Anda di halaman 1dari 16

NAMA : Siswo Gautama Putra Npm : F1D009012 Tugas : Biologi sel Tugas topik 8 1.

Apa perbedaan antara retikulum endoplasma halus dan kasar? 2. Apa perbedaan ribosoma pada prokaryotik dan eukaryotik? 3. Pada waktu translasi mRNA dimulai, dimana letak mRNA tersebut? 4. Apa yang disebut dengan poliribosom, dan apa fungsinya? 5. Bagaimana ribosoma berinteraksi dengan RE kasar? 6. Peptida yang dihasilkan pada awal translasi apa namanya? Apa peranannya peptida ini? 7. Protein hasil sintesis di ribosoma yang menempel di retikulum endoplasma jalurnya akan kemana? 8. Apa yang disebut dengan modifikasi protein pasca translasi? dimana terjadinya. 9. Bagaimana mekanismenya transport protein dari RE ke Badan Golgi? 10. Sebutkan macam protein yang diproses dalam badan golgi? 11. Apa yang disebut dengan constitutive protein secretion dan regulated protein secretion? 12. Bagaimana proses yang dialami oleh protein untuk sekresi keluar sel, protein perifer, protein transmembran, dan protein dalam lisosoma? Jawab 1. Beda RE halus dan RE kasar Retikulum Endoplasma Kasar Terdapat Ribosom Tempat sintesis Protein membran, protein organel, protein untuk sekresi, dan tempat proses glikosilasi protein. Produk sintesis terakumulasi di dalam lumen dan selanjutnya diproses menuju ke tempat tujuan melalui badan golgi 2. Beda ribosoma pada prokaryotik dan eukaryotik Pada jasad prokaryot Retikulum Endoplasma Halus Tidak terdapat ribosom Tempat sintesis Lipid, asam lemak dan fosfolipid Menghilangkan sifat racun pada zat kimia masukan seperti pestisida (sebagai penawar racun)

Komponen rRNA 23S (29 kbp) + 5S (120 bp) 16S (1540 bp)

Komponen protein 21 L1, L2, dan L3 21 S1, S2, dan S3

Subunit Subunit besar (Large) sebesar 50S Sub unit kecil (Small) sebesar 30S

Rangkai ribosom 70S

Pada jasad eukaryot Komponen rRNA 28S (48 kbp) + 5,8S (160 bp) + 5S 18S (120 bp) (19 kbp)

Komponen protein

Subunit

Rangkai ribosom

50 L1, L2, L3

Sub unit besar 60S

80S

33 S1, S2, dan S3

Sub unit kecil 40S

3. Di dalam DNA di inti sel. 4. Poliribosom merupakan banyak ribosom pada benang mRNA yang berfungsi agar kecepatan translasi menjadi meningkat sesuai dengan kebutuhan sel yang sedang tumbuh dan aktif melakukan sintesis protein. 5. RE kasar merupakan tempat tertambatnya ribosom. Ribosom inilah tempat dilangsungkannya sintesis protein. Diduga fungsi ini dilaksanakan oleh rRNA sebagai katalisator pembentukan ikatan peptida pada sintesis tersebut (dengan kata lain yang bertindak sebagai enzim untuk sintesis protein adalah rRNA pada ribosom itu sendiri) merupakan tempat sintesis protein membran, protein organel, protein untuk sekresi, dan tempat proses glikosilasi protein. 6. Protein dengan struktur primer, fungsinya untuk pembentukan protein tersier.

7. Badan golgi 8. Modifikasi protein dari struktur primer ke struktur tersier membentuk struktur alfa-helik dan beta-sik, dan temparnya di RE kasar. 9. Protein Integral, protein prifer, protein enzim dalam lumen lisosoma, protein yang disekresikan ke luar sel. 10. Glikoprotein (laktin) 11. constitutive protein secretion yaitu sekresi protein secara terus menerus dan tidak ada control, regulated protein secretion yaitu pengsekresian pada protein akan terjadi apabila mendapatkan signal tertentu.

