Anda di halaman 1dari 52

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok

K2L (Komite Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan)

GNIB (Gerakan Nasional Indonesia Bersih)

Buletin INFO KESEHATAN PELABUHAN Volume VI Edisi 4 Terbit Pertriwulan Tahun 2011

Jln. Raya Pelabuhan No. 17 Tanjung Priok - Jakarta Utara Kode Pos 14310 , Tlp. 02143931045, Fax. 0214373265

HEADLINE

DAFTAR ISI
3 4 PROLOG ATENSI : KOMPENTENSI dr. Azimal, M.Kes Oleh : dr. AZIMAL, MKES, RUANG TU : Can We Change The World Without Taking Power? Irene Kusumastuyi, SE Oleh : Irene Kusumastuti, SE RUANG PKSE : Ebola, Lassa dan Marburg Oleh : RBA Widjonarko RUANG PRL Persediaan Air Minum di Kapal Oleh : Fery Anthony Form Pemeriksaan Hygiene Sanitasi Kapal Oleh : Nana Mulyana, SKM RUANG UKLW Rift Valley Fever dan Yellow Fever ditularkan oleh Aedes? Oleh : Parsaoran T, SPD, ST, MKES Sambungan Volume VI Edisi 3 Sekilas Info Tentang Demam Kuning Oleh : Hj. Elin Herlinda Kolera Oleh : Manur Aruan Mengatasi Sakit Gigi dan Sakit Berlubang Oleh : drg. Sri Kehamilan dan Persalinan Oleh : Ns. Indah K, S.Kep. TEKNOLOGI & INFORMASI Pentingnya Kesehatan Mental Oleh : Fery Anthony Pola kehidupan Anak manusia Oleh : Roswitha K. Wardhani JEJARING & KEMITRAAN KOMITE KESELAMATAN, KESEHATAN DAN LINGKUNGAN (K2L) / PELABUHAN SEHAT Oleh : dra. Diah Lestari, MKM K2L sebagai Entri Point Oleh : Nana Mulyana, SKM FLORA & FAUNA Kowe & Dlongop Oleh : Ny. Bertha M. Pasolang, S.Sos MINTI DAN MERI Oleh : Ny. Bertha M. Pasolang, S.Sos KAJIAN & DIKLAT PENENTUAN NILAI INDEKS HIDROKARBON DALAM AIR Oleh : Diah Lestari (Kepala Bidang PRL) ANEKA PERISTIWA PERISTIWA YANG TERJADI PADA TRIWULAN IV TAHUN 2011 Oleh : Hj. Jusanah Percaya atau Tidak (Believe or Not) Oleh : Hendra Kusumawardhana

P
P P
Diterbitkan oleh : KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK DITJEN PP & PL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PELINDUNG / PENASEHAT : Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok dr. AZIMAL,M.Kes.

engujian kompetensi ini harus dilakukan oleh pejabat yang bertanggungjawab dan memiliki moral yang bagus tanpa pandang bulu dan tanpa adanya kepentingan individu ataupun kelompok, dengan harapan agar pengangkatan dan penempatan personil pada kedudukan jabatan tertentu akan sesuai dengan persyaratan jabatannya alias the right man on the right place. ( Halaman . 4 )

erubahan kadang mengakibatkan adanya rasa kerugian atau kehilangan bagi sebagian staf karena posisi atau tugas yang berubah. Apabila seseorang staf dipromosikan ke posisi yang lebih baik menggantikan staf lama pasti akan menguntungkan staf tersebut, namun dilain pihak bagi staf yang digantikan pasti akan merasa rugi atau kehilangan ( Halaman .. 6 )

15

18

22

elabuhan Tanjung Priok dalam melakukan aktifitasnya perlu memperhatikan pengelolaan lingkungan yang mengarah pada pelabuhan yang aman, nyaman, bersih dan sehat. Berbagai aspek lingkungan/ kesehatan lingkungan yang mendapat perhatian antara lain: pemeriksaan kadar debu di udara ambient, tingkat kebisingan, penge lolaan sampah dan limbah, penataan bangunan serta penghijauan. ( Halaman . 39 )

23

27 28

Tim Penerbit Buletin Info Kesehatan Pelabuhan


DEWAN REDAKSI : Ketua, RBA. Widjonarko,SKM.M.Kes. Anggota Redaktur : Drs.Wilpren Gultom,MM. Rosyid Ridlo Prayogo,SE,MKM. dr.Farhany,MKM. Agus Syah FH,SKM,MKM dr.Trio Toufik Edwin Fitri Nurhayati EDITOR : Nana Mulyana,SKM. Dian Puspa Riana,SKM. Nur Fitriah,SKM Desain Grafis & Photografer : Yulia Daru Tantri Kusrini Sekertariat : Nursamah,S.Sos Evi Maria Alamat : Jl. Raya pelabuhan No.17 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Telepon : (021) 43931045, 4373266., Faximile : (021) 4373265, Webblog: http:// kkptanjungpriok.blogspot.com. E-mail : kkptanjungpriok@gmail.com Redaksi menerima sumbangan artikel, laporan, reportase, saduran, karikatur, sajak sajak ataupun karya sastra lain dan foto foto yang berkaitan dengan program kesehatan pelabuhan. Redaksi memberikan kesempatan ini pada para kolega KKP, institusi kesehatan unit pusat dan daerah serta seluruh pembaca di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam penulisan Buletin Info Kesehatan Pelabuhan. Tanggapan dan komentar dari para pembaca bisa dikirm lewat pos ke alamat redaksi atau melalui email. Kami berharap komentar untuk kemajuan bulletin pada masa yang akan datang.

30 31

35 37

39 42

44 46

47

Cover Buletin Vol. VI edisi 4

Ucapan selamat dari Kepala KKP Kelas I Tanjung Priok kepada Salah satu peserta pelatihan dokumen kesehatan

48

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

PROLOG

uletin Info Kesehatan Pelabuhan ini merupakan buletin Volume VI edisi 4 yang diterbitkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok. Buletin ini merupakan wahana informasi bagi insan pelabuhan dalam mengembangkan potensi diri guna mendukung pelaksanaan program kesehatan, khususnya bagi para pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia. Buletin Info Kesehatan Pelabuhan berisi informasi hasil kegiatan pelaksanaan program, kajian kajian, pengembangan teknologi, peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan, naskah naskah ilmiah, dan karya karya seni serta peristiwa peristiwa terkini lainya, bahkan informasi kesehatan tradisional. Topik topiknya yakni Atensi, Ruang TU, Ruang PKSE, Ruang PRL, Ruang UKLW, Teknologi dan informasi, Serba serbi, Jejaring kerja dan kemitraan, Flora dan fauna, Kajian dan Diklat, Aneka peristiwa serta Relaksasi Redaksi menerima sumbangan artikel, laporan, reportase, saduran, karikatur, sajak sajak ataupun karya sastra lain dan foto foto yang berkaitan dengan program kesehatan pelabuhan. Redaksi memberikan kesempatan ini pada para kolega KKP, institusi kesehatan unit pusat dan daerah serta seluruh pembaca di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam penulisan Buletin Info Kesehatan Pelabuhan. Dewan redaksi mengajak para pembaca buletin ini untuk melaju dengan kecepatan optimal dalam meningkatkan jejaring informasi guna mencapai kinerja yang kita inginkan. Untuk membaca langsung buletin info kesehatan pelabuhan melalui media komunikasi elektronik bisa berkunjung langsung di http://buletinkkptanjungpriok.blogspot.com/. Kritik dan saran kami nantikan. Selamat bekerja dan sukses selalu Dewan Redaksi

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

ATENSI

KOMPETENSI
Oleh : dr. AZIMAL, M.Kes Pengangkatan dan penempatan Sumber Daya Manusia sebagai Pegawai Negeri Sipil pada sektor kesehatan harus dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan standar kompetensi yang jelas. Kenapa demikian? Sebagian ahli berpendapat bahwa pengujian Kompetensi lebih dari pengujian kecerdasan Sumber Daya Manusia. Kompetensi merupakan karakteristik individu yang dapat membawa pada kinerja yang lebih tinggi, dan karakteristik ini adalah bakat (talenta alam yang mudah dikembangkan), kemampuan (aplikasi praktis dari bakat) dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk pencapaian tugas. Oleh karena itu, pengujian kompetensi sangatlah penting bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil, namun yang paling penting adalah pengujian kompetensi dengan penuh tanggungjawab tanpa adanya kepentingan individual atau kelompok dalam pengangkatan dan penempatan para Calon Pejabat Struktural secara bertahap sesuai jenjang eseloneringnya. Merujuk pada Permenkes 971 tahun 2009, Kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan pada tugas jabatannya sehingga pegawai tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif dan efisien. Sesuai dengan difinisi yang tertera pada Peraturan Menteri Kesehatan tersebut maka seluruh Pegawai Negeri Sipil harus memiliki kompetensi yang dipersyaratkan, baik bagi staf maupun bagi para pejabat struktural dibawah Kementerian Kesehatan. Pengetahuannya harus bagus, ketrampilan juga harus dimiliki secara professional, efektif dan efisien dalam melaksanakan tugasnya, terutama bagi pimpinan atau para pejabat struktural. Siapapun pimpinan suatu organisasi tidaklah menjadi masalah walau pimpinan tersebut tidak memenuhi uji kompetensi alias bodoh, namun dapat dipastikan bahwa organisasi tersebut akan loyo, sedangkan issue dikalangan staf akan muncul seloroh pangkat jenderal tapi otak kopral. Item berikutnya adalah sikap perilaku juga harus menjadi teladan yang baik dalam segala hal agar dapat
Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 4

mengantisipasi munculnya issue dikalangan staf dengan seloroh pangkat jenderal pastilah uangnya juga jenderal, sikat dengan armada kapal keruk. Pengujian kompetensi ini harus dilakukan oleh pejabat yang bertanggungjawab dan memiliki moral yang bagus tanpa pandang bulu dan tanpa adanya kepentingan individu ataupun kelompok, dengan harapan agar pengangkatan dan penempatan personil pada kedudukan jabatan tertentu akan sesuai dengan persyaratan jabatannya alias the right man on the right place. Kompetensi yang harus dimiliki oleh pejabat struktural, antara lain adalah kompetensi dasar (Integritas, Kepemimpinan, Perencanaan, Penganggaran, Pengorganisasian, Kerjasama, dan Fleksibel), kompetensi bidang (kompetensi yang diperlukan oleh setiap pejabat struktural sesuai dengan bidang pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya : orientasi pada pelayanan, orientasi pada kualitas, berpikir analitis, berpikir konseptual, keahlian tehnikal, manajerial, dan professional dan inovasi) serta kompetensi khusus (kompetensi yang harus dimiliki oleh pejabat struktural dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan jabatan dan kedudukannya : Pendidikan, Pelatihan dan Pengalaman jabatan). Memang tidaklah mudah dalam menyelenggarakan pengujian kompetensi ini secara bertanggungjawab dan dengan moral yang bagus tanpa pandang bulu dan tanpa adanya kepentingan individu ataupun kelompok tetapi akan lebih baik apabila hal ini segera dimulai. Betapa banyaknya jabatan struktural dibawah kementerian kesehatan mulai dari eselon 1 sampai eselon 4 yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah dari tiap jenis tenaga kesehatan yang ada. Ingintahu jenis tenaga kesehatan ? Sesuai PP 32 tahun 1996, jenis tenaga kesehatan sebagai berikut : Tenaga medis (dokter dan dokter gigi), tenaga keperawatan (perawat dan bidan), tenaga kefarmasian (apoteker, analis farmasi dan asisten apoteker), tenaga kesehatan masyarakat (epidemiolog kesehatan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan, penyuluh kesehatan, administrator kesehatan dan sanitarian),

tenaga gizi (nutrisionis dan dietisien), tenaga keterapian fisik ( fisioterapis, okupasiterapis dan terapis wicara) dan tenaga keteknisian medis (radiografer, radioterapis, teknisi gigi, teknisi elektromedis, analis kesehatan, refraksionis optisien, otorik prostetik, teknisi transfusi dan perekam medis). Guna meningkatkan berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku petugas, Kantor Kesehatan pelabuhan Kelas I Tanjung Priok menyelenggarakan pelatihan Kekarantinaan Kapal yang dilakukan per kelompok hampir setiap hari dalam bulan Oktober 2011, yang dilanjutkan dengan uji kompetensi dan juga dilanjutkan dengan penyelenggaraan pelatihan pelatihan lain, termasuk pelatihan Surveilens Epidemiologi di Pintu Masuk yang diikuti oleh seluruh staf termasuk pejabat struktural. Semoga Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok semakin lebih bagus. Selamat bekerja.

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

RUANG TU
Can we change the world without taking power?
Oleh : Irene Kusumastuti, SE

Dapatkah kita mengubah dunia tanpa merebut kekuasaan? Dapatkah kita mengubah organisasi tanpa menjadi pucuk pimpinan? Jawabannya adalah mungkin tetapi mustahil.
Pada saat melihat perusahaan milik tetangga kita yang gagal, pemerintahan Negara tetangga yang gagal berantakan oleh adanya perubahan struktur sosial, dan lain lain, pertanyaan yang sering muncul dalam benak kita adalah mengapa gagal? Ada tiga untaian kalimat yang dapat dipakai sebagai arah pandang kita dalam mencermati kegagalan kegagalan tersebut, yakni : Organisasi yang buruk tidak pernah berubah; Organisasi yang baik bereaksi cepat mengantisipasi perubahan; dan Organisasi yang sangat baik menciptakan perubahan. Nah, rupanya pimpinan organisasi ataupun pemerintahan yang tidak visioner dalam mengantisipasi perubahan maka secara otomatis akan membuat organisasi ataupun pemerintahan tersebut menjadi gagal dan berantakan.

Manajemen perubahan merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Kala seorang pemimpin memiliki rencana untuk mengelola perubahan dalam organisasinya, berhati hatilah, berpikirlah lebih matang. Mengapa demikian ?? Setiap staf bereaksi secara berbeda terhadap munculnya perubahan Staf yang berbeda bereaksi secara berbeda juga terhadap perubahan karena setiap
Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 6

orang cenderung memiliki preferensi yang berbeda. Beberapa orang ingin berada dalam posisi stabil, menyukai cara cara mereka tanpa menginginkan perubahan yang mungkin dapat mengganggu kepentingan individualnya. Masalah akan timbul ketika preferensi individu tersebut berbeda dengan situasi yang diinginkan dirinya. Dalam situasi ini, sebagian staf yang terlibat dapat mengalami: ketidakpuasan stres Perilaku negatif, misalnya : ketidakpercayaan ataupun tidak suka) Resistensi dan berusaha untuk berontak atau mengubah atau ada yang memilih status quo Intens emosi Hilangnya penilaian rasional Setiap staf memiliki kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi Berikan waktu kepada staf untuk mengekspresikan pandangan mereka dan mendukung pengambilan keputusan perubahan, menyediakan fasilitas pemikiran tentang untung dan ruginya. Setiap staf memiliki kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi dalam orang terhadap perubahan, antara lain : Kebutuhan untuk keterbukaan proses perubahan Kebutuhan untuk kontrol atas penyelenggaraan pelaksanaan perubahan Kebutuhan untuk dimasukkan atau andil dalam proses perubahan Kebutuhan untuk memperoleh kesejahteraan (terutama urusan makan minum, pakaian dan tempat tinggal) Dll

Jika pelaksanaan perubahan gagal untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan tersebut maka pelaksanaan perubahan tersebut akan cenderung menghadapi berbagai reaksi negatif, mulai dari ambivalensi melalui perlawanan oposisi langsung sampai pada perlawanan perlawanan lain yang menyebabkan staf menjadi tidak produktif yang berdampak pada terjadinya penurunan kinerja perusahaan ataupun organisasi pemerintahan.

Perubahan yang memunculkan kata kerugian / kehilangan bagi sebagian staf Perubahan harus dapat mengidentifikasi kemungkinan kemungkinan yang dapat merugikan staf dan harus ada kejelasan konsep operasional untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya kerugian secara jelas.

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

Perubahan

kadang

mengakibatkan Apabila harapan harapan perubahan tersebut dikemukakan namun nantinya ternyata tidak terpenuhi, maka staf pasti akan kecewa dapat berdampak pada penurunan kinerja. Oleh karena itu, jangan membuat janji janji yang tidak realistis dan tidak dapat dicapai. Ketakutan harus dikelola dengan cermat dan rapi Untuk organisasi dengan jumlah staf yang besar, rencana perubahan harus dikomunikasikan kepada semua staf secara efisien, komprehensif, cermat dan rapi yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan wawancara dengan staf secara individual sehingga tidak muncul adanya rasa ketakutan yang menyelimuti staf. Ingat !!!, Jangan biarkan adanya selentingan beredar diantara staf dan piminan jangan menciptakan agar tidak terjadi konflik yang mengakibatkan terjadinya penurunan kinerja staf. Jangan sampai staf berpikir yang tidak logis oleh adanya rencana perubahan yang akan dilaksanakan, misalnya munculnya pikiran tentang : Kantor kita akan mengurangi jumlah staf, yang berarti kita akan di . . . Pimpinan akan membuat konflik dintara staf dan . . . Saya akan menjadi pertama yang akan ditendang dan . . . Saya tidak akan mampu membayar hutang bank, jadi . . . Mobil dinas yang saya pakai akan ditarik, jadi . . Saya akan merasa bersalah terhadap istri dan anak anak kalau tunjangan saya dihapuskan .. Dll Kekhawatiran tersebut perlu diatasi, misalnya dengan menunjukkan bahwa dengan adanya perubahan yang direncanakan maka gaji yang diterima oleh staf akan lebih tinggi dan memiliki tunjangan yang besar.

adanya rasa kerugian atau kehilangan bagi sebagian staf karena posisi atau tugas yang berubah, dll. Selanjutnya apabila seseorang staf dipromosikan ke posisi yang lebih baik menggantikan staf lama pasti akan menguntungkan staf tersebut, namun dilain pihak bagi staf yang digantikan pasti akan merasa rugi atau kehilangan, kecuali apabila staf yang digantikan tersebut juga dipromosikan pada posisi lain yang lebih bagus atau setingkat. Namun demikian, perubahan ini tidak akan terlalu menemui masalah apabila tidak menimbulkan kerugian pendapatan, keamanan, hubungan kerja, dll. Apabila proses perubahan yang dilaknakan memunculkan kerugian atau kehilangan, maka dampak perubahan terhadap sebagian staf, antara lain : syok, marah, menolak, tidak terima, menggila, dll.

