Anda di halaman 1dari 13

Singapura

A. Kondisi Sosial Budaya

1) Kondisi Alam

Singapura merupakan Negara yang mempunyai letak geografis 1,22 lintang


utara dan 103,48 bujur timur. Singapura merupakan pulau yang terletak
diantara Indonesia dan Malaysia, yang memiliki iklim hamper sama dengan
Indonesia dengan iklim tropis dan suhu kelembaban tinggi.

Kondisi alam Singapura tidak banyak memiliki kekayaan alam yang dapat
dimanfaatkan, oleh karena itu relatif sedikit jumlah pabrik yang melkukan
pengolahan industri yang memanfaatkan sumber daya alam, karena
keterbatasan tersebut lebih banyak mengandalkan industri jasa dan
perdagangan.

Dengan wilayah negara yang terbatas maka masyarakat dipacu untuk bekerja
keras dan lahan terbatas maka tumbuh gedung-gedung bertingkat sebagai
kantor dan perumahan-perumahan dalam bentuk rumah susun, flat ataupun
apartemen.

Singapura terletak di ujung selat Malaka, merupakan kota pelabuhan strategis


berbatasan langsung dengan Indonesia dan Malaysia, dengan luas wilayah
Singapura dengan 60 pulau-pulau kecil yang mempunyai nilai ekonomis yaitu
pulau Tekong, pulau Sentosa, pulau Bakum Besar, pulau Merlimau dan pulau
Ayer Chawan. Jumlah penduduk Singapura adalah 4.151.264 (Juli 2000) terdiri
dari berbagai etnis seperti China 76,4 %, Malaysia 14,9 %, India 6,4 % lainnya
6,4 %. Bahasa nasional yang digunakan adalah Bahasa Malay dan bahasa
resmi Bahasa Inggris. Selain itu Bahasa China dan Tamil sering digunakan.
Agama yang dianut warga negara Singapura meliputi Budha, Islam, Kristen,
hindu, Sikh, tao dan Konfusian.

2) Adat Istiadat dan Budaya

Adat istiadat dan budaya Singapura sudah terbangun sejak tahun 1970
sebagai negara yang disiplin dalam peraturan yang dapat dilihat dalam
kebersihan, pelayanan umum, budaya antri, memberikan kesempatan kepada
yang lebih tua, orang cacat, perempuan. Dalam aktivitas sehari-hari seperti
terlihat antrian naik angkutan umum, naik lift, pelayanan masyarakat,
supermarket. Taat pada aturan lalu lintas seperti marka jalan, parkir,
angkutan umum, tanda khusus pada mobil pengendara yang baru mendapat
SIM, lampu pengatur lalu lintas dan sebagainya.

Masyakarat China di Singapura

1. Keluarga China menganggap bahwa warna putih dan hitam berarti


kematian. Apabila saudara bekerja pada majikan keluarga China,
jangan mengenakan pakaian berwarna putih atau hitam pada saat hari
ulang tahun salah seorang anggota keluarga majikan, karena hal itu
dianggap membawa sial.

2. Jangan menaruh sumpit berdiri tegak lurus diatas mangkuk, karena


dipercaya akan mendatangkan naib buruk.
3. Keluarga China juga menganggap bahwa merah adalah warna ceria.
Jadi jangan mengenakan pakaian berwarna merah pada pemakaman
atau peristiwa-peristiwa sedíh lainnya.

4. Keluarga china menghargai masakan enak, oleh karena itu memahami


bagaimana membuat masakan yang rasanya sesuai / cocok bagi
mereka akan membuat anda disukai oleh mereka. Oleh karena itu bagi
TKI yang bekerja pada majikan keluarga China, belajarlah bagaimana
memasak masakan standar China, terutama sup.

5. Apabila memberi hadiah jangan sampai memberi benda yang ada


bunyi lonceng, karena lonceng dikaitkan dengan pemakaman yang
membawa sial.

6. Sebagai wanita tidak baik apabila berbicara dengan suara yang keras /
lantang.

7. Masyarakat Singapura mempunyai sikap disiplin yang tinggi dan rajin


bekerja, sehingga menuntut TKI untuk disiplin dan rajin bekerja.

