Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN TRAINING QUALITY CONTROL ANALISA PT.

ANEKA TUNA INDONESIA

Oleh : Siti Anisa Maharani NIK. 4590

PT. ANEKA TUNA INDONESIA Jl. Raya Surabaya-Malang Km. 38 Gempol Pasuruan 2009

LAPORAN PT. Aneka Tuna Indonesia merupakan industri pengolahan pangan yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan, khususnya pengalengan ikan, yaitu pengalengan ikan tuna. Seluruh produksi dari PT. Aneka Tuna Indonesia diekspor ke luar negeri, yaitu Jepang, negara-negara di Eropa dan Timur Tengah. Pada dasarnya setiap perusahaan mengharapkan para tenaga kerjanya menjadi tenaga kerja yang produktif dengan skill berkualitas serta memiliki sikap (attitude) dan kepribadian (personality) yang baik sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan mampu bekerja secara professional. Training merupakan bentuk implementasi dari proses percobaan untuk melihat skill dan kepribadian dari personal. Dalam konteks training ini mempunyai kompetensi terhadap belajar dan praktek secara langsung dalam proses produksi, sehingga karyawan baru mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab. Dengan demikian karyawan baru dituntut untuk siap bekerja secara produktif dan professional. Selama masa training ini saya di tempatkan di bagian QC (Quality Control) ana;isa antara lain : A. HPLC (8 juni-19 juni 2009 / 2 minggu) HPLC (High Performance Liquid Chromatography) atau disebut juga kromatografi cair kinerja tinggi dimana aliran pelarut di sertai dengan tekanan tinggi. Analisa HPLC di PT. ATI terdapat 2 shift yaitu shift pagi dan shift siang. Pada shift 1 (pagi) dilakukan beberapa analisa antara lain uji formalin, kadar histamin, analisa pH, dan klorin serta membuat larutan misal histamin standard apabila larutan sudah habis. Sebelum menganalisa jangan lupa mengkalibrasi semua alat misal: timbangan, pH meter, refraktometer. Pada kalibrasi refraktometer pada refraktometer 0%-28% dikalibrasi dengan aquadest saja dan dilihat angkanya harus nol. Pada refraktometer 45%-82% dibilas dulu dengan aquadest (semua alat dibilas dulu dengan aquadest) lalu di tetesi minyak / cairan untuk kalibrasi refraktometer dimana sebelumnya di ukur dulu suhunya sehingga kita bisa tahu berapa yang harus di adjust. Setelah disamakan berapa yang harus di adjust di

bilas lagi dengan aquadest dan di lihat berapa angka yang di baca pada refraktometer punya QC dan di samakan semua refraktometer seperti yang terbaca pada refraktometer punya QC. Pagi-pagi menghidupkan semua peralatan HPLC dimana suhu oven harus 60oC baru dinyalakan alat install march (di atas pump 1 dan pump 2. Jangan lupa hidupkan juga komputernya. Setelah itu di buka programnya. Setelah semua alat di hidupkan lalu dibuka program dimana langkah-langkah yang harus di lakukan adalah : Membuka star database Klik usergroup lalu pilih operator dan pilih group path selanjutnya ganti tanggal dan harinya. Copy semua data tanggal sebalumnya (kemarin) lalu di pindah ke file hari ini. Inject blanko, histamin standard 0.5 ppm, 2 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm, dan 20 ppm. Juga spike 20 ppm dan 40 ppm. Jangan lupa juga inject kontrol dan spike 1&2 (standard 70%-110%) membuat spike yaitu loin sebanyak 100 gram ditambah 5 ml histamin standard 1000 ppm lalu di campur sampai homogen sehingga di dapat spike yang bagus. Di kalibrasi sehingga bisa di baca grafik regresinya apakah bagus atau tidak (graik regresi harus bagus). Untuk kalibrasi histamin standard langkah-langkahnya adalah : Buka file yang akan di kalibrasi (0.5 ppm, dst) Klik menu proses pilih park table lalu clear table tulis standard histamin ( 10) lalu save dan di find Pilih create new table, ketik berapa ppm yang di kalibrasi lalu di find lagi. Pilih new table dan create new table lalu ok lalu save dan find Pilih single run dan klik run lihat hasilnya di park report setelah itu di print secara manual. Setelah semua di kalibrasi baru di print otomatis dan di lakukan inject sampel fresh, frozen, loin, shredded.

