Anda di halaman 1dari 4

Macam-macam Surat Wasiat Surat Wasuiat terdiri dari beberapa macam, yakni: 1.

Surat Wasiat Umum (Pasal 938 KUHPerdata); 2. Surat Wasuat Olografis (Pasal 932 KUHPerdata); 3. Surat Wasiat Rahasia (Pasal 940-941 KUHPerdata); 4. Codisil Surat Wasiat Umum Dasar Hukum Pasal 938 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pengertian - Surat wasiat umum merupakan surat wasiat yang dibuat oleh pewaris, yang dibuat di hadapan pejabat umum/notaris - Merupakan bentuk wasiat paling umum yang sering muncul, dan yang paling dianjurkan untuk dibuat - Notaris berkesempatan dan wajib memberikan bimbingan dan arahan, agar wasiat tersebut dapat terlaksana sedekat mungkin dengan kehendak si pembuat wasiat. Cara Pembuatan Surat Wasiat Umum a. Notaris harus menulis atau menyuruh menulis kehendak pewaris dalam katakata yang jelas menurut apa adanya yang disampaikan oleh pewaris kepadanya. - Bila penyampaian persoalan dilakukan tanpa kehadiran para saksi, dan naskahnya telah disiapkan oleh notaris, maka si pewaris harus mengemukakan lagi kehendaknya seperti apa adanya di hadapan para saksi, sebelum naskah itu dibacakan di hadapan pewaris.

b. Notaris membacakan wasiat tadi kepada pewaris dan saksi-saksi. Dimana wasiat itu harus dibacakan oleh notaris dalam kehadiran para saksi. Jika pewaris tersebut tuli, supaya ia membacanya sendiri.

c. Sesudah pembacaan itu, oleh notaris harus ditanyakan kepada pewaris


apakah yang dibacakan itu telah memuat kehendaknya. Bila kehendak pewaris itu dikemukakan dalam kehadiran para saksi dan langsung dituangkan dalam bentuk tulisan, maka pembacaan dan pertanyaan seperti di atas harus dilakukan juga dalam kehadiran para saksi.

d. Selanjutnya akta itu harus ditandatangani berturut-turut oleh pewaris, notaris dan saksi-saksi. - Bila pewaris menyatakan tidak dapat melakukan penandatangan, atau bila dia terhalang dalam hal itu, maka juga pernyataan itu dan sebab halangan harus dicantumkan dalam akta wasiat itu. - Jika pewaris meninggal dunia sebelum sempat membubuhkan tandatangannya sedangkan akta tersebut telah dibacakan, wasiat tetap akan sah, apabila di dalam akta dijelaskan bahwa pewaris tidak dapat membubuhkan tandatangannya karena mendadak telah meninggal dunia. (Hal ini dikarenakan pembuatan wasiat adalah penuturan pewaris dihadapan saksi-saksi, tidak penandatanganan akta).