Masyarakat melayu

Masyarakat Melayu di Singapura mempunyai jumlah terbesar ke dua


setelah keturunan etnis China. Adat kebiasaan keturunan Melayu adalah
sebagai berikut:

1. Mayoritas beragama Islam yang menganut budaya muslim, taat


beragama Islam

2. Berpakaian adat Melayu baju kurung, celana panjang, blus lengan


panjang, jilbab (wanita) dan celana dan sarung (laki-laki)

3. Memasak masakan halal sesuai dengan ketentuan agamaIslam seperti


masakan dari Sumatera, pedas, bersantan, bumbu dapur rempah-
rempah

4. Lebih senang makan di rumah, sarapan pagi nasi atau roti, makan
siang dan makan malam

5. Pada bulan ramadhan melakukan ibadah puasa sehingga kegiatan lebih


banyak dilakukan pada sore dan malam hari

6. Bersikap menghormati orang yang lebih tua, ramah tamah dan sopan
santun

7. Menghargai orang yang disiplin menjalankan agama

3) Hari Libur Nasional

Hari libur nasional yang berlaku di Singapura adalah:

a) Tahun Baru 1 Januari

b) Tahun Baru Imlek

c) Hari Buruh

d) Hari Kemerdekaan 9 Agustus

e) Hari Raya Idul Fitri


f) Hari raya Idul Adha

g) Hari Natal 25 desember

h) Hari libur yang ditentukan

B. Kondisi Kerja

1) Lingkungan Kerja

Sebagian besar TKI yang bekerja di Singapura bekerja sebagai piñata laksana
rumah tangga yang dalam bekerja sehari-hari berhadapan langsung dengan
majikan dan bertempat tinggal bersama majikan (dalam satu rumah), oleh
karena itu TKI harus pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah
tangga.

Tempat tinggal pada umumnya adalah rumah susun, flat atau apartemen,
sehingga TKI harus mampu menyesuaikan kondisi lingkungan seperti
menggunakan lift, menjemur pakaian, berbelanja, membuang sampah, tidak
boleh menerima tamu selain minta ijin majikan, selalu mengunci rumah, luas
tempattinggal terbatas. Khususnya untuk menjemur pakaian TKI harus
mempunyai keterampilan karena menjemur pakaian melalui jendela atau
beranda yang harus dilakukan dengan hati-hati.

Pekerjaan di rumah tangga seperti pengasuh bayi, pengasuh anak, mengurus


orang tua lanjut usia, melaksanakan pekerjaan di rumah meliputi
membersihkan rumah, mencuci pakaian, menyetrika / menggosok pakaian,
memasak, membersihkan kamar mandi dan pekerjaan lain sesuai perintah /
kebiasaan di rumah tangga.

Sebagian besar majikan laki-laki dan majikan perempuan bekerja dimulai


pada pagi hari dan pulang pada sore atau malam hari, sehingga TKI harus
bisa mengatur waktu untuk menyediakan sarapan pagi dan makan malam
dan juga menjaga rumah, mengasuh anak dan mengantar ke sekolah.

2) Waktu Kerja

Masa kerja di Singapura adalah selama 2 tahun sesuai dengan perjanjian


kerja dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 1 tahun dengan
pengesahan perjanjian kerja dari KBRI Singapura dan perpanjangan permit
kerja dari Imigrasi Singapura. Selama bekerja tidak dibenarkan pindah
majikan atau dipekerjakan ditempat lain. Waktu kerja di sektor informal
sebagai piñata laksana rumah tangga menurut ketentuan Singapura tidak
diatur, untuk dapat menjaga hak antara TKI dan majikan, ketentuan tersebut
ditentukan dalam perjanjian kerja / kontrak kerja yaitu setiap TKI berhak
mendapat istirahat dalam 1 hari sekurang-kurangnya 8 jam.

Setelah bekerja selama 12 bulan terus menerus berhak mendapat cuti


tahunan selama 12 hari kerja dengan mendapat upah penuh. Apabila tidak
mengambil cuti tahunan pihak majikan memberikan penggantian cuti selama
1 bulan.

3) Fasilitas

Pihak majikan harus menyediakan fasilitas kamar tidur yang layak dan
perlengkapannya sehingga TKI dapat beristirahat. TKI berhak mendapatkan
kebutuhan makan dan minum sebanyak 3 kali sehari sesuai dengan
kebutuhan dan memenuhi syarat kesehatan kerja.

C. Perjanjian Kerja
1) Manfaat Perjanjian Kerja

Perjanjian kerja (kontrak kerja) adalah perjanjian antara TKI dan pengguna
sebagai dasar melaksanakan tugas dan pekerjaan pada pengguna dengan
hak dan kewajiban sebagaimana tertuang dalam ketentuan. Perjanjian kerja
harus diketahui dan dimengerti seluruh isi perjanjian kerja dan ke dua belah
pihak sepakat untuk mentaati dan melaksanakan hak dan kewajiban, dimana
masing-masing pihak TKI dan majikan menandatangani perjanjian kerja
tersebut.