Tugas Topik 9

1. Bagaimana struktur lisosoma dan apa fungsinya di dalam sel? 2. Apa yang membedakan antara lisosoma dan peroksisoma? 3. Enzim-enzim yang terdapat lisosoma termasuk kelompok enzim yang mana? bagaimana sifatnya? 4. Bagaimana lisosoma melindungi diri dari sifat hidrolitik enzim-enzim yang dikandungnya? 5. Lisosom berfusi dengan endosoma membentuk organel bastar (gabungan) dalam proses endositosis. Apa tujuan dari fusi tersebut? 6. Sebutkan macam lisosoma? dan apa fungsinya masing-masing? 7. Apa peranan peroksisoma dalam sel? 8. Apa yang disebut dengan glioksisoma? 9. Enzim-enzim yang terkandung dalam peroksisoma dan glioksisoma, dan untuk mencernakan molekul apa? 10. Bagaima peranan lisosoma dalam sistem kekebalan tubuh yang dimediasi oleh sel-sel fagosit (natural killer cell)? Jawaban

1. Lisosom merupakan organel berselaput yang berfungsi sebagai tempat vesikula penyimpanan
enzim-enzim hidrolitik yang aktif pada suasana asam (pada pH sekitar 4,5) sehingga mampu menghidrolisis hampir semua macam komponen molekul dalam sel tanpa kecuali. Untuk mempertahankan suasana asam, membran lisosom memompa proton ke dalam lumennya. Lisosom dilaporkan memiliki tidak kurang dari 40 sampai 50 macam hidrolase.

2. Perbedaan lisosom dengan peroksisom


No 1 2 3 Lisosom Lisosom terbentuk di dalam badan golgi Tidak ada struktur kristalin Tidak ada material abu-abu amorfous Peroksisom

Peroksisoma terbentuk independen Ada kristalin dalam matriks Ada material abu-abu amorfous Dapat memperbanyak diri seperti 4 Pembentukannya ditentukan badan golgi halnya mitokondria 3. Tabel 1. Kelompok Enzim hidrolitik yang terdapat di dalam lisosom No 1. 2 3 4 5 6 Nama enzim Ribo-Nuklease asam Deoksiribo-Nuklease asam Protease Cathepsin Protease kolagenase Peptidase Lipase Kemampuan hidrolitik menghidrolisis RNA menghidrolisis DNA menghidrolisis protein pada sisi sistein menghidrolisis kolagen Menghidrolisis peptida Ester asam lemak

7 8 9 10

fosfolipase Asam fosfatase Fosfodiesterase Enzim hidrolitik untuk polisakarida dan oligosakarida : Galaktosidase Glukosidase Manosidase Heksoaminidase Glukoserebrosidase Glukuronidase

Fosfolipid Fosfomonoester Oligonukleotida dan fosfodiester lain

Galaktosida Glukosida Manosida Heksoaminida Glukoserebrosida Glukuronida

4. Adanya glikoprotein yang kompleks pada membran lisosom menghadap ke arah interior
diduga merupakan cara proteksi internal yang mencegah hidrolase yang ada di dalamnya mengenali komponen molekul struktural lisosom.

5. Karena di dalam lisosom terdapat enzim untuk melangsungkan pencernakan terhadap


makromolekul dalam proses endositosis.

6. lisosom primer dan lisosom sekunder 7. peroksisoma berperan membuang senyawa racun seperti hidrogen peroksida, atau senyawa
metabolit lainnya, merupakan tempat utama penggunaan oksigen dan beberapa macam jenis senyawa racun terakumulasi.

8. Glioksisoma merupakan organel yang menyerupai peroksisoma, dan dijumpai pada sel
tanaman yang berisi cadangan makanan minyak atau lipida.

9. Enzim-enzim yang terdapat pada peroksisima antara lain adalah D-amino acid oxidase, ureate
oxidase, dan catalase untuk mencerna asam amino Enzim yang terdapat pada glioksisoma glioksilasae yang diperlukan untuk siklus glioksilat

10. Lisosom pada sel-sel darah putih netrofil, eosinofil, dan monosit/ makrofag berfungsi sebagai
bagian dari sistem kekebalan seluler, yaitu melakukan tanggapan kekebalan terhadap sel asing atau molekul asing yang berbahaya. komponen molekul asing ditelan melalui fagositosis, kemudian vesikel fagositosis melebur dengan lisosom sehingga enzim dengan substrat bertemu untuk mengadakan reaksi hidrolisis. Dengan cara itu lisosom menghancurkan sel intruder atau mencernak bagian parsial seluler sel intruder. Sel eosinofil mengeluarkan sekresi enzim lisosomal bila ada reaksi antigen antibodi dan ketika meninggalkan aliran darah memasuki tempat infeksi.

