Anda di halaman 1dari 8

Nama NPM

: Alviani Supriatna : 110110080148

RANGKUMAN TATA CARA BERACARA DI PENGADILAN NIAGA Berdasarkan KepresNo.97/1999 dibentuk 5 (lima) Pengadilan Niaga, yaitu di Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya dan Makasar (d/h Ujung Pandang), yang masing-masing berada dalam lingkungan pengadilan negeri. Hukum acara dan hukum pembuktian yang berlaku pada Pengadilan Niaga adalah Hukum Acara Perdata dan pembuktian berdasarkan HIR (Herziene Indonesich Reglement) untuk Pengadilan Niaga di Jawa dan Madura serta Rbg (Reglement Buite Gewesten) untuk Pengadilan Niaga di luar Jawa dan Madura, kecuali yang telah ditentukan lain oleh UUK. A. Permohonan Kepailitan Permohonan pernyataan pailit, permohonan tersebut dapat diajukan oleh (Pasal 2 UUK): a) Debitur (persoon atau badan hukum) b) Satu atau lebih kreditur; c) Kejaksaan, untuk kepentingan umum; d) Bank Indonesia, manakala debiturnya merupakan bank; e) Badan Pengawas Pasar Modal, terhadap Debitur berupa Perusahaan Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan danPenyelesaian. f) Menteri Keuangan terhadap Debitur berupa Perusahaan Asuransi, Perusahaan Reasuransi, Dana Pensiun, BUMN Permohonan diajukan oleh seorang Advokat yang memiliki ijin praktek ke Pengadilan Niaga yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan hukum debitur: Domisili/ tempat kedudukan hukum debitur; Domisili/ tempat kedudukan hukum terakhir debitur yang telah meninggalkan Indonesia; Domisili/ tempat kedudukan hukum debitur persero Firma atau domisili/ tempat kedudukan Firmanya; Domisili/ tempat kedudukan hukum kantor, debitur menjalankan profesi atau usaha. (Dalam hal debitur tidak bertempat kedudukan di Indonesia, tetapi menjalankan usaha atau profesi di Indonesia). Bursa Efek,

Domisili/ tempat kedudukan hukum sesuai Anggaran Dasar dalam hal debiturnya suatu badan hukum.

PEMBUKTIAN SEDERHANA Pasal 8 ayat (4) UUK mengatur permohonan pailit dikabulkan dengan didasarkan adanya pembuktian sederhana dengan mengacu Pasal 2 ayat (1) UUK; SITA JAMINAN DALAM KEPAILITAN Berdasarkan Pasal 10 UUK, Pemohon Pailit dapat memohon sita jaminan kepada Pengadilan atas sebagian/ seluruh aset/ harta kekayaan Debitur dan dapat menunjuk Kurator sementara untuk: - Mengawasi pengelolaan usaha debitur - Mengawasi pembayaran kepada kreditur, pengalihan atau penjaminan aset debitur yang merupakan wewenang curator Atas permohonan siita jaminan oleh kreditur, makaPengadilan menetapkan syarat bahwa kreditur untukmemberikan jaminan yang nilainya wajar sesuai penilaian Pengadilan. SYARAT PERMOHONAN PAILIT : Syarat Materil Permohonan Pailit harus memenuhi syarat materil yang diatur Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 8 Ayat (4) UU No. 37 Tahun 2004 ; y Debitur yang mempunyai dua/ lebih Kreditur dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih (Pasal 2 Ayat (1)). y Terdapat fakta/ keadaan yang terbukti secara sederhana bahwa kedua syarat tersebut diatas telah terpenuhi (Pasal 8 Ayat (4). Syarat Formil Permohonan Pailit juga harus memenuhi syarat formil yang diantaranya adalah : y Surat Permohonan bermaterai yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri/ Niaga Jakarta Pusat. y y Izin Pengacara/ Kartu Pengacara. Surat Kuasa Khusus.

Akta Pendaftara Perusahaan (Tanda Daftar Perusahaan)/ Yayasan/ Asosiasi yang dilegalisir (dicap) oleh kantor Perdagangan paling lambat 1 (satu) minggu sebelum permohonan didaftarkan.