Perjanjian kerja bermanfaat sebagai pegangan dan pedoman TKI dalam


melaksanakan kewajiban dalam bekerja kepada majikan dan mendapatkan
hak-haknya dari majikan sesuai dengan yang telahdisepakati dan
ditandatangani, serta sekaligus sebagai dasar-dasar untuk melaksanakan
pekerjaan.

2) Hak dan Kewajiban TKI

Hak-hak TKI

a) Mendapat perlakuan yang manusiawi dari majikan

b) Menerima gaji setiap bulan

c) Menyimpan sendiri gaji yang diterima baik secara tunai atau melalui
rekening Bank

d) Mendapatkan kamar tidur yang memadai

e) Mendapatkan waktu istirahat yang cukup (8 jam) sehari semalam

f) Mendapatkan kebutuhan makan dan minum 3 kali sehari

g) Mendapatkan kesempatan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama


dan keyakinannya

h) Mendapatkan perawatan apabila sakit termasuk perawatan di rumah


sakit bila perlu

i) Menolak untuk bekerja pada hari istirahat mingguan

j) Menolak untuk dipekerjakan pada pekerjaan yang tidak sesuai dengan


kontrak

k) Menolak pemutusan perjanjian kerja sepihak

l) Melakukan komunikasi dengan keluarga dan Perwakilan RI melalui surat


maupun telepon dengan biaya sendiri

m) Memeriksa jumlah gaji yang diterima sebelum menandatangani


kwitansi yang dibayarkan majikan

Kewajiban TKI

a) Mengetahui tanggung jawab anda. Mintalah penjelasan kepada majikan


mengenai pekerjaan yang harus anda kerjakan

b) Melaksanakan tugas-tugas sesuai pekerjaan yang tertera dalam


kontrak

c) Melakukan tugas anda dengan baik, jujur dan bersikap sopan kepada
majikan beserta seluruh anggota keluarganya

d) Berpenampilan bersih / rapih dan berperilaku baik


e) Bersikap ramah, menjalin hubungan baik dengan majikan dan ringan
tangan dalam bekerja

f) Menyesuaikan diri dengan adat istiadat negara tempat bekerja

g) Menyimpan / memegang dokumen TKI (paspor, visa, perjanjian kerja,


kartu peserta asuransi, buku tabungan, ID card)

h) Mengetahui nama, alamat, nomor telepon dari agency di negara


tempat bekerja, perwakilan RI, majikan dan PPTKIS

i) Memahami seluruh isi perjanjian kerja, berapa bulan uang gaji akan
dipotong oleh PJTKA / Agency

j) Memeriksakan kesehatan pada dokter yang terdaftar di Singapura


setiap 6 bulan sekali atas tanggungan majikan

k) Membuat kontrak pekerjaan dengan majikan anda sejak awal seperti


menentukan hari istirahat, cuti tahunan, lingkup tugas, tunjangan
kesejahteraan dan sebagainya

l) Melaporkan kedatangan / keberadaan diri di Singapura ke KBRI


Singapura dengan alamat di 7 Chatsworth Road, Singapura

m) Tidak mudah terpengaruh dengan cara hidup orang Singapura

n) Membawa kartu ijin kerja bersama anda setiap saat. Anda harus
mampu menunjukkan kartu tersebut setiap saat bila diminta oleh
Inspektur Tenaga Kerja, Petugas Imigrasi atau Polisi

3) Hak dan Kewajiban Pengguna / Majikan

Hak Majikan

a) Memberikan perintah kepada TKI untuk melaksanakan tugas sesuai


dengan pekerjaan sebagai piñata laksana rumah tangga

b) Mendapatkan hasil pekerjaan sesuai perintah kerja sebagai piñata


laksana rumah tangga

c) Melakukan koreksi atas hasil pekerjaan sesuai dengan perintah sebagai


penata laksana rumah

Kewajiban Majikan

a) Membayar uang makan dan perjalanan yang ditentukan pada kontrak


kerja untuk perjalanan ke Singapura dan juga harus membayar kembali
biaya yang telah digunakan untuk persiapan dokumen yang diperlukan

b) Memberi penjelasan mengenai pekerjaan yang harus dikerjakan.


