Anda di halaman 1dari 1

Fluida yang dialirkan pada partikel unggun sampai dapat memberikat gaya yang membuat partikel unggun bergerak

dan menunjukan sifat-sifat seperti fluida. Fenomena ini disebut fluidisasi. Fluidisasi terjadi ketika gaya seret udara (drag force) telah mengimbangi gaya berat partikel, pada keadaan ini kecepatan udara telah mencapai kecepatan superfisial minimum fluidisasi. Pressure drop merupakan penurunan tekanan antara dua titik dalam pipa (kolom). Penurunan tekanan pada permukaan unggun inilah yang menyebabkan unggun terangkat. Pada gambar 3.7 dapat dilihat bahwa setelah laju alir dinaikan, unggun tidak terangkat oleh aliran fluida. Hal ini diakibatkan gaya tekan fluida ke atas belum melewati gaya tekan udara kebawah ditambah gaya berat partikel. Gaya tekan ini juga akan dipengaruhi oleh luas permukaan tekan dan bentuknya. Pressure drop akan meningkat seiring dengan kecepatan aliran udara dan karena Q ~ U maka pressure drop dengan laju alir udara (Q vs. P) akan sebanding dengan pressure drop dengan kecepatan superfisial (U vs. P). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perubahan kecepatan superfisial sebanding dengan perubahan laju alir udara. Tetapi pada saat mencapai kecepatan tertentu, pressure drop akan cenderung konstan. Pada percobaan yang dilakukan, kecenderungan dari grafik Q vs. P dari hasil perhitungan adalah meningkat. Untuk P hasil perhitungan manometer, setelah laju alir mencapai suatu titik, pressure drop konstan. Untuk gambar 3.6, grafik perhitungan unggun zeolit dengan inside diameter 53mm dan tinggi unggun 1 cm didapatkan bahwa pressure drop mengalami penurunan setelah mencapai laju alir tertentu. Hal ini dapat disebabkan karena hanya sebagian unggun yang terfluidisasi dan kecepatan sudah mencapai titik untuk fluidisasi total. Kecenderungan ini akan menyebabkan pressure drop menjadi konstan bahkan menurun. Kekonstanan ini juga dapat digambarkan sebagai akibat dari besarnya porositas yang menyebabkan daya dorong ke atas udara tidak lagi mendorong partikel dan lepas ke arah yang tekanannya rendah. Hubungan dari flowrate dan porositas digambarkan oleh gambar 3.13 dan 3.14. kenaikan porositas cenderung terjadi seiring dengan kenaikan flow rate. Hal ini berhubungan dengan turunnya tekanan diatas unggun. Porositas merupakan perbandingan ruang kosong unggun dengan volume unggun sehingga apabila tekanan permukaan atas unggun turun, unggun akan terangkat dan menyebabkan meningkatnya ruang kosong unggun. Dengan peningkatan ini, kenaikan nilai porositas akan terjadi. Dan apabila kecepatan sudah mencapai kecepatan untuk fluidisasi maksimal, nilai pressure drop akan konstan dan tidak ada terjadi peningkatan volume unggun sehingga porositas akan menjadi kostan juga.