Anda di halaman 1dari 9

1

Sistem Pelayanan di Perpustakaan Sekolah


Dini Kurniasari d_bluebiru@yahoo.com Abstrak Sistem pelayanan di perpustakaan sekolah seperti yang banyak orang ketahui adalah berupa jasa peminjaman buku. Tetapi, sebenarnya jasa peminjaman buku hanyalah bagian kecil dari sistem layanan di perpustakaan sekolah. Berbagai jenis sistem layanan di perpustakaan sekolah dapat menjadi salah satu faktor yang membuat para siswa untuk tertarik mengunjungi perpustakaan. Dengan berpedoman terhadap beberapa buku sebagai acuan dalam penelitian, semakin menguatkan bahwa masih banyak jenisjenis sistem layanan yang disediakan di perpustakaan sekolah. Secara khusus tulisan ini membahas jenis-jenis sistem layanan perpustakaan yang terdapat dibeberapa sekolah yang dapat menarik siswanya untuk berkunjung. Kata kunci Perpustakaan sekolah, sistem pelayanan

A. Pendahuluan Perpustakaan menurut Sulistyo Basuki dalam bukunya berjudul Pengantar Ilmu Perpustakaan dan Informasi adalah sebuah gedung atau akomodasi fisik tempat menyimpan buku dan media non-buku, digital maupun analog. Perputakaan sebagai akumulasi bahan pustaka dalam arti luas serta forum yang merupakan titik temu antara pemakai informasi dengan pustakawan sebagai sumber yang menyediakan jasa temu balik yang efisien dan efektif (Sulistyo-Basuki,2005:29). Di zaman ini, sudah banyak penduduk Indonesia yang mulai menyadari akan pentingnya peran perpustakaan. Perpustakaan adalah tempat yang dapat menunjang semua kegiatan dalam belajar mengajar. Perpustakaan juga memberikan kemudahan bagi masyarakat kalangan bawah untuk tetap bisa menikmati bahan bacaan yang harganya mahal yang tidak mungkin untuk dibeli. Jadi, Perpustakaan bisa disebut juga pusat dari informasi karena dapat membantu seluruh masyarakat baik dari kalangan atas sampai bawah untuk tetap bisa mendapatkan pengetahuan dengan semua bahan-bahan pustaka yang terdapat didalamnya tanpa harus mengeluarkan biaya yang berlebih. Apabila berpikir tentang perpustakaan, pastinya hal yang terbayang ada tiga kegiatan utama diperpustakaan yaitu, sistem pengadaan yang merupakan cara-cara Page 1

Copyright 2009-2014 www.kolordwijo.Co.cc

2 perpustakaan dalam melakukan penambahan koleksi di perpustakaan, sistem pengolahan yang merupakan cara-cara perpustakaan dalam mengolah dan mengatur bahan-bahan pustaka yang telah tersedia, dan yang terakhir yaitu sistem pelayanan yang merupakan cara perpustakaan dalam memberikan jasa kepada para pengguna perpustakaan. Secara khusus, makalah ini akan menjelaskan tentang sistem pelayanan di perpustakaan sekolah yang lebih dari sekadar memberikan jasa peminjaman buku. Di dalam makalah ini akan diuraikan secara singkat tentang sistem pelayanan di perpustakaan sekolah. Seperti yang banyak orang ketahui sistem pelayanan di perpustakaan sekolah adalah berupa jasa peminjaman buku. Tetapi, sebenarnya jasa peminjaman buku hanyalah bagian kecil dari sistem layanan di perpustakaan sekolah. Masih banyak beberapa sistem layanan yang belum banyak diketahui dan bahkan belum banyak diterapkan pada perpustakaan sekolah itu sendiri. Padahal apabila perpustakaan sekolah itu menyediakan beberapa bentuk dari sistem layanan, tidak menutup kemungkinan, para siswa-siswi pun akan lebih sering mengunjungi perpustakaan. Metode yang digunakan oleh penulis pada penulisan makalah ini adalah metode kepustakaan yaitu, serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka dengan membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian (Zed, 2004:2) beberapa sumber pustaka yang dijadikan acuan berjudul Pengantar Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang ditulis oleh Sulistyo-basuki, Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah yang diterbitkan oleh Perpustakaan nasional RI, dan Fungsi dan Peranan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar oleh Hengky Latul. Di dalam makalah ini, akan diuraikan jenis jenis perpustakaan dan perpustakaan apa sajakah yang terdapat di Indonesia. Selain itu juga, akan dijelaskan sistem pelayanan yang terdapat di perpustakaan sekolah dan jasa-jasa apa sajakah yang seharusnya terdapat di perpustakaan tersebut untuk dapat menarik para siswa dan siswinya menggunakan perpustakaan secara maksimal. Makalah ini akan ditutup dengan kesimpulan berupa pendapat dari penulis yang semoga saja dapat membantu mengevaluasi sistem pelayanan di perpustakaan sekolah untuk dapat meningkatkan pelayanan yang ada di dalamnya..

