Anda di halaman 1dari 8

TUGAS SPT I Canna indica.

L (Tasbih)
Disusun Oleh :
Mohammad Thohir (093112620150013) Mohammad Arif (093112620150004) Muhammad Ivan (093112620150012)

FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS NASIONAL JAKARTA 2010

I. LATAR BELAKANG Bermacam bentuk,warna dan ciri yang unik menjadi daya tarik tanaman hias. Lingkungan hidup yang dihiasi dengan aneka jenis tanaman hias tidak sekedar menambah estetika, namun juga menjadi nyaman, asri, dan menyenangkan. Tanaman hias potensial yang penggunaannya masih terbatas, antara lain bunga kana. Tanaman ini tumbuh dan berbunga di berbagai habitat, tetapi masih luput dari perawatan yang intensif. Padahal bila dirawat secara intensif dan ditata dengan yang serasi dapat memberikan keindahan sekaligus memperbaiki tata lingkungan. Rintisan penataan tanaman kana sebagai ornamen taman dilakukan antara lain di Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Bogor sebagai salah satu koleksi plasma nuftah dan bunga unggulan yang berpeluang untuk mengembangkan aneka jenis tanaman hias potensial maupun komersial. Tanaman kana yang dikenal sebagai bunga tasbih, umumnya tumbuh liar di pinggir-pinggir sungai atau hutan. Nilai hias flora kana terletak antara pada seluruh sosok tanaman, terutama pada kuntum bunga. Penggemar tanaman hias menyebut bunga kana sebagai Puspa Medra atau Kembang Gedang. Bila musim bunga kana tiba, lingkungan sekitarnya amat indah bagai pesta bunga semusim sebuat taman. Warna bunga kana amat jelita, antara lain merah tua, merah muda, kuning cerah, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Tanaman kana mulai didomestikasikan sebagai ornamen pinggir jalan raya, taman kota, dan flora hias pot. Adapun bunganya cocok dipajang dalam jambangan sebagai bunga potong pengindah ruangan. Tanaman kana mempunyai banyak variasi jenis atau spesies, termasuk kana hibrida (Canna hybrida Hort. Ex. Back). Tanaman ini belum mengalami pemuliaan secara luas, karena nilai ekonomisnya belum banyak diungkap. Kana hibrida merupakan hasil persilangan alami yang belum diketahui kedua induk atau tetuanya. Tanaman kana dapat digunakan sebagai tanaman pembatas (border) taman, hamparan khusus (bedding) dan latar belakang atau pelengkap sudut taman. Untuk menyerasikan tanaman kaur dengan lingkungan sekitarnya diperlukan

imajinasi dan keterampilan bidang pertamanan.

Nama umum Indonesia : Bunga kana, bunga tasbih, ganyong hutan Inggris : Canna, poloke, Indian-shoot Pilipina : Tikas KLASIFIKASI Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom :Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Zingiberales Famili: Cannaceae Genus: Canna Spesies: Canna indica (L.) Ait Spesies tanaman kana, antara lain kana hibrida (Canna hybrida Hort. Ex Back.) dan ganyong atau senitra (Canna edulis Ker.) Nama daerah tanaman kana antara lain disebut lili kana, kembang tasbih panah india, ganyong hutan, puspa mjindra, ganyong wono, ganyong alas.

II. MORFOLOGI (sistem perkembangan Bunga Tasbih) 1. Habitus Tanaman kana tubuh merumpun, bersifat semusim (annual), tetapi dapat hidup lebih dari setahun. Tanaman induk yang mati digantikan secara terusmenerus oleh anakan (tunas samping), sehingga rumpun tanaman tetap hijau sepanjang tahun. Bunga kana jenis ini berukuran besar berwarna merah, kuning, coklat, dan kombinasi warna-warna tersebut dengan bintik-bintik hitam atau cokelat serta mudah berbuah, tetapi agak sulit menghasilkan biji, karena benang sarinya kadang-kadang mandul. Kana ini berketinggian hanya 50 cm atau lebih pendek dari pada kana biasa. Jenis kana ini biasanya ditanam sebagai hamparan (bedding) di taman-taman kota. 2. Akar Perakaran tanaman kana disebut rimpang (geragih), yang tumbuh menyebar ke semua arah pada permukaan tanah sedalam 30 cm 40 cm. Tiap rimpang dapat tumbuh memanjang dan mengandung mata tunas yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru (anakan). 3. Batang Batang tanaman kana banyak menhandung air (herbaceous), terbentuk dari pelepah-pelepah daun yang saling menutupi satu sama lain, sehingga disebut batang palsu. Batang palsu ini dapat mencapai ketinggian 150 cm atau lebih, tergantung jenis kana, kesuburan tanah, dan keadaan lingkungan tumbuh. 4. Daun

Folium Nervatio Sircumscriptio Apex folii Basis folii Margo folii Kedudukan daun

: Completus (daun tunggal lengkap) : Penninervis (pertulangan daun menyirip) : Ovatus (pangkal daun tidak bertoreh seperti bulat telur) : Acuminatus (ujung daun meruncing) : Acutus (pangkal daun runcing) : Integer (tepi helaian daun rata) :Decussata (kedudukan daun bersilang) dengan setiap buku terdapat dua lembar daun yang bersilangan dengan pasangan daun diatasnya.