Tiap shift dilakukan analisa klorin(standard 0.2-0.8). Pada shift pagi selain menganalisa histamin dengan metode HPLC juga dilakukan analisa pH, uji formalin, membuat larutan histamin standard (apabila larutannya sudah hampir habis), dan di siapkan larutan pH 10 sebanyak 4 fiel / botol sebelum dilakukan inject untuk analisa atau kalibrasi histamin standard dimana ke empat fiel pH 10 tersebut di letakkan pada bagian belakang kotak tempat sampel di inject. Sampel yang di dahulukan adalah sampel fresh. Analisa histamin dengan metode HPLC langkah yang di lakukan adalah : Sampel ikan di beteti / di iris (gagang bagian di buang) menjadi 3 bagian (a,b,c) dimana masing-masing bagian terdiri dari 6 potong kecil lalu di blender (di haluskan). Timbang sampel yang sudah di blender 0.5 gram Sampel di preparasi dengan menambahkan 4 ml aquadest dan 1 ml sulfo dan di sentrifugasi selama 10 menit dengan kecepatan 3000 rpm. Ambil bagian yang bening dengan siring (suntikan) dan dimasukkan ke dalam fiel/botol ( 1.9 ml) dan di letakkan dalam kotak tempat sampel dan di tandai sesuai urutan sampel Sebelumnya di ketik terlebih dahulu sampel yang di inject, setelah itu di start program dengan metode HPLC. (waktu inject dengan metode HPLC ini 14 menit tiap 1 injectan sampel) Di baca histaminnya dan di ketik pada program excel. (berat sampel, nama sampel, supplier, tanggal sampel, grafik regresi, dan rumus-rumus yang ada harus di ketik di program excel jg) Print otomatis. (untuk kalibrasi histamin standard di print manual). Hasil analisa histamin di pindah ke jurnal D-11 Untuk print manual langkahnya adalah : Menu proses data reduction methode save printing style report park di hilangkan/di smbunyikan

Sedangkan untuk print otomatis adalah : Menu proses report all data reduction methode save munculkan printing style

Uji formalin khusus untuk sampel fresh (salah satu sampel fresh saja yang di uji formalin), adapun langkahnya adalah : Timbang sampel fresh 5 gr Hancurkan sampel dengan portal dengan menambahkan aquadest sebanyak 80 ml lalu tuang ke erlenmeyer Tambahkan masing-masing 4 ml careez 1 & careez 2, fill up sampai 100 ml dan kocok sebentar Saring dengan kertas saring Hasil saringan di ambil masing-masing 5 ml (2 botol) untuk blanko dan uji formalin (hasil saringan untuk blanko tidak di tambahkan apa-apa) Hasil saringan uji formalin di tambahkan 4 tetes F.O 1 dan 1 sendok F.O 2 lalu kocok Tunggu 5 menit lalu dibaca hasilnya pada kertas tester uji formalin(bandingkan warnanya dengan blanko dan hasil pembacaan di kalikan 20) Untuk analisa pH di timbang sampel 20 gram (di timbang dulu beaker glassnya) dan di tambah 40 gram aquadest, setelah itu di analisa pH dengan pH meter(pH meter harus sudah di kalibrasi terlebih dahulu). Shift siang di lakukan beberapa analisa antara lain : 1. Analisa TVBN 2. Analisa klorin 3. Meneruskan inject sampel sshift pagi 4. Membuat larutan OPA, pH 10, pH 14 Analisa TVBN (Total Volatile Basic Nitrogen) untuk mengetahui kesegaran ikan dimana yang di analisa hanya sampel frozen saja. Adapun langkahlangkahnya adalah : a. Timbang sampel frozen 5 gram masukkan dalam tabung reaksi khusus TVBN (tabung reaksi yang besar) masing di tambah 1 sendok mgO b. Masukkan 25 ml H3BO3 (asam borak) dalam erlenmeyer bllanko, dan sampel TVBN masing-

