Anda di halaman 1dari 15

Modul 2 .

Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

MODUL 2 PUBLIC SPEAKING


Dra Helena Olii, MM

POKOK BAHASAN : PENGETAHUAN PROTOKOL

DESKRIPSI :

Modul 2 membicarakan

asal kata dan pengertian protokol,

mengenal aktivitasnya dan berbagai jenis protokol.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah membaca dan mengerti modul 2, mahasiswa diharapkan agar dapat : 1. Mengerti dan Menjelaskan asal kata protokol dan 2. Mengerti, memahami dan menjelaskan Aktivitas protokol 3. Mengerti, melaksanakan Jenis-jenis kegiatan keprotokolan.

2. 1 Arti dan asal kata protokol Dari segi bahasa, protocol berasal dari bahasa latin protocollum, yang terdiri atas kata yaitu protos dan kolla, yang artinya lembar pertama dari dokumen resmi (the first leaf of legal document) Kata protokol mengandung pengertian : Rules of etiquette and order in diplomatic or military ceremonies Minutes of rough draft of some diplomatic document A document relating the proceedings of diplomatic meeting, and after ratification, having the force of treaty Inti pengertian kira-kira demikian, ialah: Lembaran pertama yang dilekatkan pada suatu dokumen yang berisi persetujuan, baik yang bersifat nasional maupun internasional Keseluruhan dokumen persetujuan (bukan hanya lembaran pertama) Selain dokumen itu sendiri, juga seluruh dokumen yang melengkapi persetujuan pokok, yaitu seluruh catatan resmi yang dibuat pada akhir sidang dan ditandatangani oleh seluruh peserta

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

Dokumen yang mencantumkan hak-hak, kewajiban, kelonggaran dan kekebalan diplomatik.

2. 2 Aktivitas keprotokolan Aktivitasnya terdiri atas 5 hal yaitu a. Tata ruang b. Tata upacara c. Tata Tempat d. Tata Busana e. Tata Warkat

1. Tata ruang, Ialah pengatur ruang atau tempat yang akan dipergunakan sebagai tempat aktivitas. Ruang harus dipersiapkan sesuai dengan ketentuan, tergantung dari jenis aktivitas. Misalnya aktivitas untuk upacara pelantikan dan serah terima jabatan akan berlainan dengan tata ruang yang akan dipergunakan untuk upacara wisuda sarjana.

a. Perangkat keras, adalah diperlukan untuk maksud

berbagai macam perlengkapan yang suatu kegiatan berupa meja, kursi/sofa,

sound system/ public address, dekorasi, permadani, bendera, taman dan lain sebagainya b. Perangkat lunak, antara lain personil yang terlibat dalam rangka pelaksanaan suatu kegiatan seperti, penerima tamu, pemandu acara, petugas keamanan, petugas konsumsi dan sebagainya. Penunjang lain seperti palu, gong, nampan /alasnya dan lain-lain.

Yang perlu diperhatikan : 1) Ruang harus sesuai dengan kebutuhan (jumlah kursi dan meja) 2) Pengaturan pemasangan bendera kebangsaan merah putih, disesuaikan dengan ruangan 3) Gambar Presiden dan Wakil Presiden 4) Lambang Garuda Pancasila 5) Papan nama petunjuk yang diperlukan 6) Tata suara yang memadai, disesuaikan dengan tata ruang dan tempat 7) Tata lampu yang mencukupi kebutuhan.