Tugas topik 10 1. Apa perbedaan istilah antara sitoplasma dan sitoskeleton? 2. Sebutkan tiga filamen yang merupakan komponen sitoskeleton? 3. Deskripsikan organisasi filamen pada mikrotubula!. 4. Apa yang disebut dengan sentrosoma atau MTOC (microtubule organizing center)? 5. Pada sel yang sedang mitosis bila beri zat kolkhisin apa yang terjadi? 6. Jelaskan mekanisme perubahan warna tubuh bunglon yang dapat untuk kamuflase? 7. Bagaimana mekanisme gerak flagella pada organisma flagellata atau spermatozoa? 8. Mengapa otot seran lintang terkesan kenampakan seperti "zebra cross"? 9. Bagaimana mekanisme gerak pada otot rangka? 10. Apa fungsi utama dari filamen tengah (intermediate filament) dalam sel?. Jawaban 1. Sitoplasma merupakan matriks yang berada di sebelah dalam membran plasma di luar nukleus Sitoskeleton yaitu penyusun sitoplasma yang berupa kolodi berupa kerangka sel. 2. Tiga filamen komponen sitoskleton a. mikrotubula b. mikrofilamen c. filamen menengah 3 Mikrotubula adalah serat makromolekul protein yang berbentuk tongkat silinder berlobang dengan diameter 200 nm sampai 25 mm, tersusun oleh unit tubulin dan tubulin, masingmasing dengan berat molekul 50 kilodalton. Organisasi mikrotubula adalah sebagai berikut: tubulin dan tubulin mula-mula membentuk susunan dimer molekul tubulin . Cara penyusunan tubulin sepanjang serat mikrotubula adalah selang-seling , ,. Jadi, mikrotubula telah memiliki suatu polaritas mantap. Unit tubulin mikrotubulin mengalami polimerisasi membentuk protofilamen. Tiga belas (13) protofilamen protofilamen mengalami asosiasi membentuk singlet filamen mikrotubula. Dinding mikrotubula tersusun oleh sub-unit globular berdiameter 4-5 mn, dan subunit tersebut menyusun 13 baris longitudinal berkeliling membentuk sebuah cincin lingkaran yang di tengah-tengahnya kosong. Struktur dasar ini sangat lazim pada semua jasad eukaryot, sungguhpun pada sel nematoda ada yang tersusun 11 atau 15 baris longitudinal. 13 protofilamen berjajar paralel sepanjang aksis protofilamen. Panjang serat mikrotubula bervariasi dan dapat tumbuh seribu kali pada saat diperlukan. Tergantung macamnya, mikrotubula ada yang aktif mengalami pemanjangan dan

pemendekan, tetapi ada yang stabil sekali dibentuk Pada mikrotubula yang aktif melakukan pemanjangan dan pemendekan, maka mikrotubula tersebut sangat aktif memasang tubulinnya pada salah satu ujung guna menambah panjang, dan dapat membongkar tubulin pada ujung lain guna menyusun mikrotubula pada tempat lain di dalam sel. Mikrotubula terdapat pada hampir semua sel eukaryot. Sel darah merah adalah perkecualiannya. 4 MTOC merupakan pusat pertumbuhan mikrotubula (kutub -), berarti tempat polimerisasi tubulin terbentuk berada pada bagian prosimal (menjauhi MTOC) yaitu kutub +. Dengan kata lain, kutub + adalah kutub mikrotubula stabil, sedangkan kutub adalah kutub tempat terjadinya pemanjangan atau pemendekan. 5 6 Zat kolkhisin dapat menghambat pembentukan benang spindel pada mitosis. Bila pigmen tersebar di bagian interior sebelah dalam membran sel, maka warna terang tertentu pada permukaan kulit akan terjadi. Sebaliknya jika molekul-molekul pigmen itu terkonsentrasi di sebelah dalam sel kulit mendekati inti, maka warna menjadi pucat. Perubahan pigmen juga terjadi karena perubahan distribusi jenis-jenis pigmen di permukaan sel-sel kulit hewan itu. 7 Gerakan sel dengan bantuan alat gerak silia atau flagella terjadi dengan cara menggerakkan molekul motor dinein di atas permukaan mikrotubula. Dengan cara mikrotubula meluncur di atas mikrotubula lain (karena dinein yang merangkak di atas salah satu permukaan mikrotubulin). Gerakan dinein juga menyebabkan flagella atau silia melengkung. Dengan cara itu flagella dan silia berkontraksi relaksasi, melengkung dan melurus menyebabkan gerakan sel. Semua fungsi gerakan mikrotubula (penyusunan dan pembongkaran mikrotubula) ini, termasuk gerakan molekul motor kinesin dan dinein di atas molekul mikrotubula, memerlukan energi ATP.