Pekerjaan tersebut harus sesuai dengan yang ditentukan di kontrak
kerja

c) Membayar gaji bulanan dan dibayar pada setiap akhir bulan sebesar
nilai dalam kontrak. Gaji minimal SIN $ 350

d) Pembayaran gaji dapat secara tunai (dengan membuat tanda bukti


pembayaran) maupun melalui rekening Bank (bukti setoran harus
diberikan kepada TKI)

e) Memberikan hari istirahat (hari libur) paling sedikit sehari (24 jam)
setiap periode 7 hari tanpa pemotongan gaji
f) Dalam hal TKI harus bekerja pada hari istirahat, majikan harus
membayar antara SIN $ 10 sampai dengan SIN $ 15 untuk setiap hari
istirahat

g) Memberikan istirahat kepada TKI selama 8 jam setiap hari dan waktu
istirahat selama jam kerja

h) Memberikan makanan secara cuma-cuma selama masa kerja, kalau


tidak diberikan makan, uang makan yang ditentukan di dalam kontrak
kerja harus diberikan setiap bulan

i) Menanggung biaya pelayanan kesehatan dan asuransi kesehatan

j) Dalam hal TKI sakit, luka-luka atau mengalami kecelakaan kerja,


majikan wajib membayar seluruh biaya perawatan dan pengobatan
sampai TKI sembuh, dan mengganti kerugian sesuai dengan peraturan
yang berlaku

k) Apabila TKI tidak dapat lagi melaksanakan tugasnya sebagai akibat


penyakit atau kecelakaan yang dialami, majikan haraus segera
menghubungi PPTKIS yang mengirim atau Kedutaan Besar RI di
Singapura sebelum memulangkan TKI ke Indonesia. Biaya pemulangan
dan penyelesaian hak-hak TKI ditanggung oleh majikan atau asuransi
yang telah disiapkan oleh majikan untuk TKI

l) Menyediakan fasilitas yang layak secara gratis selama TKI bekerja di


tempatnya, berupa akomodasi kamar tidur, fasilitas makan yang bergizi
3 kali sehari, pakaian kerja dan penyediaan kebutuhan sehari-hari
lainnya

m) Menghormati TKI dalam melakukan ibadah sesuai dengan agama atau


kepercayaan yang dianut.

Perpanjangan Perjanjian Kerja

a) Apabila perjanjian kerja berakhir, majikan dan TKI dapat menandatangani


perpanjangan perjanjian kerja dan harus disahkan oleh Kedutaan Besar RI di
Singapura selambat-lambatnya 1 bulan sebelum berakhirnya jangka waktu
perjanjian kerja. Perpanjangan perjanjian kerja yang dilakukan langsung oleh
TKI dan pengguna tidak perlu ditandatangani oleh agen dan PPTKIS tetapi
cukup dilaporkan kepada agen dan PPTKIS pengirim.

b) Majikan wajib membayar semua biaya yang diperlukan untuk pengurusan


perpanjangan ijin kerja dan wajib menaikkan gaji TKI sekurang-kurangnya SIN
$ 350

D. Hal-Hal yang perlu diketahui

1) Dokumen TKI

Dokumen yang harus dimiliki TKI adalah:

1. Paspor

2. Visa Kerja

3. Kontrak Kerja yang ditandatangani oleh TKI dan pengguna / majikan

4. Kartu Peserta Asuransi

5. Buku Tabungan pada Bank di Indonesia


6. Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN)

7. ID Card setelah tiba di Singapura

2) Melaporkan keberadaan TKI di perwakilan RI

– Setelah TKI tiba di Singapura dan bekerja beberapa waktu meminta ijin
atau waktu kepada majikan untuk melaporkan keberadaan, pekerjaan dan
bekerja pada siapa kepada Kedutaan Besar RI di Singapura. Tentunya
untuk mendapatkan ijin tersebut TKI harus bisa menyampaikan keinginan
anda dengan sebaik-baiknya, agar pihak majikan tidak memberikan
pengertian yang kurang baik.

– Bilamana belum diijinkan oleh majikan, TKI dapat melaporkan kepada


Kedutaan Besar RI singapura melalui surat

3) Asuransi TKI

Setiap penempatan TKI ke luar negeri TKI harus diasuransikan di dalam negeri
dan atau di luar negeri. Untuk itu TKI harus membawa dan memegang Kartu
Peserta Asuransi sebagai dasar untuk melakukan klaim asuransi bila terjadi
resiko seperti sakit, meninggal dunia, kecelakaan kerja, kecelakaan,
pemutusan hubungan kerja, gaji tidak dibayar, tindak kekerasan fisik, psikis
atau seksual, menghadapi masalah hukum, pemulangan TKI bermasalah,
hilangnya akal budi, resiko dipindahkan ke tempat kerja lain, sesuai dengan
klaim asuransi yang diperjanjikan. Untuk melakukan klaim asuransi TKI atau
ahli waris atau kuasanya mengajukan klaim selambat-lambatnya dalam waktu
12 bulan setelah terjadinya resiko yang dipertanggungkan dan harus
mengajukan klaim, memiliki surat keterangan ahli waris, surat keterangan
dari rumah sakit, surat keterangan kepolisian dan sebagainya sebagai
pendukung.