5. Bunga pada fase pembungaan, tangkai bunga muncul dari ujung tanaman tumbuh tegak setinggi 40 cm 60 cm menyangga beberapa kuntum bunga. Kuntum bunga mekar tidak bersamaan. Kuntum bunga berbentuk mirip corong, terdiri dari 3-5 helai mahkota bunga, yang berukuran kecil sampai besar tergantung kepaa jenis kana. Warna mahkota bunga bervariasi, misalanya kuning cerah, kuning tua, merah muda, merah tua jingga, kuning berbintik-bintik cokelat atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Bunga kana termasuk bunga sempurna (hermaphrodite), tetapi kadang-kadang benang sarinya tidak mempunyai kepala sari (anthera) atau disebut staminodium artinya benang sari mandul. Kesegaran bunga kana dapat dipertahankan selama 3-7 hari, kemudian akan gugur dan bila terjadi penyerbukan akan menghasilkan buah. 6. Buah Buah kana berukuran kecil, berbentuk bulat dengan kulit berbintil-bintil halus, dan didalamnya terdapat biji. Biji yang masih muda berwarna hijau keputih-putihan, dan setelah matang (masak) berubah menjadi hitam mengilap. Biji kana berbentu bulat kecil. Biji ini dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman secara generative, terutama pada pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas atau jenis baru hasil persilangan.

III.MENGENAL TANAMAN KANA 1. Distribusi Daerah penyebaran tanaman kana meluas di negara-negara yang beriklim tropik, diantaranya India dan Indonesia. Saat ini tanaman kana terdapat di berbagai daerah di wilayah Nusantara, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. 2. Perbanyakan (budidaya) Bahan tanaman (bibit) kana berasal dari pembiakan secara generatif dan vegetatif. Pembiakan secara generatif dengan biji umumnya dipraktekkan dalam pemuliaan tanaman yang bertujuan untuk menghasilkan jenis atau varietas baru. Untuk menghasilkan bibit tanaman kana yang berasal dari biji dibutuhkan waktu lama karena harus melalui proses persemaian. 3.

Syarat Tumbuh Ketinggian Suhu Cahaya Tanah : 700 m 1.250 m dpl : 18-32 derajat celcius : membutuhkan sinar matahari langsung : subur, gembur, aerasi dan drainasenya baik

Kelembaban : 50%-90%

IV. PEMANFAATAN SECARA UMUM Kegunaan tanaman kana belum banyak terungkap, namun biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan bahan obat tradisional. Tanaman kana biasanya ditata dan ditanam sebagai elemen taman, baik di areal terbuka pertamanan aktif maupun pasif. Ruang terbuka pertamanan aktif, misalnya lapangan bermain anak-anak (children play ground), taman-taman hewan, danau buatan, dan lapangan olahraga. Ruangan terbuka pertamanan pasif, diantaranya penghijauan di tepi-tepi jalan, jalur-jalur jalan, dan taman-taman kota. Para penata taman sering memanfaatkan tanaman kana sebagai tanaman pembatas (screen). Tanaman kana cocok digunakan sebagai pagar hidup di halaman-halaman rumah, kantor atau tempat lain untuk menambah keserasian pagar tembok atau besi sehingga berkesan alami. Tanaman kana cocok juga

ditanam dalam pot. Pada waktu tertentu bunganya dipanen untuk dijadikan bunga potong dalam vas (jambangan) yang dapat memperindah ruangan. Biji kana yang berbentuk bulat, strukturnya keras dan berwarna hitam. Biji kana dapat dibuat tasbih atau kerajinan tangan kembang kalung. Di India, akar tanaman kana dijadikan bahan ramuan obat tradisional untuk menyembuhkan sakit disentri. Senyawa yang terkandung dalam tanaman kana terutama akarnya, antara lain fenol, terpena, kumarin, dan alkaloida khusus. Kandungan alkaloida berkhasiat obat pereda demam (anti piretik), penurunan tekanan darah tinggi (anti hipertensi), dan sebagai obat penenang. Di samping itu, tamanan kana berkhasiat sebagai obat batuk, darah berlebihan, sakit kuning, batuk darah, dan luka (radang). V. KESIMPULAN 1. 2. 3. Jenis kana yang banyak dikenal di Indonesia adalah Canna Pemanfaatan tanaman kana selain sebagai tanaman hias Tanaman kana memiliki banyak variasi jenis atau spesies indica dan Canna edulis karena tanaman ini mudah dibudidayakan. juga sebagai obat tradisonal untuk mengobati berbagai penyakit. tetapi karena belum mengalami pemuliaan secara luas maka nilai ekonomisnya belum banyak diungkap.

DAFTAR PUSTAKA
Aas Hasanah. 1986. Tanaman Hias. Dalam: Bahan Kuliah Produksi Tanaman Hias di Fakultas Pertanian Universitas Bandung Raya. Bandung: Fak.Pertanian UNBAR. F. Rahardi; Sri Wahyuni dan Eko M. Nurcahyo. 1994. Agribisnis Tanaman Hias. Jakarta: Penebar Swadaya Haryono Semangun. 1989. Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Marah Maradjo. 1985. Bunga Tasbih (Canna hybrida). Dalam: Flora Indonesia Tanaman Hias. PT. Gita Karya. Nany J.Lamboan. Bunga Tasbih Obat Alami Penurunan Demam. Dalam: Nova No.472/x, 9 Maret 1997. Rahayu Yusuf. 1984. Pengantar Hortikultura. Dalam: Makalah Kursus Praktis Pertamanan dan Pengelolaan Hortikultura. Group Pecinta Lingkungan Hidup Senat KMFP UNPAD, Bandung. Rahmat Rukmana. Memelihara Tanaman Hias. Dalam: Suara Karya, 5 Februari 1986. Setijati S.Niniek WS, Sarkat D dan Rukmini S. 1997. Ganyong (Canna edulis Ker.). Dalam: Ubi-ubian. Jakarta: LBN-LIPI. Soedijanto. RRM Sianipar dan GA Philippus. 1984. Bercocok Tanam Jilid II. Jakarta: CV Yasaguna.