Pergerakan cilia 8

Pergerakan flagella

Karena tersusun atas mikrotubul mikrotubul yang berjejeran.

Ada empat cara atau mekanisme pengaturan kontraksi dan relaksasi sel otot polos pada vertebrata, ialah : Pertama melalui jalur kalmodulin. Enzim Kinase Miosin rantai ringan (LC) akan aktif jika dipicu oleh terbentuknya kompleks kalmodulin kalsium. Aktivitas kinase selanjutnya mengaktifkan miosin melekat pada aktin dengan bantuan 1 ATP 1 ADP + P. Kedua, melalui pengaturan yang diperantarai oleh c-AMP (melalui transduksi sinyal pesan sekunder dari epineprin mengaktifkan reseptor b-adrenergik dan selanjutnya mengaktifkan siklase adrenilat. Selanjutnya siklase mengaktifkan protein kinase yang merubah miosin kinase menjadi inaktif dan hanya dapat diaktifkan kembali oleh posfatase yang menyebabkan kontraksi otot. Ketiga melalui pengaktifan protein kinase oleh diasil-gliserol bersama kalsium. Ini menyebabkan fosforilasi miosin LC kinase dan menyebabkan otot relaksasi. Keempat, melalui pengaturan kaldesmon oleh ion kalsium tinggi mengaktifkan aktin tropomiosin dan berikatan dengan miosin menghasilkan kontraksi otot.

10 Untuk memantapkan bentuk sel dan mempertahankan letak organel atau inti pada posisiny dan untuk menggabungkan kesatuan kontraksi di dalam sel otot.

Tugas topik 11 1. Bagaimanakah sel berkomunikasi dengan lingkungannya? 2. Berikan contoh hantaran rangsang atau transduksi sinyal pada model sinyal endokrin, sinyal parakrin, dan autokrin 3. Berikan dua contoh sinyal endokrin yang merubah pola metabolisme sel target. 4. Jelaskan bagaimana protein G dapat lebih dipahami dengan penelitian pada penyakit kolera 5. Hantaran sinyal yang bagaimanakah yang menyertai peristiwa gugur daun di musim gugur pada tanaman musiman 6. Hantaran sinyal yang bagaimanakah yang menyertai peristiwa relokasi cadangan makanan dari endosperm ke aksis pertumbuhan 7. Hantaran sinyal yang bagaimanakah yang menyertai peristiwa penampakan tanda kelamin sekunder pada anak remaja lelaki maupun perempuan 8. Jelaskan bagaimanakah hubungan antara ligand dengan reseptornya 9. Bagaimanakah cara cyclic AMP bertindak sebagai pembawa pesan sekunder yang mengatur metabolisme seluler. 10. Selain cyclic AMP, jelaskan bagaimanakah pesan sekunder seperti ion-ion kalsium, inositol fosfat, dan diasil gliserol. Jawaban 1. Dengan menggunakan molekul yang dilepaskan oleh suatu sel dan ditangkap oleh reseptor pada sel lainnya 2. Contoh hantaran rangsanga/tranduksi sinyal pada : Sinyal endokrin ; hormon estrogen yang dikeluarkan oleh korpus luteumdan hormon testosteron yang dikeluarkan oleh sel testis Sinyal parakrin : sinyal neutransmiter (implus syaraf) Sinyal autokrin : terbatas pada sistem syaraf. 3. Hormon estrogen yang dikeluarkan oleh korpus luteum (kelenjar telur atau ovarium). Estrogen mempengaruhi sel-sel target di uterus untuk mempersiapkan implantasi jaringan embrio pada awal kehamilan, dan mempengaruhi sistem kelenjar alveolar pada kelenjar susu. Hormon testosteron yang dikeluarkan sel-sel testis, mempengaruhi pematangan dan fungsi normal sel-sel pelengkap (asesori) organ kelamin dan sel-sel target lainnya berupa sel-sel yang menunjukkan tanda kelamin sekunder (seperti perkembangan bulu-bulu pada sekitar alat kelamin, kumis dan janggut, dll)

