Anda di halaman 1dari 6

MATI RASA PADA LIDAH DAPAT DISEBABKAN KARENA MEROKOK

Share Apa jadinya jika lidah, panca indera yang seharusnya bisa mengecap rasa sudah tidak berfungsi lagi? Pastikan itu tidak terjadi pada Anda, karena menurut sebuah studi, para perokok berisiko mengalami penurunan kepekaan lidah. Benarkah? Sebanyak 62 tentara Yunani ikut berpartisipasi dalam studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Aristotle University of Thessaloniki untuk mengetahui pengaruh rokok terhadap indera pengecap lidah. Para peneliti menemukan bahwa para perokok memiliki tingkat kepekaan lidah yang kurang dibanding mereka yang tidak merokok. Kebanyakan dari mereka juga merasakan sesuatu dengan rasa lebih hambar. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Ear, Nose and Throat Disorders itu menyebutkan bahwa rokok bisa mematikan kemampuan merasa dan panca indera (lidah) seseorang. Bertindak sebagai ketua studi, Pavlidis Pavlos menggunakan stimulasi elektrik untuk melakukan tes yang disebut threshold untuk mengukur tingkat kepekaan lidah pada bagian papila lidahnya. Secara statistik terdapat perbedaan hasil tes threshold antara para perokok dan yang bukan perokok. Perbedaannya meliputi ukuran papila dan pembuluh darahnya, ujar Pavlos seperti dikutip dari health24, Dengan adanya kekuatan elektrik yang diberikan pada lidah, normalnya seseorang akan merasakan adanya kejutan metalik dan memberi respons terkejut. Seberapa cepat respons terhadap kejutan itulah yang dijadikan tolak ukur sensitivitas dan kepekaan lidah seseorang oleh peneliti. Mereka yang masih memiliki lidah normal pun akan langsung bereaksi dan mencoba menghindar dari sengatan elektrik yang diberikan. Namun ternyata, para perokok bereaksi lebih lambat dibanding mereka yang tidak merokok. Sebanyak 28 perokok pun memiliki skor yang sangat buruk dan rendah dibanding 34 orang lainnya yang tidak merokok. Pavlos pun menemukan bahwa para perokok memiliki papila-papila lidah yang lebih datar dengan pembuluh darah yang kecil. Kesimpulannya yaitu, Nikotin menyebabkan perubahan morfologis dan fungsional dari papila lidah, terutama mereka yang sudah dewasa, ujar Pavlos.

Apa yang menyebabkan pedas? Pedas itu menurut aku bukanlah sgolongan rasa, tapi ia merupakan sebuah sensasi yang sitimbulkan oleh zat pedas pada cabai. Hal ini dapat dianalogikan dengan makanan dengan suhu panas atau dingin. Jadi rasa pedas itu bukan terjadi pada salah satu indra khusus pedas di lidah, tetapi semua permukaan lidah dapat mengalami sensasi pedas ini.

Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara. Struktur lainnya yang berhubungan dengan lidah sering disebut lingual, dari bahasa Latin lingua atau glossal dari bahasa Yunani, . Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia. Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir, dan reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut Struktur Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan (papila). Tonjolan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga macam bentuk, yaitu bentuk benang, bentuk dataran yang dikelilingi parit-parit, dan bentuk jamur. Tunas pengecap terdapat pada paritparit papila bentuk dataran, di bagian samping dari papila berbentuk jamur, dan di permukaan papila berbentuk benang. Sebagian besar, lidah tersusun atas otot rangka yang terlekat pada tulang hyoideus, tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis. Terdapat dua jenis otot pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik.

Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila. Terdapat tiga jenis papila yaitu: papila filiformis (fili=benang); berbentuk seperti benang halus; papila sirkumvalata (sirkum=bulat); berbentuk bulat, tersusun seperti huruf V di belakang lidah; papila fungiformis (fungi=jamur); berbentuk seperti jamur. Terdapat satu jenis papila yang tidak terdapat pada manusia, yakni papila folliata pada hewan pengerat. Tunas pengecap adalah bagian pengecap yang ada di pinggir papila, terdiri dari dua sel yaitu sel penyokong dan sel pengecap. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor, sedangkan sel penyokong berfungsi untuk menopang. Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan (papilla). Tonjolan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga macam bentuk, yaitu bentuk benang, bentuk dataran yang di kelilingi parit parit, dan bentuk jamur. Tunas pengecap terdapat pada parit parit papilla bentuk dataran, di bagian samping dari papilla berbentuk jamur dan di permukaan papilla berbentuk benang. Pada mamalia dan vetebrata yang lain, pada lidah terdapat reseptor untuk rasa. Reseptor ini peka terhadap stimulus dari zat zat kimia, sehingga disebut kemoreseptor. Reseptor tersebut adalah kuncup kuncup pengecap. Kuncup tersebut berbentuk seperti bawang kecil atau piala dan terletak di permukaan epithelium dan permukaan atas lidah kadang juga di jumpai pada langit langit rongga mulut, faring dan laring, walaupun sedikit sekali.Kuncup kuncup pengecap ini ada tersebar dan ada pula yang berkeloompok dalam tonjolan tonjolan epitel yang di sebut papilla. Terdapat empat macam papiila lidah yaitu :