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

Penjelasan mengenai perangkat keras sudah disebutkan, namun masih perlu diingat mengenai: a. Jumlah kursi, meja dan perlengkapan sound system, perlengkapan konsumsi b. Perangkat lunak, terdiri dari personil yang bertugas sebagai pelaksana di lapangan, termasuk pemandu acara/pembawa acara, penerima tamu, konsumsi, keamanan dan sebagainya c. Khusus Pemandu Acara (MC), dapat dijelaskan sebagai berikut: 1). Sebagai pemandu acara ia akan melaksanakan tugas sebagai MC o o o o o o 2). Sikap yang tegas dan berdisiplin tinggi Volume suara yang konstan dan mantap Kemampuan menguasai bahasa secara baik, bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Kepekaan terhadap situasi, dalam arti mampu menguasai keadaan dan mampu mengambil keputusan Sifat yang tidak mudah tersinggung Berkepribadian

Pemandu acara adalah kemudi dari seluruh pelaksanaan kegiatan acara, oleh sebab itu harus trampil dengan cepat tanggap membaca situasi.

3) 4).

Harus dapat menempatkan diri cukup sopan dan simpatik Mengetahui tempat posisi berdiri yang tepat (menguasai arena kegiatan)

5) 6).

Pandai mengatur volume suara Tidak dibenarkan pemandu acara mengulas (memberikan komentar) pidato seseorang

7).

Mampu menguasai massa

2. Tata upacara, Ialah tata urutan kegiatan, yaitu bagaimana suatu acara harus disusun sesuai dengan jenis aktivitasnya. Untuk keperluan itu harus diperhatikan :

a) jenis kegiatan; b) bahasa pengantar yang dipergunakan; c) materi aktivitas

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

Dalam

tata upacara, supaya direncanakan

siapa yang akan terlibat dalam

kegiatan upacara, personil penyelenggara dan alat penunjang lain. Pengisi acara, misal dalam memberikan sambutan, diperhatikan jenjang jabatan mereka yang akan memberikan sambutan. Kesediaan mereka yang menyambut, jauh sebelumnya

sudah dihubungi. Untuk kelancaran suatu upacara diperlukan seorang stage manajer yang bertugas menjadi penghubung antara pembawa acara dan pelaksana upacara.

3. Tata Tempat atau Preseance, Ialah ketentuan atau norma yang berlaku dalam hal tata duduk para

pejabat, yang biasanya didasarkan atas kedudukan ke tata negaraan dari pejabat yang bersangkutan, kedudukan administratif/struktural dan kedudukan sosial. Tata urutan tempat duduk di Indonesia diatur dengan Keputusan Presiden nomor 265 tahun 1968. Tata tempat pada hakekatnya meliputi: o o o Tata tempat duduk Tata urutan memasuki kenderaan Tata urutan kedatangan dan kepergian/pulang.

a-

Tata Tempat duduk, mempunyai aturan dasar. Preseance berarti urutan yaitu siapa yang berhak mendapatkan prioritas dalam suatu urutan atau tata urutan atau tata tempat duduk.

Secara umum tata urutan antara lain : - Orang yang dianggap paling utama atau tertinggi, mempunyai urutan paling depan atau mendahului, - Apakah mereka duduk berjajar, orang yang duduk di sebelah kanan orangorang yang paling utama, dianggap mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari pada duduk sebelah kirinya. - Jika duduknya menghadap meja, yang dianggap tempat pertama adalah menghadap pintu keluar. Yang duduk di dekat pintu dianggap paling terakhir. - Bila ada dua orang, yang kanan adalah yang pertama ( 2, 1) - Bila ada tiga orang, yang kanan adalah yang pertama ( 3, 1, 2 )

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

Cara penempatan/penerapan harus ditetapkan terlebih dahulu tempat yang pertama kemudian baru yang lain dengan ketentuan yang berada disebelah kanan dari tempat yang pertama adalah dianggap lebih tinggi dari yang duduk di sebelah kirinya.