4. Pemahaman terhadap protein G dan siklus GTP dapat diperoleh berkat bakteri penyebab penyakit. Salah satu modelnya adalah penyakit kolera yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerase. Bakteri ini menyebabkan penyakit kolera dengan tanda-tanda mencolok adanya diare akut (yaitu masuknya cairan air dari darah ke saluran rongga usus sehingga penderita mencret berat). 5. Stimulus kimia (Hormon Asam Absisat ) ditujukan kepada sel-sel mesofil daun dan menyebabkan mobilisasi mineral ke luar dari daun menuju tunas batang, dan seterusnya mengawali program gugur daun di musim semi 6. Stimulus hormon gibberelin yang ditangkap oleh reseptor pada sel-sel aleuron pada cadangan makanan. 7. Endokrin signaling 8. Reseptor merupakan protein integral dari suatu sel target yang secara spesifik

berfungsi untuk menerima reseptor sinyal (ligand) dari luar sel target. Jadi, yang memiliki reseptor tentu saja sel target.
9. Modus kerja sistem hantaran rangsang menuju respon seluler yang diperantarai oleh cAMP merupakan sejumlah reaksi berjenjang (cascade) fosforilasi dan defosforilasi enzim. Fosforilasi enzim dikatalisis oleh kinase, sedangkan defosforilasi enzim dikatalisis oleh fosfatase. Tiap-tiap jenjang reaksi fosforilasi dan defosforilasi selalu dilipat-gandakan jumlahnya, sehingga satu kali reaksi akan melipatgandakan pengaruhnya pada reaksi berikutnya. Karena itu satu pesan yang dibawa satu molekul cAMP akhirnya dapat menghasilkan produk akhir yang berlipat ganda. 10. Sel mensekresikan neurotrasmitter pada suatu celah khusus, yakni sinapsiskimia. Selanjutnya neurotrasmitter akan menyisip ke dalam celah,dan berdifusi ke dalam sel target.

Tugas topik 12 1. Sebutkan macam molekul yang berperanan dalam pelekatan antar sel! 2. Sebutkan macam-macam kaderin dimana terdapatnya, bentuk strukturnya? 3. CAM singkatan dari apa? 4. Apa yang disebut desmosoma? 5. Pada jaringan batang tumbuhan terdapat sabuk Caspari (Casparian Belt), itu apa? dan apa fungsinya?. 6. Sebutkan 3 macam juction yang terdapat antar sel! 7. Pada deretan sel epithelium (misal permukaan usus halus) terdapat tight juction (pelekatan erat). Apa fungsinya? 8. Mengapa pada sel kultur hewan, sel fibroblast dapat melekat erat pada substrat wadahnya? 9. Plasmodesmata pada tumbuhan termasuk pelekatan sel yang mana? 10. Apa yang disebut dengan connexons? Jawaban 1. yang bertanggung jawab atas pelekat6an sel adalah CAM (cell-adhesion molecules) cadherins, Immunoglobulin superfamily, Selectins, mucin-like, dan integrins 2. Adherens junction : Lingkar Ikat pinggang adherance mendekati sisi apikal sel epithelial, cadherin zipper berhubungan dengan cell junction pada cytoskeleton aktin, Molekul adaptor terlibat dalam mekanisme hantaran rangsang (signaling). Desmosome : Merupakan hubungan berbentuk mangkuk berdiameter 1mm, Molekul cadherin berhubungan dengan intermediate filaments keratin, adaptor berbentuk plaque yang rapat tersusun dari molekul menyerupai catenin. 3. CAM (Cell Adhesion Molecules) 4. Desmosomes adalah titik menyerupai kancing baju pada kontak intercellular yang menjangkau sel-sel bersama-sama 5. Lingkar Ikat pinggang adherance mendekati sisi apikal sel epithelial, cadherin zipper berhubungan dengan cell junction pada cytoskeleton aktin, Molekul adaptor terlibat dalam mekanisme hantaran rangsang (signaling). 6. a. tight junction (hubungan erat), b. gap junction (hubungan celah), c. cell-cell junction (hubungan sel - ke sel) d. cell-matrix junction (hubungan matriks ke sel)