c. Destilasi

untuk pencucian sebanyak 3 kali pencucian dimana

menggunakan program 1, untuk blanko menggunakan program 3 sedangkan untuk sampel menggunakan program 5. d. Titrasi asam borak hasil destilasi dengan HCl TVBN e. Hitung TVBN dengan rumus : % TVBN = ml HCl ml blanko x N HCl x 14.007 Berat sampel Di samping analisa TVBN juga membuat larutan OPA, pH 10 dan pH 14 (di buat setiap 2 hari sekali). Adapun prosedur untuk membuat larutan OPA, pH 10 dan pH 14 adalah sebagai berikut : a) Larutan OPA 1. Timbang 24,7 gram asam borak, 23 gram KOH 2. Timbang OPA (0-pthaldehyde) 1,6 gram larutkan dengan methanol (dilakukan di lemari asam) 3. Semua bahan tersebut di tuang ke dalam labu ukur 1000 ml (dilakukan di lemari asam dan di usahakan tidak mengenai dinding labu pada saat menuangkan larutan) 4. Tambahkan 2 ml mecaptotanol dan 2 ml brijj 5. Biarkan selama 1 jam 6. Tambahkan aquadest 1/3 bagian labu lalu kocok dengan magnetic stirer (karena sukar larut kalau di kocok biasa) 7. Stirer selama 1 jam 8. Fill up sampai tanda batas lalu di stirer lagi sampai homogen. 9. Saring dengan kertas saring b) pH 10 1. Timbang 67,6 gram dan 50 gram Tiosodium, 2 gram asam borac, 2,5 gram Tiodiglycol, 0,1 Octanoic masukkan dalam labu ukur 1000 ml 2. Tambahkan 940 ml aquadest (jangan lupa bilas semua beaker glass bahan yang di timbang) 3. Stirer sampai homogen 4. Ukur pH dan di tambahkan larutan pH 14( 8,5 ml) sehingga pH menjadi 10

5.

Saring dengan kertas saring

c) pH 14 1. Timbang 80 gram NaOH masukkan dalam labu ukur 1000 ml 2. Tambahkan 920 ml aquadest 3. Stirer sampai homogen 4. Saring kertas saring B. AOAC (1 minggu) Pada analisa AOAC ini ada 3 tahap yaitu preparasi, elusi, dan pembacaan. 1, Preparasi o Timbang spike 1&2 (control di tambah 0.1 ml histamin standard), control, 20 ppm, 40 ppm, sampel product & RM 5 gr membuat spike dengan menimbang 5 gram loin ditambah 1 ml histamin standard 1000 ppm in Hcl. o Masing-masing di aduk dengan menambahkan methanol lalu di ultrasonic selama 5 menit o Masukkan dalam labu ukur 50 ml dan tandai sesuai urutan (masukkan 2/3 bagian labu ukur/jangan sampai melebihi tanda batas) lalu di waterbath pada suhu 60oC selama 15 menit o Angkat dan dinginkan o Fill up dengan methanol sampai tanda batas

o Kocok dan tuang lagi ke dalam beaker glass sesuai urutan/sesuai tanda o Siap di elusi 2. Elusi o Sebelumnya kolom sudah di bersihkan dan di beri gasswall (jangan terlalu banyak agar aliran lancar dan tidak tersumbat) dan diatasnya di beri resin 8 cm dan cuci dengan aquadest o Sampel yang sudah di preparasi di elusi dengan menambahkan 5 ml HCl 1 N dalam masing-masing labu ukur o Ambil 1 ml sampel (ambil bagian yang bening) dan masukkan dalam kolom dan tambahkan aquadest o Elusi sampai tanda batas labu ukur o Setelah di elusi masing-masing labu ukur di kocok dan diambil 5 ml masukkan dalam tabung reaksi khusus AOAC

o Tambahkan 10 ml HCl 0.1 N, 3 ml NaOH 1N (di fortex semua sampel dalam waktu 4 menit), 1 ml OPT 10% (fortex lagi dalam waktu 4 menit), 3 ml asam phospat(H3PO4) o Siap untuk tahap pembacaan Untuk membuat regresi dengan mengambil 1 ml histamin standard 1000 ppm in HCl dalam labu ukur 10 ml dan fill up dengan HCl 0.1 N sampai tanda batas. 3. Pembacaan 15 menit sebelum dilakuakn pembacaan fluorometer harus di nyalakan dan pasang filter, masukkan blanko, 0.1 ppm, 0.2 ppm, 0.3 ppm sehingga di dapat regresinya dan regresi harus bagus min.98%. Setelah di dapat regresi yang baik maka dilanjutkan pembacaan untuk semua sampel. Setelah pembacaan di masukkan aquadest dan filter di ambil lalu di beri silica gel apabila fluorometer tidak di hidupkan. Filter yang sudah di ambil di simpan dalam desikator. Setelah itu di salin dalam excel dan buku AOAC dsn jsngsn lupa rumusnya di copy dan di edit sesuai kolomnya. Setelah itu di print dan hasil analisa histamin dengan AOAC untuk RM di pindah ke dalam jurnal D-11. C. Analisa kadar garam (2 minggu) Analisa kadar garam untuk shift pagi mencari loin (masuk pukul 05.30) sebagai polisi kadar garam dan selain itu juga mengambil product seamingan untuk di analisa, sedangkan analis bagian atas/lab yang lain unutk analisa kadar garam dan analisa lain seperti kadar air, COD, volhard, standarisasi dan membuat larutan seperti AgNO3, KSCN, Ferry (FAS), NaCl 0.1 N, dll semua larutan untuk analisa di kadar garam. Untuk perhitungan kadar garam ada dua cara yaitu dengan NaCl dan Na+. Untuk NaCl perhitungan kadar garam menggunakan rumus : NaCl = berat daging x berat aquadest x pembacaan pada Na meter Berat daging Sedangkan untuk Na+ perhitungan kadar garam dengan rumus : Na+ = berat daging x berat aquadest x pembacaan pada Na meter x 2.542 Berat daging