Surat Perjanjian Hutang (Loan Agreement), atau bukti yang lain yang menunjukan adanya perikatan.

y y

Perincian hutang yang tidak terbayar. Nama serta alamat masing-masing Kreditur/ Debitur.

AKIBAT HUKUM PUTUSAN PAILIT 1. Debitur demi hukum kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaannya (pasal 24 ayat (1) 2. Kepailitan meliputi seluruh kekayaan Debitur pada saat penyataan pailit serta segala sesuatu yang diperoleh selama kepailitan (pasal 21) 3. Tuntutan hak dan kewajiban mengenai harta pailit harus diajukan oleh atau terhadap Kurator. (pasal 26 ayat (1)) PERDAMAIAN DALAM KEPAILITAN y Pasal 144 menjelaskan bahwa Debitur yang Pailit berhak menawarkan rencana perdamaian kepada semua Kreditur. y y Diajukan paling lama 8 hari sebelum rapat pencocokan piutang. Pasal 146 menjelaskan bahwa Kurator dan Panitia Kreditur sementara wajib memberikan pendapat tertulis mengenai rencana perdamaian dalam rapat. y Pasal 150 menjelaskan bahwa Debitur Pailit berhak mengadakan perubahan mengenai rencana perdamaian selama berlangsungnya perundingan. KUORUM MENGENAI PENERIMAAN RENCANA PERDAMAIAN DALAM

KEPAILITAN y Pasal 151 Rencana perdamaian diterima apabila disetujui dalam rapat Kreditur oleh lebih dari jumlah Kreditur konkuren yang hadir dalam rapat, yang haknya diakui, yang mewakili paling sedikit 2/3 dari jumlah piutang Konkuren yang diakui dari Kreditur Konkuren yang hadir.

Pasal 152 Ayat (1) Apabila lebih dari jumlah Kreditur yang hadir pada rapat Kreditur dan mewakili paling sedikit dari jumlah piutang Kreditur yang punya hak suara untuk menerima perdamaian, maka dalam jangka waktu 8 hari setelah diadakan pemungutan suara pertama, tanpa diperlukanpemanggilan diselenggarakan pemungutan suara kedua.

Pasal 152 Ayat (2) Dalam pemungutan suara kedua, Kreditur tidak terikat pada suara yang dikeluarkan pada pemungutan suara sebelumnya (pemungutan suara pertama).

HOMOLOGASI Homologasi merupakan pengesahan rencana perdamaian yang diatur dalam Pasal 156, yang disebutkan bahwa : Dalam hal rencana perdamaian diterima sebelum rapat ditutup, HakimPengawas menetapkan hari sidang Pengadilan yang akan memutuskan mengenai disahkan atau tidaknya rencana perdamaian tersebut. Pasal 156 Ayat (3) : Sidang Pengadilan harus diadakan paling singkat 8 hari dan paling lambat 14 hari setelah diterimanya rencana perdamaian dalam rapat pemungutan suara. Pasal 158 : menjelaskan bahwa Pada sidang terbuka, Kreditur baik secara sendiri-sendiri maupun dengan kuasanya dapat menjelaskan alasan yang menyebabkan rencana perdamaian diterima atau ditolak. Pasal 159 : menjelaskan paling lambat 7 hari setelah tanggal sidang tersebut, Pengadilan wajib memberikan penetapan disertai alasan. Pasal 160 : menjelaskan bahwa dapat diajukan Kasasi atas Putusan perdamaian dalam waktu paling lama 8 hari setelah tanggal PutusanPengadilan diucapkan. BUDEL PAILIT Pasal 189: Kurator wajib untuk menyusun daftar pembagian untuk dimintakan persetujuan kepada Hakim Pengawas, memuat rincian penerimaan dan pengeluaran. Pasal 188 : Apabila Hakim Pengawas telah cukup terdapat uang tunai, Kurator diperintahkan untuk melakukan pembagian kepada Kreditur yang piutangnya telah dicocokan. Pasal 192 : Daftar pembagian harus diletakkan di Pengadilan serta diumumkan dalam surat kabar