Harapan yang diberikan harus lebih realistis Berikan informasi kepada staf secara terbuka dan jujur tentang fakta fakta yang realistis dan tidak memberi spekulasi yang terlalu optimis.

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

RUANG PKSE

EBOLA, LASSA dan MARBURG

Kejadian yang mungkin merupakan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia (Public Health Emergency of International Concern) sesuai International Health Regulation 2005 pada lampiran 2, penyakit Ebola, Lassa dan Marburg termasuk penyakit yang harus dianalisa, karena pengalaman membuktikan bahwa potensinya dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat dan kemampuan menyebarnya dapat menjadi pandemik (terjadi secara internasional). Penyakit yang harus dianalisa selain ketiga penyakit tersebut diatas yakni penyakit Kholera, Pes Paru, Yelow fever, West Nile fever, penyakit lain yang penting dari segi nasional dan regional seperti Dengue, Rift Valley fever, penyakit Meningococcus. EBOLA Sungai Ebola berada di sebelah utara Republik Demokratik Kongo; sungai ini merupakan hulu sungai Mongala dan anak sungai Kongo. Selanjutnya nama Ebola ini dipakai sebagai nama dari penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae yang sangat mematikan. Penyakit Ebola ini dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh atau kulit Masa inkubasinya dari 2 sampai 21 hari, umumnya antara 5 sampai 10 hari. Gejala-gejalanya antara lain muntah, diare, sakit badan, pendarahan dalam dan luar, dan demam, kelemahan, nyeri otot, sakit kepala dan tenggorokan kering. Selanjutnya, diikuti dengan muntah, diare, ruam pada kulit, gangguan fungsi ginjal dan hati serta pada beberapa kasus terjadi pendarahan internal dan eksternal, sedang tingkat kematian berkisar antara 50% sampai 90%. Virus Ini mulai menular dari salah satu spesies kera di kongo kemudian mulai menyebar ke manusia, jangka waktu manusia mulai terjangkit virus ini sampai menemui ajalnya sekitar 1 minggu karena begitu ganasnya virus ini. Sampai saat ini, virus ini masih berada di dataran Afrika dan kabarnya juga telah sampai ke Filipina. Suatu ketika Negeri Eropa melakukan mengimpor kera dari kongo namun ketika mengetahui adanya virus ini, akhirnya seluruh kera ini dimusnahkan agar tidak menyebar kemana-mana karena sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah penularan penyakit ini. Transmisi antar manusia terjadi akibat kontak langsung dengan cairan tubuh yang berasal dari diare, muntah dan pendarahan, kulit atau membran mukosa. Periode inkubasi virus berlangsung selama 2 sampai 21 hari. Kejadian epidemik Ebola banyak terjadi pada rumah sakit yang tidak menerapkan higiene yang ketat.infektivitas virus Ebola cukup stabil pada suhu kamar 20 C tetapi hancur dalam 30 menit pada 60 C. Infektivitas juga dihancurkan

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

oleh radiasi ultraviolet, pelarut lemak, bpropiolactone, and commercial hypochlorite and phenolic disinfectants. b-propiolactone, dan hipoklorit komersial dan desinfektan fenolik. Secara umum, virus ini ada yang menyerang manusia (Ebola-Zaire, Ebola-Ivory Coast dan Ebola-Sudan) dan ada yang hanya menyerang hewan primata (Ebola-Reston). Tidak ada carrier karena tidak ditemukan lingkungan alami dari virus bahkan asal usul virus Ebola di alam tetap menjadi misteri, namun dari beberapa hipotesis mengatakan bahwa terjadi penularan dari hewan terinfeksi ke manusia. Kemudian dari manusia yang terinfeksi ini, virus bisa ditularkan dalam berbagai cara, antara lain : Orang bisa terinfeksi karena berkontak dengan darah dan atau hasil sekresi dari orang yang terinfeksi; disamping itu, Orang juga bisa terinfeksi karena berkontak dengan benda seperti jarum suntik yang terkontaminasi dengan orang yang terinfeksi. Penularan secara nosokomial (penularan yang terjadi di klinik atau rumah sakit) juga dapat terjadi bila pasien dan tenaga medis tidak memakai masker ataupun sarung tangan. Ebola merupakan salah satu kasus emerging zoonosis yang paling menyita perhatian publik karena kemunculannya yang sering dan memiliki angka mortalitas yang tinggi pada manusia.

Virus Ebola pertama kali diidentifikasi di provinsi Sudan dan di wilayah yang berdekatan dengan Zaire (saat ini dikenal sebagai Republik Demokrasi Congo) pada tahun 1976, setelah terjadinya suatu epidemi di Yambuku, daerah Utara Republik Congo dan Nzara, daerah Selatan Sudan. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Ebolavirus yang tergolong famili Filoviridae, sedangkan Inang atau reservoir dari Ebola belum dapat dipastikan, namun telah diketahui bahwa disamping kera, juga kijang liar dan kelelawar buah adalah salah satu hewan yang bertindak sebagai inang alami dari Ebola. Penyebaran virus Ebola dalam skala global masih terbatas, karena berkaitan dengan transmisinya yang tidak melalui udara, disamping juga jarak waktu yang diperlukan virus Ebola untuk menginfeksi satu individu ke individu lainnya. Deteksi dini terhadap penderita virus ini, secara otomatis dapat mengurangi penyebaran penyakit melalui penderita yang bepergian dari satu wilayah atau Negara ke wilayah atau Negara lainnya. Penyakit ini dapat dikaitkan dengan kebiasaan penduduk, terutama di daerah Afrika yang mengkonsumsi daging hewan liar. Daging hewan liar yang terkontaminasi akan menjadi media yang efektif dalam penularan Ebola pada manusia yang menyebar dengan cepat. Pertama kali infeksi dimulai dari penularan dari hewan yang terinfeksi ke manusia, selanjutnya, dari manusia meneruskan rantai penularan penyakit ini ke manusia yang lain. Penyebaran virus Ebola antar manusia bisa melalui makanan atau berpegangan, kontak langsung dengan darah atau cairan yang terkontaminasi juga bisa menginfeksi manusia, bahkan manusia juga bisa terinfeksi hanya dengan menyentuh objek (misalnya jarum) yang sudah terkontaminasi. Pencegahan penularan virus Ebola dari satu manusia ke manusia yang lain, dapat hanya dengan kontak langsung saja. Oleh karena itu, pencegahan terhadap penularan penyakit Ebola ini pun cukup sulit, namun upaya pencegahan yang paling terutama adalah menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi virus Ebola. Apabila ada anggota keluarga terinfeksi virus ini sangat dianjurkan agar orang tersebut dirawat di rumah sakit, begitu juga apabila ada teman anda yang meninggal akibat penyakit ini maka usahakan agar jangan ada kontak langsung dengannya. Adapun 5 tahapan pencegahan penyakit ebola dalam lingkungan masyarakat antara lain : a. Health Promotion
10

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

b.

c.

d.

e. f.

Pendidikan kesehatan pada masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku kearah hidup bersih dan sehat serta meningkatkan higiene perorangan dan sanitasi lingkungan dalam lingkungan masyarakat dan sekitarnya Early Diagnosis Penemuan penderita melalui survey pada kelompok kelompok yang berisiko atau pada populasi umum dan atau dari pelaporan kasus. Spesifik protection Menghindari diri dari gigitan serangga, berusaha untuk tidak pergi ke daerah yang kurang penyinaran matahari dan terdapat binatang ataupun serangga yang menjadi sumber penularan penyakit tersebut untuk menghindari terjadinya komplikasi penyakit dan penyebar luasnya penyakit tersebut dalam masyarakat. Disability limitation Terapi kompleks pada penderita ebola agar tidak terjadi kematian dengan menambah konsentrasi minum penderita sehingga tidak terjadi dehidrasi serta upaya peningkatan kekebalan tubuh kelompok. Rehabilitation Pendidikan kesehatan kepada para penderita beserta keluarga, disamping juga dilakukannya rehabilitasi fisik dan psikologis pada kasus atau penderita penyakit ebola

LASSA Lassa adalah penyakit demam berdarah akut yang disebabkan Oleh Virus dengan masa inkubasi 1-4 minggu yang penyebarannya terjadi di Afrika Barat. Meskipun pertama kali ditemukan Pada tahun 1950, namun virus yang penyebab penyakit ini barulah teridentifikasi pada Tahun 1969. Virus lassa adalah virus RNA beruntai tunggal dari keluarga Arenaviridae virus. Demam Lassa diketahui endemis di Guinea (Conakry), Liberia, Sierra Leonedan bagian dari Nigeria, tapi mungkin juga ada di Negara Negara Afrika Barat lain. Sekitar 80% dari infeksi virus penyebab penyakit Lassa pada manusia tidak menunjukkan gejala, dan hanya 20 % kasus saja yang menunjukan gejala yang berat / parah yang mempengaruhi multi sistem, di mana virus mempengaruhi beberapa organ dalam tubuh, seperti limpa, hati dan ginjal. Masa inkubasi demam Lassa berkisar 6 21 hari. Timbulnya penyakit ini biasanya bertahap, dimulai dengan demam, kelemahan umum, dan malaise. Setelah beberapa hari timbul sakit kepala,

sakit tenggorokan, nyeri otot, nyeri dada, mual, muntah, diare, batuk, dan perut dapat mengikuti. Pada keadaan yang berat, berlanjut dengan gejala wajah bengkak, timbul cairan dalam rongga paru paru, perdarahan dari mulut, hidung, vagina atau saluran pencernaan, dan tekanan darah rendah dan adanya Protein dalam urin (Proteinuria). Pada Tahap Akhir dari penyakitini, dapat terjadi Shock, kejang, tremor, disorientasi, dan koma, disamping itu juga dapat terjadi tuli pada 25% pasien pada masa pemulihan setelah 1 3 bulan, dan juga rambut rontok dan gangguan gaya berjalan mungkin bias terjadi selama pemulihan. Tingkat fatalitas kasus secara keseluruhan adalah 1 15% di antara pasien yang rawat inap. Kematian biasanya terjadi dalam waktu 14 hari sejak timbulnya penyakit dalam kasus kasus yang fatal. Penyakit ini akan berat terutama di akhir kehamilan, dengan kematian ibu dan / atau kehilangan janin yang terjadi lebih dari 80% kasus selama trimester ketiga. Demam Lassa merupakan penyakit zoonosis, yang berarti bahwa manusia terinfeksi dari kontak dengan hewan yang terinfeksi. Reservoir hewan atau host virus Lassa oleh hewan pengerat, umumnya dikenal sebagai Mastomys atau tikus multimammate namun binatang ini tidak menjadi sakit walaupun terinfeksi virus Lassa, akan tetapi mereka dapat melepaskan virus dalam kotoran mereka (urin dan tinja). Demam Lassa terjadi pada semua kelompok umur dan jenis kelamin, baik pada pria maupun wanita. Orang yang paling berisiko adalah mereka yang tinggal di daerah pedesaan di mana Mastomys biasanya ditemukan, terutama di daerah dengan sanitasi yang buruk atau didaerah padat penduduk. Manusia biasanya terinfeksi virus Lassa dari paparan kotoran Mastomys yang terinfeksi, menyentuh kotoran, disamping itu virus Lassa juga dapat menyebar antar manusia melalui kontak langsung dengan darah, urine, feses, atau cairan tubuh lainnya dari seseorang dengan demam Lassa. Demam Lassa sangat bervariasi dan nonspesifik, diagnosis klinis sering sulit, terutama pada awal perjalanan penyakit, demam Lassa sulit untuk dibedakan dari banyak penyakit lainnya yang menyebabkan demam, termasuk malaria, Shigellosis, demam tipus, demam kuning dan demam berdarah virus. Diagnosis pasti hanya dapat dilakukan dengan pengujian di laboratorium yang sangat khusus namun spesimen laboratorium berbahaya dan harus ditangani dengan sangat hati-hati.
11

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

Pencegahan demam Lassa dilakukan dengan mempromosikan tentang kebersihan masyarakat untuk mencegah tikus masuk rumah. Tindakan tindakan efektif termasuk menyimpan beras, jagung, gandum dan bahan makanan lainnya dalam kemasan; membuanga sampah yang jauh dari rumah, menjaga rumah bersih dan menjaga kucing. Anggota keluarga dan petugas pelayanan kesehatan harus selalu berhati hati untuk menghindari kontak dengan darah dan cairan tubuh sambil merawat orang sakit. Pencegahan dilakukan dengan menggunakan Alat Pelindung Diri untuk perawat harus dilakukan secara rutin terhadap penularan virus Lassa; namun untuk keselamatan sebaiknya pasien yang diduga demam Lassa harus dirawat di diruangan khusus tindakan isolasi, yang meliputi mengenakan pakaian pelindung seperti masker, sarung tangan, apron, dan perisai wajah, dan sterilisasi peralatan yang terkontaminasi. MARBURG Demam berdarah Marburg adalah penyakit yang berbahaya dan sangat fatal, yang disebabkan oleh virus dari kelompok / golongan yang sama dengan salah satu virus yang menyebabkan demam berdarah Ebola. Secara mikroskopis dengan menggunakan mikroskop elektron, virus tersebut merupakan partikel yang berbentuk filamen memanjang, kadang-kadang digulung seperti bentuk aneh, Sehingga virus ini dikelompokan kedalam keluarga Filoviridae. Awal terjadi nya Demam Berdarah Marburg pada tahun 1967 di Jerman dan Yugoslavia. Kasus -kasus awal yang terjadi pada pekerja laboratorium yang melakukan penelitian terhadap monyet hijau Afrika yang diimpor dari Uganda. Pada tahun 1975 terjadi di Afrika Selatan, mungkin virus masuk melalui Zimbabwe. Pada pertengahan Februari tahun 1975, seorang Australia berusia 20 tahun, dibawa ke rumah sakit di Johannesburg Afrika Selatan. Pada awal Februari, dia dan pendampingnya melakukan perjalanan secara ekstensif melalui Zimbabwe dan sering kemah di luar rumah. Dia meninggal karena demam Marburg haemorrhagic 4 (empat) hari setelah masuk rumah sakit. January 1980 di Kenya, seorang Prancis 56 tahun, yang telah mengunjungi Gua Kitum di Kenya Taman Nasional Gunung Elgon, terinfeksi penyakit ini. Meskipun telah dilakukan perawatan

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

12

khusus di Nairobi dan upaya resusitasi agresif, namun akhirnya ia meninggal juga pada tanggal 15 Januari 1980. Tepatnya pada bulan Agustus 1987 di Kenya, seorang anak Denmark berusia 15 tahun, dibawa ke rumah sakit di Kenya, menderita Marburg haemorrhagic fever; 9 hari sebelum munculnya gejala, ia telah mengunjungi Gua Kitum di Gunung Elgon Taman Nasional. Setelah kejadian di Kenya Tidak ada kasus lagi yang terdeteksi.

yakini telah dimulai di Provinsi Uige pada bulan Oktober 2004. Pada saat dikonfirmasi di laboratorium terakhir kasus diidentifikasi pada bulan Juli 2005, Departemen Kesehatan telah melaporkan sebanyak 374 kasus, termasuk 329 kematian (CFR 88%) di seluruh negeri. Bulan Juni hingga Agustus 2007 di Uganda, tiga kasus dilaporkan terjadi di penambangan Kamwenge, Uganda barat. Para penambang kedua dan ketiga tertular virus dan sakit setelah merawat rekan mereka, dan salah satu penambang yang merawat meninggal.

Penularan virus dari orang ke orang membutuhkan kontak dekat dengan pasien. Infeksi dapat terjadi karena kontak dengan darah atau cairan tubuh lain (tinja, muntahan, urin, air liur, dan sekresi pernafasan) dengan konsentrasi virus yang tinggi, terutama ketika cairan mengandung darah.

Kemudian tahun 1998-2000: Republik Demokratik Kongo, Jumlah penderita sebanyak 154 kasus, dimana 128 adalah fatal (CFR 83%). Sebagian besar kasus terjadi pada pekerja laki laki muda di sebuah tambang emas di Durba, yang terbukti menjadi pusat wabah. Tahun 2004 2005 di Angola, terjadi lagi wabah MHF terbesar dalam sejarah, yang diVolume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 13

Gejala timbul dimulai dengan tibatiba, sakit kepala, malaise berat, dan nyeri otot merupakan gejala yang sering dialami. Demam tinggi biasanya muncul pada hari pertama sakit, diikuti dengan kelemahan progresif dan cepat, diare, sakit perut dan kram, mual, dan muntah terjadi mulai hari ketiga. Diare dapat bertahan selama seminggu, wajah pasien pada tahap ini digambarkan seperti hantu dengan mata cekung dan kelesuan yang sangat ekstrim. Penularan melalui air mani yang terinfeksi dapat terjadi; virus telah terdeteksi dalam air mani sampai tujuh minggu setelah pemulihan klinis. Pasien menjadi semakin menular seiring dengan kondisi / gejala yang sedang mereka alami, dimana virus sangat menular pada fase penyakit yang berat. Bila ini terjadi, maka lakukan isolasi terhadap pasien yang sakit parah selama dirawat di rumah atau di rumah sakit dan praktek praktek pemakaman.

Penularan melalui peralatan injeksi yang terkontaminasi atau melalui luka akibat jarum suntik dapat mengakibatkan terjadinya gejala penyakit yang lebih parah, kerusakan yang cepat, dan kematian mungkin lebih tinggi. Masa inkubasi.Penyakit ini berlangsung antara 3 9 hari. Semua kelompok umur, rentan terhadap infeksi penyakit ini dan bisa tertular virus, tetapi kebanyakan kasus terjadi pada orang dewasa. Sebelum wabah muncul di Angola, jarang terjadi penyakit ini menimpa pada anak anak. Pada wabah terbesar yang pernah terjadi di Republik Demokratik Kongo dari akhir 1998 2000, hanya 12 kasus (8%) menimpa anak anak di bawah usia 5 tahun.