e. Setelah itu dipenuhi segala formalitas itu hal itu harus dengan tegas dicantumkan dalam surat wasiat itu. 2. Surat Wasiat Olografis Dasar Hukum Pasal 937 KUHPerdata Pengertian Surat wasiat olografis adalah surat wasiat yang dibuat dan ditulis sendiri oleh pewaris. (Holo=sendiri dan grafis= tulis). Ciri-ciri surat wasiat olografis: 1. Wasiat Olografis selalu dapat dicabut kembali, dengan memintanya kembali dari Notaris yang menyimpannya asal saja pewaris membuat akta otentik dari pengembalian kembali sebagai pertanggungjawaban Notaris; 2. Sebelum wasiat Olografis dikembalikan, Notaris harus membuat pertanggungjawaban Akta Pengembalian yang harus ditandatangani oleh Pewaris, Saksi dan Notaris; 3. Akta Olografis dianggap telah dibuat pada tanggal Akta Penyimpanan, walaupun akta olografis mempunyai tanggal lain; 4. Bahwa, sampai ada bukti yang bertentangan, akta olografis dianggap ditulis seluruhnya dan ditandatangani oleh pewaris sendiri (membebankan pembuktian kepada orang yang menuduh bahwa akta ini seluruhnya ditulis dan duitandatangani oleh pewaris sendiri). 5. Walaupun disimpan dengan minuta akta penyimpanan notarial, tetap dianggap sebagai akta di bawah tangan. 6. Notaris tidak berwenang membuka surat wasiat olografis yang diserahkan secara tertutup. Oleh karena itu pembukaan wasiat olografis dilakukan setelah pewaris meninggal dunia, notaris penyimpan wasiat olografis harus menyerahkan surat wasiatnya kepada Balai Harta Peninggalan yang daerah kerjanya meliputi rumah kematiannya. Cara Pembuatan Surat Wasiat Olografis a. Dibuat dan ditulis dengan tangan dan ditandatangani oleh pewaris sendiri; - Apabila terdapat tulisan dari orang lain dalam sehelai surat wasiat olografis, walaupun sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi surat wasiat tersebut, maka wasiat olografis itu batal dan tidak memiliki kekuatan hukum sama sekali; b. Ia tidak harus memberi tanggal, karena menurut Pasal 913 KUHPerdata, wasiat itu dianggap dibuat pada hari pembuatan akta penyimpanan oleh Notaris; c. Pewaris menyerahkan kepada Notaris dalam keadaan terbuka atau tertutup (dalam sampul tersegel) dengan dihadiri oleh 2 (dua) orang saksi; d. Akta wasiat rersebvut dititipkan kepada Notaris untuk disimpan. Harus disimpan dengan AKTA PENYIMPANAN (Akta Van Depot) pada sebuah Kantor Notaris. Tata cara penyimpanannya berkenaan dengan cara penyerahan surat wasiat pewaris kepada notaris, yaitu: i) Penyerahan surat wasiat secara TERBUKA

Pembuatan akta penyimpanannya, dibuat di bagian bawah dari surat wasiat itu, dengan konsekuensi, apabila wasiat olografis ini akan dicabut, maka penyerahannya kembali kepada pembuatnya, minuta Akta Penyimpanan yang tertulis di atas kertas yang sama di bawah isi wasiat tersebut, juga diserahkan kepada pembuatnya; ii) Penyerahan surat wasiat secara TERTUTUP Akta Penyimpanannya di buar diatas kertas tersendiri Pasal 932 ayat (3) KUHPerdata. Dalam hal ini diperlukan formalitas yang dilakukan oleh pewaris, yakni: Pewaris di hadapan Notaris dan para saksi membuat keterangan di atas sampul bahwa sampul itu berisi wasiatnya, yang dikuatkan dengan penandatanganan akta penyimpanan sperti akta umum notariil biasa dan dilakukan dengan kesaksian notaris dan 2 (dua) orang saksi. Jika Pewaris setelah menandatangani akta wasiat olografis tidak dapat menandatangani keterangan diatas sampul yang memuat surat wasiatnya, maka notaris harus menyebutkan ketidakmampuan itu dalam akta penyimpanan seperti dalam akta notaris lain.

