Anda di halaman 1dari 38

I.

TUJUAN
1. Menentukan berat jenis zat padat berbentuk balok
2. Menentukan berat jenis zat padat yang tidak beraturan
3. Menentukan berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca teknis
4. Menentukan berat zat cair dengan Piknometer
5. Mengenal dan belajar mempergunakan alat-alat yang bersangkutan

II. TINJAUAN TEORI
2.1 Pengertian Massa Jenis
Setiap benda pasti mempunyai massa, pengertian massa itu sendiri
adalah ukuran bertahannya suatu benda terhadap suatu gaya. Jenis zat dapat
diketahui dengan mencari massa jenisnya. Massa bergantung pada
banyaknya partikel yang menyusun sebuah materi. Massa jenis merupakan
suatu perbandingan antara massa benda atau zat dengan volume atau zat.
Massa jenis suatu zat adalah bilangan yang menyatakan massa zat itu dibagi
dengan volumenya.

2.2 Pengertian Berat Jenis
Gaya tarik gravitasi yang dikenakan bumi pada suatu benda disebut
berat benda. Berat setiap benda yang massanya diketahui dapat ditentukan
dengan perbandingan langsung bila kita mengukur berat setiap satuan
massa. Berat jenis pada sebuah benda adalah gaya yang bekerja pada benda
itu karena pengaruh faktor gravitasi bumi dan gaya massa benda. Berat jenis
zat cair adalah perbandingan suatu materi sekaligus harga mutlak zat-zat
ringan dari air. Dalam mengukur suatu berat jenis suatu benda, selain faktor
massa dan percepatan gravitasi, berat jenis juga bergantung pada
volumenya, dan untuk menentukan berat jenis suatu benda terlebih dahulu
harus menemukan wujud materi benda tersebut. Berat jenis suatu zat adalah
bilangan yang menunjukkan berapa gram beratnya 1 cm
3
zat itu. Berat 1
cm
3
satu zat dengan zat yang lain mempunyai harga yang berlainan.
Misalnya air raksa 13,6 gram, minyak tanah 0,8 gram, platina 21,4 gram dan
sebagainya.
Berat jenis suatu bahan didefinisikan sebagai perbandingan kerapatan
bahan tersebut terhadap kerapatan air pada suhu 4,0
0
C. berat jenis (specific
gravity disingkat SG) adalah bumi tanpa dimensi maupun satuan. Jika
kerapatan air 1,00 gr/cm
2
= 1,00 x 10
3
kg/m
3
, maka, berat jenis setiap bahan
akan sama persis secara numerik atau dengan kecepatannya yang ditetapkan
dalam gr/cm
3
atau 10
-3
kali kecepatannya yang dinyatakan dalam kg/M
2
.
Namun ada juga pendapat yang menyatakan bahwa berat jenis (bobot
jenis) merupakan besaran turunan yang menyatakan berat atau bobot dalam
gr/cm
3
, suatu zat atau bobot dalam kilogram/liter zat. Berat jenis pada
sebuah benda. adalah gaya. yang bekerja pada benda itu karena pengaruh
faktor gravitasi bumi, gaya, dan massa benda. Walaupun dalam kehidupan
sehari-hari kita sering mengabaikan perbedaan antara berat benda dan massa
benda, karena pada hakekatnya kedua besaran ini adalah berbeda.
Menurut definisi berat jenis air dapat dikatakan berat jenis adalah
perbandingan dengan air tetapi sekaligus mengatakan harga mutlak zat-zat
yang lebih ringan dari pada air misalnya minyak, mernpunyai berat jenis
lebih dari 1 (satu), sebagal contoh air raksa yang mempunyai berat jenis
13,6 N/m
3
.
Untuk menentukan berat jenis, sebuah benda. terlebih dahulu, kita
harus membedakan wujud zatnya (padat atau cair), kemudian juga untuk
benda padat apakah bentuknva beraturan atau tidak beraturan. Hal ini perlu
diperhatikan karena cara menentukan berat jenis masing-masing benda
berbeda-beda.