Sewaktu terjadi wabah di Eropa tahun 1967, kebanyakan pasien mengalami ruam yang tidak gatal, keluhan ini terjadi antara 2 7 hari setelah munculnya gejala, manifestasi perdarahan yang parah bisa terjadi antara hari 5 7 hari yang sering ditemukan di muntahan dan kotoran disertai dengan pendarahan dari hidung, gusi, dan vagina. Selama fase penyakit yang berat, pasien mengalami demam tinggi, gangguan pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan kebingungan, mudah marah, dan agresif dan pada tahap akhir penyakit ini terjadi Orkitis pada hari ke 15 (lima belas). Dalam kasus yang fatal, kematian terjadi paling sering antara 8 9 hari setelah timbulnya gejala awal yang biasanya diawali dengan kehilangan darah yang parah dan shock. (RBA) Sumber : http://ingo1.wordpress.com/2011/06/30/ makalah-penyakit-ebola/ http://w ietf .wordpress.com/2011/06/09/ demam-berdarah-lassa/ http://w ietf .wordpress.com/2011/06/09/ demam-berdarah-marburg/

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

14

RUANG PRL

Persediaan Air Minum Di Kapal


Oleh Fery Anthony

1. Latar Belakang Air di atas kapal yang tidak dikelola dengan baik merupakan jalur transmisi penyakit menular. Akan pentingnya air dijelaskan dalam suatu tinjauan oleh Rooney dkk. (2004) yang menyatakan bahwa lebih dari 100 wabah yang berhubungan dengan air di kapal-kapal, di mana seperlimanya disebabkan oleh penularan melalui jalur air. Hal ini mungkin dianggap sepele, lebih sepertiga dari 100 KLB terakhir ini, tidak hanya dihubungkan dengan spesifik jalur eksposur saja, tetapi beberapa mungkin telah ditularkan melalui air. Selanjutnya, air bisa menjadi sumber penyakit atau indeks kasus primer yang mungkin kemudian ditularkan melalui jalur lainnya. Sebagian besar penyebaran penyakit ditularkan melalui air pada kapal meliputi konsumsi air yang terkontaminasi berasal dari tinja manusia atau hewan patogen lainnya. Penyakit karena keracunan kimia air juga telah terjadi di kapal, meskipun secara umum insiden keracunan zat kimia jarang dilaporkan dibandingkan dengan keracunan mikroba. Untuk melindungi kesehatan penumpang dan awak kapal, dalam rangka mencegah kontaminasi atau terjadi polusi selama kapal beroperasi, air yang digunakan untuk keperluan minum di atas kapal harus disediakan dengan perlindungan sanitasi menggunakan sistem multipenghalang (dari sistem pelabuhan dan distribusi, termasuk koneksi ke sistem kapal, melalui perawatan kapal dan sistem penyimpanan dan pada setiap persiapan pembuangan air). Penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air dari kualitas air yang buruk, erat kaitannya pada waktu bungker pengisian air. Oleh karena itu, strategi pertama untuk mencegah penularan penyakit melalui air, pada waktu pengisian air ke kapal-kapal harus sesuai dengan standar WHO tentang kualitas air minum (GDWQ) (WHO, 2011) atau standar nasional (Pemenkes RI No. 492/2010 tentang persyaratan kualitas air minum) (Kemkes, 2010).

Meskipun air di pelabuhan tersebut aman, hal ini tidak bisa menjamin bahwa akan tetap aman sepanjang kegiatan pengiriman dan penyimpanan. Pemahaman tentang persediaan air minum di kapal dan rantai distribusi perjalanan ke kran akan membantu untuk menggambarkan titik-titik di mana air dapat terkontaminasi. Umumnya di atas kapal, air minum dan rantai distribusi terdiri dari tiga komponen utama. Sistem Air di Kapal sbb : a. Sumber air yang masuk ke pelabuhan; b. Sistem pemindahan dan pengiriman, yang meliputi hidran, selang, perahu air dan c. tongkang air, proses pengiriman air ini berpeluang untuk terjadinya kontaminan dalam air minum; d. Sistem air di kapal, yang meliputi penyimpanan, penyaluran dan produksi air minum di kapal dari sumber laut, seperti air laut. 2. Peranan IHR (2005) Dalam Rangka Persediaan Air Minum Di Kapal IHR 2005 berisi ketentuan-ketentuan Negara An g g o t a un tuk menetapkan pelabuhan dengan mengembangkan kapasitas inti, seperti menjamin kapasitas lingkungan yang aman bagi wisatawan yang menggunakan fasilitas pelabuhan, termasuk persediaan air minum (Lampiran 1B1 (d) dari IHR 2005). Sesuai dengan Pasal 22 (b), 22 (e) dan 24 (c) dari IHR 2005, Negara Anggota diharuskan untuk mengambil semua langkah praktis guna memastikan bahwa operator alat angkut internasional menjaga alat angkut mereka bebas dari sumber kontaminasi dan infeksi, dan otoritas yang kompeten bertanggung jawab guna memastikan bahwa kondisi fasilitas sanitasi di pelabuhan internasional dan mengawasi pemindahan dan pembuangan yang aman dari setiap air dan makanan yang terkontaminasi dari sebuah alat angkut. Merupakan tanggung jawab setiap operator kapal untuk menetapkan segala tindakan dengan memastikan bahwa tidak ada sumber infeksi atau kontaminasi yang terdapat di kapal, termasuk pada sistem air. Peraturan
15

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

dan standar ini penting ditegakkan di kapal dan di pelabuhan, dari segi keamanan makanan dan air yang disajikan di atas kapal, dari sumber pasokan dari darat untuk didistribusikan ke kapal. 3. Sumber Air Minum Dari Pelabuhan dan Penggunaannya Di Atas Kapal Suatu pelabuhan dapat menerima pasokan air minum baik dari kotapraja atau swasta dan biasanya sudah memiliki aturan khusus dalam pengelolaan air ini setelah memasuki pelabuhan. Air minum digunakan dalam berbagai keperluan di atas kapal, termasuk secara langsung dikonsumsi oleh manusia, persiapan makanan dan kegiatan hygine/sanitasi. Potensi penggunaan air minum di atas kapal sbb : pembuatan minuman panas dan dingin, seperti kopi, teh; es batu pada minuman; sebagai pelarut untuk makanan kering, seperti sup, mie; persiapan dan pencucian makanan; mengkonsumsi langsung dari keran air dingin dan air mancur air; pelarut dan atau mengkonsumsi obat; menyikat gigi; mencuci tangan dan muka, mandi shower; mencuci piring, membersihkan peralatan dan area kerja; kegunaan darurat medis. Meskipun sebagian tidak menggunakan konsumsi air, tetapi manusia kontak dan mengkonsumsi air secara tidak langsung (misalnya menyikat gigi). Untuk itu semua yang bukan keran air minum perlu diberi label dengan kalimat "tidak layak untuk MINUM". Tidak boleh ada sambungan antara sistem air pencucian atau air bersih dengan sistem air minum tanpa menggunakan perangkat pencegahan aliran balik yang sesuai. 4. Risiko Kesehatan Yang Berhubungan Dengan Air Minum Di Kapal Beberapa zat berbahaya penyebab penyakit yang ditularkan melalui air di kapal tercantum dalam Tabel 1. Dalam beberapa penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air, kadang-kadang agen penyebab tidak teridentifikasi. Terjangkitnya penyakit pada tabel 1 di berhubungan dengan beberapa penyebab seperti: - Air yang disediakan di pelabuhan telah terkonVolume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 16

taminasi - Bunker air yang terkontaminasi - Hubungan silang antara air minum dan air bersih - Buruknya desain dan konstruksi tangki - Penyimpanan air minum - Disinfeksi yang tidak memadai Beberapa pelabuhan masih ditemukan, tidak memiliki sumber penyediaan air yang aman bagi kesehatan. Dalam kasus ini, bungker air yang terkontaminasi di pelabuhan, dihubungkan dengan berbagai macam penyebaran penyakit karena enterotoksigenik Escherichia coli, Giardia lamblia dan Cryptosporidium. Ruangan di atas kapal sering sangat terbatas. S is te m a ir m in um m u n g k in secara fisik dekat dengan zat berbahaya, seperti limbah atau aliran limbah, sehingga dapat meningkatkan kesempatan cross-koneksi. Sistem air dingin yang dekat dengan sumber panas, dan suhu tinggi meningkatkan risiko proliferasi Legionella spp. dan pertumbuhan mikroba hidup lainnya. Dalam menilai bukti/fakta bila terjadi KBL, kehadiran patogen umumnya ditularkan dari manusia ke sumber manusia lainnya (misalnya virus patogen dan Shigella spp.) Penyakit Legionnaires atau yang lebih dikenal legionellosis adalah penyakit pneumonia yang disebabkan menghirup aerosol air yang mengandung bakteri Legionella yang berlebihan. Dengan berbagai alasan, lingkungan kapal dianggap berisiko tinggi untuk terjadinya proliferasi Legionella spp. Pertama, sumber kualitas air berpotensi menjadi masalah kesehatan jika tidak dirawat atau hanya melakukan pengobatan dengan sisa disinfektan sebelum atau pada saat pengisian bahan bakar. Kedua, sistem penyimpanan air dan distribusi di kapal sangat kompleks dan dapat memberikan peluang lebih besar bagi kontaminasi bakteri, ketika kapal bergerak akan meningkatkan risiko gelembung dan backsiphonage. Ketiga, air minum dapat bervariasi dalam suhu (misalnya karena suhu tinggi di ruang mesin). Di beberapa daerah tropis, risiko pertumbuhan bakteri dan kontaminasi terjadinya Legionella dalam sistem air dingin lebih besar karena suhu air lebih tinggi. Pada akhirnya, proliferasi didorong karena jangka lama penyimpanan dan kemacetan dalam tangki atau pipa. Yang terpenting, Legionella spp. dapat berkembang biak dalam air hangat

Patogen Dan Racun Yang Berhubungan Dengan KLB Penyakit Yang Ditularkan Melalui Air Di Kapal 1 Januari 1970 s.d 30 Juni 2003 Patogen/Racun Enterotoxigenic Escherichia coli Norovirus Salmonella typhi. Salmonella spp Shigella spp. Cryptosporidium spp. Giadia lamblia Agen penyebab tidak diketahui Racun kimia air Jumlah Jumlah KLB Jumlah Penumpang Dan Awak Yang Terjangkit 2917 788 83 292 690 42 200 849 544 6405

7 3 1 1 1 1 1 5 1 21

Sumber : Rooney et al. (2004) pada suhu antara 25C dan 50C, seperti di shower dan kolam spa, paparan utama potensial timbul melalui aerosolisasi dari kamar mandi dan perlengkapan pipa lainnya. Banyak kasus penyakit legiuner terkait dengan kapalkapal yang berhubungan dengan pusaran air spa (WHO, 2001). Legionella pneumophila telah ditemukan dalam sistem air minum pada kapal kargo (Temeshnikova et al., 1996). Produksi air di kapal sendiri dapat terkait dengan potensi masalah kesehatan. Kapal yang dapat memproduksi air sendiri dengan proses yang berbeda, seperti osmosis cadangan atau penguapan air laut. Penyulingan air laut, dapat membuat lebih korosif wadah dan saluran sehingga memperpendek masa pakainya. Air suling juga dapat menyebabkan dampak kesehatan sehubungan dengan kebutuhan mineral yang tidak mencukupi, pola makan atau mengkonsumsi logam terlarut bagi para pelaut (mis., timbal, nikel, besi,kadmium atau tembaga). Air sulingan dianggap tanpa rasa (hambar), dan sukar diterima oleh penumpang dan kru. Sistem penguapan di atas kapal yang menyertakan air laut yang telah tersedot disebut peti laut dan biasanya mengarah langsung ke evaporator. Di evaporator, air laut yang sudah dipanaskan oleh mesin pendingin air biasanya mulai mendidih pada suhu rendah (<80C), karena tekanan rendah di dalam sistem ini. Ketika proses suhu rendah digunakan, tidak ada jaminan produksi air bebas dari patogen. Menurut Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO), air yang telah diproduksi di bawah 80C perlu didesinfeksi sebelum dapat diartikan sebagai air minum. Uap yang muncul saat penyulingan mengembun di dalam evaporator. Sulingan ini dikumpulkan dan dialirkan ke komponen perawatan lebih lanjut. Hal ini perlu diperhatikan bahwa sulingan bebas dari mineral dan hampir bebas dari karbon dioksida. Alhasil, perlu untuk menambahkan karbon dioksida ke air suling untuk mempersiapkan proses rehardening. Osmosis balik melibatkan pretreatment dan pengangkutan air ke seluruh membran di bawah tekanan sehingga garam dikeluarkan. Pasca perlakuan juga dapat terjadi sebelum distribusi. Hanya sebagian penyulingan
17

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

air atau kesalahan pada membran mungkin menimbulkan implikasi kesehatan karena unsur jejak dan senyawa organik, termasuk minyak dan produk minyak olahan, terjadi dalam sumber air laut. Disamping itu, sumber air laut dapat mengandung resiko, yang tidak ditemui dalam sistem air tawar. Hal ini dapat merusak beraneka ragam ganggang dan cyanobacteria, beberapa bakteri yang hidup bebas (termasuk spesies Vibrio parahaemolyticus seperti V. dan V. cholerae) dan beberapa zat kimia, seperti boron dan bromida, yang banyak terdapat dalam air laut. Pada waktu bekerja memperbaiki sistem pengolahan dan distribusi dapat memberikan peluang meluasnya pencemaran persediaan air. Operator kapal harus mengambil tindakan pencegahan khusus ketika melakukan perbaikan tangki penyimpanan. Sebagai contoh, penyakit tifus di sebuah kapal terjadi setelah air minum yang terkontaminasi dengan kotoran saat kapal sedang menjalani perbaikan di dok yang kering. Sangat penting dilakukan hygienis yang baik pasca perbaikan pembersihan dan disinfeksi. Para kontraktor kapal dan yang memperbaiki kapal biasanya memiliki

prosedur tertulis desinfeksi kapal.

untuk

kebersihan

fisik

dan

Daftar Pustaka Ditjen PP dan PL. (2010). Peraturan Kesehatan Internasional 2005 (IHR 2005), Kementerian Kesehatan RI

Ditjen PP dan PL, (2010). Permenkes RI No. 492/2010


tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, Kemeterian Kesehatan RI

Rooney RM et al. (2004). A review of outbreaks of


waterborne disease associated with ships: evidence for risk management. Public Health Reports, 119:435442.

Temeshnikova ND et al. (1996). The presence of Legionella spp. in the water system of ships. In: Berdal B, ed. Legionella infections and atypical pneumonias.

WHO (2001). Sanitation on ships. Compendium of


outbreaks of foodborne and waterborne disease and Legionnaires disease associated with ships 19702000.

WHO (2011). Guidelines for drinking-water quality,


4th ed. Geneva, World Health Organization (in press).

FORM PEMERIKSAAN HYGIENE SANITASI KAPAL


(Mengupdate form pemeriksaan sebagai wujud tujuan IHR 2005)

Oleh : Nana Mulyana


erlepas dari keseragaman suatu form pemeriksaan pada suatu obyek yang diamati dari kegiatan yang dilakukan oleh Kantor Kesedan perkantoran (GBP). Akan tetapi kondisi dan bentuk dari peralatan sanitasi di Kapal berbeda dengan pemeriksaan tersebut di atas maka yang terjadi adalah tidak singkronnya antara variable yang tertera dalam form dengan kondisi nyata di lapangan. Sehingga hasil akhir yang diinginkan merupakan data ngambang/ tidak jelas dan untuk menyimpulkan bahwa kapal tersebut sehat atau memenuhi syarat yang ditentukan sangatlah sulit. Setelah Terbitnya IHR 2005 maka semua variabel yang dimasukan pada form pemeriksaan untuk kedatangan kapal baik dari dalam negeri atau luar negeri bisa diadopsi sehingga untuk penentuan faktor risiko suatu obyek diamati lebih jelas dan akurat. Yang diperlukan adalah bagaimana caranya untuk memahami dan melaksanakan petunjuk setiap item dari pasal yang mengandung faktor risiko yang ditimbulkannya pada

hatan Pelabuhan di seluruh wilayah. Diakui atau tidak bahwa pemeriksaan Hygiene Sanitasi Kapal yang dilaksanakan menggunakan form turun temurun dalam pengertian bahwa variable di dalam form tersebut merupakan hasil dari hipotesa petugas terdahulu yang tentunya memiliki dasar pertimbangannya menggunakan sumber lama juga. Kenyataannya bahwa form yang digunakan oleh KKP selalu berubah mengikuti dari peraturan atau kebijakanyang berlaku dalam lingkup unit pelaksana teknis di KKP. Walaupun pemeriksaan yang berlaku di kapal juga dilakukan pada pemeriksaan sejenis, misalnya tempat pengelolaan Makan (TPM), pengeloaan air bersih (PAB), gedung/bangunan

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

18

petunjuk kapal di IHR 2005 tersebut. Variabel yang harus dilakukan pemeriksaan dalam IHR 2005 pada bagian 4 yaitu Pintu masuk (point of entry) pasal 39 dan lampiran contoh sertifikat SSCEC dan SSCC, sudah tercantum walaupun definisi dari pengertian setaio variabel tidak tecantum. Sesuai dengan pasal 39 Sertifikat Sanitasi kapal masa berlakunya paling lama adalah 6 (enam) bulan dan bisa diperpanjang selama satu bulan bila pemeriksaan atau tindakan yang diperlukan tidak dapat dilakukan pada pelabuhan tersebut. Selama 6 (enam) bulan masa berlaku sertifikat apakah tidak terjadi pemicu faktor risiko pada kapal tersebut ? Misalnya perkembangan kecoa melebihi ambang batas, adanya kehidupan tikus, penangan sampah yang tidak sesuai yang dapat menimbulkan faktor risiko pencemaran. Untuk pe ngawasan selama masa berlaku sertifikat sanitasi kapal tersebut maka diperlukan pemeriksaan kapal baik kedatangan kapal atau keberangkatannya. Untuk mendapatkan hasil sesuai variabel pada SSCEC atau SSCC maka diperlukan form pemeriksaan kapal yang fungsinya untuk mengamati faktor risiko di kapal, diperlakukan sama setiap kapal yang datang dan berangkat dari luar negeri dan dalam negeri. Peraturan Pemerintah, Keputusan Menteri Kementerian Kesehatan RI, Surat Keputusan yang mengatur tentang pemeriksaan hygiene sanitasi kapal sampai saat ini belum ada, padahal untuk membuat suatu form pemeriksaan selain peraturan internasional diperlukan juga dasar hukum Nasional sehingga produk suatu form bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya. Format pemeriksaan hygiene sanitasi kapal yang telah dibuat di KKP Kelas I Tanjung Priok yaitu pada tahun 2006 mengambil dasar hukum IHR Tahun 1969 dan revisi tahun 2006, UU.No.1 tahun 1962 , UU No 23 tahun 1992, UU No. 4 tahun 1984 Kepmenkes No.715/2003, Permenkes No.304 /1989 dan Kumpulan Formulir pemeriksaan STTU Ditjen.PPM dan PLP , IHR -1969. Dengan urutan form adalah no, variabel, bobot/max, nilai/value, score dan saran/suggestion. Untuk setiap petugas yang melasanakannya dibekali dengan pelatihan hygiene sanitasi kapal dan buku saku. Sesuai dengan kesepakatan Negara anggota WHO maka form

pemeriksaan hygiene sanitasi kapal yang ada di KKP Kelas I Tanjung Priok harus dilakukan perubahan update form pemeriksaan yang disesuaikan dengan variabel SSCES. Selain perubahan variabel dalam form pemeriksaan hygiene sanitasi kapal, setiap petugas yang melasankan wajib membawa peralatan sanitasi kapal atau HSK Kit untuk mengambil sampel dan diperiksa ditempat. Sehingga rekomondasi lebih cepat tersampaikan kepada Nakoda kapal dan diharapkan faktor risiko yang ada lebh cepat ditanggani. Form Pemeriksaan hygiene sanitasi kapal terbaru pada tahun 2011 sebagai uji coba akhir, hal ini karena setiap petugas tidak diberikan buku saku karena variabel yang ada telah dilengkapi dengan sub variabel pengamatan. Dengan urutan form adalah : nomor, variabel, komponen yang dinilai, bobot dan nilai. Perbedaannya adalah Nilai komponen pada form pertama diwakili dengan angka 1 s.d 10 sedangkan pada form baru variabel komponen yang dinilai sudah tertulis.

