Anda di halaman 1dari 3

Sejarah Keperawatan Jiwa Di Eropa

Selama abad 7 sebelum masehi, Hippocrates menjelaskan perubahan perilaku atau watak dan gangguan mental disebabkan oleh perubahan 4 cairan tubuh atau hormon, yang dapat menghasilkan panas, dingin, kering dan kelembaban. Aristotle melengkapi dengan hati, dan Seorang Dokter Yunani, Galen : menyatakan emosi atau kerusakan mental dihubungkan dengan otak. Orang Yunani menggunakan kuil sebagai rumah sakit dan memberikan lingkungan udara bersih, sinar matahari dan air bersih untuk menyembuhkan penyakit jiwa/mental. Bersepeda, Jalan-jalan, dan mendengarkan suara air terjun ini sebagai contoh penyembuhan. Pada pertengahan abad ke-13 di Eropa, dibangun rumah sakit untuk pasien dengan gangguan mental. Tetapi di dalam rumah sakit tersebut belum ada perawat perawat yang merawat pasien tersebut dan pengobatan untuk pasien pasien tersebut juga jarang diberikan. Fasilitas rumah sakit jiwa sewaktu itu hanya sebagai perumahan untuk mereka atau dengan kata lain untuk menampung pasien dengan gangguan jiwa saja. Saat itu ketika penyebaran agama nasrani di Eropa, rumah sakit untuk pasien dengan gangguan mental menggunakan intervensi kepercayaan agama tersebut. Hal ini berdampak positif terhadap perkembangan keperawatan. Kemajuan ini terlihat pada zaman pemerintahan Lord Constandne yaitu dengan didirikan xenodhoecin atau hospes (penampungan orang yang membutuhkan pertolongan terutama orang yang menderita sakit) seperti yang telah disebutkan di atas. Mereka menganggap pasien gangguan jiwa itu adalah teman sehingga mereka mempunyai tanggung jawab untuk membantu memulihkan kembali kondisi agar dapat kembali mengadakan hubungan dengan masyarakat.yang menjadi perhatian utama disini adalah menjadi teman yang mempunyai hubungan spiritual yang intim dengan mereka yang memiliki gangguan jiwa. Selanjutnya rumah sakit jiwa pertama, Bethlehem Royal Hospital, telah dibuka

di England. Kemudian muncul beberapa rumah sakit jwa di tempat lain di kawasan Eropa, diantaranya Pinel, seorang dokter Perancis membuka sebuah rumah sakit untuk seorang penderita jiwa / mental di pilih kota La Bicetre, Paris. Dia memulai dengan tindakan kemanusiaan dan advokasi, melalui observasi perilaku, riwayat perkembangan dan menggunakan komunikasi dengan penderaita. Ada juga Weyer, seorang dokter Jerman psikiatrik pertama yang dapat menjelaskannya melalui kategori diagnostik.

Pada abad ke-18, seorang praktisi kesehatan bernama William Ellis membantu mengadakan perawatan bagi orang dengan gangguan jiwa. Dia mengusulkan pendamping yang terlatih bagi orang-orang dengan gangguan jiwa. Pada tahun 1836, William Ellis mempublikasikan Treatise on Insanity yang secara terbuka mengemukakan bahwa praktik keperawatan yang didirikan tersebut berhasil memberikan ketenangan bagi pasien dengan gangguan jiwa dan juga memberikan harapan demi harapan yang baik. Keperawatan jiwa dimulai antara tahun 1770 dan 1880 seiring dengan kejadian penanganan pada seorang penyakit mental. Sebelumnya, pada masa peradaban dimana rohroh dipercaya sebagai penyebab gangguan dan mengusirnya agar sembuh.Para leluhur Yunani, Romawi dan Arab percaya bahwa gangguan emosional diakibatkan tidak berfungsinya organ pada otak. Mereka menggunakan berbagai pendekatan tindakan seperti : ketenangan, gizi yang baik, kebersihan badan yang baik, musik dan aktivitas rekreasi. keperawatan jiwa mengalami perkembangan baik di Eropa maupun di USA. Walk (1961) mengungkapkan bahwa sejarah kejiwaan tidak lengkap rasanya jika tidak ada sejarah keperawatan jiwa di dalamnya. Perawat psikiatrik kini makin banyak memberikan perawatan pada orang-orang di komunitas, di UK setelah muncul kebijakan pemerintah mengenai keperawatan komunitas. Keperawtan jiwa yang modern berfokus pada upaya meningkatkan atau mempertahankan kesehatan jiwa dan salah satu tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya gangguan jiwa jika hal ini memungkinkan. Saat ini keperawatan jiwa di Inggris merupakan cabnag pengetahuan yang diajarkan dalam sekolah keperawatan berijazah dan pendidikan akademi keperawatan. Kini cabang pengetahuan tersebut semakin banyak dipelajari pula pada tingkat pascasarjana.