Anda di halaman 1dari 2

Tujuan Percobaan : Mengetahui pengaruh pemberian minum secang terhadap proliferasi limfosit pada tikus wistar yang diberi

diet non protein Pendahuluan Semua makhluk hidupmembutuhkan zat-zat gizi maupun non gizi untuk dapat menjalankan fungsi normal kehidupannya. Zat-zat gizi yang dibutuhkan antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Zat non gizi seperti antioksidan juga diperlukan untuk melawan radikal bebas, baik yang masuk dari luar tubuh maupun yang terbentuk akibat metabolisme. Salah satu sumber antioksidan yang banyak diteliti adalah secang. Ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) hasil penapisan mengandung lima senyawa aktif yang terkait dengan flavonoid baik sebagai antioksidan primer maupun antioksidan sekunder (Safitri, 2002). Telah diketahui ternyata flavonoid yang ter dapat dalam ekstrak kayu secang memiliki sejumlah kemampuan yaitu dapat meredam atau menghambat pembentukan radikal bebas hidroksil, anion superoksida, radikal peroksil, radikal alkoksil, singlet oksigen, hidrogen peroksida (Shahidi 1999; Miller 2002). Limfosit merupakan sel kunci dalam sitem imun. Limfosit adalah sel yang paling dominan di dalam organ dan jaringan sistem imun. Lokasi limfosit T adalah pada lien dan kelenjar limfa yaitu pada masing-masing daerah periarterioler, parakortikal dan perifolikuler. Jumlah 65%-85% dari total limfosit dalam darah. Limfosit berperan dalam sistem imun spesifik seluler (sel T) untuk pertahanan terhadap bakteri yang hidup intraseluler, virus, jamur, parasit dan keganasan. Kerusakan membran pada sel limfosit, yang antara lain dapat disebabkan oleh senyawa-senyawa radikal, berdampak pada penurunan responnya, antara lain penurunan proliferasi limfosit. Proliferasi limfosit merupakan penanda adanya fase aktivasi dari respon imun tubuh. Proliferasi limfosit ini berupa peningkatan produksi limfoblas yang kemudian akan menjadi limfosit di limpa. Secara makroskopis dapat terlihat dengan adanya pembesaran organ-organ limfoid. Limpa merupakan salah satu organ limfoid perifer dan bagian dari sistem imun (Khasanah 2009). Aktivitas proliferasi limfosit merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengukur status imunitas karena proliferasi limfosit menunjukkan kemampuan dasar dari sistem imun (Roitt 1991). Untuk dapat berproliferasi dan menghasilkan sel efektor atau sel imunokompeten, membran sel limfosit harus berada dalam kondisi untuh. Hal ini disebabkan karena proliferasi sel bermula dari kontak antara membran sel dengan antigen atau dengan molekul aktivator lain. Keutuhan membran sel sangat dipengaruhi oleh adanya prooksidan dan antioksidan karena sifat komponen makromolekul pada membran yang mudah teroksidasi yaitu protein dan asam lemak tidak jenuh (Krinsky 1992, Meydani et al 1995). Banyak bahan pangan yang diteliti mengenai aktivitasnya sebagai imunostimulan, beberapa diantaranya dipercaya mampu menstimulasi proliferasi sel limfosit untuk meningkatkan sistem imunitas. Secang merupakan bahan pangan yang memiliki komponen fenolik yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Oleh karena itu, dalam percobaan ini akan dianalisis pengaruh pengkonsumsian secang terhadap proliferase sel limfosit pada tikus percobaan. Daftar Pustaka Khasanah N. 2009. Pengaruh Pemberian Ekstrak Jintan Hitam (Nigella Sativa) Terhadap Respon Proliferasi Limfosit Limpa Mencit Balb/C Yang Diinfeksi Salmonella Typhimurium. Laporan Akhir Penelitian Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Krineky, I. 1992. Mechanism of Action of Biologi Antioxidants. The Society for Experimental Biology an Medicine. Boston, Massachussets. Meydani, S.N., Wu D, Santos, M.S., Hoyek, M.G. 1995. Antioxidant and immune response in aged person overview of present avidience. Am. J. Clin. Nutr. 62, 1462 S- 1476 S Miller, A. L. 2002. Antioxidant Flavonoid Structure Function and Clinical Usage. Roitt, I. 1991. Essential Immunology. London: Blockwell Scientific Publication.

Safitri, R. 2002. Karakterisasi Sifat Antioksidan In Vitro Beberapa Senyawa Yang Terkandung Dalam Tumbuhan Secang (Caesalpinia sappan L.). Disertasi. Program Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran. Bandung. Shahidi, F. 1996. Natural Antioxidants. Chemistry, Health Effects, and Applicatins. AOCS Press. Champaign. Illionis.