FORM HSK TAHUN 2006 s.d. 2010

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

19

FORM HSK TAHUN 2011

Halaman 1

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

20

Halaman 4

Perbedaan lainnya adalah form yang pertama hanya menggunakan 1 lembar (rangkap satu) sedangkan form (rangkap) Tidak ada form yang sempurna baik secara teknis atau tidak, semuanya memerlukan suatu proses yang panjang. Hasil evaluasi ujicoba form HSK adalah :

Tas HSK Kit yang dibawa berat dan kurang praktis mengingat medan atau setiap lokasi kapal berbeda. Perlakukan peralatan harus ektra hatihati.

yang kedua sebanyak 4 lembar

Untuk mendapatkan hasil yang sempurna diperlukan kerja keras begitu pula dalam pembuatan form pemeriksaan hygiene sanitasi kapal ini. Semoga tahun 2012 sudah terbit form yang baku dan seragam diseluruh KKP dengan dasar hukum Nasional tentang Pemeriksaan Hygiene Sanitasi Kapal. Jangan menanti harapan jika kreatifitas bisa diwujudkan. (bersambung )
21

Lembar form HSK tahun 2011 berjumlah 4 lembar (rangkap) untuk penggunaanya tidak bisa dilakukan secara cepat, diperlukan ketelitian

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

RUANG UKLW
Rift Valley Fever Dan Yellow Fever ditularkan oleh AEDES ?
Oleh : I PARSAORAN TAMBA, SPD, ST, MKes Staf pengajar pada Universitas Negeri Manado RIFT VALLEY FEVER Rift Valley berarti lembah Celah (bahasa Inggris) adalah sebuah fitur geografi dan geologi, yang panjangnya kira kira 6.000 kilometer yang terbentang dari Suriah utara sampai Mozambik tengah di Afrika Timur. Rift Valley bukan hanya merupakan lembah celah besar diantara dataran tinggi yang tergerus dan menyebabkan lembah tersebut dipenuhi sedimen, namun juga menyisakan kejadian penyakit yang membahayakan kesehatan manusia. Beberapa spesies nyamuk, seperti Aedes, menjadi vektor dari virus ini. Keberadaan vektor ini menjadi penyebab potensial dari kejadian epizootik dan bahkan epidemi pada manusia akibat keberadaan vektor pada wilayah baru yang menyebabkan introduksi virus di wilayah tersebut.

Rift Valley Fever dalam naskah ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Phlebovirus dari famili Bunyaviridae. Virus ini ditemukan sejak tahun 1930 dari suatu kasus epidemik pada domba pada peternakan di Rift Valley, Kenya yang kemudian kasus ini menjadi pandemi di Afrika Utara. Pada awal tahun 2000, penyakit Rift Valley Fever hanya ditemukan di Afrika menyerang hewan ternak dan manusia, namun pada bulan September 2000, penyakit ini telah menyebar hingga Negara Negara Arab dengan efek yang lebih ganas dan menyebabkan penyakit yang lebih parah pada ternak dan manusia. Penyebab penyebaran dan keganasan agen penyakit ini adalah perdagangan antar negara dan benua, serta faktor cuaca yang mendukung terbukanya penularan melalui pintu masuk dari agen penyakit sehingga memunculkan penyakit yang mewabah pada ternak dan krisis kesehatan masyarakat.

Apakah hanya bisa menular karena ditularkan oleh nyamuk Aedes saja? Tidak!!! Berhati hatilah !!!, karena kontak langsung dengan darah, cairan tubuh dan organ tubuh hewan yang terinfeksi juga menjadi jalur transmisi dari virus ini kepada manusia, disamping rute inhalasi juga terjadi pada pekerja di laboratorium. Periode inkubasi dari virus ini bervariasi, mulai dari 2 hari hingga 6 hari. Gejala klinisnya menyerupai influenza dengan demam secara tiba tiba, sakit kepala, nyeri otot dan sakit punggung. Beberapa penderita juga mengalami kekakuan pada leher dan fotofobia serta muntah.

YELLOW FEVER Penyakit infeksi virus akut dengan durasi pendek dan dengan tingkat mortalitas yang bervariasi. Kasus teringan mungkin tidak mudah dapat ditemukan secara klinis, serangan khas dengan ciri tiba tiba demam, menggigil, sakit kepala, nyeri
22

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

punggung, nyeri otot diseluruh badan, lelah, mual dan muntah. Denyut nadi biasanya menjadi lemah dan pelan walaupun terjadi peningkatan suhu. Kadang kasus Icterus ditemukan pada awal penyakit ini yang kemudian menjadi lebih jelas. Kadang kadang juga ditemukan albuminuri yang jelas dan dapat terjadi anuria dan Lekopenia dapat timbul lebih awal dan terlihat jelas sekitar hari ke lima. Kebanyakan infeksi membaik pada stadium ini namun beberapa kasus berkembang menjadi stadium intoksikasi yang lebih berat ditandai dengan adanya gejala hemoragik pendarahan seperti epistaksis (mimisan), perdarahan gingiva, hematemesis (seperti warna air kopi atau hitam), melena, gagal ginjal dan hati, bahkan dapat berakibat fatal. Secara keseluruhan mortalitas kasus dikalangan penduduk asli didaerah endemis sekitar 5% tapi dapat mencapai 20% 40% pada wabah tertentu. Virus demam kuning dari genus Flavivirus dan famili Flaviviridae yang ditemukan dalam bentuk dua siklus penularan, siklus sylvatic atau siklus penularan yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan manusia. Penularan dengan siklus sylvatic hanya ditemukan didaerah Afrika dan Amerika Latin, yang menyerang manusia usia dewasa muda yaitu mereka yang bekerja di hutan atau daerah perbatasan di Bolivia, Brasil, Columbia, Ekuador dan Peru. Manusia dan Aedes aegypti berperan sebagai reservoir di daerah perkotaan, sedang reservoir di hutan yakni vertebrata selain manusia terutama monyet dan nyamuk hutan. Penularan transovarian pada nyamuk menyebabkan berlanjutnya infeksi demam kuning. Manusia tidak mempunyai peran yang berarti dalam siklus penularan demam kuning Sylvatic tapi merupakan hospes utama pada siklus penularan didaerah perkotaan. Cara penularan di pemukiman penduduk pada daerah perkotaan dan pedesaan penularan terjadi karena gigitan nyamuk Aedes aegypti sedangkan di hutan hutan di Amerika Selatan penularan terjadi akibat gigitan beberapa spesies nyamuk hutan dari genus Haemagogus, di Afrika Timur akibat gigitan nyamuk Aedes africanus, Masa inkubasi sekitar 3 6 hari, sedang penularannya dari darah penderita yang sudah infektif terhadap nyamuk, pada hari ke 3 5 menjadi sakit. Penyakit ini sangat menular, terutama pada anggota masyarakat rentan yang hidup ditengah vektor nyamuk dengan densitas yang tinggi. Masa inkubasi ekstrintik pada Aedes aegypti
Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 23

umumnya berkisar antara 9 12 hari pada temperatur daerah tropis, dan pada umumnya jika sudah terinfeksi maka seumur hidup virus akan terus berada di tubuh nyamuk. Pencegahan, melalui program imunisasi aktif bagi semua bayi berusia 9 bulan ke atas yang oleh karena tempat tinggal, pekerjaanya, atau karena melakukan perjalanan yang menyebabkan mereka mempunyai risiko terpajan dengan infeksi. Pencegahan penularan penyakit ini juga dilakukan dengan meningkatkan pelaksanaan program pemberantasan nyamuk, terutama ditujukan terhadap nyamuk Aedes aegypti. Cara pencegahan lain yakni dengan pemberian imunisasi massal yang diberikan kepada semua penduduk pedesaan yang oleh karena pekerjaannya mereka terpajan dengan hutan yang menularkan penyakit demam kuning. Imunisasi juga diberikan kepada pelaku perjalanan yang berkunjung ke daerah endemis demam kuning. Sumber : h t t p :/ / pe n y a k it d al am . w o rd p re s s . c o m / category/manual-pemberantasan-penyakitmenular/demam-kuning-yellow-fever/ http://duniaveteriner.com/2010/01/mengenal -penyakit-zoonosa-rift-valley-fever/print#more -2272 Sambungan Volume VI edisi 3 :

Sekilas Info tentang DEMAM KUNING


Oleh : Hj. Elin Herlina

Sambungan Vol. VI edisi 3 tahun 2011

Namun reinfestasi di beberapa kota besar dengan Aedes aegypti menempatkan kota-kota tersebut pada risiko timbulnya penularan demam kuning. Di Afrika daerah endemis meliputi daerah yang terletak di antara 15o lintang utara Anggol a, disebabkan dan 10 o lintang selatan, memanjang dan Ae d e s Tanzania. aegypt i Pada hanya dari sebelah selatan gurun sahara hingga daerah utara Zaire ol e h beberapa dekade sebelumnya demam kuning yang dilaporkan terjadi di Nigeria dengan ditemukan sekitar 20.000 penderita dan 4.000 kematian pada tahun 1986

hingga 1991. Tidak ada bukti bahwa demam kuning pernah terjadi di Asia atau didaerah pantai timur Afrika, namun demam kuning s yl v atic per nah dilaporkan terjadi di daerah Kenya bagian barat pada tahun 1992 1993. Di daerah perkotaan & di beberapa daerah pedesaan penularan S el a ta n beberapa terjadi karena ak iba t hutan dari Timur Ae. virus di Ae. gigitan g i g i ta n genus Ae d es nyamuk Aedes aegypti. Di hutan-hutan di Amerika pe n ul ara n spesies Di t er ja di Afr ika dan nyamuk

merupakan habitat nyamuk-nyamuk tersebut sangat potensial terkena demam kuning. Penyebaran Virus demam kuning tersebar di negara-negara Afrika dan Amerika Selatan. Namun, pernah juga ditemukan di Eropa, Kepulauan Karibia, Amerika Utara, dan Amerika Tengah. Walaupun pada saat ini virus demam kuning tidak muncul lagi di wilayah tersebut, para penduduknya harus tetap waspada mengingat wilayah mereka beresiko menjadi epidemik demam kuning. Terdapat 33 negara di Afrika dengan jumlah populasi mencapai 508 juta jiwa beresiko terkena demam kuning. Negara-negara ini berada pada 15o Lintang Utara sampai 10o Lintang Selatan pada garis ekuator. Di benua Amerika, endemik demam kuning terdapat di sembilan negara Amerika Selatan dan di beberapa pulau di Kepulauan Karibia. Bolivia, Brazil, Kolombia, Ekuador, dan Peru tercatat sebagai negara yang memiliki resiko terbesar demam kuning. Walaupun benua Asia tidak pernah tercatat memiliki sejarah demam kuning, wilayah ini tetap harus waspada karena di wilayah Asia terdapat beberapa spesies monyet dan nyamuk yang memungkinkan penyebaran demam kuning. Pengobatan Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk demam kuning. Demam dan dehidrasi dapat diobati dengan obat tertentu seperti paracetamol. Penderita juga harus diberi antibiotik. H. Pencegahan dan Vaksinasi Vaksinasi adalah yang paling penting dalam

Haemagogus. Ae.

africanus merupakan vector pada populasi kera dimana Bromeliae Simpsoni dari kera studi berperan virus (semidomestik) dan mungkin spesies aedes lainnya berperan yang sebagai luas m enul arkan seperti membuktikan ya ng ke manusia. Di daerah yang pernah mengalami wabah Ethiopia, Simpsoni menul arkan d a n A e . epidemiologis

vector

dari orang ke orang. Di Afrika Barat Ae. furcifer taylori, Ae. l u t e o c e p h a l u s k e m a n u s i a . sangat s p e s i e s lain berperan sebagai vector penularan viru dari monyet Al b o p i c t u s berperan tipe dibawa ke Brazil dan Amerika Serikat dari Asia dan diduga tipe potensial dengan saat ini sebagai jembatan perantara antara siklus demam kuning sylvatic hingga siklus perkotaan di belahan bumi bagian barat. Walaupun dem ikian keterl ibatan spesies ini dalam penularan demam kuning belum pernah dilaporkan. Manusia dan monyet adalah yang paling utama terjangkiti demam kuning. Virus ini dibawa dari satu hewan ke hewan yang lain (penularan horizontal) melalui gigitan nyamuk (vektor). Nyamuk ini dapat juga menyebarkan virus melalui telur (penularan vertikal). Telur -telur ini tahan kekeringan dan mengalami masa laten saat keadaan kering. Telur-telur ini akan menetas saat musim hujan. Beberapa spesies nyamuk Aedes dan Haemogogus adalah pembawa virus demam kuning. Nyamuk-nyamuk ini ada yang berjenis domestik (berkembang biak di sekitar pemukiman), liar (berkembang biak di hutan), atau semi domestik (campuran). Tempat-tempat yang

pencegahan demam kuning. Dalam populasi dimana tingkat pelaksanaan vaksinasinya rendah, pengawasan secara ketat adalah hal yang sangat penting dan mendesak untuk pendeteksian persebaran penyakit secara akurat dan cepat. Kontrol nyamuk dapat dilakukan untuk mencegah penularan virus sampai vaksinasi terlihat efeknya. Vaksin demam kuning sangat efektif dan aman. Efek imunitas muncul dalam seminggu pada 95% orang yang divaksin. Satu dosis vaksin dapat memberikan

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

24

perlindungan untuk sepuluh tahun, bahkan seumur hidup. Lebih dari 300 juta jiwa telah divaksin dan tidak ditemukan efek samping, meski pernah diberitakan bahwa vaksin demam kuning menimbulkan kematian pada beberapa warga di Brazil. Sampai sekarang masih dilakukan penelitian tentang kematian itu. Meskipun begitu, kemungkinan kematian akibat demam kuning lebih besar dari pada kemungkinan kematian akibat vaksin demam kuning, sehingga siapapun yang berpotensi terkena demam kuning harus diimunisasi. Tetapi, jika seseorang memiliki potensi yang kecil untuk terkena demam kuning, misalnya dia tidak pernah mengunjungi area endemik, maka dia tidak perlu diberi vaksin. WHO menganjurkan untuk dilaksanakan vaksinasi secara rutin sejak dini. Vaksin demam kuning dapat diberikan saat umur 9 bulan, sama seperti waktu pemberian vaksin campak. Untuk mencegah suatu negara menjadi endemik demam kuning, sedikitnya 80% dari populasi harus memiliki imunitas untuk demam kuning. Ini hanya dapat diwujudkan dengan jalannya program imunisasi sejak dini maupun imunisasi pada orang dewasa di daerah endemik. Imunisasi yang terakhir inilah yang dapat memastikan bahwa pencegahan demam kuning sudah mencakup seluruh warga yang rentan terkena demam kuning dan mencegah persebaran penyakit. Sampai saat ini hanya beberapa negara Afrika yang dapat menjalankannya. Vaksinasi juga diajurkan bagi pelancong di tempattempat beresiko tinggi terkena demam kuning. Beberapa negara telah mengharuskan adanya sertifikat vaksinasi, terutama bagi pelancong yang datang ke Asia dari Afrika atau Amerika Selatan. I. Cara-cara pemberantasan A. Cara-cara pencegahan 1) Buat program imunisasi aktif bagi semua bayi berusia 9 bulan ke atas yang oleh karena tempat tinggal, pekerjaanya, atau karena melakukan perjalanan yang menyebabkan mereka mempunyai risiko terpajan dengan infeksi. Satu dosis injeksi subkutan vaksin yang mengandung biakan virus strain 17D dari demam kuning pada embrio ayam, efektif memberi perlindungan

hingga 99%. Antibodi terbentuk 7 10 hari setelah imunisasi dan bertahan sedikitnya hingga 30 35 tahun, mungkin lebih lama. Walaupun demikian imunisasi ulang diharuskan bagi orang yang bepergian ke daerah endemis dalam jangka waktu 10 tahun sesuai dengan International Health Regulation. Sejak tahun 1989 WHO menyarankan bagi negara-negara Afrika yang termasuk didalam apa yang disebut dengan endemic epidemic belt agar memasukkan vaksin demam kuning kedalam imunisasi rutin mereka yang diberikan pada usia bayi. Sejak bulan Maret 1998 ada 17 negara Afrika yang telah melaksanakan anjuran tersebut, namun hanya dua negara saja yang mencapai cakupan 50%. Vaksin demam kuning tidak boleh diberikan kepada bayi kurang dari usia 4 bulan. Vaksinasi terhadap bayi usia 4 9 bulan hanya diberikan dengan pertimbangan yang sangat kuat bahwa bayi tersebut benar-benar berisiko tertular oleh demam kuning oleh karena kemungkinan mereka terpajan sangat besar. Pemberian vaksinasi pada usia ini dengan memperhitungkan kemungkinan terjadinya ensefalitis pasca vaksinasi. Oleh karena vaksin demam kuning mengandung virus hidup, maka tidak boleh diberikan kepada orang dimana pemberian vaksin yang mengandung virus hidup pula merupakan tidak kontra boleh indikasi. Begitu

diberikan kepada ibu hamil pada trimester pertama kecuali bahwa risiko tertulari demam kuning lebih besar daripada risiko vaksinasi terhadap kehamilan. Walaupun belum pernah dilaporkan adanya kematian janin pada wanita hamil yang diberikan vaksinasi demam kuning, serokonversi maternal sangat rendah oleh karena itu perlu diberikan vaksinasi ulang setelah melahirkan. Pemberian vaksinasi dianjurkan bagi penderita HIV yang asimptomatis. Tidak ada bukti yang cukup bahwa pemberian vaksinasi pada penderita HIV yan simptomatik membahayakan penderita tersebut untuk terkena demam kuning 2) Untuk memberantas demam kuning diperkotaan yang paling penting dilakukan adalah membasmi nyamuk Aedes Aegypti. Jika diperlukan lakukan imunisasi. 3) Demam kuning sylvanic atau demam kuning tipe hutan ditularkan oleh Haemogogus dan species Aedes. Untuk demam kuning tipe ini tindakan yang paling baik untuk memberantasnya adalah dengan cara melakukan