Untuk RM (frozen dan fresh asal tempat yang jauh) dan product hagoromo di volhard yaitu di timbang 3 gram dimasukkan dalam erlenmeyer lalu tambah 20 ml AgNO5 0.1 N dan 20 ml HNO3 65%. Setelah itu di hot plate selama 15 menit dan setelah di dinginkan di tambah 50 ml aquadest, 5 ml indikator ferry dan di titrasi dengan KSCN 0.1 N. Dihitung dengan rumus : Volhard = Vol titrasi x f. KSCN Berat daging = 20 x F AgNo3 Pada analisa kadar garam ada polisi kadar garam dimana tugas polisi kadar garam antara lain mencari loin, mengambil sampel product seamingan unutk di analisa dan menghandle di lapangan (setiap pangambilan sampel di uji organolaptic dan setiap mulai jalan product seamingan maka brine harus di ukur terlebih dahulu brixnya). Apabila ada kejanggalan atau kadar garam yang tidak pas maka perlu di konfirmasikan dengan seasoning sehingga bisa di dapat sampel product seamingan yang sesuai standard. Apabila kurang dari standard misal kurang asin maka adjust loin di turunkan agar di dapat sesuai standard dan apabila melebihi standard maka adjust loin di naikkan. Untuk product seamingan seperti Uc standard % kadar garamnya 0.8-1.0. Untuk seamingan product saudi (T2 / T3 Eo SA) standard % kadar garamnya 0.8-1.2. (yang lain saya kurang begitu tahu/lupa). Selain polisi kadar garam ada bagian di lab atau analisa kadar garam dan analisa lain seperti COD, standarisasi AgNO5 0.1 N dan KSCN 0.1 N, serta membuat larutan . Untuk COD prosedurnya adalah : a. Blanko o Timbang 1 gr Ag2SO4 o Tambah 100 ml aquadest + 10 ml H2SO4 + 10 ml KMNO4 0.2 N (kocok sebentar) o Panaskan dalam waterbath 100oC selama 30 menit o Tambahkan 10 ml Na2C2O4 (kocok dalam waterbath) o Turunkan dan titrasi dengan KMNO4 0.2 N sampai berwarna pink b. Inflow o Timbang 1 gr Ag2SO4 x 0.584

o Untuk Inflow lama dan inflow baru masing-masing taambahkan 99 ml aquadest + 1 ml sampel (total = 100 ml) o Tambahkan 10 ml H2SO4 + 10 ml KMNO4 0.2 N (kocok sebentar) o Panaskan dalam waterbath 100oC selama 30 menit o Tambahkan 10 ml Na2C2O4 (kocok dalam waterbath) o Turunkan dan titrasi dengan KMNO4 0.2 N sampai berwarna pink c. Efluent o Timbang 1 gr Ag2SO4 o Untuk Efluent lama taambahkan 55 ml aquadest + 45 ml sampel (total = 100 ml) sedangkan Efluent baru 60 ml aquadest + 40 ml sampel o Tambahkan 10 ml H2SO4 + 10 ml KMNO4 0.2 N (kocok sebentar) o Panaskan dalam waterbath 100oC selama 30 menit o Tambahkan 10 ml Na2C2O4 (kocok dalam waterbath) o Turunkan dan titrasi dengan KMNO4 0.2 N sampai berwarna pink Perhitungan : COD (mg/l) = ( b a ) x 1000 X Dimana a = ml titran KMNO4 untuk blanko b = ml titran KMNO4 untuk sampel X = ml sampel F = faktor koreksi KMNO4 (0.95 1.05) Standarisasi AgNO3 0.1 N prosedurnya adalah : Ambil 20 ml NaCl 0.1 N dalam erlenmeyer Tambah 3 tetes K2Cr2O4 0.01 N Titrasi dengan AgNO3 0.1 N sampai ada endapan warna kekuningan (gunakan buret yang coklat untuk titrasi) F AgNO3 = F NaCl x 20 ml titran AgNO3 Standarisasi KSCN 0.1 N x F KMNO4 x N KMNO4