4) Pengakhiran Perjanjian Kerja sebelum waktunya

a) Dalam hal majikan atau TKI, sesuai kesepakatan ingin mengakhiri


perjanjian kerja sebelum jangka waktu perjanjian kerja berakhir, agar
bermusyawarah dalam penyelesaian tehnis kepulangan TKI. Selanjutnya
agar memberitahukan secara tertulis minimal 1 bulan sebelumnya kepada
pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura

b) Dalam hal majikan mengakhiri perjanjian kerja sebelum waktunya, yang


bukan karena kesalahan TKI dan ternyata TKI masih ingin bekerja di
Singapura, maka Agen wajib mencarikan majikan baru, tanpa pemotongan
gaji apapun.

c) Dalam hal majikan mengakhiri perjanjian kerja sebelum waktunya, yang


bukan karena kesalahan TKI dan TKI bersedia pulang ke Indonesia, maka
majikan wajib membayar ganti kerugian sebesar sisa gaji sampai
perjanjian kerja berakhir dan menanggung biaya tiket pesawat udara
sampai ke pelabuhan udara terdekat dengan daerah TKI di Indonesia.

d) Dalam hal TKI mengakhiri perjanjian kerja sebelum waktunya karena


majikan melanggar janji atas setiap ketentuan dan persyaratan perjanjian
kerja, maka majikan wajib membayar sisa pemotongan gaji TKI oleh Agen
dan membayar ganti kerugian sebesar gaji yang belum dibayarkan sampai
dengan kontrak berakhir dan menanggung biaya tiket pesawat udara
sampai ke pelabuhan udara terdekat dengan daerah asal TKI. Selain
apabila TKI sudah melunasi hutangnya dan masih ingin bekerja di
Singapura, agen wajib mencarikan majikan baru tanpa pemotongan gaji
apapun.
e) Dalam hal majikan atau TKI mengakhiri perjanjian kerja sebelum
waktunya, dikarenakan oleh kesalahan TKI (setelah diteliti dan diputuskan
bersalah oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura) maka TKI
wajib bekerja (minimum 4 bulan) sampai dengan hutang atau biaya
pengiriman dapat TKI lunasi. Selain itu TKI atau asuransi menanggung
tiket pesawat udara sampai ke pelabuhan udara terdekat dengan daerah
asal TKI di Indonesia.

5) Larangan bagi majikan

a) Mempekerjakan TKI pada orang lain, lebih dari satu tempat kerja di toko,
restoran, pasar dan atau pada pekerjaan selain pekerjaan yang sesuai
dengan kontrak

b) Menyuruh TKI membersihkan bagian luar kaca jendela pada rumah atau
bangunan bertingkat

c) Melakukan pemukulan, tindakan kekerasan lainnya atau melakukan


perbuatan yang termasuk dalam kategori pelecehan seksual

d) Mempekerjakan TKI lebih dari 16 jam sehari.

6) Larangan bagi TKI

a) Menolak melaksanakan tugas yang sesuai dengan kontrak kerja

b) Berperilaku tidak sopan

c) Jangan sekali-kali mencuri atau berbohong kepada majikan

d) Tidak boleh terlibat dalam kegiatan tidak bermoral atau ilegal seperti
kejahatan, pelacuran atau penggunaan obat-obat terlarang

e) Tidak boleh hidup bersama seperti suami istri baik dengan teman sendiri
maupun dengan warga negara asing (Singapura, Bangladesh, Pakistan,
India dan lain-lain)

f) Selama bekerja tidak boleh hamil atau melahirkan anak.

7) Bahaya melarikan diri dan berpindah majikan

Selama TKI bekerja di Singapura, mungkin TKI dibujuk seseorang untuk


berpindah tempat kerja, atau melarikan diri ke tempat kerja lain dan
ditampung oleh orang Indonesia yang tinggal disana ataupun oleh orang yang
tidak dikenal. Tindakan seperti itu sangat membahayakan dan merugikan,
karena tanpa dokumen yang syah TKI tidak mendapat perlindungan hukum. TKI
bisa menjadi korban jaringan perdagangan manusia atau menjadi TKI ilegal.,
dipekerjakan secara paksa atau dipaksa menjadi pekerja seks. Jika tertangkap
aparat, TKI bisa dipenjarakan atau dipulangkan secara paksa ke tanah air.
Untuk itu TKI harus selalu berhati-hati agar:

a) Tidak terbujuk oleh seseorang (teman, orang Indonesia, Agen, PPTKIS atau
siapapun) untuk melarikan diri atau berpindah majikan. Hal itu sangat
membahayakan keselamatan diri dan TKI bisa ditangkap

b) Tidak berpindah-pindah majikan tanpa alasan yang syah atau tanpa


memperbaharui dokumen perjanjian kerja. Hal itu mengakibatkan hak-hak
TKI tidak dapat dilindungi

c) Tidak menerima pekerjaan apabila ijin tinggal TKI di Singapura sudah habis
masa berlakunya dan tidak diperpanjang. Hal itu juga merupakan
pelanggaran hukum.
Bahaya yang dapat menimpa TKI:

– Dapat dipekerjakan secara paksa, tanpa dibayar dan tanpa memperoleh


hak-hak yang seharusnya TKI terima

– Terjerumus dipaksa menjadi pekerja seks

– Ditangkap dan dipenjarakan

– Dipulangkan secara paksa ke Indonesia

– Menjadi korban trafficking

Nomor telepon penting yang harus diingat

– Nomor telepon orang tua, suami, saudara di Indonesia

– Nomor telepon PPTKIS

– Nomor telepon BNP2TKI

– Nomor telepon KBRI Singapura

– Nomor telepon Departemen Tenaga Kerja Singapura

9) Penerimaan Gaji

a) Pada waktu menerima gaji dari majikan, harus diperiksa jumlahnya dan
baru tanda tangan di kwitansi yang disediakan majikan, apabila memang
sudah sesuai. Pihak majikan tidak boleh memotong gaji TKI dengan sesuka
hati jika TKI melakukan kesalahan waktu bekerja (misalnya memecahkan
gelas / piring) tanpa disengaja.

b) Apabila gaji yang diberikan tidak sesuai dengan kontrak kerja, sebaiknya
tanya kepada majikan apakah kesalahan perhitungan dan jangan
menandatangani kwitansi pembayaran. Jika tidak ada penjelasan yang
yang memuaskan tentang pembayaran yang kurang, segara melaporkan
ke PPTKIS pengirim, Departemen Tenaga Kerja Singapura atau Kedutaan
Besar Indonesia.

c) Jika gaji tidak dibayar dalam 1 bulan dan tanggal yang sudah ditentukan
boleh dianggap memberhentikan tanpa pemberitahuan, maka majikan
wajib membayar gaji sebagai pengganti pemberitahuan, pembayaran
penghentian kontrak dan pembayaran-pembayaran lain menurut Undang
Undang.

10) Bahaya Narkoba dan HIV / AIDS

Sebagai Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri

§ Narkoba

Narkoba adalah obat-obatan terlarang yang menyebabkan penurunan


kesadaran, hilangnya rasa dan menimbulkan ketergantungan. Orang yang
menggunakan narkoba biasanya menjadi orang yang tidak dapat
mengendalikan diri, emosional dan gelisah yang membuat perilakunya tidak
terkontrol, nekat dan ngawur. Narkoba diperjualbelikan secara sembunyi
sembunyi karena dilarang oleh negara manapun, yang membuat harganya
menjadi sangat mahal. Oleh karena itu pedagang narkoba sangat tinggi
untungnya dan sering menggunakan cara untuk mengelabui orang dengan
antara lain dimasukkan di tas tangan , sol sepatu, dompet atau memacari /
mengawini wanita untuk disuruh jalan-jalan ke luar negeri dan dititipi narkoba
tanpa memberitahu barang apa yang dititipkan. Untuk itu anda harus
melakukan hal-hal sebagai berikut:

Berhati-hati, jangan mudah percaya pada orang yang belum dikenal dalam
perjalanan (misalnya di airpot, terminal bus) jangan meletakkan tas secara
sembarangan yang mudah ditukar atau disentuh orang tanpa sepengetahuan
anda

Tidak mudah dibujuk rayu atau mengikuti permintaan orang yang belum
dikenal (misalnya untuk membawakan barangnya)

Tidak menggunakan barang atau obat-obatan yang diberikan oleh orang yang
tidak dikenal.

§ HIV AIDS

HIV AIDS adalah penyakit yang sangat berbahaya, yang mematikan dan
sampai sekarang belum ada obatnya. Orang yang terkena AIDS tidak bisa
diobati dan dalam waktu tidak lama akan meninggal karena tidak mempunyai
kekebalan terhadap penyakit. Penyebab dan penyebaran penyakit tersebut
antara lain melalui hubungan suami istri dengan pengidap HIV. Untuk itu hal
yang anda harus lakukan:

Menghindari hubungan seksual selain dengan suami atau istri anda

Apabila terpaksa dilakukan, harus menggunakan alat pelindung yaitu kondom.