b- Tata urutan memasuki kenderaan Tata urutan memasuki kenderaan bagi undangan resmi atau kenegaraan memerlukan perhatian dan penanganan khusus bahkan perencanaan yang matang. Tipe kenderaan juga mempengaruhi pengaturan itu. Peranan pengemudi, ia juga harus mengenal pengetahuan protokoler, termasuk penampilannya. Beberapa cara bagaimana memasuki pesawat udara, kapal laut, kenderaan mobil atau kereta api sebagai berikut: 1. Pesawat udara : Seorang dengan urutan pertama akan masuk pesawat udara yang paling akhir, sedangkan kalau menuruni pesawat, orang yang utama akan turun lebih dahulu. 2. Kapal laut: orang yang utama, naik terlebih dahulu dan akan turun akan turun lebih dahulu 3. Kenderaan mobil atau kereta, - Orang yang paling utama, baik sewaktu naik maupun sewaktu turun akan mendahului yang lain. Namun demikian apabila letak kenderaan tidak dapat diatur sedemikian rupa karena keadaan, hal tersebut merupakan suatu perkecualian. 4. Letak kenderaan hendaknya dihadapkan ke kiri, artinya arah kenderaan akan menuju, berada di sebelah kiri kita 5. yang utama duduk di tempat duduk sebelah kanan, sedang berikutnya di sebelah kiri 6. bila sampai ke tempat tujuan dan akan turun, hendaknya kenderaan dihadapkan ke sebelah kanan, sehingga memudahkan yang utama dapat turun lebih dahulu 7. Jika penumpang mobil tiga orang dan duduk di belakang, maka orang yang paling terhormat duduk disebelah kanan, orang ke dua duduk paling kiiri, dan orang ketiga duduk di tengah. 8. Jika mobil dimungkinkan di duduki oleh lebih dari 5 atau 6 orang, karena ada tambahan bak di tengah, maka bak yang paling tengah diduduki oleh orang yang paling rendah kedudukannya, yang lebih tinggi menduduki di sebelah kanan kirinya.

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

4. Tata Busana. Tata busana disini ialah pakaian yang harus yang dimaksud ialah pakaian yang harus dikenakan pada suatu aktivitas protokoler, baik oleh para pejabat undangan ataupun pelaksana kegiatan. Tata busana harus ditentukan atau dicantumkan pada surat undangan yang dikirimkan. Jenis tata busana yang perlu diketahui: a. Pakaian Sipil Lengkap (PSL) b. Pakaian Sipil Harian (PSH) c. Pakaian Dinas Lapangan (PDL) d. Pakaian Dinas Harian (PDH) e. Pakaian Dinas Upacara I, II, II, (PDU) untuk kalangan militer. f. Pakaian Resmi Jabatan (untuk pejabat tertentu)

g. Pakaian Nasional atau pakaian resmi organisasi (Dharma Wanita, Korpri) h. Toga (Untuk Perguruan Tinggi/Institut)

Perlu diketahui termasuk di dalam Tata busana ialah sepatu yang dipakai, topi, tanda kebesaran/kehormatan yang merupakan kelengkapannya. Sedangkan pakaian batik lengan panjang sebenarnya hanya dianggap sebagai pakaian resmi dalam suatu jamuan makan yang bersifat resmi, sedang dalam suatu upacara masih belum dianggap resmi, hanya disebut sebagai pakaian rapi. Hal tersebut tergantung pada catatan yang disebutkan di dalam undangan mengenai jenis pakaian yang perlu dikenakan.

5. Tata Warkat. Pengaturan mengenai undangan yang akan dikirim untuk suatu kegiatan. Hal yang perlu diperhatikan ialah: a. Daftar nama tamu yang akan diundang hendaknya sudah disiapkan sesuai dengan jenis/keperluan kegiatan b. Jumlah undangan disesuaikan dengan kapasitas tempat, kepentingan serta tercapainya tujuan kegiatan sendiri. c. Bentuk undangan sedapat mungkin dibakukan untuk setiap jenis kegiatan, baik mengenai format, isi dan sebagainya. d. Menulis nama orang yang diundang hendaknya secara benar dan jelas baik mengenai nama, pangkat, jabatan dan alamatnya.