Copyright 2009-2014 www.kolordwijo.Co.cc

Page 2

3 B. Jenis-Jenis Perpustakaan Pada hakekatnya setiap perpustakaan memiliki sejarah yang berbeda. Karena sejarahnya yang berbeda-beda itu maka setiap perpustakaan mempunyai tujuan, anggota, organisasi serta kegiatan yang berlainan. Hal tersebut membuat perpustakaan dibagi menjadi beberapa jenis tergantung pada pendekatan yang dipilih. Berdasarkan kebiasaan maka jenis perpustakaan yang ada dewasa ini ialah sebagai berikut: 1. Perpustakaan internasional 2. Perpustakaan nasional 3. Perpustakaan umum 4. Perpustakaan pribadi 5. Perpustakaan khusus 6. Perpustakaan sekolah 7. Perpustakaan perguruan tinggi Dari jenis-jenis perpustakaan tersebut, tidak semuanya terdapat di Indonesia. Hanya ada lima jenis perpustakaan yang lazim ditemukan di Indonesia yaitu, perpustakaan nasional, perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi. Karena makalah ini mengangkat tema tentang perpustakaan sekolah, maka pada kesempatan kali ini, penulis hanya akan menjelaskan tentang perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah seperti namanya, adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah sekolah, dikelola sepenuhnya oleh perpustakaan bersangkutan, dengan tujuan utama membantu sekolah untuk mencapai tujuan khusus dari sekolah bersangkutan dan tujuan pendidikan pada umumnya (Sulistyo-Basuki, 2005:62).. Tujuan khusus perpustakaan sekolah adalah membantu sekolah mencapai tujuannya sesuai dengan kebijakan sekolah tempat perpustakaan itu berada. Maka untuk mencapai tujuan tersebut, perpustakaan sekolah bertugas sebagai Penyedia buku bagi murid-murid yang berperan sebagai pengguna dan juga bagi para guru sebagai bagian yang berkaitan dengan kurikulum sehingga dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Copyright 2009-2014 www.kolordwijo.Co.cc

Page 3

4 Penyedia bacaan hiburan bagi pengguna baik murid-murid maupun para guru dengan memisahkan tempat koleksi karena minat, keperluan, dan tingkat intelektual yang berbeda. Tempat untuk mendidik para murid untuk menggunakan perpustakaan sebagai bagian dari pendidikan pemakai. Penyedia materi audiovisual sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar. Perpustakaan sekolah dibeberapa sekolah mengalami perubahan nama akibat penemuan materi baru karena pengaruh dari teknologi dan informasi. Namun sayangnya, masih banyak sekolah-sekolah di Indonesia ini yang mengelola perpustakaan sekolahnya dengan sekadarnya saja sehingga timbul kesan bahwa perpustakaan sekolah tidak lain adalah sebuah tempat yang hanya digunakan sebagai penyimpanan buku. Dampak dari hal tersebut adalah penggunanya tidak dapat memanfaatkan perpustakaan yang ada dengan sebaik mungkin dikarenakan sistem pelayanan yang ada tidak membuat pengguna tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan. C. Sistem Pelayanan di perpustakaan sekolah Layanan di perpustakaan sekolah bertujuan untuk menyajikan informasi guna kepentingan peningkatan pelaksanaan proses belajar mengajar dan rekreasi bagi semua warga sekolah dengan mempergunakan bahan pustaka yang dimilikinya. Sebagai suatu lembaga jasa, keberhasilan perpustakaan sangat tergantung dari sistem dan pelaksanaan aspek layanannya kepada para pemakainya. Secara umum, perpustakaan yang berhasil adalah perpustakaan yang banyak dikunjungi oleh masyarakat pemakainya untuk memanfaatkan sumber-sumber informasi yang ada didalamnya. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah agar dapat melaksanakan layanan yang baik hendaknya harus mempunyai petugas perpustakaan yang aktif (Perpustakaan Nasional RI, 1994:71). Ditinjau dari sasaran yang dituju, maka ada tiga jenis layanan yang diberikan oleh perpustakaan sekolah menurut Hengky Latul (1990:80), yaitu 1. Layanan kepada guru yaitu, dengan memberikan kegiatan berupa peningkatan pengetahuan guru mengenai subjek yang menjadi bidangnya, membantu guru dalam mengajar di kelas, menyediakan pesanan bahan pustaka bahan pustaka yang dibutuhkan mata pelajaran tertentu, menyediakan bahan informasi bagi
Copyright 2009-2014 www.kolordwijo.Co.cc

