Anda di halaman 1dari 3

Imobilisasi enzim crosslinking merupakan imobilisasi dimana terjadiikatankimia, tetapitidakdigunakancarrieryangtidaklarut airdanpembentukanikatanmelintang inter molekulerantaramolekulenzimdenganpereaksibifungsionalataumultifungsionals epertiglutaraldehid, diazobenzidine, etilkhloroformat, ataupun

N - N hexamethilenebisidoasetat. Untukmeningkatanstabilitasdalamamobilisasiiniyaitudenganmemadukan proses crosslinking danadsorbsi .Berikutinisistemdalamamobilisasicrosslinking : Pada imobilisasi enzim crosslinking olehuapglutaraldehid . Senyawainiakanmembentuksuatulapisanataumatrikstertentudimana di dalamnyamolekulenzim yang dioleskanpadapermukaanpadatanpendukungakanterjebakdalamstrukturikatans ilang yang terjadi . Proses inidilakukandenganmenempatkanpadatanpendukungyang telahdilapisienzimdiatasuapglutaraldehidselama 15

menithinggapermukaan working electrode menjadikering. Amobilisasi Enzim


Enzim lipase mempunyai potensi besar dalam industri minyak dan lemak karena aktivitasnya melakukan reaksi hidrolisis maupun sintesis. Umumnya enzim yang digunakan masih berupa enzim bebas sehingga aktivitasnya semakin menurun selama reaksi berlangsung dan tidak dapat digunakan secara berulang-ulang. Amobilisasi enzim merupakan suatu proses dimana pergerakan moloekul enzim dalam ruang tempat reaksi ditahan sedemikian rupa sehingga terbentuk sistem enzim yang aktif dan tidak larut dalam air. Dalam amobilisasi enzim, pengikatan enzim pada suatu karier haruslah terjadi tanpa adanya perusakan pada struktur ruang tiga dimensi dari sisi aktif enzim tersebut, sehingga spesifitas substrat maupun gugus fungsi aktif tidak terganggu oleh proses ini. Amobiisasi enzim diketahui memiliki beberapa keunggulan diantaranya stabilitas enzim dan

enzim dapat digunakan berulang-ulang. Aktivitas dan stabilitas enzim dipengaruhi oleh metoda amobilisasi, jenis enzim maupun jenis matrik yang digunakan. Enzim dapat diamobilisasi dengan menggunakan beberapa cara, diantaranya adalah : (1) cara fisik, yang meliputi teknik penjebakan (ecapsulationn gel lattice formation) atau teknik pembungkusan dengan membran; (2) cara kimia, yang meliputi teknik pengikatan (adsorpsi) pada bahan pendukung melalui ikatan-ikatan ionik, kovalen atau polar, atau dengan teknik ikatan silang; (3) cara penggumpalan sel atau enzim; (4) kombinasi dari cara-cara sebelumnya seperti, cara adsorpsi kemudian cross linking, dan lain-lain. Tabel 1. Penggolongan teknik amobilisasi enzimberdasarkan interaksinya dengan bahan pendukung . Bahan pendukung yang digunakan dalam amobilisasi disajikan pada tabel berikut

Interaksi Adsorpsi fisik

Ikatan ion

Ikatan kovalen

Adsorben / bahan pendukung Karbon Aktif, Silica Gel, Alumina, Kanji Tanah Liat (Clay), glass. Bahan yang dimodifikasi : Tannin-Aminohexyl Cellulose, Consana-Valin A-Sepharose. Bahan penukar kation : CM-cellulase, aberlite, CG-50, Dowex 50 Bahan penukar anion : Dease-Cellulose, DEAE-Sephadex, polyaminopolysterene, Amberlite IR-45 Bahan pendukung alami : Cellulase, CM-Cellulase, Agarose, Dextran Bahan pendukung sintetik : polyacryl-amida, polyaminopolysterene, maleic copolimer enzim memiliki keuntungan didalam penggunaanya. Keuntungan

Amobilisasi

penggunaan enzim yang telah diamobi ini diantaranya adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Sistem enzim yang telah diamobil dapat digunakan berulang-ulang Memungkinkan proses pengoperasian secara berkesinambungan Dapat meminimalkan terjadinya pencampuran antara hasil reaksi dengan residu Memudahkan pengendalian kondisi reaksi Dapat menyebabkan penurunan aktivitas katalitik enzim untuk beberapa kasus. Disamping keuntungan, ada pula kerugian yang ditimbulkan dari amobilisasi enzim yaitu terjadinya pergeseran pH dan suhu optimum dari enzim tersebut.