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

25

imunisasi yang diberikan kepada semua penduduk pedesaan yang oleh karena pekerjaannya mereka terpajan dengan hutan yang endemis demam kuning. Imunisasi juga diberikan kepada orang-orang yang berkunjung kedaerah hutan yang endemis demam kuning. Bagi mereka yang tidak diimunisasi, dianjurkan agar melindungi diri mereka dari gigitan nyamuk dengan menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang, memakai repelan (obat gosok anti nyamuk) serta memasang kelambu pada waktu tidur. B. Pengawasan penderita, sekitarnya 1) Laporan kepada institusi kesehatan setempat : Laporan adanya penderita demam kuning diwajibkan oleh International Health Regulation (1969), IHR beranotasi edisi ke 3 (1983), yang diperbaharui dan dicetak kembali pada tahun 1992, WHO, Geneva, kelas C 2) Isolasi: Kewaspadaan universal terhadap darah dan cairan tubuh paling sedikit sampai dengan 5 hari setelah sakit, penderita yang sedang dirawat agar dihindari terhadap gigitan nyamuk. Ruang perawatan agar dipasangi kasa nyamuk, tempat tidur dipasangi kelambu, ruangan disemprot dengan insektisida dengan efek residual. 3) Disinfeksi serentak: tidak dilakukan disinfeksi. Rumah penderita dan rumah di sekitar penderita disemprot dengan insektisida yang efektif. 4) Karantina: tidak dilakukan 5) Imunisasi terhadap kontak: keluarga dan mereka yang kontak dengan penderita yang sebelumnya belum pernah diimunisasi agar diberikan imunisasi. 6) Investigasi terhadap kontak dan sumber infeksi: Lakukan penyelidikan semua tempat, termasuk daerah berhutan yang dikunjungi oleh penderita 3 6 hari sebelum mereka sakit. Tempat-tempat tersebut dianggap sebagai fokus penularan, awasi semua orang yang berkunjung ke daerah tersebut. Cari tempa-tempat yan pernah dikunjungi oleh penderita dan tempat mereka bekerja beberapa hari sebelum mereka sakit. Lakukan penyemprotan terhadap tempat-tempat tersebut dengan insektisida yang efektif untuk mencegah penularan. Lakukan investigasi terhadap mereka yang menderita demam walaupun ringan dan orang-orang kontak dan lingkungan

yang

meninggal

dengan

sebab bahwa

yang

tidak

jelas

terhadap

kemungkinan

orang

tersebut

menderita demam kuning. 7) Pengobatan spesifik: Tidak ada C. Penanggulangan wabah 1) Demam kuning perkotaan yang ditularkan oleh Aedes aegypti: a. Lakukan imunisasi massal, dimulai dengan terhadap orang yang terpajan dengan penderita kemudian terhadap orang-orang yang tinggal didaerah dimana densitas Ae. aegypti-nya tinggi. b. Penyemprotan seluruh rumah dengan insektisida yang efektif terbukti dapat mencegah terjadinya KLB didaerah perkotaan. c. Memusnahkan tempat-tempat perindukan nyamuk Ae. aegypti (Dengan gerakan 3M+), bila diperlukan lakukan pemberian larvasida untuk membunuh jentik nyamuk. 2) Demam kuning Sylvatic atau demam kuning tipe hutan a Lakukan pemberian imunisasi segera kepada orangorang yang tinggal atau kepada orang-orang yang memasuki daerah berhutan. b Bagi mereka yang belum diimunisasi dilarang mengunjungi daerah berhutan. Dan bagi mereka yang baru saja diimunisasi dilarang mengunjungi daerah berhutan sampai degan seminggu setelah diimunisasi. 3) Di daerah dimana demam kuning mungkin timbul, sediakan fasilitas diagnostik antara lain fasilitas untuk melakukan laparotomi post mortem untuk dapat mengambil spesimen jaringan hati dari penderita yang meninggal dengan gejala demam dengan durasi 10 hari. Mengingat bahwa hati pemeriksaan tidak histopatologis untuk terhadap jaringan patognomonis

demam kuning maka fasilitas pemeriksaan serologis untuk konfirmasi diagnosis harus disediakan. 4) Di Amerika Selatan dan Amerika baian tengah, adanya kematian monyet-monyet dihutan (howler and spider monkeys) harus dicurigai adanya demam kuning. Lakukan pemeriksaan histopatologis sel hati dan isolasi virus dari monyet-monyet yang mati untuk konfirmasi diagnosis. 5) Survei imunitas terhadap populasi dihutan dengan teknik netralisasi sangat bermanfaat dalam upaya

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

26

pemetaan daerah enzootic.

Survei serologis

pada

manusia tidak bermanfaat oleh karena imunisasi demam kuning telah dilakukan secara luas dimasyarakat. Sumber Referensi 1.www.kalbefarma.com; 2.www.febisefebifebinya.blogspot.com; 3.Anderson,Clifford,Md.,Petunjuk Modern Kepada Kesehatan,Bandung:Indonesia Publishing House,1975; Setiawan Bonjamin Dr.Ph., Sjahbanar Soebianto Zahir Prof. Dr. MSc, Cermin Dunia Kedokteran, Jakarta:Kalbe Farma.

jaringan menyebabkan mata menjadi cekung dan kulit jari tangan menjadi keriput. Jika tidak diobati, ketidakseimbangan volume darah dan peningkatan konsentrasi garam bisa menyebabkan gagal ginjal, syok dan koma. Gejala biasanya menghilang dalam 3 - 6 hari tetapi kebanyakan penderita akan terbebas dari penyakit ini dalam waktu 2 minggu, namun beberapa diantara penderita menjadi pembawa dari bakteri ini. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan terhadap apusan rektum atau contoh tinja segar. Pengobatan yang sangat penting adalah segera mengganti kehilangan cairan, garam dan mineral dari tubuh sedang penderita yang mengalami dehidrasi berat, cairan dapat diberikan melalui infus. Bila dehidrasi sudah diatasi, tujuan pengobatan selanjutnya adalah menggantikan jumlah cairan yang hilang karena diare dan muntah sedang makanan padat bisa diberikan setelah muntah muntah berhenti dan nafsu makan sudah kembali. Pengobatan awal dengan antibiotik lainnya bisa membunuh bakteri dan biasanya akan menghentikan diare dalam 48 jam. Lebih dari 50% penderita kolera berat yang tidak diobati meninggal dunia namun kurang dari 1% penderita yang mendapat penggantian cairan yang adekuat, meninggal dunia. Pencegahannya yakni pengolahan sumber air dan pembuangan tinja yang memenuhi standar untuk mencegah terjadinya kolera. Usaha lainnya adalah meminum air yang sudah terlebih dahulu dimasak dan menghindari sayuran mentah atau ikan dan kerang yang dimasak tidak sampai matang.
Sumber :

KOLERA
Oleh : MANUR ARUAN Sekitar tiga puluh tahun yang lalu, pasti penduduk pedesaan di Nusantara ini akan terkejut dan merinding karena angka kematian kasus kolera pada saat itu masih tinggi. Kolera adalah suatu infeksi usus kecil karena bakteri Vibrio cholerae. Bakteri kolera menghasilkan racun yang menyebabkan usus halus melepaskan sejumlah besar cairan yang banyak mengandung garam dan mineral karena bakteri tersebut sensitif terhadap asam lambung sehingga secara otomatis penderita kekurangan asam lambung. Kolera menyebar melalui air minum dan makanan yang tercemar oleh kotoran orang yang terinfeksi. Kejadian penyakit kolera bisa terjadi pada musim apapun dan menyerang manusia pada usia berapapun. Gejala dapat timbul dalam waktu 1 3 hari setelah terinfeksi bakteri tersebut yang bervariasi mulai dari diare ringan-tanpa komplikasi sampai diare berat-yang bisa berakibat fatal. Penyakit biasanya dimulai dengan diare encer seperti air yang terjadi secara tiba tiba, tanpa rasa sakit dan muntah-muntah. Pada kasus yang berat, diare menyebabkan kehilangan cairan sampai 1 liter dalam 1 jam. Kehilangan cairan dan garam yang berlebihan menyebabkan dehidrasi disertai rasa haus yang hebat, kram otot, lemah dan penurunan produksi air kemih. Banyaknya cairan yang hilang dari

http://medicastore.com/penyakit/210/Kolera.html

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

27

Mengatasi Sakit Gigi dan Gigi Berlubang


Oleh : . Drg. Sri

Sakit Gigi Gigi yang berlubang bukanlah disebabkan ulat seperti anggapan orang pada zaman dahulu. Teori ini bertahan hingga tahun 1700-an hingga Willoughby Miller seorang dokter gigi Amerika yang bekerja di Universitas Berlin menemukan penyebab pembusukan gigi. Ia menemukan bahwa lubang gigi disebabkan oleh pertemuan antara bakteri dan gula. Bakteri akan mengubah gula dari sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan lingkungan gigi menjadi asam (lingkungan alami gigi seharusnya adalah basa) dan asam inilah yang akhirnya membuat lubang kecil pada email gigi. Saat lubang terjadi pada email gigi, kita belum merasakan sakit gigi. Tetapi, lubang kecil pada email selanjutnya dapat menjadi celah sisa makanan dan adanya bakteri akan membuat lubang semakin besar yang melubangi dentin. Pada saat ini kita akan merasakan linu pada gigi saat makan. Bila dibiarkan, lubang akan sampai pada lubang saraf sehingga kita akan mulai merasakan sakit gigi. Proses ini tidak akan berhenti sampai akhirnya gigi menjadi habis dan hanya tersisa akar gigi. Sakit gigi tidak dapat dipandang sebelah mata seperti anggapan beberapa orang, karena bila didiamkan, dapat membuat gigi menjadi terinfeksi bengkak dan meradang. Selain itu gigi berlubang dapat menjadi sarana saluran masuknya kuman penyakit menuju saluran darah yang dapat menyebabkan penyakit ginjal, paruparu, jantung maupun penyakit lainnya, istilah kedokterannya adalah Fokal Infeksi. Agar tidak semakin bertambah parah, maka bila Anda memiliki gigi berlubang sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter gigi untuk mengobatinya. Walaupun banyak orang tidak suka pergi ke dokter gigi dengan alasan tidak peduli dengan keadaan gigi, khawatir biayanya mahal, takut atau malu diejek karena gigi yang rusak, namun pergi ke dokter gigi adalah solusi terbaik untuk mengatasi sakit gigi. Gigi berlubang tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Walaupun, mungkin setelah menderita sakit gigi, rasa sakitnya dapat hilang tetapi tidak memperbaiki keadaan

gigi. Gigi akan tetap berlubang, bahkan lubangnya akan terus semakin membesar. Mengatasi Rasa Takut ke Dokter Gigi Jika Anda merasa takut saat dokter gigi menangani gigi Anda, silahkan beritahukan ke dokter Anda. Ia tentu senang membantu Anda mengatasinya. Anda bisa memberitahunya bahwa Anda akan memberi isyarat dengan tangan bahwa Anda takut atau merasa sakit saat ia sedang menangani gigi Anda. Banyak pasien mendapati bahwa hal tersebut membuat mereka lebih tenang. Selain itu kebanyakan dokter gigi sering mengajak bicara pasiennya saat menangani gigi pasien. Hal ini bertujuan menenangkan hati pasien tersebut. Ingatlah bahwa gigi yang sehat menunjang kesehatan tubuh. Jika Anda segera memperbaiki gigi Anda yang berlubang, hal ini akan menghindari problem dan perawatan yang mahal di kemudian hari. GIGI BERLUBANG Menambal Gigi dan Cabut Gigi Langkah yang umumnya akan diambil dokter gigi adalah menambal gigi yang rusak, bila lubangnya belum terlalu besar. Tetapi, bila kita merasakan sakit gigi, proses penambalan tidak dapat langsung dilakukan karena dengan demikian gas dalam gigi tidak dapat keluar. Dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit atau akan mematikan saraf gigi agar kita tidak tersiksa dengan rasa sakitnya. Pada kunjungan selanjutnya barulah gigi akan dibersihkan dan ditambal sementara, penambalan secara permanen dilakukan pada kunjungan berikutnya lagi. Bila lubang terlalu besar dan tidak memungkinkan untuk ditambal, berarti gigi harus dicabut. Sama seperti proses penambalan gigi, maka gigi juga tidak dapat langsung dicabut saat gigi masih terasa sakit. Hal ini disebabkan saat kita merasakan sakit gigi, maka obat anestesi (obat kebal agar tidak terasa sakit saat gigi dicabut) tidak dapat menembus akar gigi, sehingga saat dicabut akan menyebabkan sakit yang luar biasa.
28

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

Proses pencabutan gigi baru bisa dilakukan saat gigi sudah tidak terasa sakit dan untuk menghilangkan rasa sakit dokter akan mematikan saraf gigi. Mencegah Gigi Berlubang Untuk mencegah terjadinya lubang pada gigi, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut: Memeriksa gigi secara rutin Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali walaupun Anda tidak merasakan sakit gigi. Hal ini diperlukan agar dokter dapat mendeteksi lubang kecil yang terjadi pada gigi dan dapat ditangani segera agar lubang tidak semakin besar. Dapat juga dideteksi bagian gigi yang tidak rata atau berlekuk yang dapat menyebabkan gigi sulit dibersihkan. Menyikat gigi geraham hendaknya dilakukan lebih lama, karena pada gigi ini berpoten si menempelny a sisa - sisa makanan. Kumur setelah makan Menyikat gigi tidak mungkin dilakukan sehabis kita makan, maka cara terbaik adalah berkumur-kumur agar sisa makanan tidak terus menempel dan mengurangi keadaan asam dalam gigi. Gunakan benang gigi untuk mengeluarkan sisa makanan Sisa makanan yang tertinggal, hendaknya tidak dikeluarkan dengan menggunakan tusuk gigi. Penggunaan tusuk gigi dapat menyebabkan celah antar gigi semakin besar disamping dapat menyebabkan luka pada gusi. Pilih pasta gigi yang mengandung fluorida Me n g g u n a k a n pasta g ig i y an g mengandung fluorida. Zat ini merupakan salah satu bahan pembentuk email gigi. Adanya zat ini dapat mencegah pembusukan pada gigi. Makan makanan yang berserat Mengkonsumsi sayuran atau buah terbukti dapat membuat gigi lebih kuat dan mencegah terjadinya gigi berlubang. Kurangi makanan yang mengandung gula dan tepung Makanan jenis ini bila tertinggal di gigi dan adanya bakteri akan menyebabkan asam yang membuat gigi berlubang.

Menyikat gigi secara teratur dan pada waktu yang tepat Pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur adalah waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Air liur tidak banyak keluar pada waktu kita tidur, sehingga gigi akan rusak bila Anda membiarkan sisa makanan pada gigi tanpa menyikatnya. Air liur berguna untuk memlinfungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang. Menyikat gigi dengan cara yang benar Walau menyikat gigi telah dilakukan secara teratur namun bila dilakukan dengan cara yang tidak benar, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Cara yang benar adalah dengan menyikat ke arah bawah untuk gigi depan (gigi seri) bagian atas, menyikat gigi ke arah atas untuk gigi depan bagian bawah dan menyikat secara mendatar untuk gigi geraham.
29

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

KEHAMILAN DAN PERSALINAN


Ns. Indah Kurniawati, S.Kep
SAAT-SAAT MENANTI KEHAMILAN 1. Kondisi Fisik dan Psikis a. Kesehatan harus optimal. Tubuh yang sehat akan mempengaruhi kesehatan wanita hamil dan janinnya. Oleh karena itu penting melakukan pemeriksaan pranatal Pemeriksaan kesehatan meliputi fisik, laboratorium dan genetik b. Kebugaran tubuh sangat membantu menjalani kehamilan dan persalinan dengan lancar dan menyenangkan. Berolahragalah minimal 20 menit setiap hari c. Pentingnya Nutrisi . Mengkomsumsi makanan bergizi kemungkinan besar akan menjalani masa kehamilan dan melahirkan bayi yang sehat tanpa komplikasi d. Perhatikan gaya hidup. Merokok dapat menyebabkan menurunkan produksi sel telur, menghambat perkembangan embrio, implantasi, meningkatkan keguguran dan risiko kelahiran prematur. Meminum minuman beralkohol mempengaruhi pembentukan embrio sampai perkembnagn janin daslam rahim. Kebiasaan itu juga akan meningkatkan risiko bayi lahir dengan retardasi mental, gangguan keterlambatan pertumbuhan, kerusakan sistem saraf dan bayi lahir prematur e. Stop obat-obatan. Pada saat hamil, pemakaian obat-obatan menjadi perhatian penting. Yang paling penting, hentikan pemakaian obat-obatan terlarang, obat penenang, perangsang karena obat-obat tersebut akan mempengaruhi kualitas sperma, pertumbuhan dan perkembangan janin. f. Lingkungan yang sehat akan menghindari Anda dari berbagai gangguan atau kelainan kesehatan selama hamil dan bayi yang akan dilahirkan. g. Berat badan ideal sebelum hamil tidak melebihi atau kurang dari 10% berat badan normal sesuai dengan tinggi badan h. Tidak hanya fisik yang perlu disiapkan. Persiapan ekonomi, persiapan menagntisipasi stress juga sangat diperlukan 2. Kapan Saat Tepat untuk Hamil ? a. Usia ideal untuk hamil adalah 18-20 tahun, 20-25 tahun atau 25-30 tahun. Hal ini disebabkan kemampuan produksi indung telur untuk memproduksi sel telur akan menurun seiring dengan bertambahnya usia b. Setelah keguguran, pada wanita yang subur sebulan kemudian bisa hamil lagi. Tetapi biasanya dokter menganjurkan 3 bulan kemudian c. Setelah vaksinasi paling tidak satu bulan kemudian baru boleh hamil. Khusu vaksin rubella butuh waktu 3 bulan untuk membangun kekebalan tubuh d. Setelah melahirkan, tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan organ-organ reproduksinya. Oleh karena itu dianjurkan satu tahun kemudian untuk hamil lagi e. Operasi caesar membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan tubuh (2-3 tahun) 3. Hamil di Usia 20, 30, 40 tahun a. Usia < 25 Tahun Kelebihan : secara fisik, usia 18-25 tahun merupakan saat terbaik untuk hamil dan melahirkan. Pada usia ini, umumnya organ-organ tubuhnya masih berfungsi dengan baik Kekurangan : kehamilan dan persalinan di bawah usia 18 tahun memiliki risiko yang sama tingginya dengan kehamilan di usia 35 tahun keatas, seperti bayi lahir dengan berat badan rendah atau gangguan kesehatan lainnya dan sering masuk rumah sakit. b. Usia 26-35 Tahun Kelebihan : dari segi emosi, masa ini merupakan usia idela untuk mempunyai anak. Dari segi finansial juga biasanya juga lebih siap. Risiko mengalami keguguran juga sangat sedikit. Kekurangan : karena kehidupannya yang sudah mapan, sehingga kadang timbul masalah ketika harus beradaptasi dengan perubahan karena kehamilan atau setelah bayi lahir. (Bersambung ke Buletim Volume VII Edisi 1)