Page 4

5 kepentingan penelitian yang diperlukan oleh guru dalam rangka meningkatkan profesinya, menyediakan jam cerita, dan mengisi jam pelajaran yang kosong. 2. Layanan kepada murid yaitu dengan memberikan kegiatan berupa menyediakan bahan pustaka untuk memperluas pengetahuan, menyediakan bahan pustaka untuk memperdalam bidang yang diminati, menyediakan bahan pustaka untuk meningkatkan keterampilan, menyediakan kemudahan kepada murid untuk mengadakan penelitian, dan mengadakan efektifitas untuk meningkatkan minat baca. 3. Layanan kepada manajemen sekolah yaitu dengan cara perpustakaan sekolah secara aktif membantu pimpinan sekolah dan guru dalam bidang perencanaan, pelaksanaan, pemanduan, dan penilaian program-program pendidikan di sekolah. Apabila semua sasaran yang diatas telah terpenuhi, maka suatu perpustakaan sudah bisa dianggap berhasil dalam menjalankan sistem pelayanannya. D. Aktifitas layanan di perpustakaan sekolah. Aktifitas layanan di perpustakaan sekolah beraneka ragam jenisnya. Tapi kebanyakan perpustakaan sekolah yang ada, hanya memberikan layanan berupa peminjaman bahan pustaka berupa buku. Berikut adalah berbagai aktifitas layanan pada perpustakaan sekolah (Sulistyo-basuki 2005:69-70). 1. Peminjaman bahan pustaka(buku) baik buku-buku yang menunjang kegiatan belajar mengajar ataupun buku-buku fiksi seperti cerita adat dan novel. 2. Menyediakan sumber-sumber informasi bagi murid atau guru dan menjawab pertanyaan-pertanyaan murid atau guru tentang berbagai bidang ilmu pengetahuan. 3. Sekolah yang mempunyai perpustakaan sekolah yang dikelola dengan baik ditempatkan dalam ruangan yang cukup besar dengan fasilitas yang memadai dapat mengadakan jam perpustakaan. Ruang perpustakaan harus besar, sebab pada jam ini murid-murid satu kelas diharuskan mengadakan berbagai macam penyelidikan tentang berbagai seni subjek yang berhubungan dengan kurikulum sekolah. Kemudian murid-murid ditugaskan menyusun karangan

Copyright 2009-2014 www.kolordwijo.Co.cc

Page 5

6 singkat tentang subjek yang telah diselidiki sehingga hasil karya mereka yang baik, dapat dipakai untuk menambah koleksi pada perpustakaan tersebut. 4. Melayani kebutuhan pelajar dalam kelas. Hal tersebut dapat dilakukan, bila guru kelas memerlukan bahan-bahan dari perpustakaan untuk membantu pelajarannya. 5. Memberikan pelatihan kepada anak (pendidikan pemakai) supaya mereka dapat menggunakan bahan perpustakaan secara mahir seperti memakai kamus, ensiklopedia, membaca peta dan globe, mengadakan penelitian sesuai dengan tugas dari guru. 6. Bimbingan minat baca. Sesuai dengan fungsi dan tujuannya, perpustakaan sekolah memegang peranan penting dalam peningkatan minat baca. Perpustakaan membantu mendorong dan mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca yang menuju kebiasaan belajar mandiri. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memberikan bimbingan minat baca yaitu, memperkenalkan cara membaca yang baik karena membaca yang baik merupakan modal fisik yang sangat diperlukan. Komponen yang perlu ditekankan pada pengenalan membaca yang baik adalah cara membaca buku ditinjau dari segi : posisi badan, gerak mata, arah sinar penerangan, jarak mata, posisi buku, ukuran, dan tempat duduk kemudian cara membaca untuk mengerti dan memahami, dan cara membaca cepat. Memperkenalkan macam bacaan karena tiap-tiap bacaan memberikan informasi yang berbeda-beda tujuan dan fungsinya, maka perlu dikenalkan pengelompokkan yang sesuai. Kemudian kompetisi membaca, dengan memberikan kebebasan pada anak untuk membaca buku sebanyak-banyaknya secara kompetisi dan dirangsang dengan hadiah. Hadiah dapat diwujudkan dalam bentuk fisik maupun dalam bentuk penghargaan praktis. Selain itu ada juga menceritakan kembali, biasanya dengan cara menugaskan kepada anak-anak untuk membaca suatu bacaan kemudian setelah selesai, mereka diminta untuk menceritakan kembali secara lisan ataupun tulisan. Selain cara-cara diatas, masih ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk membimbing anak-anak dalam peningkatan minat baca seperti melalui penugasan membuat singkatan dengan cara menugaskan kepada anak-anak untuk membaca suatu
Copyright 2009-2014 www.kolordwijo.Co.cc