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

e. Dalam

undangan

perlu

dijelaskan

undangan

diperuntukkan

beserta

istri/suami atau tidak. Tidak dibenarkan dalam undangan resmi disebutkan undangan berlaku untuk beberapa orang. f. Mencantumkan kode undangan pada sampul undangan untuk

mempermudah penempatan duduknya. g. Mencantumkan ketentuan mengenai pakaian yang dikenakan h. Menentukan batas waktu penerimaan tamu i. Catatan dalam undangan agar memberitahukan kehadirannya atau ketidak hadirannya (RSVP yang merupakan singkatan : repondez sil vous plaiz) j. Undangan dikirim dalam waktu relatif tidak terlalu lama dengan waktu pelaksanaan kegiatan (seminggu sebelumnya hendaknya sudah terkirim)

Bagaimana keprotokolan di Indonesia? Protokol di Indonesia diatur dalam Undang-undang nomor 8 tahun 1987, ialah serangkaian aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan atau kedudukannya dalam Negara, pemerintahan atau masyarakat Dalam Rapat Kerja Nasional-Rakernas Protokol tanggal 7 9 Maret 2004 di Jakarta disepakati, bahwa keprotokolan ialah Norma-norma atau aturan-aturan atau kebiasaan-kebiasaan yang dianut atau diyakini dalam kehidupan bernegara, berbangsa, pemerintah dan bermasyarakat. Siapa yang mengatur? Yang mengatur pejabat protokol yang berkompeten dalam penyelenggaraan keprotokolan dan seseorang yang memiliki tugas dan fungsi yang berkaitan dengan keprotokolan.

Bagaimana cara mengaturnya? 1. Tata cara : setiap kegiatan acara harus dilakukan secara tertib, khidmat serta setiap perbuatan atau tindakan yang dilakukan menurut aturan dan urutan yang telah dilakukan 2. Tata krama: yaitu etiket dalam pemberian penghormatan 3. Aplikasi aturan-aturan: yaitu penerapan ketentuan peraturan perundangundangan di bidang keprotokolan dan yang berkaitan dengan keprotokolan harus berlaku selaras dengan situasi dan kondisi

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

Sebelum lahir Undang-undang keprotokolan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan sebuah pedoman Keprotokolan yang berdasarkan Keputusan Menteri nomor 0298 tahun 1984 di lingkungan Departemen P dan K (sekarang disebut Departemen Pendidikan Nasional 2005),bahwa keprotokolan mengatur tata cara pergaulan antar pejabat yang dilibatkan dalam suatu kegiatan tertentu yang bersifat resmi berdasarkan norma, kesepakatan, atau kelaziman yang berlaku dalam tata pergaulan tersebut.

2. 3 Jenis-jenis kegiatan. Jenis-jenis kegiatan yang diatur oleh Surat Keputusan Menteri P & K no.0298/1984, tentang keprotokolan yang tadinya digunakan dalam lingkungan Departemen Pendidikan Nasional (dahulu Dep.P&K), tiga tahun kemudian

dituangkan dalam Undang-undang nomor 8/tahun 1987 tentang keprotokalan Jenis-jenis kegiatan keprotokolan tersebut meliputi: 1. Umum/Kenegaraan 2. Universitas/Perguruan Tinggi/kedinasan instansi. Jenis kegiatan yang bersifat umum, dapat pula berlaku di tingkat

Universitas/Perguruan Tinggi/ Kedinasan instansi, antara lain berbentuk: 1) Upacara Pelantikan dan serah terima jabatan 2) Upacara penandatangan naskah kerjasama 3) Upacara Sumpah pegawai 4) Upacara peresmian / pembukaan gedung baru 5) Peresemian sebagainya. Jenis kegiatan yang bersifat Universitas/ Perguruan Tinggi: Upacara Dies Natalis Upacara Wisuda Sarjana Upacara Pengukuhan Guru Besar Upacara Promosi Doktor / Doktor Honoris Causa. pembukaan seminar, symposium, diskusi dan

Kegiatan dan pelaksanaan Upacara a). Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Jenis kegiatan banyak terjadi di kalangan pemerintah dan perguruan tinggi