URUTAN PEMBAGIAN BUDEL PAILIT : Hutang kepada Negara

Gaji Karyawan Biaya Kepailiatan dan imbalan jasa Kurator Kreditur Preferences Kreditur Konkuren

BERAKHIRNYA KEPAILITAN (Pasal 202) y y Setelah dibagikan Budel Pailit oleh Kurator kepada Kreditur maka berakhir Kepailitan. Setelah itu Kurator membuat pengumuman bahwa telah berakhirnya Kepailitan dalam surat kabar dan Berita Negara Republik Indonesia. y Kurator memberikan pertanggungjawaban tentang pemberesan dan pengurusan yang dilakukan paling lambat 30 hari. y Wajib bagi Kurator untuk menyerahkan kembali kepada Kreditur semua dokumen yang diterimanya REHABILITASI (Pasal 215) y Rehabilitasi diajukan kepada Pengadilan Niaga yang memutus Pailit sebelumnya dengan melampirkan bukti pernyataan dimana Kreditur telah mendapatkan pembayaran yang memuaskan. y y y Rehabilitasi diumumkan paling sedikit didalam surat kabar. Kreditur dapat mengajukan keberatan dalam waktu 60 hari setelah diumumkan. Setelah lewat waktu, Pengadilan harus mengabulkan atau menolak dalam sidang yang terbuka untuk umum permohonan tersebut.

PROSEDUR PENGAJUAN PERMOHONAN PAILIT y Permohonan pernyataan pailit diajukan kepada Ketua Pengadilan Niaga melalui panitera Pengadilan Niaga. (Pasal 6) y Panitera menyampaikan Permohonan Pernyataan Pailit kepada Ketua Pengadilan Niaga paling lambat 2 hari setelah pendaftaran. Pasal 6 (4) y Pengadilan mempelajari permohonan pailit dan menetapkan hari sidang paling lambat 3 hari sejak didaftarkan. Pasal 6 (5) y Berdasarkan alasan yang cukup, sidang dapat ditunda oleh pengadilan paling lambat 25 hari sejak didaftarkan. Pasal 6 (7) y Sidang dilaksanakan paling lambat 20 hari setelah tanggal permohonan pendaftaran.

y y y

Pemanggilan sidang paling lambat 7 hari sebelum sidang pertama. Putusan permohonan pailit paling lambat 60 hari sejak di daftarkan. Penyampaian salinan putusan kepada pihak yang berkepentingan (3 hari setelah putusan)

B. Permohonan PKPU y y Diajukan kepada Pengadilan yang ditandatangani oleh Pemohon dan oleh Advokatnya. Jika Pemohon adalah DEBITOR, permohonan harus disertai daftar yang memuat sifat, jumlah piutang,danutang Debitor serta surat bukti secukupnya. y Jika Pemohon adalah KREDITOR, pengadilan wajib memanggil Debitor melalui juru sita dengan surat kilat tercatat, dengan jangka waktu 7 hari sebelum sidang. y Dalam tahapan sidang, Debitor dapat mengajukan daftar yang memuat sifat, jumlah piutang, dan utang Debitor beserta surat bukti secukupnya. PROSEDUR PENGAJUAN PKPU y Diajukan kepada Ketua Pengadilan melalui Panitera yang mendaftarkan permohonan PKPU sejak tanggal permohonan diajukan, paling lambat 2 hari setelah tanggal permohonan PKPU didaftar. y Panitera wajib menolak pendaftaran PKPU bagi institusi seperti yang dimaksud pada Pasal 2 Ayat (3), Ayat (4), Ayat (5) jika dilakukan dengan tidak sesuai. y Dalam waktu paling lama 3 hari setelah tanggal permohonan PKPU didaftar, Pengadilan wajib mempelajari permohonan dan menetapkan jadwal sidang. PKPU SEMENTARA y Pengadilan dalam jangka waktu 3 hari sejak tanggal didaftarkan surat permohonan PKPU harus mengabulkan PKPU Sementara dan menunjuk Hakim Pengawas dari Hakim Pengadilan serta mengangkat 1/ lebih pengurus (diajukan oleh Debitor). y Pengadilan dalam waktu paling lama 20 hari sejak tanggal didaftarkannya permohonan PKPU, harus mengabulkan PKPU Sementara dan harus menunjuk Hakim Pengawas dari Hakim Pengadilan serta mengangkat 1/ lebih pengurus (diajukan oleh Kreditor). y Setelah Putusan PKPU Sementara, Pengadilan wajib memanggil Debitor dan Kreditor yang dikenal dengan melalui kurir untuk menghadap sidang yang diselenggarakan paling lama pada hari ke 45 sejak Putusan PKPU Sementara diucapkan.

