Anda di halaman 1dari 5

Ekstasi [MDMA] Apa itu ekstasi?

MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine) atau yang umumnya dikenal sebagai ekstasi memiliki struktur kimia dan pengaruh yang mirip dengan amfetamin dan halusinogen. Ekstasi biasanya berbentuk tablet berwarna dengan disain yang berbeda-beda. Ekstasi bisa juga berbentuk bubuk atau kapsul. Seperti kebanyakan obat terlarang, tidak ada kontrol yang mengatur kekuatan dan kemurnian salah satu jenis narkoba ini. Bahkan tidak ada jaminan bahwa sebutir ekstasi sepenuhnya berisi ekstasi. Seringkali ekstasi dicampur dengan bahan-bahan berbahaya lainnya. Nama-nama lain: Dolphin, Black Heart, Gober, Circle K, dll. Apa saja pengaruh langsung pemakaian ekstasi?

Perasaan gembira yang meluap-luap. Perasaan nyaman. Rasa mual. Berkeringat & dehidrasi (kehilangan cairan tubuh). Meningkatnya kedekatan dengan orang lain. Percaya diri meningkat dan rasa malu berkurang. Rahang mengencang dan gigi bergemeletuk. Paranoia, kebingungan.

Meningkatnya kecepatan denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah. Pingsan, jatuh atau kejang-kejang (serangan tiba-tiba).

Apa saja pengaruh jangka panjang pemakaian ekstasi? Sedikit yang diketahui tentang pengaruh jangka panjang dari pemakaian ekstasi, tetapi kemungkinan kerusakan mental dan psikologis sangat tinggi. Berikut adalah apa saja yang kita sudah tahu:

Ekstasi merusak otak dan memperlemah daya ingat. Ekstasi merusak mekanisme di dalam otak yang mengatur daya belajar dan berpikir dengan cepat. Ada bukti bahwa obat ini dapat menyebabkan kerusakan jantung dan hati. Pemakai teratur telah mengakui adanya depresi berat dan telah ada kasus-kasus gangguan kejiwaan.

Ketergantungan Ada bukti bahwa orang dapat menjadi kecanduan ekstasi secara psikologis. Pemakai mengakui kesulitan mereka untuk berhenti atau mengurangi pemakaian.
Seks dan Penyakit Menular Seksual (PMS) Pengaruh-pengaruh ekstasi dapat membuat seseorang bertingkah laku yang membahayakan, atau menempatkan dirinya ke dalam keadaan tidak berdaya. Hal ini dapat mengarah pada pemerkosaan, hubungan seks yang tidak diinginkan, kehamilan dan penyakit-penyakit seperti AIDS atau Hepatitis C.

Daya ingat dan belajar Suatu penelitian membuktikan bahwa ekstasi menyebabkan kerusakan otak. Ekstasi merusak neuron yang melepaskan serotonin, bahan kimia otak yang mengatur daya ingat dan fungsi-fungsi lain. Penelitian lain menunjukkan bahwa bekas pemakai yang sudah tidak memakai ekstasi selama enam bulan masih terpengaruh secara mental, yang berarti bahwa kerusakannya bersifat jangka panjang dan tidak dapat diperbaiki. Kematian Telah diketahui bahwa kematian akibat ekstasi dapat terjadi sebagai akibat dari tiga keadaan yang berbeda: 1. Pengaruh stimulasi yang mengakibatkan serangan jantung atau pendarahan otak. 2. Kombinasi penggunaan ekstasi dengan dengan aktivitas menari akan menyebabkan naiknya temperatur suhu badan pada tingkat yang berbahaya. Karena biasanya ekstasi diminum di klub-klub malam atau diskotik, maka resiko kematian karena panas yang berlebihan (hyperthermia) akan meningkat. 3. Walau bukan karena akibat langsung dari ekstasi, kematian dapat terjadi karena banyaknya air yang diminum akibat temperatur suhu badan yang tinggi sehingga terjadi "dilutional hyponatremia" -keadaan dimana otak kelebihan cairan. Mencampur obat-obatan Adalah sangat berbahaya mencampur obat-obatan, termasuk alkohol. Demikian juga dengan kombinasi ekstasi dengan amfetamin yang akan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah; ekstasi yang dicampur dengan zat halusinogen lainnya dapat menyebabkan gangguan mental

yang hebat dan mereka yang menggunakan antidepresan dengan ekstasi akan mengalami gangguan ketidakseimbangan tubuh yang ekstrim. Hukum dan narkoba Memiliki, memakai atau menjual ekstasi di Indonesia merupakan pelanggaran hukum dan dapat dikenakan pidana penjara dan/atau denda yang berat. Barangsiapa dihukum atas tuduhan yang berkenaan dengan obat akan mempunyai catatan kriminal. Hal ini dapat menyebabkan masalahmasalah lain dalam hidup; dari kesulitan mendapatkan pekerjaan atau visa perjalanan sampai kepada kesulitan mendapatkan kesempatan pendidikan di dalam dan di luar negeri. Kelompok narkoba Kelompok narkoba terbagi atas berbagai zat yang berbeda. Ekstasi adalah yang paling banyak dikenal, paling populer dalam beberapa tahun belakangan, terutama di kalangan remaja di diskotik dan klub malam. Jenis narkoba yang satu ini sangat berbahaya sebab hanya sedikit yang mengetahui pengaruh jangka panjang dari pemakaian ekstasi. Ada anggapan bahwa ekstasi adalah jenis narkoba yang aman dan tak berbahaya, dan hal ini adalah pengertian salah yang beredar di kalangan remaja. Bahaya lainnya yang kerap terjadi di klub-klub malam adalah penggunaan narkoba karena pemberian dari orang lain yang tidak diketahui. Sering terjadi di Indonesia, orang yang kemudian tersadar dari pingsan beberapa jam setelahnya, merasa tidak tahu apa yang tadi terjadi padanya dan apa yang menyebabkannya pingsan.

Beberapa tips untuk tetap aman saat pesta:


Selalu ditemani oleh teman atau orang yang kamu kenal. Katakan kepada orangtua atau saudara tentang kemana kamu akan pergi. Ketika kamu akan meninggalkan makanan atau minumanmu walau dalam waktu singkat, pastikan seorang temanmu untuk mengawasinya. Jangan menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak kamu kenal. Pilihlah seorang teman dalam kelompokmu untuk tetap mengawasi orang lain dari kelompok yang lain. Beradalah di tempat-tempat yang tidak mungkin akan terjadi transaksi narkoba atau pemakaian narkoba. Jangan menerima tumpangan dari seseorang yang kelihatan mencurigakan atau kepada orang yang kelihatannya mabuk karena narkoba atau alkohol. Jika kamu merasa tidak enak badan, segeralah mencari bantuan. Mungkin saja seseorang telah menaruh sesuatu di dalam gelasmu.

Anda mungkin juga menyukai