Anda di halaman 1dari 2

Definisi Purpura Henoch-Schonlein (PHS) yang dinamakan juga purpura anafilaktoid atau purpura nontrombositopenik adalah sindrom klinis

yang disebabkan oleh vaskulitis pembuluh darah kecil sistemik yang ditandai dengan lesi kulit spesifik berupa purpura nontrombositopenik, artritis atau artralgia, nyeri abdomen atau perdarahan gastrointestinalis, dan kadang-kadang nefritis atau hematuria. Manifestasi Klinis Henoch Schonlein Purpura Onset Akut diikuti gejala yang timbul simultan, hilang timbul, atau berurutan dalam beberapa minggu atau bulan. Demam ringan dan lelah, diikuti beberapa gejala yang tiimbul akibat kerusakan pembuluh darah kecil. Pada kulit terdapat maculopapul pink kemudian menjadi petechiae dan purpura, lalu menjadi ungu dan coklat dan menghilang. Edema dapat terjadi di daerah tertentu misalnya pinggang, gluteal, palpebra, labium, scrotum, dorsal metacarpal dan metatarsal.

Arthritis, muncul di lutut, dan tarsal, dan sendi yang terkena tampak oedem. Pada aspirasi cairan (arthrocentesis) didapatkan massa serous, non hemorrhagic. Oedem hilang dalam beberapa hari tanpa deformitas. Traktus Gastrointestinalis: kerusakan pembuluh darah di Traktus Gastrointestinalis yang menyebabkan colic abdomen intermitten, dapat ditemukan darah pada pemeriksaan feses, atau hematemesis. Eksudat peritoneal, pembesaran nodulus lymphaticus, oedem segmental, dan hemorrhagic. Dapat terjadi intussusepsi yaitu dapat diraba massa pada daerah intussepsi, atau ditemukan Currant jelly stools. Diagnosis Ditemukan lesi kulit purpura yang menonjol. Edema, eritema, arthritis, nyeri abdomen, dan nefritis dapat membuat diagnosis menjadi lebih sulit. Harus dibedakan dengan Systemic Onset Juvenile rheumatoid arthritis, (rash hanya pada sendi). Pemeriksaan penunjang Tidak ada pemeriksaan yang spesifik untuk pemeriksaan penunjang. Mungkin ditemukan thrombocytosis, peningkatan laju endapan darah, leukositosis, anemia dari perdarahan gastrointestinalis IgA, IgM, Antinuclear antibodies(ANA), Antibody to Nuclear Cytoplasmic (ANCA), dan Rheumatoid Factor (RF). Sering ditemukan Anticardiolipin dan Anti phospholipid antibody. Intusussepsi umumnya terjadi di Ileoileal dan umumnya dapat direduksi dengan barium enema. Nefritis ditandai dengan eritrosit, leukosit, silinder, atau albumin dalam urine. Diagnosis definitif dengan ditemukan vaskulitis, Biopsi ren didapatkan IgA mesangial pada IgM, C3, dan fibrin. Penatalaksanaan Pengobatan Henoch Schonlein Purpura menggunakan kortikosteroid 1-2 mg / kg / 24 jam,bila terjadi intussusepsi dapat direduksi dengan barium enema atau reseksi. Penatalaksanaan simptomatis dapat menggunakan paracetamol (Acetaminophen) untuk arthritis, oedem, malaise dan febris. Pada oedem ekstremitas dapat dilakukan pengangkatan ekstremitas yang oedem, bila terjadi oedem pada scrotum dilakukan pendinginan pada scrotum.