Itu sebabnya wasiat olografis sebaiknya diserahkan secara TERBUKA. 3. Surat Wasiat Rahasia Dasar hukum Pasal 940 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 941 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pengertian - Dibuat oleh pewaris sendiri dan kemudian diserahkan kepada Notaris dalam keadaan tertutup/tersegel; - Notaris yang menerima penyerahan surat wasiat yang demikian, harus membuat Akta Pengalamatan atau Akta Superscriptie yang ditulis di atas kertas itu sendiri; - Jumlah saksi yang hadir adalah 4 (empat) orang. Cara Pembuatan Surat Wasiat Rahasia a. Pewaris dapat menulisnya sendiri atau menyuruh orang lain untuk menulisntya tetapi harus pewaris sendiri yang menandatanganinya; b. Surat yang berisi wasiatnya dimasukkan ke dalam sampul dan dapat diserahkan kepada Notaris dalam keadaan tertutup atau terbuka. - Pewaris harus menerangkan bahwa sampul itu berisi wasiatnya, dan menegaskan bahwa ia sendiri yang menulisnya dan menandatanganinya, atau orang lain yang menulis tetapi ia sendiri yang menandatangani wasiat tersebut; - Bila diserahkan secara terbuka, pewaris harus minta agar sampul tersebutl (oleh Notaris di hadapan saksi-saksi) untuk di lak dan disegel; - Bila diserahkan secara tertutup harus dituliskan pada sampulnya bahwa isinya adalah surat wasiat dan diberi keterangan bahwa surat itu ditulis sendiri atau dituliskan oleh orang lain dan ditandatangani olehnya sendiri; c. Notaris membuat akta superscriptie yang ditandatangani oleh pewaris, Notaris dan 4 (empat) orang saksi.

Bila diserahkan secara terbuka, akta superscriptie dibuat di atas surat atau sampul surat wasiat yang bersangkutan; Bila diserahkan secara tertutup, akta superscriptie dibuat diatas sampul surat wasiat yang bersangkutan atau dibuat di atas kertas lain yang dijahitkan pada sampul tersebut.

Codicil Dasar Hukum Pasal 935 KUHPerdata Pengertian Codicil adalah suatu surat wasiat di bawah tangan ditulis seluruhnya, ditanggali dan ditandatangani oleh si pewaris sendiri. Tidak ada formalitas lain. Kekuatan hukum codicil sama dengan kekuatan hukum suatu surat wasiat. Codicil hanya boleh dipergunakan untuk: a. Pengangkatan eksekutor testamenter dan menetapkan upahnya; b. Penyelenggaraan penguburan; c. Menghibah-wasiatkan pakaian, perhiasan badan tertentu, meubel-meubel (yang harus disebutkan satu-persatu secara khusus). Perbedaan Wasiat Rahasia dengan Wasiat Olografis 1. Wasiat rahasia tidak perlu seluruhnya ditulis tangan sendiri oleh pewaris; 2. Surat wasiat olografis tertutup harus di waarmerking oleh pewaris di hadapan Notaris dan saksi-saksi, dan selanjutnya Notaris membuat akta penyimpanan. Dalam wasiat rahasia hanya dikenal akta superscriptie yang dibuat pada bagian luar, atau diatas sampul; 3. Jumlah saksi-saksi: a. Dalam surat wasiat olografis adalah berjumlah 2 (dua) orang saksi; b. Dalam surat wasiat rahasia adalah berjumlah 4 (empat) orang saksi; 4. Wasiat olografis dapat dimintakan kembali oelh pewaris, sedangkan wasiat rahasia tidak dapat diminta kembali oleh pewaris. Catatan dalam Hal Pembuatan Wasiat 1. Tidak boleh memuat wasiat timbal balik (misalnya suami isteri saling mewasiatkan dalam 1 akta); 2. Dalam pembuatan wasiat, maka seluruh persyataran formal yang diatur dalam Undang-Undang harus dipenuhi. Bila tidak maka wasiat tersebut menjadi batal demi hukum (Pasal 935 KUHPerdata); 3. Tanggal lahir pembuat wasiat harus selalu dicantumkan; 4. Saksi harus telah dewasa (yakni berumur 21 tahun), Warga Negara Indonesia, dan mengerti bahasa yang dipergunakan dalam akta wasiat, akta superscriptie, atau akta penyimpanan (Pasal 944 ayat (4) KUHPerdata ). Sedangkan untuk wasiat umum ada terdapat ketentuan tersendiri (Pasal 944 ayat (2) KUHPerdata).