2.3 Perbedaan Massa dengan Berat Jenis
Massa Berat
Banyak zat atau materi yang
terkandung suatu benda.
Tidak berubah sebab tidak
tergantung gravitasi.
Satuan massa : kg, g.
Alat ukur massa : neraca O Hauss,
Besarnya gaya gravitasi bumi yang
dialami suatu benda
Dapat berubah sebab tergantung gaya
gravitasi
Satuan berat sama dengan satuan
gaya yaitu: N, dyne, kgf, gf
timbangan, dacin, timbangan duduk

Alat ukur berat : Neraca pegas (
dinmometer )

Hubungan antara berat dan massa suatu benda adalah :
Massa ialah ukuran inersia suatu benda, sedangkan berat ialah gaya
berat atau gaya gravitasi suatu benda.
Massa dan berat merupakan besaran yang berbeda, tetapi mempunyai
hubungan yang erat. Jika sebuah massa m jatuh bebas karena pengaruh
gravitasi bumi maka hubungan antara massa dan berat adalah :

dimana : W = berat benda
m = massa benda
g = konstanta gravitasi
Berat jenis serupa dengan massa jenis, dimana berat jenis suatu zat ialah
besaran yang besarnya sama dengan berat zat itu dibagi volumenya.
Rumus :


dimana :
s = berat jenis massa jenis benda
w = berat benda
V = volume benda
Satuan berat jenis antara lain :


sedangkan menurut SI satuan berat jenis adalah

. Alat mengukur
berat jenis zat cair secara langsung adalah hidrometer. Makin besar berat
jenis zat cair yang kita ukur, maka makin sedikit bagian hidrometer yang
terbenam dalam zat cair tersebut. Permukaan zat cair itu menunjuk skala
pada hidrometer. Skala yang ditunjuk itu merupakan besar berat jenis zat
cair yang kita ukur.

2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Berat Jenis
Berat suatu benda dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi, karena
masing-masing gravitasi bumi berbeda, maka nilainya pun akan berbeda dan
tergantung pada tempatnya. Sedangkan untuk massa dari suatu benda
nilainya tetap, tidak dipengaruhi oleh besarnya gaya gravitasi, sehingga
massa suatu benda diantara dua tempat yang berbeda adalah sama.
Dari dua faktor tersebut, dapat dibuat suatu persamaan untuk mencari
berat suatu benda, yaitu :

Dimana : W = berat benda
m = massa benda
g = percepatan gravitasi bumi
Sedangkan untuk berat jenis, selain dipengaruhi oleh massa dan
percepatan gravitasi, berat jenis juga dipengaruhi oleh volume. Dengan
demikian, didapat suatu persamaan untuk mencari berat jenis suatu benda,
yaitu :



Dimana : S = berat jenis benda
W = berat benda
V = volume benda
Untuk mengukur berat faktor yang mempengaruhi adalah masa dari
benda tersebut dan juga percepatan gravitasi yang secara matematis dapat
dituliskan :

Dimana W adalah berat, m adalah massa dan q sebagai gravitasi untuk
mengukur suatu berat jenis juga ada faktor lain yaitu volume benda tersebut.
Berat jenis juga mengandung pengertian perkalian antara massa benda
dengan percepatan gravitasi dibagi dengan volume benda.

2.5 Hubungan Asas Archimedes dengan Berat Jenis
Menurut Archimedes : setiap benda yang terendam seluruhnya atau
sebagian di dalam fluida mendapat gaya apung berarah ke atas, yang
besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda ini.
Jika kita mengetahui volume zat cair itu, dimana berat gaya ke atas
inilah dihasilkan persarnaan

Untuk benda / zat padat yang berbentuk tidak beraturan maka
rumusnya :


Alat ukur untuk mengetahui berat jenis dan sebagainya "hidrometer".
Skala hidrometer yang tepat untuk permukaan zat cair menunjukkan berat
jenisnya. Selain hydrometer alat yang digunakan untuk menentukan berat
jenis antara lain, piknometer, Neraca Teknis dan Neraca Mohr. Rapat assa
suatu bahan yang homogen didefinisikan sebagai massa persatuan
volume.Untuk menentukan massa dan volume. Rho didefinisikan sebagai
perbandingan antara massa benda itu dengan volumenya. Secara sistematis
dapat dituliskan dengan rumus :


Jika massa benda diukur dalam Kilogram, volumenya dalam meter
pangkat tiga (m
3
) maka satuan dari massa jenis adalah :




Jadi satuan massa jenis dalam H adalah Kg/m
3
, tetapi apabila diukur
dalam GH untuk massa benda dan cm3 untuk volume, maka satuannya
menjadi GH/cm
3
.
Massa jenis merupakan hasil bagi antara massa setiap zat dengan
volumenya. Massa jenis disebut juga kerapatan suatu zat Apabila massa
sebuah benda dinyatakan dengan in. sedangkan volumenya dinyatakan
dengan P maka untuk zat / benda tersebut berlaku rumus sebagai berikut :
, karena , maka



Dan untuk menentukan berat jenis suatu benda terlebih dahulu harus
membedakan wujud zatnya. Padat ataukah cair kemudian untuk benda zat
padat apakah bentuknya beraturan ataukah tidak beraturan.