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

Yang perlu diperhatikan : ( lampiran 1) 1. Tata ruang 2. Kelengkapan upacara, dan 3. Urutan Acara a) b) c) Pembukaan Pembacaan surat keputusan (tidak dibaca keseluruhan) Pelantikan pejabat baru, didahului dengan pengambilan sumpah jabatan menurut agama / kepercayaan yang dilantik, didampingi rohaniwan yang bersangkutan, kemudian penandatangan, saksi d) e) f) g) Pembacaan naskah berita acara serah terima Penandatangan berita acara Sambutan tunggal pejabat yang melantik Penutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat baru dan pejabat lama h) Ramah tamah

Adakalanya di dalam acara setelah penandatanganan naskah berita acara, diselipkan penyerahan memorandum akhir jabatan dari pejabat yang lama kepada yang melantik dan atau penyematan tanda jabatan yang dapat berupa kalung atau lencana jabatan oleh pejabat yang melantik

b). Upacara Penanda tanganan Naskah kerjasama Yang perlu diperhatikan adalah: (lampiran 2) 1. Tata ruang 2. Kelengkapan upacara 3. Urutan acara : a) Pembukaan b) Pembacaan naskah kerjasama oleh petugas c) Penandatangan naskah kerjasama oleh Pemimpin d) Saling menyerahkan naskah kerjasama e) Sambutan-sambutan: Sambutan tuan rumah Sambutan pihak tamu Ramah Tamah f) Penutup

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

10

c). Penyelenggaraan Seminar dan Simposium Seminar adalah pertemuan ilmiah untuk membahas suatu masalah tertentu. Dalam seminar hal yang pokok adalah terdapatnya makalah atau paper yang dibahas, diperlukan penyaji bahan makalah, moderator atau pengatur seminar dan pembahas untuk setiap jenis makalah dan panitia pengarah, yang akan membuat kesimpulan mengenai hasil seminar. Berkaitan dengan seminar, protokoler yang memperhatikan Tata ruang, tata tempat dan perlengkapan seminar. ( Lampiran 3a) Mengenai urutan acara, secara protokoler diatur sebagai berikut: Pembukaan seminar diresmikan oleh pejabat terkait, dihadiri oleh undangan dan peserta seminar. Pembukaan upacara Seminar, diikuti oleh peserta seminar, membahas sesuatu topik berupa makalah. Susunan ruangan, tempat dan pengaturannya berbeda dengan upacara pembukaan pada saat seorang pejabat secara resmi membuka (sekitar satu jam) Dengan kata lain penyelenggaraan seminar dibagi dalam dua kegiatan, seminar dibuka oleh seorang pejabat dan seminar yang dipimpin oleh seorang moderator dan kemungkinan terdapat beberapa penyaji dengan berbeda makalah. (Biasanya pejabat dan undangan lain tidak hadir dalam seminar tersebut.)

Yang perlu diketahui protokol: Tata busana dalam suatu seminar, pada upacara pembukaan hendaknya PSL (pakaian sipil lengkap), sedangkan dalam persidangan seminar, pakaian rapih. Protokol dalam acara ini hendaknya dapat mengatur akomodasi setiap peserta seminar, juga keberangkatan. Urut-urutan acara: 1. Pembukaan 2. Sambutan-sambutan Panitia pelaksana seminar Pejabat atasan pelaksana seminar dilanjutkan dengan peresmian pembukaan seminar Istirahat Pidato pengarahan pejabat tertentu Persidangan seminar. tiket kepulangan serta penjemputan, kedatangan dan

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

11

Simposium sejenis seminar, hanya perbedaannya adalah dalam suatu symposium disamping disajikan makalah, juga dilakukan suatu forum yang disebut sebagai floor artinya pembahasan tidak hanya dilakukan oleh seorang atau dua pembahas, melainkan oleh peserta symposium. Didalam sympo-sium tidak dilakukan suatu kesimpulan sebagai hasil pertemuan yang diumumkan. Tata upacara, tata ruang dan tata tempat tidak jauh berbeda dengan bentuk seminar (Lampiran 3 b)