Pengurus mengumumkan PKPU Sementara dalam Berita Negara dan juga paling sedikit dalam 2 surat kabar harian yang ditunjuk Hakim Pengawas yang harus memuat undangan untuk hadir pada persidangan.

Pada waktu PKPU Sementara diucapkan dan diajukan rencana perdamaian oleh Debitor, harus disebutkan dalam pengumuman tersebut. Yang harus dilakukan dalam jangka waktu 21 hari sebelum tanggal sidang.

PKPU Sementara berlaku sejak tanggal Putusan PKPU Sementara diucapkan

AKIBAT DARI PKPU y Selama PKPU, Debitor tidak dapat melakukan tindakantindakan atas seluruh atau sebahagian hartanya, jika melanggar pengurus berhak melakukan segala sesuatu untuk memastikan bahwa harta Debitor tidak dirugikan. y Kewajiban yang dilakukan Debitor tanpa persetujuan dari pengurus timbul setelah dimulainya PKPU dan hanya dapat dibebankan kepada harta Debitor sejauh hal tersebut menguntungkan harta Debitor. y PKPU tidak menghentikan berjalannya perkara di Pengadilan yang sudah mulai.

BERAKHIRNYA PKPU Dapat berakhir atas permintaan Hakim Pengawas, satu, lebih Kreditor atau inisiatif dari Pengadilan dalam hal : y y y y y y itikad buruk dari Debitor selama PKPU dalam pengurusan hartanya Tindakan Debitor yang merugikan Kreditornya Debitor melanggar Pasal 240 Ayat (1) Debitor lalai melakukan perbuatan yang diwajibkan kepadanya oleh Pengadilan Selama PKPU, harta Debitor tidak lagi memungkinkan dilanjutkannya PKPU Keadaan Debitor yang tidak diharapkan untuk memenuhi kewajibannya terhadap Kreditor. Debitor, Pemohon, dan pengurus harus didengar pada tanggal yang oleh Pengadilan telah ditetapkan dan dipanggil secara resmi. Putusan Pengadilan harus memuat alasan yang menjadi dasar putusan. PERDAMAIAN Dalam Pasal 265 perdamaian dapat tecapai apabila debitor pada waktu mengajukan PKPU/ setelah menawarkan suatu perdamaian kepada Kreditor Prosedurnya sebagai berikut :

Rencana perdamaian telah diajukan kepada Panitera, Hakim

Pengawas harus

menentukan hari terakhir tagihan yang harus disampaikan pada pengurus dan tanggal rencana perdamaian yang diusulkan akan dibicarakan dan diputuskan dalam rapat

Kreditor yang dipimpinoleh Hakim Pengawas. y Jangka waktu antara hari seperti yang dimaksud dalam ayat (1) huruf a dan huruf b paling lama 14 hari.

KETENTUAN VOTING PADA RENCANA PERDAMAIAN Rencana Perdamaian dapat diterima berdasarkan : y Persetujuan dari jumlah Kreditor Konkuren yang hadir dalam rapat Kreditor (Pasal 268) juga Kreditor dalam Pasal 280, yang mewakilli 2/3 dari seluruh tagihan dari Kreditor Konkuren/ kuasanya yang hadir dalam rapat, dan y / lebih persetujuan dari jumlah Kreditor yang piutangnya dijaminkan dengan gadai, hipotik, hak tanggugan, jaminan fidusia, hak agunan atas kebendaan lainnya yang mewakili 2/3 bagian dari seluruh tagihan Kreditor/ kuasanya yang hadir pada rapat.