2.6 Peralatan yang digunakan dalam menentukan berat jenis
Peralatan dalam menentukan berat jenis terdiri dari berbagai alat yaitu
2.6.1 Piknometer
Sebuah Piknometer adalah botol gelas kecil dengan sumbat
gelas bersaluran kecil. Jika botol diisi penuh dengan zat cair
kemudian sumbatnya dipasang, maka zat cair akan naik ke
dalam saluran sampai ada yang menetes keluar sedikit.
2.6.2 Aerometer
Sebuah Aerometer atau hidrometer terdiri dari sebuah silinder
gelas yang mempunyai tangkai kuskala dan bagian bawah
diberati dengan air raksa supaya dapat mengapung tegak lurus
dalarn zat cair.
2.6.3 Densimeter
Digunakan untuk mengukur kadar larutan misalnya pengukuran
asam untuk larutan asam. Sakarimeter untuk larutan suhu pasir,
alkohol, suhu, dan sebagainya.
2.6.4 Jangka Sorong
Digunakan untuk menentukan berat jenis zat padat yang
bentuknya beraturan, seperti mengukur panjang, lebar, dan tebal
serta menghitung volumenya.
Alat yang digunakan adalah mikrometer skrup atau jangka
sorong. Rumus matematis yang digunakan adalah :




Dimana :
= berat jenis benda
W = berat benda
V = volurne benda

2.6.5 Gelas Ukur
Untuk menentukan berat jenis zat cair. Secara matematis dapat
dirumuskan:



Untuk menentukan berat jenis, benda yang bentuknya tidak
teraturan, kita menggunakan rumus :



Sehingga berat jenis dapat dicari :




III. ALAT DAN BAHAN
1. Neraca teknis
2. Neraca Mohr
3. Piknometer
4. Anak timbangan
5. Air suling
6. Zat padat dan zat cair yang akan ditentukan
7. Gelas dan bangku
8. Jangka sorong




IV. PROSEDUR
4.1 Menentukan berat jenis zat padat berbentuk balok
1. Ukur tebal benda dengan micrometer skrup atau jangka sorong.
2. Ukur panjang dan lebar dengan jangka sorong.
3. Timbang benda dengan neraca teknis.
4. Ulangi pengukuran sebanyak lima kali, dengan masing-masing
pegukuran dilakukan oleh praktikan yang berbeda-beda.
4.2 Menentukan berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca
1. Timbang gelas dalam keadaan kosong.
2. Isi gelas ukur dengan air sebanyak 300ml
3. Timbang gelas ukur setelah diisi zat cair
4. Ulangi penimbangan gelas ukur dalam keadaan kosong, dan
setelah diisi air sebanyak lima kali.
Rumus matematis :






4.3 Menentukan berat jenis zat padat berbentuk tidak teratur
1. Gantungkan benda tersebut pada neraca pegas dan tentukan
beratnya.
2. Dalam keadaan tergantung seperti diatas, masukkan benda itu
didalam air suling dan tentukan berat benda dalam air
3. Ukur dan catat suhu air suling yang sedang dipergunakan
4. Ulangi setiap pencatatan hasil sebanyak lima kali.
5. Dari hasil 1 dan 2 dapat ditentukan volume benda.
Rumus Matematika :


4.4 Menentukan berat jenis zat cair dengan Piknometer

V. HASIL PENGAMATAN/PERCOBAAN
5.1 Berat jenis zat padat berbentuk balok
Percobaan Tebal (cm) Lebar (cm) Panjang (cm) Massa (gr)
I 3,36 5,43
II 3,35 5,42
III 3,35 5,43
IV 3,35 5,43
V 3,36 5,42

5.2 Berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca
Massa gelas ukur dalam keadaan kosong
Percobaan Massa gelas kosong ( gr )
Massa gelas kosong + air
300ml ( gr )
I 105,9 404,8
II 105,8 404,9
III 105,9 404,8
IV 105,8 404,9
V 105,8 404,9
Suhu air =
5.3 Berat jenis zat padat berbentuk tidak beraturan
Percobaan
Volume kenaikan zat cair (

) Massa benda
tidak beraturan Benda tidak beraturan Balok
I 448 561,8 43,2
II 448,1 562 43,2
III 448,1 562 43,3
IV 448 561,9 43,1
V 448 562,8 43,1


Kenaikan volume

( ml )

tidak beraturan ( ml )
300 6
300 5
300 5
300 6
300 5

VI . RALAT KERAGUAN
6.1 Ralat berat jenis zat padat berbentuk balok
6.1.1 Ralat keraguan untuk tebal

No T (m)

(m) T -

(m) (

(m)
1 3,36.

3,354.

6.

36.


2 3,35.

3,354.