Wisuda Sarjana dan promosi doktor. 1. Upacara Wisuda. Penyelenggaraan upacara Wisuda Sarjana, nampaknya di berbagai Perguruan Tinggi sudah lazim, namun menurut pengamatan masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi, baik tata cara protokolnya, maupun tehnis pelaksanaannya tata cara itu sendiri Hal-hal yang perlu diperhatikan: Tata ruang, dibagi tiga bagian yaitu tata ruang untuk kelompok Pimpinan Universitas, untuk kelompok wisudawan dan kelompok orangtua wisudawan Tata tempat Perlengkapan yang diperlukan Tata busana Tata Upacara 1. Pembukaan oleh Rektor 2. Pelantikan wakil lulusan/ sarjana utama oleh Rektor, didahului amanat Rektor 3. Penyampaian ijazah 4. Sambutan-sambutan (Lampiran 4)

2. Upacara promosi doktor Upacara semacam ini diatur oleh Departemen Pendidikan Nasional, hanya diperkenankan kepada Perguruan Tinggi tertentu yang memiliki program studi Pascasarjana, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta Hal-hal yang perlu diperhatikan: Tata ruang Tata tempat (Lampiran 5)

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

12

Seorang pedel / pembawa barisan tim penguji, yang juga akan mengatur jalannya ujian promosi Tata busana Tata Upacara

3. Upacara Pengukuhan Guru Besar Seseorang sebelum dikukuhkan sebagai Guru Besar,terlebih dahulu dilakukan upacara pelantikan yang bersangkutan sebagai Guru Besar. Sekaligus sebagai anggota Senat Universitas. Hal tersebut dilakukan dengan suatu upacara mendahului dilangsungkan suatu Rapat Senat Universitas. Biasanya dasar yang dipakai untuk melantik seseorang sebagai Guru Besar adalah surat keputusan Menteri Pendidikan Nasional Hal-hal yang perlu diperhatikan secara protokoler (Lampiran 6 ) a. Tata ruang diatur sebagaimana terlihat pada (denah 6) b. Tata tempat, dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing untuk para guru besar yang bertoga, undangan VIP dan undangan bagi keluarga Guru Besar yang dikukuhkan, yang kesemuanya di lakukan berdasarkan preseance. c. Tata busana bagi semua Guru Besar: Toga dengan dasi kupu-kupu berwarna putih. Bagi undangan VIP pakaian sipil lengkap, TNI dan Polisi menyesuaikan d. Tata upacara o o o o Pembukaan Pidato Pengukuhan oleh Guru Besar yang bersangkutan Pemberian ucapan selamat kepada Guru Besar yang bersangkutan disertai keluarganya Ramah tamah adalah sebagai berikut:

e. Lain-lain - Pada waktu selesai pemberian ucapan dibagikan buku pidato pengukuhan kepada hadirin - Pada tata warkat hendaknya diperhatikan = batas waktu penerimaan tamu = tatabusana yang diperlukan = RSVP bagi undangan VIP - Undangan hendaknya dikirimkan selambat-lambatnya satu minggu sebelumnya hari kegiatan.