Ambil 20 ml AgNo3 0.1 N dalam erlenmeyer Tambahkan 0.5 ml HNO3 65 % Tambah 1 ml indikator ferry Titrasi dengan KSCN 0.1 N sampai warna kecoklatan (gunakan buret putih) F KSCN = F AgNo3 x 20 ml titran KSCN Selain analisa di atas juga dilakukan analisa MLSS dimana masing-masing ada 4 (empat) tabung masing 1 O, 2 O, 1 N, 2 N (untuk MLSS ini saya kurang begitu tahu prosedurnya seperti apa karena tidak pernah membuat MLSS jadi hanya memindahkan dan menuang pada malam hari, sedangkan paginya menjadi polisi kadar garam). D. Open Can (2 minggu) Pada bagian Open Can ada beberapa analisa yang di lakukan yaitu analisa vacuum, drained weight, loin yang terbentuk dan jumlah loin, excees flake(flake naik ke permukaan), grated(shredded naik ke permukaan), uneven (permukaan naik), tinggi daging, void (permukaan berlubang) dan retord scorch (gosong), Can Height (tonggi can dengan menggunakan jangka sorong), Seam Width (lebar seamingan dengan menggunakan mikrometer), Thickness (tebal seaming dengan menggunakan mirometer), Counter Sink (kedalaman seaming), net weight (berat dengan di timbang). Setiap pengambilan sampel dilihat di retord berapa basket yang di hasilkan pada setiap product (untuk shift pagi dilihat waktu/jam yang mendekati jam 14.00 sedang waktu diatas pukul 14.00 untuk shift berikutnya) karena pengambilan sampel berbeda sesuai basket yang di hasilkan (setiap pengambilan sampel diambil nomor basket awal, tengah, dan akhir). Apabila basket terakhir yang di hasilkan sebanyak 5 basket maka sampel di ambil sebanyak 6 sampel, apabila basket terakhir yang di hasilkan antara 5 10 basket maka sampel yang di ambil sebanyak 11 sampel, apabila basket terakhir yang di hasilkan antara 10 25 maka sampel yang di ambil sebanyak 13 sampel, dan apabila basket terakhir yang di hasilkan lebih dari 25 basket maka sampel yang di ambil sebanyak 15 sampel. Selain sampel untuk di analisa juga diambil sampel untuk On Can (OC) dan Tahunan (TH/3 tahunan(kecuali T2K WY 5 tahun). Untuk

pengambilan OC dan Th diambil sampel basket awal, tengah dan akhir. OC untuk inkubasi 37oC selama 1 minggu (untuk OC semua produk harian). Untuk CP (cadangan produksi) di lihat pada stuffing (product 16 hari) dan di inkubasi pada 50oC selama 2 minggu (product tertentu saja karena sesuai stuffing). Untuk analisa sampel product di vacuum terlebih dahulu lalu di buka semua kalengnya dan di baca visualnya misal uneven, loin, dsb. Setelah itu di drained weight (waktu 2 menit). Selanjutnya sampel tanpa oil dan brine di timbang lagi (drained weight) dan di baca aquasnya setelah itu di ambil untuk sampel kadar garam, histamin, atau request. Untuk product seperti Tc CADW (pet foood) tidak perlu di drained weight jadi hanya di baca penampakannya / viaualnya. Dan untuk produvt gel seperti MGWN jangan langsung di ambil sampelnya setelah basket terakhir di hasilkan karena harus di biarkan dulu selama beberapa jam. Untuk product UC dan Pouch di pressselama 1 menit dan di ukur brixnya. Untuk kaleng selain Pouch (kaleng sampel) di gergaji dan di ukur BH (Body Hook), CH (Cover Hook), %ST dan Over Lap (OL). Untuk kantong pouch di seal (kekuatan tarik) dimana kantong di gunting menjadi 5 bagian (1.5cmx8cm) dan pembacaan seal yang bagus diatas 6. Untuk seal check sheetnya di ambil yang terkecil dan di tempel di chck sheet.

Anda mungkin juga menyukai