Page 6

7 bacaan, setelah selesai diminta untuk membuat singkatan isi, menugaskan anak-anak untuk memberikan komentarnya terhadap isi buku yang telah dibaca, mengadakan lomba cerdas cermat, pembuatan majalah dinding dan masih banyak lagi. 7. Layanan pemesanan buku, yaitu merupakan layanan bagi pengguna yang menginginkan suatu buku bacaan namun perpustakaan tersebut tidak memilikinya, maka pengguna bisa memesan kepada pustakawan untuk memasukkannya pada daftar buku yang akan dibeli. 8. Layanan fasilitas computer dan internet seiring berkembangnya jaman, perpustakaan juga harusnya menyediakan layanan internet dimana pengguna dapat juga mencari informasi melalui media tersebut sehingga tidak terlalu terpaku dengan sumber buku saja. 9. Layanan audiovisual, yaitu layanan yang dapat membantu pengguna untuk mendapatkan ilmu pengetahuan melalui media berupa TV kabel, VCD/DVD, dan kaset dengan cara seperti pemutaran film-film yang penuh akan unsur edukasi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar lebih menarik dan tidak membosankan 10. Peminjaman majalah, merupakan salah satu layanan yang bertujuan sebagai media rekreasi bagi pengguna yang telah seharian penuh melakukan kegiatan belajar, sehingga dapat menghibur mereka agar kembali bersemangat untuk menghadapi pelajaran berikutnya. 11. Layanan story telling, merupakan layanan yang dapat membantu para murid untuk belajar mendengarkan, menagkap, dan mengerti apa yang seseorang bicarakan. Semua hal di atas adalah beberapa bentuk aktifitas pelayanan di perpustakaan sekolah yang ideal. Namun, di Indonesia ini, beberapa sekolah apalagi sekolah negeri tidak dapat menyediakan layanan tersebut apabila tidak ada anggaran dari pemerintah yang dikhususkan untuk perbaikan fasilitas perpustakaan. Karena memang semua aktifitas tersebut terbilang mahal dananya.

Copyright 2009-2014 www.kolordwijo.Co.cc

Page 7

8 E. Penutup Dari penjelasan di atas terlihat bahwa kondisi perpustakaan sekolah di Negara kita Indonesia ini masih sangat memprihatinkan karena masih banyak sekolah-sekolah yang tidak memiliki sitem pelayanan yang baik untuk perpustakaannya. Jangankan untuk menyediakan aktifitas layanan yang telah disebutkan di atas untuk tenaga kerja profesional yang mengelola perpustakaannya saja masih amat terbatas dan bahkan kurang. Sehingga keberadaan perpustakaan sekolah menjadi sia-sia. Mungkin hanya pada sekolah-sekolah tertentu saja yang bisa menyediakan aktifitas layanan seperti yang tersebut di atas seperti sekolah swasta dan sekolah yang berstandard international dikarenakan memang semua aktifitas layanan diatas cukup menghabiskan banyak dana. Sebaiknya pemerintah menyisihkan sedikit anggarannya untuk sekolah-sekolah negeri memperbaiki fasilitas untuk perpustakaan sekolahnya agar perpustakaan yang ada tidak menjadi sia-sia dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya sebuah perpustakaan yang merupakan pusat dari informasi

Daftar Pustaka Sulistyo-Basuki. 2005. Pengantar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Jakarta: Gramedia, Perpustakaan Nasional RI. 1994. Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Perpus Nas.RI, Latul, Hengky. 1990. Fungsi dan Peranan Perpustakaan sekolah Sebagai Sumber Belajar. Depok : FS-UI,

Copyright 2009-2014 www.kolordwijo.Co.cc

Page 8

9 Biografi Penulis Dini Kurniasari lahir di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1989. Memperoleh pendidikan di SDN 03 Jakarta, SLTP 74 Jakarta, dan SMAN 31 Jakarta. Setelah lulus SMA Dini melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia mengambil Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi pada tahun 2007.

Saran, kritik, pertanyaan, dan segala hal tentang tulisan ini dapat dikirimkan ke email Dini Kurniasari di d_bluebiru@yahoo.com Artikel ini boleh digunakan, dimodifikasi, dan disebarkan secara bebas, dengan syarat mencantumkan nama penulis dan sumber artikel pada daftar pustaka atau referens. Dilarang mengetik ulang, merubah nama pengarang, dan merubah copyright yang ada pada artikel ini.

Copyright 2009-2014 www.kolordwijo.Co.cc

Page 9