7. Glukosa merupakan hasil hidrolisis polisakarida oleh amilaseGlukosa pada lumen intestinum akan diserap oleh Na+glucose pump dan masuk ke dalam sel.Glukosa tidak mungkin masuk diantara sel, karena ada tight juction
8. Kesemua mekanisme ternyata bekerja pada sel-sel hewan. Kaderin biasanya menggunakan homophilic mechanism. Ini ditunjukkan dengan menggunakan kultur sel L (suatu galur culture fibroblast), yang tidak mengekspresikan kaderin dan tidak mampu melekat satu sama lain. Bila sel-sel L ditransfeksi dengan DNA yang mengkode Ecadherin, ternyata sel-sel yang ditransfeksi dapat melekat satu sama lain dengan mekanisme bergantung Ca2+ dan adesi tersebut dihambat oleh antibodi anti-E-cadherin. Karena sel-sel yang ditransfeksi tidak dapat melekat pada sel-sel L yang tidak ditransfeksi, E cadherin harus melekat pada se-sel secara bersama-sama dengan cara interaksi 2 molekul E-cadherin dari sel-sel yang berbeda. Bila sel-sel yang mengekspresik an cadherins yang berbeda dicampur bersama-sama, mereka memisah dan ber-agregasi secara terpisah. Ini menunjukkan bahwa cadherin yang berbeda berikatan dengan tipe yang sama. 9. Perlekatan yang di sebut tight jungtion 10. Gap junctions dikonstruksi dari transmembrane proteins yang membentuk struktur yang dinamakan connexons. Bila connexons tersebut dalam plasma membranes dua sel yang berkontak (satu jalur kontak), mereka membentuk terowongan aquous yang kontinum yang menghubungkan interior ke dua sel itu. Connexons melonjok keluar dari tiap permukaan sel, memegangi plasma membranes yang berinteraksi pada jarak yang sudah tertentu satu sama lain. Istilah gap junction menekankan kontrast dengan tight junction, dimana dua lapis lipida terlihat langsung kontak.

Tugas topik 13

1. Sebutkan urutan dari daur sel (cell cycle)? 2. Apa yang dimaksud dengan pembelahan amitosis?, berikan contohnya! 3. Apa yang dimaksud dengan pembelahan mitosis?, berikan contohnya! 4. Apa yang dimaksud dengan karyokinesis, dan sitokinesis? 5. Bagaimana proses pembelahan sel spermatogioa (spermatogenesis). 6. Bagaimana proses pembelahan sel oogonia (oogenesis). 7. Faktor apa yang menyebabkan suatu sel menjadi sel kanker? 8. Sebutkan fase perkembangan sel kanker? 9. Apa yang disebut dengan "contact inhibition? terjadi pada sel normal atau sel kanker? 10. Sel kanker bersifat immortal? Apakah ada nilai positip dari sifat tersebut dalam teknologi hibridoma?. Jawaban 1. Fase Istirahat (interfase) Fase Pembelahan inti (Karyokinesis) Pembelahan sitoplasma (Sitokinesis). 2. Pembelahan Amitosis ialah pembelahan sel yang terjadi secara spontan, tanpa melalui tahaptahap pembelahan sel. Cara pembelahan ini terdapat pada sel-sel prokaryot ( misal bakteri). 3. Pembelahan Mitosis ialah pembelahan yang menghasilkan 2 sel anakan yang mengandung jumlah kromosom yang sama dengan induknya. Pembelahan in i terjadi pada sel eukaryot. Jika induk sel yang membelah diploid (2n) maka sel anakan yang dihasilkan dari pembelahan mitosis adalah 2 sel yang juga diploid (2n). 4. karyokinesis yaitu pembelahan inti sel. Sedeangkan Sitokinesis adalah pembelahan inti diikuti dengan pembentukan sekat membran sel yang baru, yang memisahkan dua inti tersebut menjadi dua sel anakan 5. Pembelahan meiosis. Seperti halnya pembelhan mitosis biasa yang mempuyai beberapa fase seperti profase, metafase,anafase dan telofase.Pembelahan meiosis ini juga mempunyai fasefase yang sama, hanya saja pada pembelahan meiosis, profase dapat dibagi lagi menjadi menjadi beberapa fase seperti Leptoten, Zygoten, Pachyten, Diploten, dan Diakinesis. 6. Terjadi dua kali pembelahan meiosis (I dan II). Tapi pada meiosis I sel anak yang terbentuk tida sama besar (bedanya dengan meiosis I spermatogenesis), sel anak yang kecil disebut polar body pertama. pada meiosis II oosit sekunder kembali membelah dan membentuk sel anak yang tidak sama besar yaitu ootid (sel telur) yang siap diovulasikan dan polar body