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

30

TEKNOLOGI & INFORMASI

Pentingnya Kesehatan Mental


Oleh : Fery Anthony

Untuk berkembang menjadi manusia yang sehat, orang harus mempunyai kesehatan mental yang baik. Kesehatan mental berarti keadaan kesejahteraan psikologis, dicirikan dengan pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan, kesadaran akan adanya tujuan hidup, penerimaan diri dan hubungan positif dengan orang lain. Elemen Kesehatan Mental Para psikolog telah menemukan berbagai dimensi yang berbeda tentang kesehatan mental, yang meliputi penerimaan diri atau kepercayaan diri, yang ditandai dengan evaluasi positif atas diri sendiri dan pengalaman masa lalu. Beberapa psikolog lain menganggap kesehatan mental sebagai kemampuan menyeimbangkan emosi positif dan negatif, seperti kegembiraan dengan kesedihan. Menurut pandangan ini, orang yang menunjukkan emosi secara ekstrem dianggap tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik. Psikolog lain lebih menekankan peran lingkungan dalam kesejahteraan psikologis. Perspektif ini melihat pantulan kesehatan mental melalui kebahagian seseorang secara keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti sosial, pekerjaan dan kehidupan komunitas. Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental Banyak aspek dalam kehidupan yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Diantara bidang itu adalah kehidupan kantor, kehidupan keluarga dan peran sosial sesorang dalam komunitas. Pengalaman negatif di bidang-bidang itu, misalnya pimpinan yang bertidak tidak masuk akal atau kehidupan keluarga yang bergejolak, dapat mengikis kesejahteraan psikologis secara keseluruhan. Pengaruh penting lain pada kesehatan mental adalah stres. Pada umumnya, orang mengalami stres ketika tuntutan-tuntutan yang dialami melampui sumberdaya yang dimiliki untuk memenuhi tuntutan itu. Sumber stress yang signifikan termasuk peristiwa penting dalam kehidupan, misalnya perceraian, kematian oarng yang dicintai, kehilangan pekerjaan dan keluarga yang sakit. Peristiwa itu dapat menenggelamkan kemampuan seseorang menangani masalah. Di samping itu satu sumber stress dapat memicu stress yang lain, seperti kesulitan keuangan dengan hilangnya pekerjaan. Orang yang mengalami peristiwa traumatis luar biasa seperti korban perkosaan dan bencana alam mungkin mengalami gangguan stres pascatrauma. Orang dapat mengalami stres kronis bila dihadapkan pada serangkaian tuntutan yang terus menerus mengganggu kemampuan mereka untuk berfungsi. Contoh tuntutan semacam ini termasuk bekerja jangka panjang di bawah situasi sulit dan mengurus kerabat yang sakit kronis. Kesulitan ekonomi, pengangguran dan kemiskinan dapat juga menyebabkan stres kronis dan merongrong kesehatan mental. Seberapa Sehatkah Anda Secara Mental? Skala ini dirancang oleh Abraham A, untuk memperkirakan tingkat kesehatan mental Anda. Jawablah setiap pertanyaan sesuai dengan perasaan Anda dan dengan penuh kejujuran. Ingatlah bahwa kejujuran adalah kunci pengembangan kepribadian Anda. 1. Saya merasa tidak yakin atas kemampuan saya. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 2. Masalah kecil dapat dengan mudah mengecewakan saya. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 3. Saya khawatir tentang masa depan saya. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 4. Saya kurang mampu mengambil keputusan. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 5. Saya mengalami masa suasana hati yang berubah-ubah. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 6. Saya menderita karena merasa tidak aman. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 7. Bahkan ketika di dalam kelompok, saya merasa tidak aman. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 8. Orang lain harus menolong saya membuat keputusan. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

31

9. Saya tidak dapat membuat keputusan bahkan ketika saya ingin melakukan sesuatu yang khusus. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 10. Saya merasa kehilangan penghargaan atas diri. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 11. Saya merasa bahwa suatu bencana mungkin akan menimpa diri saya. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 12. Saya tidak dapat menyelesaikan tugastugas dalam sekali jalan. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 13. Saya tidak mampu untuk memecahkan persoalan saya sendiri. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 14. Saya merasa bahwa masa depan saya tidak terencana dengan baik dan tidak terlihat jelas. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 15. Saya menghindari tanggung jawab. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 16. Saya tidak mampu mengambil keputusan dengan cepat dalam masalah apapun. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 17. Saya merasa bahwa dunia ini tidak bersahabat. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 18. Saya membutuhkan lingkungan kerja yang kondusif. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 19. Saya tidak puas dengan hidup saya. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 20. Saya menjadi putus asa ketika gagal dalam tugas apapun. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 21. Saya tidak bergaul dengan baik dengan orang-orang di sekeliling saya. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 22. Saya merasa depresi dan murung. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 23. Saya menderita karena merasa rendah diri. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah

24. Saya menjadi marah bahkan karena pembicaraan yang sedikit saja tidak menyenangkan. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 25. Saya merasa hidup saya adalah beban bagi keluarga. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 26. Kesulitan kecil mengecewakan saya. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 27. Saya kurang konsentrasi selagi bekerja. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 28. Saya suka berkhayal. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 29. Saya tidak mempunyai pendekatan yang fleksibel. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah 30. Dalam keadaan sulit, saya bertindak tanpa melihat fakta. Selalu / hampir selalu / kadang-kadang / tidak pernah Setelah memberi tanda pada jawaban Anda, berilah 1 poin untuk setiap jawaban selalu yang Anda centang, 2 poin untuk jawaban hampir selalu, 3 poin untuk jawaban kadang-kadang dan 4 poin untuk jawaban tidak pernah. Jika Anda mendapat skor antara 91120, Anda mempunyai kesehatan mental yang sangat baik. Jika skor Anda antara 6190, kesehatan mental Anda tergolong baik atau rata-rata. Skor antara 3160, kesehatan mental Anda tergolong buruk. Skor antara 030, kesehatan mental Anda tergolong sangat buruk. Cara Menjadi Sehat Secara Mental Jika Anda mempunyai kesehatan mental yang buruk atau sangat buruk, tak perlu khawatir. Cobalah melakukan hal-hal berikut : Kembangkan di dalam diri Anda perasaanperasaan aman. Kenali perasaan tidak aman di dalam dan di sekeliling Anda. Beberapa mungkin memang nyata, tapi sebagian besar hanyalah imajiner. Susunlah solusi untuk yang nyata dan lupakan saja yang tidak nyata. Perasaan tidak aman biasanya muncul karena kita kurang yakin pada diri sendiri. Kita merasa tidak mampu menangani situasi sulit dalam kehidupan. Kita mulai khawatir tentang masa depan kita. Kita berhenti berjuang melawan kesulitan dan mudah menyerah. Jangan menyerah. Uruslah masa kini, maka masa depan akan mengurus dirinya sendiri.

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

32

Buatlah evaluasi diri yang jujur. Kenali diri Anda sendiri. Kenali kekuatan Anda dan terimalah kelemahan Anda. Menerima dan kemudian mengatasi kelemahan Anda akan memperkuat diri Anda. Anda akan memiliki tandon yang lebih kuat. Kembangkan spontanitas dan emosionalitas. Anda harus bersikap spontan dalam semua tindakan Anda. Jangan menunggu tarikan atau dorongan. Isilah energi Anda dan tetaplah terisi penuh. Bersikaplah hangat secara emosional kepada orang lain karena Anda akan menuai apa yang Anda tabur. Menerima kehangatan emosional dari orang lain adalah hal yang baik untuk kesehatan mental Anda. Peliharalah kontak yang efisien dengan realitas. Jika Anda adalah seorang pemimpi, buat mimpi itu berorientasi positif sehingga Anda dapat mengubahnya menjadi realitas. Belajarlah untuk hidup di dalam dunia ini, dan bukan diluarnya. Miliki hasrat jasmani dan kemampuan untuk memenuhinya. Orang tentu saja tidak bisa hidup dengan makanan semata. Dia juga butuh memenuhi kebutuhan biologis lainnya dan mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya. Anda harus makan dan tidur secara cukup. Namun, tiap orang membayar harga yang berbeda-beda untuk memenuhi hasrat-hasrat itu. Banyak orang harus mengeluarkan biaya besar untuk makan dan tidur yang memadai. Jika Anda termasuk dalam kelompok itu, Anda harus menyusun rencana agar Anda dapat membiayai kemewahan seperti itu. Pahami kemampuan tentang diri sendiri. Kenali diri sendiri dan kesehatan akan mengikuti. Banyak orang yang acuh terhadap diri sendiri. Kita cenderung memandang diri terlalu rendah atau terlalu tunggi. Keduanya mempunyai kerugian masing-masing. Kita adalah apa adanya diri kita dan bukan apa yang kita anggap sebagai diri kita. Namun demikian, kita harus selalu berpikir positif tentang diri kita sendiri. Miliki kepribadian yang utuh dan konsisten. Kita harus mengintegrasikan diri kita. Kita harus mempunyai konsistensi dalam pikiran dan tindakan. Hindari kepribadian yang terbelah. Ingatlah bahwa bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Hal yang sama berlaku untuk kepribadian. Individu yang utuh dan konsisten dengan pikiran yang

seimbang akan selalu kuat dan sehat secara mental. Miliki tujuan hidup yang jelas. Hidup tanpa keinginan sesungguhnya adalah hidup tanpa tujuan. Keberadaan Anda di dunia ini punya tujuan tertentu. Definisikan tujuan Anda dan lakukan sesuatu untuk mencapainya. Hal-hal seperti ini memberi kebahagian dan kegembiraan bagi Anda, yang menjadi kunci kesehatan mental. Belajarlah dari pengalaman. Kita semua mempunyai pengalaman yang baik atau buruk dalam hidup, dan kita belajar dari keduanya. Pengalaman buruk mengajari kita agar terus mencari pengalaman baik. Sesungguhnya tidak ada guru yang lebih baik di dunia ini kecuali pengalaman. Kembangkan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan kelompok. Manusia adalah makhluk sosial yang secara konstan berinterksi aktif dengan individu lain. Kita memberi dan kita menerima. Kita harus mengikuti norma-norma dan memenuhi kebutuhan sosial dari masyarakat. Kita harus berguna dalam keselarasan untuk mengh in dar i ketidakselarasan.

Memelihara Kesehatan Mental Kemampuan untuk menghadapi kesulitan dapat menjadi sangat penting bagi kesehatan mental seseorang. Menangani masalah berarti berhasil mengurus permasalahan yang muncul dalam kehidupan. Orang berbeda secara subtansial dalam cara mereka menanggulangi kesulitan. Beberapa orang menerapkan penanggulangan yang berfokus pada emosi, sebuah strategi yang terfokus pada pengelolaan emosi diri. Contoh dari strategi ini adalah mengalihkan perhatian dari permasalahan, menolak permasalahan, melampiaskan emosi atau membagi emosi pada orang lain. Sedangkan bentuk lainnya dari menangani masalah adalah yang berfokus pada persoalan, yang mencakup usaha-usaha mengurangi stres dengan memecahkan permasalahannya. Orang yang menggunakan strategi ini mengambil langkahlangkah aktif untuk menyelesaiakan masalah misalnya dengan mencari pekerjaan baru sebagai jawaban atas masalah di tempat kerja. Orang memiliki kemampuan berbeda-beda dalam menggunakan keterampilan menangani masalah. Namun demikian, orang dapat mempelajari kemampuan dalam menangani masalah baru. Orang dewasa dapat diajari kemampuan menanggulangi peristiwa yang menimbulkan stres dalam kehidupan seperti

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

33

kehilangan pekerjaan dan perceraian . Mengajarkan kemampuan penanggulangan pada orang lain sebelum mereka mengalami kesulitan atau pada tahap awal krisis, merupakan metode yang efektif untuk mencegah memburuknya kesehatan mental. Mempelajari strategi penanggulangan yang efektif dapat secara langsung memperbaiki kesehatan mental dengan cara memperbaiki kesadaran pengekangan diri dan rasa percaya diri seseorang. Dukungan sosial dari teman dan anggota keluarga juga meningkatkan kesehatan mental. Teman menanggapinya dengan perhatian, empati dan nasihat bagi orang yang sedang mengalami kesulitan atau kehilangan. Mereka memompa rasa percaya diri dan harga diri dengan dengan jalan memberi keyakinan dan pujian. Sebaliknya, interaksi sosial yang negatif, seperti konflik terusmenerus dan sikap meremehkan orang lain, dapat mengikis kesehatan mental. Cara lain untuk memelihara kesehatan mental adalah dengan melibatkan diri pada aktivitas fisik. Misalnya, dengan olah raga secara teratur akan membantu memompa kepercayaan diri, mengurangi depresi dan meningkatkan konsentrasi. Selain itu teknik relaksasi, seperti bernapas dalam-dalam dan meditasi dapat membantu memerangi pengaruh stres. Selamat mencoba dan semoga sukses..!! Daftar Pustaka Abraham A, 2005, Personalty Development, Sterling Publisher Private Limited, New Delhi, India.

PERSIAPAN KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK DALAM KEGIATAN SERTIFIKASI ISO dan AKREDITASI LABORATORIUM PENGUJIAN SNI ISO /IEC 17025 : 2005 Oleh : Subarjo Dalam IHR 2005 terdapat 8 core capacities yang harus dipenuhi oleh Negara anggota, yaitu Peraturan per-UU dan kebijakan, Koordinasi, Surveilens, Response, Kesiapsiagaan, Komunikasi Risiko, Sumber Daya Manusia dan Laboratorium. Indonesia sebagai Negara anggota WHO dan sepakat dengan amanat IHR 2005, mau tidak mau suka tidak suka harus sudah memenuhi 8 core capacities tersebut yang sebentar lagi akan dievaluasi pada Tahun 2012. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Tanjung Priok yang berada di garis depan gerbang pintu Negara, mempunyai tanggung jawab yang besar dalam memenuhi core capacities tersebut. Kegiatan untuk memenuhi core capacities KKP
34

Kelas 1 Tanjung Priok dalam IHR 2005 , salah satunya adalah persiapan dalam rangka sertifikasi ISO dan akreditasi laboratorium pengujian SNI ISO / IEC 17025 : 2005. Persiapan yang sudah berjalan dan rencana yang akan dilakukan dalam sertifikasi ISO dan akreditasi laboratorium pengujian, adalah sebagai berikut : 1. Pada Tahun 2010 sudah dilaksanakan pelatihan dalam rangka pengenalan dan pemahaman tentang SNI ISO /IEC 17025 : 2005 dari lembaga akreditasi / KAN / BSN 2. Mulai Tahun Anggaran 2011, KKP Kelas 1 Tanjung Priok sudah mulai melakukan pemeriksaan laboratorium untuk sampel Air bersih / air minum dan makanan siap saji untuk beberapa parameter biologi dan beberapa parameter kimia, yang selama ini dikirim ke BBTKL PPM Jakarta. 3. Penggadaan peralatan , media dan reagensia untuk pemeriksaan laboratorium pengujian penegak diagnosis 4. P elatih an pen g am bil an spe cime n kesehatan lingkungan bagi petugas KKP 5. Rencana Tahun Anggaran 2012, untuk persiapan sertifikasi ISO dan akreditasi laboratorium pengujian adalah : a. Kegiatan penyusunan instruksi kerja pemeriksaan laboratorium mikrobiologi untuk sampel air bersih / air minum dengan standar internasional US EPA dan sampel makanan dengan standar AOAC / FDA / BAM; b. Kegiatan audit awal program dan pemetaan laboratorium pengujian (lingkup kegiatan); c. Penyusunan Dokumen Mutu ISO Level I IV (LI-IV) d. Sosialisasi dokumen akreditasi e. Advokasi Uji coba penerapan f. Audit akhir g. Pendaftaran ke Badan Standarisasi Nasional Komite Akreditasi Nasional (BSN KAN) h. Tindakan korektif dari KAN Persiapan kegiatan dalam rangka sertifikasi ISO dan akreditasi laboratorium pengujian akan berjalan dengan adanya komitmen bersama dan dukungan anggaran. __00__