11) Tata cara keberangkatan dan kedatangan di negara tujuan

a) Di Bandara Keberangkatan

1. Mengurus check in pesawat di Bandara untuk mendapatkan boarding pass


(kartu untuk naik pesawat) di loket penerbangan dengan menunjukkan
tiket perjalanan

2. Mengisi kartu imigrasi yang disediakan di loket check in

3. Setelah mendapatkan boarding pass, langsung menuju ke pintu imigrasi


yang terdekat dengan loket check in dengan menunjukkan boarding pass,
passport serta dokumen-dokumen pendukung keberangkatan

4. Duduk sesuai dengan nomor kursi yang tercantum di boarding pass

5. Sebelum tiba di negara tujuan atau tiba di bandara,TKI akan dibagikan


debarcation card (kartu kedatangan)

b) Di Bandara Negara Tujuan

1. Siapkan paspor, visa kerja dan kartu debarkasi untuk proses pengecekan
imigrasi di loket imigrasi (desk imigration)

2. Pihak imigrasi akan memperbolehkan penumpang ke luar dari bandara


setelah mendapatkan konfirmasi dari berbagai pihak di negara
bersangkutan untuk penjemputan di bandara

3. Pastikan bahwa pihak penjemput adalah perusahaan atau agency, untuk


mencegah penipuan.

12) Tata cara kepulangan

a) Persiapan sebelum kepulangan


§ Majikan atau agen harus memberitahukan rencana kepulangan TKI
kepada agen dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura
selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanggal kepulangan TKI

§ Dalam hal TKI telah menyelesaikan masa kontraknya, majikan atau agen
bertanggung jawab mengirim pulang TKI ke Indonesia sampai ke pelabuhan
udara terdekat dengan daerah asal TKI. Majikan atau agen tidak dibenarkan
memulangkan TKI ke Batam atau sekitarnya

§ Biaya tiket pesawat udara ditanggung oleh majikan atau agen sesuai
dengan ketentuan dalam perjanjian kerja sama penempatan.

b) TKI berada di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta

§ Siapkan paspor, tiket pesawat dan boarding pass

§ Mengisi formulir kedatangan dengan meminta bantuan kepada petugas


BNP2TKI

§ Antri dengan tertib di Pos pemeriksaan Paspor oleh petugas imigrasi

§ Anda menuju tempat pengambilan barang, cocokan label tanda bagasi


dengan boarding pass (sobekan tanda bagasi), naikkan barang bawaan
anda ke atas trolly (dorongan barang) yang tersedia

§ Keluar pada jalur khusus TKI, dengan membawa barang bawaan anda ke
dalam bus yang telah disediakan untuk menuju Terminal 4.

c) TKI berada di Terminal 4 (Gedung Pendataan Kepulangan TKI Selapajang)


Bandara Soekarno Hatta

§ Periksa barang bawaan anda, jangan sampai ada yang ketinggalan

§ Menuju konter pendataan

– Siapkan paspor dan barang bawaan anda untuk di data

– Bila anda telah selesai kontrak kerja dan tidak mengalami


permasalahan, anda bisa langsung membeli tiket angkutan darat atau
tiket pesawat sesuai dengan daerah tujuan anda

– Bila anda pulang karena cuti / perpanjangan kontrak kerja, maka anda
wajib melapor ke BP3TKI masing-amsing daerah atau PPTKIS yang
memberangkatkan anda

– Bila anda pulang dikarenakan ada permasalahan di luar negeri, maka


anda harus pergi ke konter pengaduan TKI bermasalah untuk diberikan
advokasi

– Belilah tiket angkutan darat atau tiket pesawat sesuai dengan tujuan
kepulangan

– Masuk ke ruang tunggu pemulangan dan tunggu panggilan

– Bila ada yang meminta uang, jangan takut untuk segera melaporkan
kepada petugas keamanan.

d) Perjalanan ke daerah asal

Bila perjalan pulang menggunakan angkutan darat:

– Setelah nama anda dipanggil, anda dipersilahkan naik pada angkutan


darat / kendaraan yang telah disediakan

– Cek barang bawaan anda, jangan ada yang tertinggal


– Catat nomor polisi mobil dan nama sopir.

Bila terjadi permasalahan dalam perjalanan, lapor pada kepolisian setempat


atau lapor lewat sms nomor 08136544645.

13) Informasi dan pengaduan

Untuk memperoleh nasehat atau bantuan lebih lanjut secara gratis, anda
dapat menghubungi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI
(BNP2TKI) Direktorat Perlindungan Kawasan Asia Pasifik, Kedutaan Besar
Republik Indonesia Singapura bidang Konsuler (65) 67371371, Bidang Imigrasi
(65) 67335215, 62351009, Bagian Tata Usaha (65) 6733690, 67377422.