kedua, sedang polar body pertama membelah menjadi polar body kedua.Jadi oogenesis hanya menghasilkan satu sel telur, dan polar body (tiga buah) akan berdegenerasi. faktor karsinogenik yang bekerja pada perubahan susunan DNA, mencakup faktor kimia (zat-zat karsinogenik), faktor fisika (misalnya sinar ultraviolet dan sinat pengion sinar X), dan faktor biologis ialah beberapa macam virus yang terintegrasi pada DNA genom, dan aktif mengadakan aktivitas ekspresi onkogen. 7. Fase pertumbuhan sel kanker : Fase permulaan terjadinya sel tumor, Fase pertumbuhan massa sel tumor, Fase invasif dan Fase metastasis

8. Fase pertumbuhan sel kanker : a. Fase permulaan terjadinya sel tumor, yakni sebuah sel yang mengalami modifikasi secara genetik yang menyebabkan pertumbuhan dan mendesak selsel disekitarnya. kebanyakan sel kanker dimulai dari perubahan urutan/sikuen pada DNA. Perubahan sikuen DNA dapat dipicu oleh : a.bahan kimia yang karsinogenik, b. Radiasi yang menyebakan oksidasi, dan c. infeksi virus yang menyebabkan penyisipan DNA asing ke dalam sel. b. Fase pertumbuhan massa sel tumor. Sebuah sel tumor akan mengalami percepatan pembelahan sel, sehingga menyebakan sekelompok sel tumor yang terlokalisir pada suatu tempat. dan fenomena ini menimbulkan suatu benjolan yang tidak ganas (benign tumor) c. Fase invasif, sekelompok sel tidak ganas dapat terstimulasi menjadi invasif, apalagi kelompok sel telah mencapai pembuluh darah yang dapat mensuplai kebutuhan nutrisi, yang seharusnya diperuntukan sel-sel normal. d. Fase metastasis, setelah sel-sel tumor menginvansi pembuluh darah, sel tumor memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Dan muncullah kelompok sel tumor di lokasi yang lain.
9. "contact inhibition merupakan faktor kepadatan sel yang membatasi pertumbuhan sel. Terjadi pada sel normal. Di dalam tubuh, normalnya faktor pertumbuhan ini hanya disekresikan bila terjadi luka. Sedangkan dalam kultur, sel-sel kemungkinan tak mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan buatan, dan hanya beberapa sel saja yang tetap aktif melangsungkan aktivitas normalnya termasuk pembelahan sel. Sel-sel di dalam kultur aseptik itu akan berhenti membelah bila jumlah sel tetangganya telah padat (contact inhibition). Jika kepadatan dicegah, setelah beberapa generasi sel akan berubah menjadi jaringan spesifik

yang berbeda dengan asalnya. sel-sel yang berubah tak mampu mengingat penanda sel tetangganya sehingga tetap membelah. Sel-sel ini menyerupai sel kanker dan berubah menjadi immortal (tak dapat mati) selama medium lingkungannya mendukungnya. Sel-sel kanker selanjutnya akan tumbuh besar dan membelah cepat memenuhi medium kultur. 10. Ada nilai positif dari sifat tersebut dalam teknologi hibridoma. contohnya Sel mieloma merupakan sel kanker limfosit B yang berasal dari tikus (Mus musculus). Sel yang merupakan limfoblas ini resisten terhadap 0.1 mM 8-azaguanine dan tidak dapat tumbuh pada medium HAT (Hyphoxanthine Aminopterin Thymidine). Sel myeloma memproduksi imunoglobulin abnormal yang disebut protein monoklonal (semua protein yang dihasilkan mempunyai identitas dan fungsi yang sama, yang merupakan suatu defisiensi) atau protein M. Produksi protein M menyebabkan tingkat protein yang tinggi di dalam darah. Sel myeloma merupakan akumulasi malafungsi atau kanker dari plasma sel. Plasma sel banyak terdapat pada sum-sum tulang belakang dan merupakan bagian dari sistem imun yang bertanggung jawab dalam produksi antibodi yang berupa imunoglobulin.Myeloma akan menghasilkan imunoglobin abnormal yang disebut protein monoklonal. Sel myeloma juga akan menyerang dan menghancurkan lapisan luar dari tulang sehingga menyebabkan osteolisis. Morfologi dari plasma selnya adalah berbentuk oval dan memiliki inti sel.