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

SERBA SERBI Pola Kehidupan Anak Manusia


Oleh : Roswitha Kusuma Wardhani

Berita pada mass media hari demi hari semakin memanas, angka kesakitan jiwa di Propinsi DKI semakin meningkat, banyaknya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh gadis cantik dengan cara meloncat dari suatu apartemen mewah, bahkan kenyataan menunjukkan bahwa setiap sudut jalan tampak adanya orang sakit jiwa berjalan kian kemari dengan pakaian yang semakin kotor dan lusuh. Ada apa dengan bangsaku ? Ada apa Jakarta ? Ono opo to, Palupi ? Segala permasalahan kehidupan manusia, pastilah pemecahan masalahnya dapat ditemukan dengan jalan terbaik, namun yang paling susah yakni untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh manusia itu sendiri. Nah, bagaimana cara kita memecahkan masalah bila kita tidak tahu sumber penyebab masalah yang kita hadapi? Jelas, hal ini merupakan sesuatu yang mustahil, apalagi bila kita berada dalam kondisi limbung, kacau balau, tidak tenang, dan kalang kabut. Langkah antisipatif dalam menghadapi segala kemungkinan munculnya segala permasalahan dalam kehidupan manusia, diperlukan beberapa pola kehidupan yang baik dalam segala hal. Pola hidup yang saya tawarkan dibawah ini, sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Hidup sehat : 1. Sediakan waktu untuk berdoa 2. Minum banyak air 3. Sarapan Makan seperti Raja, makan siang seperti Pangeran dan makan malam seperti pengemis 4. Makan lebih banyak makanan sayur sayuran, buah buahan dan sedikit makan makanan yang diproduksi pabrik 5. Hidup penuh energik, penuh kemauan dan penuh dengan pikiran positif 6. Lebih banyak bercengkerama 7. Baca buku lebih dari yang anda lakukan pada hari sebelumnya

8. Duduk dalam keheningan dan merenung minimal selama 10 menit dalam sehari 9. Tidur selama 7 jam 10. Ambil 10 30 menit berjalan kaki dalam sehari dan tersenyumlah dalam hati, pada saat Anda berjalan

Hubungan sosial : 1. Panggil keluarga anda untuk berbincang bin cang sesering mungkin 2. Setiap hari memberikan sesuatu yang baik kepada orang lain 3. Maafkan setiap orang yang telah menyakiti anda 4. Menghabiskan waktu dengan orang-orang di atas usia 70 (tujuh puluh) tahun dan di bawah usia 6 (enam) tahun 5. Cobalah untuk membuat orang lain senyum setiap hari 6. Apa yang orang lain pikirkan tentang anda adalah urusan anda
35

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

7. Tugas anda mengurus keluarga dan teman yang sedang sakit serta selalu berkomunikasi dengan mereka

3. Apabila anda tidak melakukannya, berarti anda membatasi diri anda sendiri 4. Jangan terlalu serius, masih ada orang lain di se kitar anda 5. Jangan buang energi anda dengan membuat Gossip

Gaya hidup: 1. Berpikiran bahwa Tuhan yang menyembuhkan dan membuat segala sesuatu jadi indah 2. Ketika anda bangun di pagi hari hidup, terima kasih pada Tuhan 3. Melakukan hal yang benar 4. Situasi baik atau buruk, pasti itu akan berubah 5. Tidak perlu peduli tentang bagaimana perasaan anda pada saat bangun tidur, pada saat berdandan dan pada saat tampil 6. Jangan khawatir, yang terbaik masih belum datang 7. Singkirkan segala sesuatu yang tidak berguna dan tidak indah dipandang 8. Anda harus merasa bahwa anda adalah pribadi yang selalu paling senang dan bahagia!

6. Bermimpilah pada saat anda terjaga 7. Permusuhan adalah buang-buang waktu, anda sudah memiliki semua yang anda butuhkan 8. Lupakan masalah masa lalu, yang akan merusak kebahagiaan anda saat ini 9. Jangan membenci orang lain

10. Berdamai dengan masa lalu anda sehingga tidak akan merusak segala sesuatu yang akan terjadi 11. Tidak ada yang bertanggung jawab atas kebahagiaan anda selain diri anda sendiri 12. Menyadari bahwa hidup adalah sebuah sekolah dan anda berada di sini untuk belajar, dan anda belajar akan seumur hidup 13. Tersenyumlah

Kepribadian yang indah : 1. Jangan membandingkan hidup anda dengan hidup orang lain, anda tidak akan tahu tentang perjalanan hidup mereka 2. Jangan memiliki pikiran negatif atau hal hal tidak dapat anda kendalikan, berpikirlah positif sebagai upaya berinvestasi energi untuk diri Anda

14. Anda tidak harus memenangkan setiap langkah kehidupan anda


36

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

JEJARING & KEMITRAAN


KOMITE KESELAMATAN, KESEHATAN DAN LINGKUNGAN (K2L)/ PELABUHAN SEHAT BERBAGI PERAN DAN FUNGSI UNTUK SINERGISME DAN SINKRONISASI KEGIATAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELABUHAN SEHAT DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK Oleh : Diah Lestari (Kepala Bidang PRL, KKP Kelas I Tanjung Priok) Pada tanggal 9 s.d 10 Mei 2011 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Tanjung Priok menyelenggarakan pertemuan Komite Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan (K2L)/Pelabuhan Sehat, Pelabuhan Tanjung Priok, di Hotel Aston Marina Mediterania, Jakarta. Turut mengundang pertemuan Kepala Kantor Syahbandar Kelas Utama Tanjung Priok, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, dan GM. PT PELINDO II (Persero) Cabang Tanjung Priok. Pertemuan Komite K2L/Pelabuhan Sehat ini juga merupakan launching terbentuknya Komite K2L/ Pelabuhan Sehat melalui SK. Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok No. UM.008/2/1/ OP.TPK 11, tanggal 6 Juni 2011, tentang Pembentukan Komite Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan di Wilayah Kerja Pelabuhan Tanjung Priok. Susunan keanggotaan komite terdiri dari Pembina dari 4 Kepala Kantor LS dan GM. BUP di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok, Ketua, Wakil Ketua I dan II, Sekretaris, Koordinator dan wakil koordinator bidang keselamatan dengan seksi keselamatan kerja sisi laut dan keselamatan kerja sisi darat, bidang Kesehatan dengan seksi hygiene dan sanitasi dan pelayanan kesehatan, bidang lingkungan dengan seksi penghijauan, seksi pencemaran, seksi kebersihan dan seksi keamanan lingkungan. Perjalanan kegiatan pelabuhan sehat telah berlangsung sejak tahun 2010, pertemuan komite ini menindaklanjuti dari kesepakatan rencana tindak lanjut hasil pertemuan sosialisasi pelabuhan sehat, dan kesepakatan rapat koordinasi pembahasan pembentukan Komite Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (K2L)/Pelabuhan Sehat, Pelabuhan Tanjung Priok. Tema pertemuan adalah Komite Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (K2L) / Pelabuhan Sehat, Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Implementasi IHR 2005 Dalam Upaya Pemenuhan Core Capacities Di Pintu Gerbang Negara, dengan tujuan : 1. Tersosialisasi SK Komite K2L / Pelabuhan Sehat di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok 2. Diperolehnya dukungan dan harapan dari lintas sector dan lintas program dan stake holder terhadap Komite K2L / Pelabuhan Sehat, Pelabuhan Tanjung Priok. Output dari pertemuan adalah : 1. Diperolehnya Dokumen Komitmen Komite K2L / Pelabuhan Sehat, Pelabuhan Tanjung Priok untuk melaksanakan kegiatan di bidang Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan,
Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 37

guna menciptakan kawasan Pelabuhan Tanjung Priok bersih, aman, nyaman dan sehat. 2. Diperolehnya dokumen draft rencana kerja Komite K2L / Pelabuhan Sehat, Pelabuhan Tanjung Priok. Pertemuan yang dibuka oleh Dirjen PP & PL dihadiri lebih dari 85 peserta terdiri dari semua susunan keanggotaan dari Komite K2L, lintas sektor /lintas program dan stakeholder atau Badan Usaha Pelabuhan, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Walikota Jakarta Utara, DPC INSA JAYA (Indonesian National Shipowners Association), DPP ASPHAMI, dan NPO-IHR, WHO Indonesia.

Dalam sambutan pengarahan Dirjen PP & PL sebagai IHR National Focal Point di Indonesia menyambut gembira dengan terbentuknya Komite K2L/ Pelabuhan Sehat di Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan ini sejalan dengan implementasi IHR 2005 dalam rangka pemenuhan core capacities Indonesia sebagai Negara anggota WHO yang sudah

sepakat melaksanakan amanat IHR 2005 yang sebentar lagi akan dievaluasi pada tahun 2012. Harapan beliau melalui komite ini, kegiatan dalam rangka menciptakan Pelabuhan Tanjung Priok yang bersih, aman, nyaman dan sehat, secara comprehensive sudah meliputi 8 (delapan) pemenuhan core capacities di pintu gerbang Negara, yaitu : - Legislation and Policy - Coordination - Surveilance - Response - Preparedness - Risk Communication - Human Resources - Laboratory Pada kesempatan tersebut Bapak Dirjen juga berkenan menyerahkan secara simbolis SK Komite K2L kepada ketua, sekretaris dan koordinator masing-masing bidang Komite K2L. Bapak Dirjen bersama dengan Walikota Jakarta Utara juga menandatangani dan turut mendukung komitmen Komite K2L yang ditandatangani oleh semua Pembina Komite.

penyelenggaran kegiatan Pelabuhan sehat secara garis besar adalah : Meningkatkan keselamatan setiap kapal yang keluar dengan melengkapi persyaratan kelaiklayaran kapal laut, sertifikat keselamatan kapal dan penumpang; Perhatian yang lebih baik dan ikut bertanggung jawab dalam p e n a n g g ul a n g a n pencemaran lingkung an dan pengendalian penyakit; Meningkatkan sumber daya manusia melalui persiapan personil operator terminal; Meningkatkan dan melengkapi infrastruktur, fasilitas sarana dan prasarana yang diperlukan dalam penyelenggaraan pelabuhan sehat; Meningkatkan system tanggap darurat, dengan mengadakan pelatihanpelatihan tanggap darurat; Meningkatkan jejaring kerja dengan semua sektorterkait baik pemerintah, swasta, assosiasi dan semua pihak terkait lainnya; Mendukung Pelabuhan Tanjung Priok se bag ai Green Port de n g an menyelenggarakan pelabuhan ramah lingkungan, yang diwujudkan dengan penanaman pohon dan bunga di sepanjang jalur hijau; Mengembangkan kegiatan Pelabuhan sehat sebagai media promosi agar berperilaku hidup bersih dan sehat bagi pengelola, pengguna dan pengunjung. Melalui Komite K2L penyelenggaraan kegiatan Pelabuhan Sehat untuk menciptakan Pelabuhan Tanjung Priok bersih, aman, nyaman dan sehat perlu dilakukan secara serius melalui rencana kerja yang bermuara kepada Kota Sehat.

Dukungan dan Harapan Dukungan dan harapan yang disampaikan oleh para pemegang kebijakan di wilayah kerja Pelabuhan yang juga sebagai Pembina Komite K2L dalam

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

38

MELALUI KEGIATAN KOMITE KESELAMATAN, KESEHATAN DAN LINGKUNGAN (K2L) / PELABUHAN SEHAT, PELABUHAN TANJUNG PRIOK, SEBAGAI ENTRY POINTS IMPLEMENTASI GERAKAN NASIONAL INDONESIA BERSIH Oleh : Nana Mulyana Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu pintu masuk Gerbang Negara, merupakan pelabuhan tersibuk di Indonesia, dimana 65 % total arus barang secara nasional diangkut melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Pada 5 (lima) tahun terakhir tercatat kunjungan kapal mengalami kenaikan ratarata 5,4 % pertahun, dan kunjungan arus barang rata-rata 6 % pertahun (sumber Adpel Tanjung Priok, 2010). padat. Hal tersebut berpontensi dapat menimbulkan dampak lain sebagai sumber infeksi atau kontaminasi dan risiko kesehatan masyarakat, penyebaran penyakit, pencemaran lingkungan serta gangguan keamanan dan ketertiban. Pelabuhan Tanjung Priok dalam melakukan aktifitasnya perlu memperhatikan pengelolaan lingkungan yang mengarah pada pelabuhan yang aman, nyaman, bersih dan sehat. Berbagai aspek lingkungan/ kesehatan lingkungan yang mendapat perhatian antara lain: pemeriksaan kadar debu di udara ambient, tingkat kebisingan, pengelolaan sampah dan limbah, penataan bangunan serta penghijauan. Dari aspek kesehatan antara lain: agent (fisik, kimia, mikrobiologi); media perantara (air minum, kualitas udara, makanan/minuman, vektor penyakit, serangga dan binatang penular penyakit lainnya).

Dengan melihat kondisi tersebut, menunjukkan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok dari segi lalu lintas arus barang dan alat angkut sangat penting dan
Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 39

Dengan diberlakukannya International Health Regulation (IHR) 2005, kegiatan pengawasan/ pengamatan penyakit di pelabuhan tidak terbatas pada penyakit karantina akan tetapi juga penyakit yang menjadi perhatian dunia (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC), seperti Ebola, Avian influenza, Influenza baru H1N1 & H5N1, SARS, dan lain-lain, penyakit tersebut dapat cepat menular melalui pelabuhan. Untuk mewujudkan Pelabuhan Tanjung Priok yang ramah lingkungan, bersih, nyaman dan sehat, diperlukan suatu kerjasama lintas sektor dan program dalam pengelolaan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, serta dampak faktor risiko lingkungan di kawasan pelabuhan. Maka melalui inisiasi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Tanjung Priok, terbentuk Komite Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan (K2L) / Pelabuhan Sehat, Pelabuhan Tanjung Priok. Komite ini adalah suatu wadah dalam penyelenggaraan kawasan pelabuhan sehat, sejalan dengan pendekatan kota sehat di Jakarta Utara. Lingkup kegiatan Komite K2L/Pelabuhan Sehat, Pelabuhan Tanjung Priok adalah: lingkungan pelabuhan, sarana transportasi, perilaku hidup bersih (PHBS), keamanan dan kenyamanan, fasilitas umum dan sosial, penataan bangunan, pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja. Sesuai dengan tujuan penyelenggaraan pelabuhan sehat, yaitu terwujudnya kawasan pelabuhan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat. Pelabuhan Tanjung Priok merupakan kawasan tersendiri yang spesific merupakan bagian kecil dari wilayah yang memberikan kontribusi atau entry points dari pengelolaan kesehatan lingkungan, maka kriteria kegiatan pelabuhan sehat adalah sejalan dengan Gerakan Nasional Indonesia Bersih, antara lain mencakup: 1. Lingkungan pelabuhan harus dalam keadaan bersih, seperti sampah dikelola dengan baik, limbah cair dikelola sesuai

persyaratan, air bersih tersedia cukup dan memenuhi syarat kesehatan. 2. Lingkungan pelabuhan harus dalam keadaan aman dan tertib, seperti memiliki prosedur kedaruratan, bangunan di kawasan sesuai dengan tata ruang pelabuhan, semua alat angkut mempunyai sertifikasi keselamatan.

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

40

3.

Lingkungan pelabuhan harus dalam keadaan nyaman, seperti kondisi lingkungan bersih, adanya penghijauan, tertib lalu lintas.

4. Lingkungan pelabuhan harus dalam keadaan sehat, seperti semua pelayanan memberikan pelayanan yang terbaik, terdapat upaya PHBS, larangan merokok.
Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 41

FLORA & FAUNA

KOWE DAN DLONGOP


Oleh : Ny. BERTHA M. PASOLANG, S.Sos

Nduk, ojo ngembang duren ngono to . . . Le, ojo ngembang duren ngono to . . . Nduk adalah sebutan seorang anak perempuan, Le adalah sebutan seorang anak laki laki, sedang ojo ngembang duren adalah jangan seperti bunga durian (Bahasa Jawa : bunga durian disebut DLONGOP artinya mulut menganga). Pada jaman ini sudah jarang sekali menemui orang Jawa yang mengetahui tentang nama bunga durian walaupun mereka tinggal di daerah pedesaan, namun bagi mereka yang pernah sekolah di daerah Jawa pada tahun 1970an pasti tahu, itupun kalau mereka masih bias mengingatnya DLONGOP Saat musim kemarau tiba, bunga bunga durian mulai bermunculan yang berarti dalam waktu tidak terlalu lama lagi akan muncul bakal buah yang menjadi buah durian yang berkulit keras dan runcing namun terasa enak dan lezat. Kalau melihat bunganya yang indah pastilah orang tidak menyangka sama sekali bahwa buahnya berkulit keras dan tajam. Ingatlah bagi para pemuda tentang konsep universal yang alami bahwa seorang wanita yang tampak cantik dan ayu, belumlah tentu memiliki sikap yang lemah gemulai. Sebutan dalam bahasa daerah di Indonesia sangat bermacam macam, Duren (bahasa Jawa), Duliang (bahasa Tana Toraja), Kadu (bahasa Sunda), dan lain lain bahasa daerah. Tanaman ini memerlukan tanah yang dalam, ringan dan berdrainase baik sedang derajat keasaman optimal antara 6 - 6,5, dengan sedikit kapur agar tanaman tumbuh baik, sedang permukaan air tanah tidak boleh kurang dari 150 cm karena permukaan air tanah yang terlalu dangkal berakibat buah kurang manis. Durian muda juga memerlukan perlindungan tanaman agar pohon atau cabang cabangnya yang sarat buah tidak patah diterpa angin. Kegunaan bunganya : Bunganya untuk sayuran. Bunga yang telah terkumpul, dipilih yang masih segar atau yang baru saja jatuh dari pohonnya. Putik bunganya harus dihilangkan terlebih dulu dari daun bunganya agar rasa sayurnya tidak pahit. Selanjutnya, daun bunga tersebut dimasak tumis. Indahnya bunga durian ini membuat pantas diletakkan dalam vas bunga sebagai hiasan di ruang tamu, ruang makan ataupun ruang tidur. Kegunaan biji buahnya : Dapat dijadikan sebagai pengganti makanan, dibuat bubur Makanan camilan, direbus Ingat !!! biji durian mentah tidak boleh dimakan karena beracun. Bagi para DUDA, biasanya dianjurkan oleh guru spiritualnya untuk minum setengah gelas air bekas rebusan biji durian agar tempak keren dan disukai para wanita. (DUREN kependekan dari DUda keREN).
42

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

Kegunaan kulit buahnya : Kulit buahnya dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus, dengan cara dijemur sampai kering dan dibakar sampai hancur Dilemparkan ke suami yang mempunyai hobby selingkuh (saran : jangan dilakukan)

Kegunaan batang pohonnya : Batangnya yang lurus dapat dipakai untuk bahan bangunan, seperti kosen pintu dan jendela, usuk, reng, dll Untuk bahan perkakas rumah tangga