penonjolan yang sangat padat sepanjang pinggi samping belakang lidah papila fungiformia, penonjolan dengan tangkai kecil dan permukaan yang melebar berbentuk seperti jamur papila sirkumfalata, melintang pada pangkal lidah dan merupaka papila yang sangat besar dengan menutupi papila yang lainnya papila filiformis, merupaka penonjolan berbentuk seperti konus, sangat banyak terdapat pada seluruh permukaan lidah, pada pada papila ini tidak terdapat kuncup kuncup pengecapSetiap kuncup pengecap terdiri dari dua macam sel, yaitu sel pengecap dan sel penunjang, pada sel pengecap terdapat silia (rambut gustatory) yang memanjang ke lubang pengecap. Zat zat kimia dari makanan yang kita maka mencapai kuncup pengecap melalui lubang lubang pengecap (taste proses). Kuncup kuncup pengecap dapat merespon empat rada dasar yaitu manis, asam, asin, dan pahit. Pada lidah reseptor reseptor yang sensitive terhadap rasa manis terdapat pada ujung lidah sedangkan untuk rasa asam terdapat pada bagian kanan dan kiri lidah. Pangakal lidah sensitif dengan rasa pahit dan bagian samping depan sensitive dengan rasa asin. TRANDUKSI RASA MANIS Rasa mais dimulai dengn melekatnya molekul gua pada porus perasa. Kemudian hal ini akan mengaktifkan stimulator yang terdapat pada sitoplasma yang terdapat pada membran. Stimulator (protein G ) akan teraktivasi selanjutnya akan mengaktifkan enzim adenilat siklase. Enzim ini akan mengaktifkan pembentukan Camp dari ATP. Terjadinya peningkatan camp akan mengakibatkan terstimulasinya enzim sitoplasma lainnya. Hal ini akan membuat ion K dapat keluar sehingga mengakibatkan depolarisasi pada puting pengecap. Hal ini akan mengakibatkan terlepasnya neotransmiter ke sinaps dan selanjutnya akan diteruskan ke otak. TRANDUKSI RASA ASIN Rasa asin disebabkan masuknya ion Na. Masuknya ion Na mengakibatkan tertutupnya saluran keluar ion K. Depolarisasi mengakibatkan neotransmiter keluar, dan impuls bisa diterima oleh otak. TRANDUKSI RASA PAHIT Transtan pahit akan berikatan dengan reseptor pada membran. Pelekatan ii akan mengakibatkan teraktivasinya protein G lainnya yang kemudian akan mengaktifkan enzim fosfolipase. Enzim ini akan membuat IP3 yang merupan senyawa yang larut daam sitoplasma yang terdapat dalam RE. Berikatan IP3 dengan reseptor akan membuat terbukanya ion Ca. Maka ion Ca akan keluar menuju Sitoplasma. Peningkatan ion Ca akan membuat saluran K terbuka dan terjadi sinaps. TRANDUKSI RASA ASAM Tidak sepeti rasa manis dan pahit, ras asam terjadi karena konsentrasi proteon atau ion H. Membran sanyat permeable terhadap proton ini. Masuknya proton akan membuat depolarisasi akibatnya neotransmiter dilepaskan ke sinaps.

Tahapan Indera Pengecap Bayi Pertimbangkan betul jenis makanan padat dan minuman yang akan diperkenalkan pada anak selepas masa ASI ekslusif. Sesuaikan dengan tahapan perkembangan indera pengecap. Usia 0-3 bulan: Mampu merasakan rasa manis dari ASI. Usia 3-6 bulan: Mengenal rasa asin. Usia 6-9 bulan: Mampu merasakan rasa manis dari sereal atau buah-buahan seperti pisang dan jeruk yang mulai dikenalkan setelah masa pemberian ASI ekslusif. Usia 9-12 bulan: Memapu mengecap semua rasa tapi belum optimal. Rasa yang paling dikenal tetap rasa manis. Bila Anda mengenalkan sayuran, tomat, atau ayam sebaiknya dicampur dengan bahan makanan yang rasanya manis, misalnya ubi alar, supaya dapat dikenali anak sebagai makanan yang rasanya manis. Gangguan Pada Lidah Gangguan Lidah1.Luka :