Tugas topik 14 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan apoptosis atau kematian sel yang terencana (KST, programmed cell death, PCD)? 2. Sebutkan penyebab akan melakukan apoptosis? 3. Sebutkan gejala yang muncul pada waktu sel melakukan apoptosis? 4. Berilah contoh proses apoptosis yang diperlukan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. 5. Pada sel-sel yang terinfeksi virus. Maka sel melakukan program apoptosis yang diinduksi. Sel-sel apa yang berperanan untuk menghancurkan sel-sel terinfeksi tersebut? 6. Sel yang berubah menjadi sel kanker terjadi perubahan menjadi immortal, mengapa bisa terjadi demikian, jelaskan!. 7. Sebutkan 3 mekanisme berbeda yang dipergunakan untuk melangsungkan program kematian sel pada sel-sel yang bersedia bunuh diri! 8. Mengapa para kasus transplantasi organ ada berhasil dan yang mengalami apoptosis? 9. Apa yang disebut dengan xenograft, allograft, dan isograft? 10. Sel-sel apa yang mempunyai molekul CD4 pada permukaan membran selnya?. Mengapa sel yang mempunyai molekul ini sangat sensitif terinfeksi oleh HIV? Jawab 1. (KST, programmed cell death, PCD ) merupakan pola kejadian umum yang terjadi pada selsel yang menuju kematian terprogram 2. - KST diperlukan sebagai normalnya perkembangan dan pertumbuhan seperti pada mitosis. - KST diperlukan untuk merusak sel-sel yang mengancam integritas organisme. 3. - Seltersebut dan organeldi dalamnya seperti mitokondria akan membengkak. Hilangnya kemampuan membran plasma membran untuk mengontrol keluar masuknya ion dan air. - isi sel melimpah keluar, karena sel bocor, menyebabkan pembengkakan (inflammation) jaringan-jaringan sekelilingnya. 4. - Pada peristiwa perkembangan metamorfosis katak. Pada saat kecebong diprogram berkembang menjadi katak dewasa maka ekor kecebong diprogram untuk melakukan program KST - Pembentukan jari tangan dan kaki pada embrio memerlukan penghilangan sel-sel jaringan diantara jari-jari itu melalui program apoptosis atau KST.

- Pelepasan dan perusakan lapisan dalam uterus (endometrium) pada awal menstruasi terjadi melalui program apoptosis. 5. Sel limfosit T 6. Hipotesis autokrin yang menerangkan bahwa kanker berkembang dari sel normal karena adanya pautan dengan faktor pertumbuhan. Sel normal pada dasarnya diawasi oleh faktor pertumbuhan yang dihasilkan dari sel lain. Sedangkan sel yang berubah kanker disebabkan karena sel tersebut mengeluarkan faktor tumbuh (ligand) sendiri atau karena berubah memiliki reseptor terhadap faktor tumbuh tersebut. . 7. - Apoptosis yang dipicu oleh sinyal internal - Apoptosis yang dipicu oleh faktor sinyal eksternal - Mekanisme Apoptosis-karena faktor penginduksi (AIF). 8. Selama bertahun-tahun telah diketahui bahwa pada beberapa bagian dari tubuh

misalnya: .Ruang anterior mata . testis . adalah temp at-tempat yang khusus dimana antigen yang masuk ke dalam tempat ini gagal untuk menampilkan respon kekebalan. Ternyata sel-sel pada bagian organ tersebut berbeda dengan sel-sel pada bagian tubuh lainnya dalam hal ekspresi FasL dalam jumlah yang besar set iap waktu. Jadi, Sel-sel T yang reaktif terhadap antigen yang menampilkan Fas, akan terbunuh bila memasuki tempat ini. Penemuan ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan pencangkokan organ tanpa menimbulkan reaksi penolakan. . Bila sekurang-kurangnya beberapa sel ginjal, hati, jantung dll yang ditransplantasikan dapat diprogram (dengan rekayasa genetika tentu saja) untuk mengekspresikan FasL dalam jumlah yang besar, sangat mungkin itu akan melindungi jaringan cangkokan dari penyerangan oleh sel-sel T pada sis tem kekebalan dimediasi oleh sel tuan rumah.
9. Rekayasa pencangkokan (Allograf) 10. Jawabannya yang jelas adalah karena program apoptosis.