-4.

16.


3 3,35.

3,354.

-4.

16.


4 3,35.

3,354.

-4.

16.


5 3,36.

3,354.

6.

36.

12.

( )


( )


) ()
Ralat Nisbi =




Kebenaran praktikum


6.1.2 Ralat keraguan untuk lebar
No. l (m)

(m)

() (

) ()
1

( )

( )


) ()
Ralat Nisbi =




Kebenaran praktikum

6.1.3 Ralat keraguan untuk panjang
No. p (m) (m) () (

) ()
1

)

( )

( )

( )





( ) ()
Ralat Nisbi =




Kebenaran praktikum







6.1.4 Ralat keraguan untuk massa
No. m (m) (m) () (

) ()
1

)



( )

( )

( )





( ) ()
Ralat Nisbi =




Kebenaran praktikum





6.2 Ralat berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca
6.2.1 Ralat massa gelas kosong
No. m (gr) (gr) () (

) ()
1 105,9
2 105,8
3 105,9
4 105,8
5 105,8

(

)



( )

( )

( )





( ) ()
Ralat Nisbi =




Kebenaran praktikum




6.2.2 Ralat massa gelas kosong + air 300ml
No. m (gr) (gr) () (

) ()
1 404,8
2 404,9
3 404,8
4 404,9
5 404,9

(

)



( )

( )

( )





( ) ()
Ralat Nisbi =




Kebenaran praktikum





6.3 Ralat berat jenis zat padat berbentuk tidak beraturan
6.3.1 Ralat volume benda tidak beraturan
No. V (gr) (gr) () (

) ()
1 105,9
2 105,8
3 105,9
4 105,8
5 105,8

(

( )

( )

( )





( ) ()
Ralat Nisbi =




Kebenaran praktikum


6.3.2 Ralat volume balok

3
706 , 28
5
53 , 143
cm
n
V
=
=
=

( ) ( ) 174 , 0 197 , 29
174 , 0
030 , 0
20
064 , 0
) 1 5 ( 5
604 , 0
) 1 (
) (
3
2
= A
= A
= A
= A

= A

= A

V v
cm Vb
Vb
Vb
Vb
n n
V V
Vb
% 595 , 0
% 100
197 , 29
174 , 0
% 100
=
=
A
=
x
x
V
V
b
b
6.3.3 Ralat benda tak beraturan

7 Ralat Keraguan untuk V :





No V (cm)
V (cm
3
) ) (
3
cm V V ) ( ) (
3 2
cm V V
1 29,647

29,197
0,45 0,2025

2 29,791

0,594 0,035
3 29,791

0,594 0,035
4 29,218

0,02 0,0004
5 27,54

-1,657 2,746
V = 145,987
( )
3
2
604 , 0 cm V V =













Ralat Nisbi




V
3
3
12 , 116
5
6 , 580
cm
dyne
S
cm
dyne
S
n
S
S
=
=
=

3
2
688 , 1
849 , 2
) 1 5 ( 5
998 , 56
) 1 (
) (
cm
dyne
n n
S S
=
=



Kebenaran praktikum = 100% - 0,595% = 99,405 % =99,4 %

8 Ralat keraguan untuk berat jenis (S
balok
)








No
S
(dyne/cm
3
)
S
(dyne/cm
3
)
) / (
3
cm dyne
S S

) / (
) (
3
2
cm dyne
S S

1 117,7
116,12
1,58 2,496

2 102,4 -13,72 188,24
3 116,8 0,68 0,4624
4 118,1 1,98 3,92
5 125,6 9,48 89,87
3
) 998 , 56 6 , 580 (
cm
dyne
S S = A
% 81 , 9
% 100
6 , 580
998 , 56
% 100
=
=
A
=
x
x
S
S

S





Ralat Nisbi



Kebenaran praktikum = 100% - 9,81% = 90,19%

1. Menentukan berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca

9 Ralat keraguan massa gelas ukur kosong(m
g
)

n
m
m
g
g
E
=

gr
gr x
209
5
) 5 209 (
=
=

No Mg (gr)
g
m
(gr)
) (
g g
m m

(gr)
2
) (
g g
m m
(gr)
1. 200

198,68
1,32 1,742
2. 200,02 1,34 1,796
3. 197,8 -1,38 1,904
4. 197,6 -1,08 1,167
5. 198,5 -0,18 0,0324
Mg = 993,42