Luka berat adalah hal yang paling sering menyebabkan ketidaknyamanan lidah. Lidah tersebut mempunyai banyak ujung saraf untuk rasa sakit dan peraba dan lebih peka terhadap rasa sakit dibandingkan kebanyakan bagian lain pada tubuh. Lidah sering tiba-tiba tergigit tetapi cepat sembuh. Gigi yang tajam atau rusak bisa sangat merusak jaringan yang mudah rusak tersebut. 2. Berbulu:

Pertumbuhannya terlalu cepat dari proyeksi normal di atas lidah (Vili) bisa membuat lidah tampak berbulu. Lidah tersebut bisa juga tampak berbulu setelah demam, setelah pengobatan antibiotik, atau ketika pencuci mulut peroxide digunakan terlalu sering. Bulu ini pada ujung lidah tidak perlu dibingungkan dengan leukoplakia berbulu. Leukoplakia berbulu terbentuk di sisi lidah dan merupakan karakteristik AIDS. 3. Perubahan warna :

Villi lidah bisa menjadi berubah warna jika seseorang merokok atau mengunyah tembakau, makan makanan tertentu, atau memiliki bakteri berwarna yang berkembang pada lidah.Ujung lidah bisa terlihat berwarna hitam jika seseorang menggunakan sediaan bismuth untuk gangguan perut. Penyikatan lidah dengan menggunakan sikat gigi atau kikisan dengan pengikis lidah bisa menghilangkan beberapa perubahan warna. Anemia kekurangan zat besi bisa membuat lidah terlihat pucat dan lembut. Anemia pernicious, yang disebabkan oleh kekurangan Vitamin B12, bisa juga membuat lidah terlihat pucat dan lembut. Tanda pertama pada demam scarlet kemungkinan berubah dari warna normal lidah menjadi warna strawberi, dan kemudian warna rasberi.

4. Luka dan benjolan :

Luka pada lidah bisa disebabkan oleh reaksi alergi, infeksi virus herpes simplex mulut, luka sariawan, tuberculosis, infeksi bakteri, atau sifilis tahap-awal. Luka bisa juga disebabkan oleh alergi atau gangguan sistem kekebalan lainnya. Meskipun benjolan kecil pada kedua sisi lidah biasanya tidak berbahaya, sebuah benjolan hanya pada salah satu sisi bisa bersifat kanker. Daerah berwarna putih atau merah yang tidak bisa dijelaskan, luka, atau bengkak (menjadi keras) pada lidah-khususnya jika tidak terasa sakit-kemungkinan tanda kanker dan harus diteliti oleh seorang dokter atau dokter gigi. 5. Rasa tidak nyaman :

Lidah yang tidak nyaman bisa dihasilkan dari iritasi oleh makanan tertentu, khususnya yang asam (misal, nanas), atau rasa tertentu di dalam pasta gigi, pencuci mulut, permen, atau permen karet. Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada lidah, sama seperti luka dan infeksi bisa lakukan. Infeksi umum yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada lidah adalah thrush (candidiasis), dimana jamur berbentuk lapisan putih pada gigi yang terlalu cepat bertumbuh yang menutupi lidah. Nyeri intensif pada seluruh mulut bisa disebabkan oleh sindrom mulut terbakar.hal ini adalah proses eliminasi untuk menemukan hanya apa yang menyebabkan rasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman pada lidah tidak disebabkan oleh infeksi biasanya diobati dengan menghilangkan penyebab tersebut. Misal, orang tersebut bisa mencoba untuk merubah merek pasta gigi, Kesimpulan 1) Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. 2) Gangguan-gangguan pada lidah yaitu luka, berbulu, perunahan warna, benjolan, rasa tidak nyaman 3) Pada sistem indera, reseptor indera adalah struktur yang mengenali stimulus di lingkungan internal atau eksternal organisme. Sebagai respon pad stimuli, reseptor indera memajukan transduksi indera dengan mengalirkan potensial reseptor atau potensial aksi pada sel yang sama. Jika stimulus cukup kuat, potensial aksi akan dialirkan secara cepat 4) Fungsi kelenjar lidah yaitu melicinkan, membasahi, dan membersihkan rongga mulut, Membantu proses pencernaan makanan,dan Berpartisipasi dalam proses pembekuan dan penyembuhan luka karena terdapat faktor pembekuan darah dan epidermal growth factor pada saliva