 2008.

15

Sutisna, S., Purnama, L. 1985. Modul Dalam Arsitektur. Perpustakaan FT Unair. Surabaya. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 Tentang Rumah Susun. 1985. Jakarta Wijaya, Andhi. 1998. Perancangan Konsep Dasar Arsitektural Untuk Pembuatan Rumah Susun Murah. Tesis Program Studi Manajemen Properti Program Pascasarjana Teknik Universitas Kristen Petra. Surabaya

16