Kegunaan buahnya : Buah yang sudah masak, kulitnya dibelah untuk dimakan daging buahnya Secara tradisional, daging buahnya bisa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian sebagai makanan camilan Dimasak dengan nasi pulut yang dicampur dengan santan yang enak sekali rasanya. Untuk minuman es buah durian Sebagai campuran kue tradisional Dibuat campuran permen atau gula gula dll
Bersambung ke Buletin VII Edisi I tahun 2012 ...
43

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

MINTI DAN MERI


Oleh : Ny. BERTHA M. PASOLANG, S.Sos

Kalau kita tanyakan pada generasi muda masa kini di daratan pulau Jawa tentang Minti, pastilah sangat jarang yang tahu apa itu Minti, demikian juga tentang Meri bahkan mungkin generasi tua juga sudah melupakan Minti dan Meri. Apakah hal ini suatu tanda tanda terjadinya perubahan budaya jaman ataukah saat ini masih dalam budaya transisi. Apakah anda tahu tentang Minti dan Meri? Minti adalah nama atau julukan anak seekor Mentok, sedang Meri adalah nama atau julukan anak seekor Bebek. Mungkin nama nama tersebut berlainan untuk tiap daerah di wilayah Nusantara tercinta ini. Meskipun pandai terbang, mentok peliharaan hampir tak pernah terbang jauh dan sering terlihat bersama kelompoknya. Cara berjalannya perlahan lahan dan tidak pernah tergesagesa, dengan ekor bergoyang ke kanan dan ke kiri untuk mengimbangi tubuhnya sehingga tampak lucu (dalam bahasa Jawa : megal megol). Mentok adalah sejenis unggas peliharaan
yang memiliki daya tahan yang kuat, tidak gampang stress, tahan terhadap penyakit, suka makan tentu juga suka berak atau nelek (bahasa Jawa). Unggas ini di Indonesia, sebagian besar diternakkan untuk diambil dagingnya sedang sebagian kecil saja yang diambil telurnya. Mentok jantan peliharaan biasanya lebih gemuk, yang jantan bisa mencapai 7 kg sedang yang betina mencapai 5 kg. Mentok memiliki kulit atau tonjolan kulit berwarna merah dan hitam di sekitar mata dan wajah sedang warna bulunya dominan hitam dan putih,. Paruhnya gemuk pendek berwarna putih kemerahan; kaki gemuk pendek berselaput renang, abu-abu kehitaman.
Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 44

Mentok peliharaan biasanya tidur di atas tanah, jarang dikandangkan dan dibiarkan bebas berkeliaran mencari makanannya sendiri, terutama di sekitar saluran air, sungai dan sawah. Makanan mentok biasanya dedak bercampur air, sisa sisa makanan, cacing, serangga air, pucuk pucuk tumbuhan, dll. Mentok jantan kadang kadang mengeluarkan desis keras sambil menggerakkan kepala maju mundur untuk memperingatkan atau mengusir pengganggu sedangkan mentok betina bertelur hingga kurang-lebih 10 butir, yang dierami oleh betina tersebut selama sekitar 5 minggu.

Bebek pada umumnya lebih rentan bila dsbanding dengan mentok, terutama bebek yang masih muda atau anak bebek (dalam bahasa Jawa : meri). Yang paling menarik dari unggas peliharaan ini yakni bebek ini merupakan hewan penurut, bahkan sekelompok bebek bisa diatur secara berbaris. Banyak sekali sumber daya yang bisa kita ambil dari bebek ini, ada telurnya, dagingnya bahkan kotorannya bisa di jadikan pupuk. Penggemar daging dan telur bebek sekarang semakin banyak, karena rasa dari dagingnya yang sangat lezat. Telurnya pun bisa dibikin telur asin yang tidak kalah lezat dengan makanan lainnya. Masa produksi telur yang ideal adalah selama 1 tahun dengan produksi telur rata rata bebek lokal berkisar antara 200 300 butir per tahun, sedangkan pemeliharaan bebek jantan tidak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2 3 bulan. Pertumbuhan dalam waktu dan perkembangan tubuh bebek jantan relatif lebih baik daripada bebek betina, yang relatif singkat sudah dapat dicapai berat yang lebih dibutuhkan sehingga berat badan pada masa pemotongan tidak kurang dari 1,5 kg.

Meri adalah sejenis unggas peliharaan sebagian beasar hidupnya berada pada tempat yang berair, paruhnya pipih lebar dan mengandung lamellae yang berguna untuk menyaring makanan. Bebek jantan kadang memiliki warna bulu yang mengkilat dan menarik, namun warna bulu bebek betina lebih cerah. Makanan bebek peliharaan hampir sama dengan mentok, biasanya dedak bercampur air, sisa sisa makanan, cacing, serangga air, pucuk pucuk tumbuhan, dll.
Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 45

KAJIAN & DIKLAT


PENENTUAN NILAI INDEKS HIDROKARBON DALAM AIR
OLEH : Diah Lestari (Kepala Bidang PRL) Bersama kita dapat memproteksi bumi ini Dan membuat hari depan lebih cerah pengekstrak yang direkomendasi adalah petroleum benzene, n-hexane, dan n-pentane. Reff : Standard Methodes for the examination of water & wastewater APPHA AWWA WEF,21 st edition 2005. Merckimia, Merck Memproteksi Anda dan Lingkungan, ed.2.2000

ontreal Protocol (2000) atau Kyoto Protocol adalah perjanjian untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan yang menyebabkan rusaknya lapisan ozon. Senyawa tersebut adalah senyawa chlorofluocarbon atau yang di singkat dengan senyawa CFC. Chlorofluorocarbon Molekul yang terdiri dari atom -atom klorin, fluorin, dan satu atom karbon. Contoh : Cl F C Cl
Dichlorodifluoromethane

PENYELENGGARAAN PELATIHAN KARANTINA DAN SURVEILENS EPIDEMOLOGI


Oleh : Hj. JUSSANAH

Dichlorodifluoromethane adalah contoh senyawa CFC yang umum digunakan sebagai bahan pendingin pada lemari es (sebelum bahan ini dilarang penggunaanya). Salah satu aplikasi senyawa Dichlorodifluoromethane adalah untuk penentuan nilai indeks hidrokarbon dalam air. Hingga saat ini metode yang digunakan mengikuti metode Infrared-Spectroscopy (IR) dan akan digantikan dengan metode Kromatografi gas (GC). Metodemetode tersebut merupakan bagian dari peraturan ISO Metode lama (IR) digunakan untuk penentuan nilai indeks hidrokarbon dalam air pada konsentrasi di atas 0,1 mg/l. Prinsip sampel air diekstrasi dengan trichlorotrifluoroethane; pembersihan dilakukan dengan kolom yang diisi dengan aluminium hidriksida; kemudian dianalisis menggunakan IR, dengan bahan pengekstrak trichlorotrifluoroethane untuk spektroskopi IR. Metode baru untuk penentuan nilai indeks hidrokarbon dalam air berdasarkan metode GC, kapiler menngunakan kolom polar dan detector flame Ionization Detector (FID). Metode ini cocok untuk air permukaan, air limbah, dan air limbah yang telah diolah, dan dapat digunakan untuk penentuan nilai indeks hidrokarbon dalam konsentrasi di atas 0,1 mg/l. Prinsip sampel air diekstrasi dengan bahan pengekstrak; clean-up florisil, analisis menggunakan GC-FID, dengan bahan pengektrak pelarut hidrokarbon atau campuran hidrokarbon; dengan titik didih dengan kisaran 36oC hingga 69 oC (berdasarkan percobaan-percobaan). Bahan

elatihan Kekarantinaan kapal pada Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok dilakukan hampir setiap hari dalam bulan Oktober 2011 yang diikuti oleh seluruh staf dan pejabat struktoral dan pelaksanaannya dibagi per kelompok, bertempat di Pelabuhan Tanjung Priok. Pelatihan kekarantinaan kapal tersebut, diakhiri dengan penyelenggaraan pelatihan kekarantinaan kapal tanggal 1 5 Nopember 2011 di Hotel Accram Cipayung, sedang prakteknya diselenggarakan di Pelabuhan Tanjung Priok. Pelatihan Dokumen Kesehatan kapal diselenggarakan pada tanggal 15 18 Nopember 2011 di Prima Resort Cipayung, sedang pelatihan Surveilens Epidemiologi di Pintu Masuk diselenggarakan padadi Pelatanggal 30 Nopember 4 Desember 2011 juga bertempat di Prima Resort Cipayung. Disamping itu, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok sebanyak 20 orang juga mengikuti pelatihan Basic Sea Survival pada tanggal 9 Nopember 2011 guna meningkatkan kompetensi bagi petugas Boarding dan Offshore

POTO BERSAMA PELATIHAN KARANTINA DAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

46

ANEKA PERISTIWA

PERISTIWA YANG TERJADI pada TRIWULAN IV TAHUN 2011


Oleh : Hj. JUSSANAH

Kejadian penyakit Kejadian penyakit Yellow fever harus dideteksi oleh sistem surveilans (sesuai IHR 2005), karena penyakit tersebut telah terbukti dapat menyebabkan dampak kesehatan masyarakat yang serius dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Kejadian penyakit Yellow Fever pada triwulan IV tahun 2011 ini terjadi pada tanggal 1 Desember 2011 di Senegal

Indonesia (Jakarta dan Bali), serta tanggal 29 Nopember 2011 di Mesir; sedang kejadian penyakit Avian Influensa A (H3N2) pada triwulan IV tahun 2011 ini terjadi pada tanggal 24 Nopember 2011 di Amerika.

Kejadian penyakit Influenza manusia yang disebabkan oleh subtipe baru merupakan suatu kejadian / Kejadian Luar Biasa atau tidak terduga dan dapat berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, sehingga harus dilaporkan ke WHO walau hanya 1 (satu) kasus. Kejadian penyakit Avian Influensa A (H5N1) pada triwulan IV tahun 2011 ini terjadi pada tanggal 10 Oktober 2011, tanggal 26 Oktober 2011 dan 15 Nopember 2011 di
Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 47

RELAKSASI

PERCAYA atau TIDAK (BELIEVE or NOT)


Oleh : HENDRA KUSUMAWARDHANA

Ayam beranak anjing Dalam kehidupan kita sehari hari sering kita melihat perlakuan seorang ibu terhadap anaknya yang penuh dengan kasih sayang, bukanlah suatu hal yang aneh walaupun insan yang melihatnya cenderung merasa tenteram. Betapa indahnya berada dalam pelukan ibu, tenteram, damai dan seterusnya.

anak tersebut seperti anak kandungnya sendiri. Tidak mengherankan. Bagaimanakah dengan perilaku binatang yang ada di sekitar kehidupan kita sehari hari? Apakah sama? Mungkin Ya dan mungkin Tidak. Seekor induk ayam akan mematok anak ayam yang tidak dieraminya, apabila anak ayam tersebut berada didekatnya.

Pada saat kita menuju sebuah Panti Asuhan Anak Anak, peristiwa inipun juga tampak walaupun mereka yang berada di Panti Asuhan tersebut bukanlah anak kandung dari Ibu asrama. Dengan lemah lembut, Ibu asrama membimbing anak anak yang bukan anak kandungnya. Maklumlah hati manusia ini gampang trenyuh oleh pemandangan yang mengharukan namun gampang marah saat disakiti oleh sesamanya manusia. Beginikah perilaku manusia pada jaman ini?

Peristiwa yang mengherankan terjadi di suatu peternakan ayam yang berada di pinggiran sungai Bengawan Solo. Seekor induk ayam mengerami seekor anak anjing disamping anaknya sendiri dengan penuh kasih sayang yang tanpa membedakan antara anaknya sendiri dengan anak anjing tersebut. Jarang terjadi hal demikian, namun mungkin hal ini adalah phenomena alam yang semakin tidak jelas, samar samar dan kabur.

Tidak jarang sepasang suami istri yang tidak memiliki anak berusaha mengadopsi anak dari Panti Asuhan, selanjutnya mereka membimbing
Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 48

Kekasih yang setia


Pada masa kejayaan Jaka Tingkir yang mampu menaklukkan 40 (empat puluh) ekor buaya, Tanah Jawa merupakan daerah endemis malaria (High Area Insidence) dengan obat satu satunya adalah perasan akar pohon kina yang banyak tumbuh di pinggiran kali Bengawan Solo. Jaka Tingkir berpuasa mutih sambil duduk disamping pembaringan istrinya pada saat istri tercintanya megalami sakit malaria dengan kondisi demam panas tinggi, sekali kali tangan Jaka Tingkir menyeka keringat istri tercintanya dan mengganti kain kompres untuk menurunkan demam istrinya. Aka Tingkir tidak akan beranjak dari tempat duduk disamping istri tercintanya kalau istrinya belum tertidur pulas. Betapa sayangnya Jaka Tingkir terhadap istri tercintanya, inilah sosok suami siaga pada jaman dahulu. Hal ini dilakukannya sampai istrinya sembuh dari penyakit malaria selama 7 (tujuh) hari.

buaya dan kera. Dalam film silatpun selalu dimunculkan pertarungan antar kelompok persilatan dengan menggunakan jurus kera melawan jurus buaya.

Kasih sayang Jaka Tingkir terhadap istri tercintanya juga menjadi contoh adanya pertalian kasih hewan peliharaan Jaka Tingkir antara seekor kera jantan dengan kucing betina yang tidak akan membuahkan seekor anakpun. Seekor kera jantan yang sangat ganas menjadi lemah lembut menyayangi seekor kucing betina.

Pada saat itu Jaka Tingkir mempunyai bermacam macam hewan peliharaan dalam jumlah yang banyak sekali, antara lain adalah kucing dan kera. Seluruh tingkah laku yang diperbuat oleh Jaka Tingkir selalu menjadi perhatian hewan peliharaannya, bahkan pada saat Jaka Tingkir bertarung melawan 40 (empat puluh) ekor buaya juga menjadi perhatian hewan peliharaannya, terutama kucing kesayangan Jaka Tingkir. Oleh adanya hubungan batin antara Jaka Tingkir dengan hewan peliharaannya, maka kera kesayangan Jaka Tingkir merasa sangat bermusuhan dengan buaya bahkan sampai saat inipun masih belum selesai adanya permusuhan antara

Suatu saat si kucing betina malas makan karena memang kebiasaan kucing selalu memilih makanan yang cocok bagi dirinya, tanpa pikir panjang si kera jantan menghampiri kucing tersebut sambil dipeluk dan dibelai belainya kucing tersebut. Entah kucing betina tersebut membalas cinta kasih si kera jantan atau tidak tetapi yang jelas bahwa kucing betina tersebut menikmati pelukan dan belaian kasih saya si kera jantan walaupun hamper seluruh kucing memiliki kesukaan dibelai belai dan dielus elus oleh siapapun. Semoga manusia yang berjenis kelamin perempuan tidak memiliki kesukaan dibelai belai dan dielus elus oleh siapa saja selain oleh suaminya. Apabila kita memiliki kesukaan yang sama dengan kucing terse49

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

but, maka tidak ubahnya kita ini pantas bila disebut kucing.

Sahabat sejati Apakah selama perjalanan hidup anda dalam kehidupan sehari hari pernah memiliki sahabat sejati yang saling menerima dan memberi? Semoga anda memiliki sahabat sejati yang saling menerima dan member. Kenapa demikian? Karena kita ini adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara yang satu dan yang lainnya. Bagaimana dengan persahabatan antara manusia dan hewan, antara hewan yang tidak sejenis? Alam semesta ini memunculkan segala penomena yang unik.

Persahabatan antara burung bangau dan kerbau yang terjadi pada saat para petani membajak sawah dengan menggunakan kerbau, tampak adanya banyak burung bangau di sekitarnya. Sang bangau bertengger diatas kerbau sedang sang bangau mencari lintah yang muncul pada saat tanah sawah dibajak untuk dimakannya. Sang kerbau sangat senang karena sebelum lintah tersebut menempel dan menghisap darah di kaki kerbau, segera sang bangau dengan cekatan turun dari punggung kerbau untuk mematok dan memakan lintah tersebut, bahkan sampai kerbau tersebut berada ditengah rumput hijaupun, sang burung bangau masih mengikutinya

Persahabatan antara burung jalak dengan kijang dan kerbau terjadi pada saat sang kijang memakan rerumputan hijau di tengah padang rumput. Sang burung jalak hinggap di badan sang kijang ataupun kerbau untuk mencari kutu kijang dan memakannya, sedang sang kijang atau kerbau merasa senang karena kutu sang kijang dan sang kerbau menjadi berkurang, bahkan sampai kutunya habis sama sekali. Unik bukan?
Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011 50

Setelah gadis kecil tersebut merasa puas membelai belai beruang, akhirnya si gadis kecil tersebut berjalan perlahan dengan langkah pasti menghampiri orang tuanya dan sekelompok masyarakat yang sudah siap dengan parang, tombak dan senjata api, sedang sang Walk by faith, not by sight Sebuah pemandangan mengerikan beruang berjalan perlahan kembali menuju hutan. Si gadis kecil tersebut membelai beruang dengan iman bahwa beruang tersebut tidak akan melukainya, bukan dengan ketakutan karena melihat beruang yang ganas. Peristiwa tersebut mengerikan dan Demikian juga seekor kera jantan yang tampak jahat dan ganas sekali sedang bermain dengan seekor kucing. Tanpa merasa takut dan waswass, kucing tersebut membiarkan kera jantan tersebut menggigit mulutnya. Kucing percaya bahwa kera jantan tersebut bermain. Apakah rasa percaya ini disebut believe ataukah trust ??? Anda yang memilih. Yang pasti bahwa Kalau anda percaya, maka lakukan hal yang besar dalam hidup anda

terjadi di perkampungan pinggir hutan daerah kutub utara, seorang gadis kecil membelai belai seekor beruang kutub yang sangat ganas. menghebohkan masyarakat, orang tua gadis kecil tersebut menjerit berteriak teriak histeris memanggil manggil anak gadisnya tanpa mampu berbuat sesuatu melihat anak gadisnya membelai belai seekor beruang yang nyasar masuk perkampungan. Apa gerangan yang terjadi? Si gadis kecil tersebut hanya menoleh dan tersenyum tanpa rasa takut sedikitpun.

Volume VI Edisi 4 Triwulan 4 (Oktober - Desember) Tahun 2011

51

PELATIHAN PENERBITAN DOKUMEN KESEHATAN KAPAL

PELATIHAN KEKARANTINAN KAPAL

PELATIHAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI DI PINTU MASUK NEGARA

Anda mungkin juga menyukai