Anda di halaman 1dari 6

SGD 17 LBM 1 MODUL UROGENITAL Bengkak Hampir Di Seluruh Tubuh

STEP 7

Anatomi o Organa uropotika, terdiri dari: Sepasang ren o Morfologi : Bentuk seperti kacang koro. Memiliki 2 ekstremitas: ekstremitas superior dan inferior. Memiliki 2 margo : margo lateral (konveks) dan margo medial (konkav). Memiliki 2 fascies : fascies anterior (konveks) dan fascies posterior (agak datar) o Lapisan pembungkus ren dari luar-dalam : Peritoneum parietal dari depan. Lemak pararen Fascia renalis (fascia gerrota) Lemak periren Capsula renalis o Pada margo medial terdapat hillus renalis.

Bangunan-bangunan yang menembus adalah: Arteri renalis Vena renalis Ureter Plexus nervosus Vasa lymphatica o Vascularisasi ren : Dimulai dari aorta abdominalis arteri renalis rami anterior dan rami posterior aa. Segmentales arteri interlobaris arteri arcuata arteri interlobularis arteriola affrentia masuk ke capsula bowman, membentuk glomerulus keluar, membentuk arteriola efferent a. recta kapiler peritubulus v. recta v. interlobularis v. arcuata v. interlobaris v. renalis VCI. o Nefron berfungsi untuk filtrasi. Capsula bowman tubulus contortus proksimal medulla ren, membentuk ansa henle naik, masuk ke cortex melanjut sbg tubulus contortus distal tubulus contortus arcuatus tubuli kolektivii recti ductus bellini papilla renalis. Sepasang ureter Vesica urinaria

Uretra Fisiologi o Cairan ada 2 : intrasel dan ekstrasel. o Ginjal berfungsi untuk mengatur homeostasis dan filtrasi. Fungsi ginjal : o Filtrasi dan Reabsorpsi Glomerulus, terjadi filtrasi dari darah. Magnesium, air, urea, natrium, kalium, kalsium, glukosa, asam amino, inulin , garam empedu disaring didalamnya. Sedangkan, protein dan materi seluler tidak ikut tersaring. Protein tidak bisa masuk karena protein dan glomerulus sama2 bermuatan negative. Setelah tersaring menjadi urine primer masuk ke tubulus contortus proksimal, terjadi reabsorpsi sebagian besar air, natrium, kalium, dan sedikit urea. Reabsorpsi sempurna glukosa dan asam amino. Terdapat sekresi kreatinin pars descendent tubulus henle (permeable terhadap air), terjadi reabsorpsi air, tetapi ion2 tidak ikut masuk. Pada pars ascendant tubulus henle (impermeable terhadap air), terutama pada segmen tebal, terjadi reabsorpsi secra transport aktif ion2 atau zat2 terlarut dari urine. Misalnya : natrium dan kalium. Pada segmen ini disebut segmen pengencer urine tubulus contortus distal (impermeable terhadap air)

tetapi, dibawah pengaruh ADH membrannya menjadi permeable terhadap air. Fungsi utama dari tubulus contortus distal sama dengan pars ascendant tubulus henle tubulus contortus distal bagian akhir + tubulus kolektivii dipengaruhi oleh ADH, terjadi reabsorpsi air yang lebih lanjut. Segmen ini disebut segmen pengental urine menjadi urine. Produk akhir dari urine, yang terfiltrasi dan yang tidak terfiltrasi??? Kenapa bisa terjadi bengkak pada kelopak mata diikuti bengkak pada seluruh tubuh??? Gangguan membrane basal glomerulus (karena ada komplek imun dan , ada 2: ukuran molekul dan ukuran muatan protein tidak tersaring proteinuria hipoalbuminemia tekanan osmotic menurun, sedangkan pada interstitial tekanannya tinggi, maka cairan plasma keluar ke ekstravascular terjadi edem T : 130 / 85 mmHg

hipertensi type I???

Tekanan osmotic turun, mengaktifkan ADH ADH menyerap cairan cairan di vascular meningkat hipertensi masuk ke jaringan edem.

Kenapa bisa terjadi Proteinuria +++???

Gangguan membrane basal glomerulus (karena ada komplek imun), ada 2: ukuran molekul dan ukuran muatan protein tidak tersaring proteinuria.

Syndroma Nefrotik

Definisi : suatu gambaran klinik penyakit glomerulus yang ditandai dengan proteinuria massif lebih dari 3,5 gr/24jam yang disertai dengan hipoalbuminemia, edema, hiperlipidemia, dan hiperkoagubilitas. Etiologi o Infeksi primer dan sekunder. Contoh : Glomerulonefritis o Efek toksin obat, contoh : NSAID, captopril, dan heroin. o DM o Amiloidosis Patofisiologi berdasar etiologi dan hubungannya dengan gejala klinis yang timbul??? Gejala klinis yang lain o Hematuria o Pengeluaran urine sedikit o Karena edem -> terjadi sesak napas, nyeri perut dan anoreksia. Diagnosis o Anamnesis o PF o PP Pemeriksaan Laboratorium ditemukan : Hipoalbuminemia

Hiperkolesterolemia Proteinuria Lipiduria Kadar natrium di urine rendah, tetapi kadar kalium tinggi. Pemeriksaan yang paling efektif untuk mendiagnosis : biopsy ren. DD Terapi o Non-farmakologis Diet rendah garam, untuk mengurangi retensi cairan. Diet rendah kolesterol, kurang dari 600 mg/hari. Diet tinggi protein. o Farmakologis Antidiuretik : Tiazid, untuk mengatasi edem. Prognosis Komplikasi

Anda mungkin juga menyukai