E. Permasalahan dan cara penyelesaian

Apabila terjadi perselisihan antara TKI dengan majikan sebaiknya dilakukan upaya
sebagai berikut:

a) Musyawarah untuk mufakat, untuk itu calon TKI harus bisa menyampaikan
permasalahan tersebut dengan majikan agar majikan mau menyelesaikan
atau memenuhi keinginan TKI

b) Meminta bantuan kepada Agency dan PPTKIS untuk dapat menyelesaikan


masalah, bilamana tidak berhasil dapat diserahkan penyelesaiannya kepada
Departemen Tenaga Kerja Singapura sesuai dengan peraturan perundangan
yang berlaku

c) Meminta bantuan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.

Bilamana permasalahan belum dapat diselesaikan agar TKI tidak pulang ke


Indonesia.

F. Kiat menjadi TKI sukses

1. Senantiasa berdoa dan melaksanakan ibadah dengan baik

2. Melaksanakan pekerjaan dengan baik dan tekun

3. Lancar berkomunikasi dengan pengguna / majikan dan keluarganya


menggunakan bahasa negara setempat

4. Menjaga kesehatan dan kebersihan diri

5. Menjaga sopan santun dan jujur

6. Berpakaian bersih dan rapih

7. Jangan memindahkan barang-barang dirumah pengguna / majikan tanpa


seijin mereka

8. Mintalah gaji setiap bulan sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan dan
gunakan sebaik mungkin sesuai kebutuhan, sisakan dan tabunglah untuk hari
depan.

G. Menjaga hubungan baik dengan pengguna / majikan

1. Bagi TKI jangan menelpon interlokal / SLJJ untuk keperluan pribadi atau
keperluan yang kurang perlu dari rumah majikan. Apabila TKI melakukan
interlokal dari rumah majikan, pastikan bahwa hal itu memang sudah atas
persetujuan atau ijin dari majikan

2. Menyiapkan diri baik mental maupun ketrampilan karena orang Singapura


adalah pekerja keras
3. Jangan mengijinkan ”collect call” (tagihan ditanggung pihak penerima
telepon) untuk interlokal / SLJJ kepada anda yang berasal dari teman atau
keluarga di tanah air karena biayanya sangat mahal

4. Bagi TKI jangan mengundang / menerima teman anda di rumah majikan,


terutama apabila majikan Saudara tidak berada di rumah

5. Hindari berbicara dengan menggunakan daerah / Indonesia dihadapan


keluarga majikan karena mereka mungkin menganggap anda sedang
membicarakan sesuatu yang jelek tentang mereka

6. Bagi TKI jangan menggunakan fasilitas di rumah majikan tanpa seijin mereka

7. Tanyakan kepada majikan mengenai apa-apa yang harus anda kerjakan dan
apa-apa yang tidak boleh anda lakukan, sebelum memulai bekerja

8. Sebelum memulai kerja, pastikan terlebih dahulu apa yang diharapkan oleh
majikan anda

9. Menguatkan mental dan keimanan

Manusia selama masih hidup tidak ada yang bebas dari masalah, tapi pasti
mempunyai masalah, hanya saja masing-masing orang berbeda permasalahannya
dan yang terpenting adalah bagaimana cara kita menghadapinya. Sebagai TKI yang
bekerja di negara orang yang mempunyai adat budaya, sifat / perilaku yang sangat
berbeda dengan kita seperti galak, cerewet, pelit, kurang manusiawi ditambah lagi
dengan pekerjaan yang sangat banyak akan menimbulkan permasalahan tersendiri.
Hal tersebut tebtunya akan menimbulkan perasaan sedih, kecewa, sakit hati,
dendam dan lain-lain. Apabila kondisi tersebut berlangsung terus menerus dan
semakin menumpuk akan menimbulkan perasaan tertekan (stress) yang berat dan
akan membuat sikap putus asa yang akhirnya ingin bunuh diri. Hal tersebut
tentunya jangan sampai terjadi pada kita, walaupun harus menghadapi masalah
seberat apapun dimana di negara orang, kita sendirian, menghadapi banyak
masalah yang berat, sementara kita tidak berdaya, butuh pertolongan maka kita
harus ingat, yakin bahwa Allah SWT senantiasa akan mengasihi dan menolong kita
dengan segala kekuasaannya. Maka apabila kita ingin terhindar dari stress, sikap
putus asa dan keinginan bunuh diri, kita harus mempunyai iman yang kuat yaitu
selalu ingat, percaya dan yakin bahwa Allah SWT yang mempunyai sifat yang maha
(Asma Ul Husna). Sifat Allah yang harus kita percaya, yakin dan ingat paling tidak
sifat Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Penolong. Dengan beriman pada
Allah, akan menimbulkan perasaan tenag, damai, percaya diri dan semangat hidup,
tidak akan putus asa walaupun menghadapi masalah yang berat. Hal tersebut
dikarenakan Allah Maha Kuasa.