2
) (
g g
m m
= 6,6414
S = 580,6

=
3
2
98 , 284 ) (
cm
dyne
L L
gr








gr m m
g g
57 , 0 68 , 198 = A
Ralat nisbi = % 100 x
m
m
g
g
A

= % 100
68 , 198
57 , 0
x
= 0,28%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,28% = 99,72%
10 Ralat keraguan massa gelas ukur + air (m
c
)

n
m
m
c
c
E
=

gr
gr
34 , 492
5
7 , 2466
=
=

No m
c
(gr)
c
m (gr) m
g
-
c
m
(gr)
(m
g
-
c
m )
2
(gr)
1.
2.
3.
4.
5.
469,9
469,8
469,2
470
469,6


469,7
0,2
0,1
-0,5
0,3
-0,1
0,04
0,01
0,25
0,09
0,01
m
c
=
2348,5

(m
g
-
c
m )
2
= 0,4 gr
gr 57 , 0
33 , 0
20
6414 , 6
) 1 5 ( 5
6414 , 6
=
=
=

=
) 1 (
) (
2

E
= A
n n
m m
m
g g
g












Ralat nisbi =

=


= 0,030%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,030% = 99.97%
11
Ralat keraguan untuk massa zat cair(m
a
)


n
m
m
a
a
E
=

gr
gr
34 , 283
5
7 , 1416
=
=

M
a
(gr)
a
m (gr) ) (
a a
m m (gr)
2
) (
a a
m m (gr)
269,9

271
-1 1
269,78 -0,2 0,04
271,9 1 1
272,4 2,4 5,76
271,1 1,1 1,21
gr m
m
m
m
c
c
c
c
14 , 0
02 , 0
20
4 , 0
) 1 5 ( 5
4 , 0
= A
= A
= A

= A
) 1 (
) (
2

E
= A
n n
m m
m
c c
c
gr m m
c c
14 , 0 7 , 469 = A
% 100 x
m
m
c
c
A
% 100
7 , 469
14 , 0
x
3
3
12 , 116
5
6 , 580
cm
dyne
S
cm
dyne
S
n
S
S
=
=
=










) 1 (
) (
2

E
= A
n n
m m
m
a a
a


gr m
m
m
m
a
a
a
a
67 , 0
45 , 0
20
01 , 9
) 1 5 ( 5
01 , 9
= A
= A
= A

= A


Ralat nisbi = % 100 x
m
m
g
g
A

= % 100
271
67 , 0
x
= 0,247%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,247% = 99,75%
12 Ralat keraguan untuk berat jenis (S
cair
)






M
a
= 1355,08

2
) (
a a
m m
=
9,01gr

gr m m
a a
67 , 0 271 = A
3
) 67 , 89 78 , 902 (
cm
dyne
S S = A
% 93 , 9
% 100
78 , 902
67 , 89
% 100
=
=
A
=
x
x
S
S
3
2
12 , 2
48 , 4
) 1 5 ( 5
67 , 89
) 1 (
) (
cm
dyne
n n
S S
=
=



S









Ralat Nisbi


Kebenaran praktikum = 100% - 9,93% = 90,07 %

2. Menentukan berat jenis zat padat tidak beraturan

Ralat keraguan massa batu + tali (massa benda di udara)
No
S
( )
2 2
. .

s cm gr
S
( )
2 2
. .

s cm gr
S S
( )
2 2
. .

s cm gr
( )
2 2
. .

s cm gr
2
) ( S S

1 896,7
902,78
-6,08 36,97
2 899,27 -3,51 12,32
3 906,3 3,52 12,39
4 908 5,22 27,2
5 903,67 0,89 0,79
S = 54513,94 2
) ( S S
=89,67

m
u
(gr) u m (gr) ) ( u m mu
2
) ( u m mu (gr)











13 Ralat Massa benda dalam air


m
a
=
) 1 (
) (
2

E
n n
m m
a a

=
) 1 5 ( 5
0

gr

=
20
0gr

= gr 0
m
a
= 0 gr
gr m m
a a
) 0 15 , 0 ( ) ( = A
Ralat nisbi : % 100
A
a
a
m
m

% 0 % 100
15 , 0
0
= =
Kebenaran praktikum : 100% - 0% = 100 %
(gr)
32,7 33,22 -0,52 0,2704
32,69 33,22 -0,53 0,2809
33,95 33,22 0,73 0,5329
32,78 33,22 -0,44 0,1936
33,9 33,22 0,75 0,5625
= E
2
) ( u m mu 1,8403 gr
M
a
(gr)
a
m (gr) ) (
a a
m m
(gr)
2
) (
a a
m m (gr)
0,15