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

13

4. Upacara Bendera Upacara dapat dilakukan setiap tanggal 17 bulan berjalan atau pada hari yang dianggap penting seperti hari peringatan yang bersifat Nasional maupun Lokal. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh protokol: Tata ruang: biasanya dilakukan di lapangan terbuka Tata perlengkapan, bendera, Mimbar upacara, sound system, naskah-naskah yang akan diucapkan; petugas bendera, Komandan upacara dan sebagainya Tata busana, pakaian sipil harian (PSH) : Tata urutan upacara 1. Barisan peserta upacara disiapkan oleh komandan Upacara 2. Pembina Upacara memasuki lapangan upacara 3. Pembina upacara menuju mimbar upacara 4. Penghormatan umum kepada Pembina uopacara 5. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina upacara 6. Pengibaran sang Merah Putih diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh suara paduan suara Pengibaran sang saka ini dibarengi dengan penghormatan kepada bendera, dipimpin oleh Komandan Upacara. Tidak dibenarkan peserta upacara memberikan penghormatan kepada sang saka merah putih dengan menyanyikan lagu kebangsaan. 7. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Pembina Upacara 8. Pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945 9. Pembacaan naskah Pancasila oleh Pembina Upacara ditirukan oleh semua peserta upacara 10. Sambutan tunggal Pembina Upacara 11. Doa (kalau diperlukan) 12. Pnghormatan umum kepada Pembina upacara 13. Laporan Komandan upacara 14. Pembina upacara meninggalkan lapangan upacara 15. Upacara dibubarkan oleh Komandan Upacara 16. Selesai

Upacara Dies Natalis Pada upacara Dies Natalis dilaksanakan dalam suasana lebih khidmat dari pada upacara yang lain, baik mengenai acara-acara yang dilangsung dalam rangkaian kegiatan Dies maupun upacara itu sendiri.

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

14

a. Tata ruang pada upacara ini dapat dikatakan hampir hampir sama dengan upacara pengukuhan Guru Besar (lihat Denah lampiran 5) b. Tata tempat duduk berpedoman pada preseance. c. Perlengkapan yang diperlukan: o o o o o o o Mimbar pidato Sound system Meja dan kursi Dekorasi, bendera dan bendera Universitas?Fakultas Buku pidato Dies, buku tahubnan tahunan Rektor OPetugas pelaksana upacara, taplak meja secukupnya Tanda pengfhargaan/tanda

Pertanyaan latihan. Setelah mempelari Modul 2 Pengetahuan Protokol, mahasiswa diharapkan agar dapat: menjawab: 1. Apakah arti protokol, juga asal mula istilah tersebut dari mana? 2. Sebutkan aktivitas keprotokolan? 3. Apakah benar kegiatan protokol di Indonesia diatur dalam Undang-undang. Sebutkan! 4. Mengapa dari keaktivan antara lain disebut Tata Ruang, dimana Anda melakukan kegiatan.? 5. Dari undang-undang keprotokolan, diatur juga Tata urutan kenderaan. Jelaskan ! 6. Mengapa urusan undangan menjadi perhatian undang-undang. Apa yang diharap panitia penyelenggara? memasuki

Public speaking - -Helena olii

Modul 2 . Pengetahuan Protokol Fikom UMB 2007 revisi 2

15

TUGAS Coba Anda gambarkan denah sebuah pertunjukkan konser di salah satu gedung.

CONTOH KASUS Seorang PR sebelum menjelaskan sesuatu tentang lembaga atau organisasi, bahkan produksi baru atau hasil produksinya berdampak merugikan orang lain, akan mengundang wartawan media menjelaskan posisi mereka yang menimbulkan berbagai pikiran yang berdampak terhadap organisasi dan hasil kerja mereka. Dalam hal ini ia akan merencanakan, mengatur, melaksanakan, agar pertemuan dengan wartawan berjalan lancar, yang dapat memuaskan kedua belah pihak. Tetapi sebaliknya mereka tidak mengerti maksud Anda mengundang mereka, karena dalam berbicara, suara anda monoton, bernada sangat tinggi, sumbang, tidak jelas, mulut kurang dibuka, berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat, bahkan anda menyampaikan lebih banyak suara hidung, sengau.

DAFTAR BACAAN

Wuryanto, ME Satrio (1992), Pengetahuan tentang protokol di Indonesia. Yogyakarta, Liberty Departemen P & K (1984), Pedoman keprotokolan di lingkungan

DepartemenPendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Departemen P & K Sekertaris Jenderal MPR RI. 2005, Ceramah keprotokolan di depan mahasiswa Fikom UMB, Jakarta, Sekjen MPR RI.

Public speaking - -Helena olii

Anda mungkin juga menyukai