0,15



0



0
0,15
0,15
0,15
0,15
M
a=
0,75

= E
2
) (
a a
m m 0gr

14 Ralat keraguan massa batu + tali (massa benda di udara)

m
u
=
) 1 (
) (
2

E
n n
u m mu

=
) 1 5 ( 5
0

gr

=
20
0gr

= gr 0
m
u
= 0 gr
gr u m mu ) 0 2 , 0 ( ) ( = A

Ralat nisbi : = % 100
A
u m
mu

% 0 % 100
2 , 0
0
= =

Kebenaran praktikum : 100% - 0%= 100%
15 Ralat keraguan berat jenis zat padat yang tidak beraturan
m
u
(gr) u m (gr) ) ( u m mu
(gr)
2
) ( u m mu (gr)
0,2


0,2



0



0
0,2
0,2
0,2
0,2
= E
2
) ( u m mu 0 gr
3
) 222 , 0 512 , 0 (
cm
dyne
S S = A
% 22 , 0
% 100
10 , 0
222 , 0
% 100
=
=
A
=
x
x
S
S
3
2
10 , 0
011 , 0
) 1 5 ( 5
222 , 0
) 1 (
) (
cm
dyne
n n
S S
=
=

Pengukura
n
S
( )
2 2
. .

s cm gr

S
( )
2 2
. .

s cm gr

S S
( )
2 2
. .

s cm gr

( )
2 2
. .

s cm gr
2
) ( S S

I
II
III
IV
V
0,04
0,04
0,04
0,04
0,04


0.512


-0,472


0,222
S= 2 S= 0,222


S







Ralat Nisbi


Kebenaran praktikum = 100% - 0,22% = 99,78 %

VI. PERHITUNGAN

16 Menentukan berat jenis zat pada pada balok
Data Percobaan :
Pengukuran Panjang (cm) Lebar (cm) Tebal(cm) Massa (gr)
I
II
3,095
3,1
3,095
3,1
3,095
3,1
34,9
30,5
III
IV
V
3,1
3,08
3,02
3,1
3,08
3,02
3,1
3,08
3,02
34,8
34,5
34,6

Pengukuran/ Percobaan I
Diketahui :
Panjang = 3,095 cm = 3,095 x 10
-2
m
lebar = 3,095 cm = 3,095 x 10
-2
m
tebal = 3,095 cm = 3,095 x 10
-2
m
massa = 34,9 gr = 34,9 x 10
-3
kg
gravitasi = 10 m/s
2
Ditanya :
W
benda
?

Vol
benda
?

balok
?
S
balok
.?

Hitung :
W
benda
= massa x gravitasi
= 34,9 x 10
-3
m . 10 m/s
2

= 34,9 x 10
-2
kg m/s
2

Vol
benda
= p. l.t
= 3,095 x 10
-2
m . 3,095 x 10
-2
m . 3,095 x 10
-2
m
= 29,647 x 10
-6
m
3





= 34,9 x 10
-3
kg
29,647 x 10
-6
m
3
= 1,177x10
3
kg m
-3

S
balok
= .g
= 1,177x10
3
kg m
-3
. 10 m/s
2
= 1,177 x 10
4


= 1,177 x 10
4
N/m
3

Dengan cara yang sama akan diperoleh :

W
benda
(kg m/s
2
) Vol
benda
(m
3
) Berat Jenis benda (N/m3)
34,9 x 10
-2

30,5 x 10
-2

34,8 x10
-2

34,5 x10
-2

34,6 x10
-2


29,647 x 10
-6

29,791 x 10
-6

29,791 x 10
-6

29,218 x 10
-6

27,54 x 10
-6

1,177 x 10
4

1,024 x 10
4

1,168 x 10
4

1,181 x 10
4

1,256 x 10
4


17 Menentukan Berat Jenis Zat Cair dengan Gelas Ukur dan Neraca Teknis
Data percobaan :

No Massa gelas
kosong (m
g
)gr

Massa gelas
+ air (m
c
) gr
massa air (gr)
(m
a
)
1. 200

469,9 269,9
Percobaan p (m) l (m) t (m) m (kg)
I
II
III
IV
V
3,095.10
-2

3,1.10
-2

3,1.10
-2

3,08.10
-2

3,02.10
-2

3,095.10
-2

3,1.10
-2

3,1.10
-2

3,08.10
-2

3,02.10
-2

3,095.10
-2

3,1.10
-2

3,1.10
-2

3,08.10
-2

3,02.10
-2

34,9.10
-3

30,5.10
-3

34,8.10
-3

34,5.10
-3

34,6.10
-3

3
2
m
s
m
kg
2. 200,02

469,8

296,78
3. 197,3

469,2

271,9
4. 197,6

470

272,4
5. 198,5

469,6 271,1
Pengukuran/ percobaan 1
Diketahui : m
gelas kosong
(m
gk
) = 200 gr
m
gelas berisi air
(m
g+a
) = 469,9 gr
percepatan gravitasi = 1000 cm/s
2

V
air
= 300 ml= cm
3

Ditanya :
c
=.............................?
S = .?
Jawab :

a
a
c
V
g m .
= , dimana m
a
= ( m
gelas+air
m
gelas
)
m
a
= m
gelas+air
mgelas
m
a
= 469,9 200
m
a
= 269,9 gr










( ) { }
2 2
. . 7 , 896
300
1000 . 9 , 269
300
1000 ). 200 9 , 469 (
.
.

+
=
=

=
=
s cm gr S
S
S
V
g m m
S
V
g m
S
air
air
air
a
gelas air gelas
air
a
a
air
a c
c
c
V
a m
V
W .
= =

No Massa gelas
kosong (m
g
)gr

Massa gelas
+ air (m
c
) gr
Massa air (gr)
(m
a
)
Berat jenis zat
cair
( )
2 2
. .

s cm gr
1. 200

469,9 269,9 896,7
2. 200,02

469,8

269,78 899,27
3. 197,3

469,2

271,9 906,3
4. 197,6

470

272,4 908
5. 198,5

469,6 271,1 903,67

18 Menentukan berat jenis zat padat berbentuk tidak beraturan
Data Percobaan :
Pengukuran Massa (gr) Massa benda
dalam air (gr)
I
II
III
IV
V
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,15
0,15
0,15
0,15
0,15

Untuk Percobaan 1 :
Diketahui =

W
udara
W
air
=
a
. g . V
benda

(m
u
m
a
) . g =
a
. g . V
benda

V
benda
=

benda
u
benda
udara
V
m
V
W
=
a
a
a
a
a u
V
m m m
=

Untuk percobaan 1:
Diketahui :massa benda diudara = 0,2
Massa benda dalam air = 0,15
Volume air sebelum ditambahkan air = 300 ml
Volume batu setelah ditambahkan air = 350 ml
Ditanya : S ..?
Hitung :
g
V
m
S
b
u
=
S= 0,2 x 10 m/s
2

50
S
benda
= 0,04

Dengan cara yang sama diperoleh hasil :

Pengukuran Massa (gr) Massa benda
dalam air (gr)
S benda
) (
3
m
N

I
II
III
IV
V
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,15
0,15
0,15
0,15
0,15
0,04
0,04
0,04
0,04
0,04









VIII. PEMBAHASAN
Percobaan berat jenis zat padat dan zat cair yang kami lakukan adalah
mengukur berat jenis dari benda padat yang berbentuk balok, berat jenis zat padat
berbentuk tidak beraturan, dan berat jenis zat cair dengan menggunakan gelas
ukur dan neraca. Percobaan dengan menggunakan piknometer tidak kami gunakan
dikarenakan tidak tersedianya alat tersebut pada saat berangsungnya percobaan
Adapun yang menyebabkan kami tidak melakukan percobaan dengan
menggunakan piknometer adalah karena alat tersebut tidak tersedia saat tersebut.
Dalam mengukur berat jenis zat padat berbentuk balok, data yang
diperlukan untuk kita cari adalah volume dan massa balok tersebut, di mana untuk
mencari volumenya diperlukan data panjang, lebar, dan tinggi dari balok itu.
Rumus yang digunakan untuk menentukan berat jenis suatu benda padat
berbentuk balok, yaitu:
v
m
=

Dengan S adalah berat jenis, adalah massa jenis yang diperoleh dari pembagian
massa balok dengan volumenya, dan g adalah percepatan gravitasi.
Untuk pengukuran berat jenis zat cair dengan menggunakan gelas ukur
dan neraca, rumus yang digunakan sama dengan rumus untuk menentukan berat
jenis benda padat berbentuk balok, hanya saja massa benda yang digunakan
adalah massa air, dimana massa air diperoleh dari pengurangan massa gelas yang
berisi zat cair yang akan diukur dengan massa gelas yang kosong, sehingga rumus
keseluruhannya menjadi:
( ) { }
a
g g a
air
V
g m m m
S
. +
=
Dimana m
a
adalah massa zat cair, m
g
adalah massa gelas kosong, dan v
a
adalah
volume zat cair.
Pengukuran berat jenis zat padat dengan bentuk tak beraturan memerlukan
data massa benda di udara dan massa benda di dalam air saja. Dari data-data
tersebut, kita dapat menentukan volume benda dengan membagi selisih antara
massa benda di udara dan massa benda di dalam air dengan massa jenis air yang
digunakan. Setelah volume diketahui, maka dapat ditentukan berat jenis benda
dengan menggunakan rumus:
g S . =
g
V
m
S
b
u
=
Dimana m
u
adalah massa benda di udara.
Dalam proses pengambilan data untuk menentukan berat jenis benda ini,
masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan yang menyebabkan ralat
keraguan yang didapatkan bernilai kecil. Hal ini dapat disebabkan karena
beberapa faktor yaitu :
19 Kurang ketelitian dalam pengukuran
20 Praktikan yang kurang paham dengan materi yang diujicobakan dalam
percobaan kali ini
21 Ketidakcermatan praktikan saat melakukan praktikum, khususnya saat
pengukuran.
22 Keterbatasan alat yang tidak bisa dipakai sebagaimana mestinya.
23 Praktikan yang tidak siap menghadapi kejadian-kejadian tak terduga di dalam
praktikum sehingga tidak bisa menangani permasalahan yang ada.


IX. KESIMPULAN
24 Massa adalah banyaknya zat atau materi yang terkandung pada suatu benda.
25 Berat adalah gaya yang bekerja pada benda karena tarikan gaya gravitasi
bumi.
26 Hubungan antara berat dan massa dapat dinyatakan sebagai berikut:
W = m x g
- Massa jenis suatu zat adalah bilangan yang menyatakan massa suatu zat
dibagi dengan volumenya atau ditulis dengan persamaan


- Massa jenis zat merupakan ciri khas suatu zat.
- Berat jenis pada sebuah benda adalah gaya yang bekerja pada benda itu
karena pengaruh faktor gaya gravitasi bumi, volume, dan massa benda.
- Hubungan antara massa, berat, massa jenis, dan berat jenis :

v
m
=
V
m
g S
V
g m
S
maka g m karenaW
V
W
S
=
= =
= =

. ,
.
, . ,




- Rumus untuk menentukan berat jenis suatu benda padat berbentuk balok,
yaitu: g S . =
- Rumus untuk menentukan berat jenis suatu zat cair dengan gelas ukur dan
neraca yaitu:
( ) { }
a
g g a
air
V
g m m m
S
. +
=
- Rumus untuk menentukan berat jenis zat padat berbentuk tak beraturan
yaitu:
g
V
m
S
b
u
=
Dimana m
u
adalah massa benda di udara.
- Selain dengan gelas ukur, berat jenis zat cair juga dapat diukur dengan alat
lain, seperti piknometer, hydrometer, dan densimeter.
- Faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis suatu benda adalah massa,
gaya gravitasi, volume.
- Hukum Archimedes berbunyi :"Setiap benda yang berada dalam satu
fluida maka benda itu akan mengalami gaya keatas, yang disebut gaya
apung, sebesar berat air yang dipindahkannya".
- Bila gaya archimedes sama dengan gaya berat W maka resultan gaya = 0
dan benda melayang .
- Bila F
A
>W maka benda akan terdorong keatas akan melayang
- Bila F
A
<W maka benda akan terdorong kebawah dan tenggelam.
- Jika rapat massa fluida lebih kecil daripada rapat massa benda maka agar
benda berada dalam keadaan seimbang,volume zat cair yang dipindahkan
harus lebih kecil dari pada volume benda
- Untuk benda padat berbentuk tak beraturan, massa yang berpengaruh
adalah massa benda di udara dan massa benda di dalam air.
- Untuk mengukur berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca, massa
yang berpengaruh adalah massa gelas kosong dan massa gelas yang berisi
zat cair untuk menentukan massa zat cairnya.
















DAFTAR PUSTAKA
Alit Paramarta, Ida Bagus. 2010. Penuntun Praktikum Fisika Dasar II. Bukit
Jimbaran: Jurusan Fisika FMIPA Universitas Udayana.

Giancoli, Douglas C . 2001 . FISIKA . Erlangga . Jakarta.

Tim penyusun. 2003. PR Fisika Untuk Kelas I SLTP. Klaten: PT. Intan Pariwara.

Esvandiari.2006.Smart Fisika SMA.Puspa Swara:Jakarta
.
Fisika Edisi Kedua, Marten Kanginan. Erlangga.






















LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
BERAT JENIS ZAT PADAT DAN ZAT CAIR
(M.5)












Oleh:

Nama : Ni Made Susita Pratiwi
NIM : 1008105005
Dosen Pengaja : I Ketut Sukarasa, S.Si, M.Si
Asisten dosen : 1. Siska Rohani
2. Desak Putu Risky Vidika Apriyanthi



JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2010





LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
BERAT JENIS ZAT PADAT DAN ZAT CAIR
(M.5)











Oleh:

Nama : I Gusti Ayu Indah Adesia Saraswati
NIM : 1008105053
Dosen Pengaja : I Ketut Sukarasa, S.Si, M.Si
Asisten dosen : 1. Johanes




JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2010