Anda di halaman 1dari 9

Bagi penderita kolesterol tinggi, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus dengan 600 cc air

hingga tersisa 300 cc. Kemudian arinya diminum secara teratur. Untuk melancarkan peredaran darah, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun dewa segar direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak dua kali sehari. JUDUL BARU Khasiat daun salam yang sangat bermanfaat bagi kesehatan untuk penyakit asam urat, diabetes, maupun untuk diet memang sudah tidak diragukan lagi. Daun salam, bernama latin Eugenia Polyyantha, lebih dikenal sebagai bumbu dapur di kuliner Indonesia. Orang Sumatera biasa menyebutnya mesalengan atau ubi serai. Orang Sunda mengenalnya sebagai gowok, sedangkan orang Jawa biasa menyebutnya dengan sebutan manting atau katolam. Daun salam banyak ditemukan di daerah pegunungan dan hutan, namun sebenarnya pohon salam relatif mudah ditanam di pekarangan rumah atau kebun. Karena berakar tunggang, pohon ini mudah dikembangbiakkan, misalnya dengan cara pencangkokan. Ciri pohon daun salam, batang pohon bulat licin dan cukup besar, dengan tinggi sampai mencapai 25 meter. Satu pohon menghasilkan lembaran daun salam yang berlimpah. Tak heran kalau di pasar tradisional daun salam masih dijual orang untuk kembalian atau pengganti uang kecil. Sebagai bumbu dapur, daun salam mengeluarkan aroma minyak astiri sebesar 0,05% untuk menyedapkan masakan. Selain itu juga terkandung zat sitral, eugenol, tanin dan flavonida. Khusus zat tanin, berkhasiat menciutkan [astringent], sehingga orang sering memanfaatkan daun salam untuk menghentikan diare, mengecilkan pori-pori kulit dan mengurangi keluarnya keringat. Khasiat daun salam memang tidak bisa dianggap remeh! Dalam bidang industri, zat tanin digunakan dalam usaha kecantikan kulit. Hasil penelitian di FMIPA Universitas Indonesia dan Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada diketahui, daun salam berkhasiat menurunkan tekanan darah dan kolesterol darah. Di luar negeri daun salam dapat digantikan dengan daun laurier, bay leaf atau tidak sama sekali, karena ketidakhadiran daun salam juga tidak mempengaruhi rasa dan aroma masakan. JUDUL BARU Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang secara alami diproduksi oleh tubuh untuk membentuk membran sel. Kolesterol merupakan kombinasi lipid (lemak) dan steroid. 80% kolesterol tubuh yang diproduksi oleh hati dan 20% sisanya berasal dari makanan yang kita makan. Makanan yang banyak kolesterol terutama banyak ditemukan pada lemak dari hewan, jeroan, kuning telur , santan, kerang/tiram, produk susu,

mentega, dll. Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tetapi, sejauh pemasukan ini seimbang dengan kebutuhan, tubuh kita akan tetap sehat. Kolesterol makanan diserap dari usus dan disimpan dalam hati. Hati mampu mengatur kadar kolesterol dalam aliran darah dan dapat mengeluarkan kolesterol jika diperlukan oleh tubuh. Kolesterol tidak larut dalam cairan darah, untuk itu agar dapat dikirim ke seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut Lipoprotein, yang dapat dianggap sebagai 'pembawa' (carrier) kolesterol dalam darah. Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) Jenis kolesterol ini berbahaya sehingga sering disebut juga sebagai kolesterol jahat. Kadar LDL yang tinggi dapat menyebabkan pengendapan kolesterol dalam pembuluh darah. Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) tidak berbahaya karena dapat membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri kembali ke hati, untuk diproses dan dibuang. HDL mencegah kolesterol mengendap di arteri dan melindungi pembuluh darah dari proses Aterosklerosis (terbentuknya sumbatan pada dinding pembuluh darah). Kolesterol LDL yang berlebihan dapat mengendap pada dinding pembuluh darah yang akan mengakibatkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah, atau disebut dengan aterosklerosis (terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah). Bila penyempitan dan pengerasan ini cukup berat, maka suplai darah ke otot jantung tidak cukup jumlahnya, dan timbullah rasa sakit atau nyeri dada yang disebut sebagai angina dan bila berlanjut akan menyebabkan kematian jaringan otot jantung yang disebut Infark miokard dan Jika ini menyebar luas, maka akan menyebabkan kondisi yang disebut gagal jantung (heart failure). Jika sumbatan ini menyerang pembuluh darah otak, maka akan terjadi stroke. Di sinilah kolesterol (khususnya LDL) berperan negatif terhadap kesehatan dan harus selalu dikontrol. Beberapa obat herbal untuk membantu menurunkan kolesterol jahat:

Obat Herbal Kolesterol Unggulan Kami


Resep Tanaman obat herbal kolesterol 1:

Daun

Salam

(Syzigium

polyanthii

folium)

Rebus

daun

salam

bersama

laos

lalu

minum

air

rebusan

tersebut.

herbal daun salam secara tradisional dipercaya dapat menurunkan kolesterol dan diabetes. daun salam mengandung flavonoid dan tanin sebagai zat yang mampu menurunkankan kolesterol. Dapat pula menurunkan kadar gula dalam darah.

Read more about Obat Herbal dan obat Tradisional Penurun Kolesterol | Pusat Obat Herbal, dan Tanaman Obat Tradisional Berkualitas by www.tanaman-obat.com JUDUL BARU

Salam atau Syzygium polyanthum atau Eugenia polyantha, atau E. lucidula, Miq. Familia : Myrtaceae Salam tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1,800 m dpl. Pohon bertajuk rimbun, tinggi mencapai 25 m, berakar tunggang, batang bulat, permukaan licin. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai yang panjangnya 0,5-1 cm. Helaian daun bentuknya lonjong sampai elips atau bundar telur sungsang, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, panjang 5-15 cm, lebar 3-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan atas licin berwarna hijau tua, permukaan bawah warnanya hijau muda. Daun bila diremas berbau harum.

Bunganya bunga majemuk tersusun dalam malai yang keluar dari ujung ranting, warnanya putih, baunya harum. Buahnya buah buni, bulat, diameter 8-9 mm, warnanya bila muda hijau, setelah masak menjadi merah gelap, rasanya agak sepat. Biji bulat, penampang sekitar 1 cm, warnanya coklat. Salam ditanam untuk diambil daunnya sebagai pelengkap bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan dengan biji, cangkok atau stek.

Untuk arti yang lain, lihat Salam (disambiguasi). ? Salam

Daun dan bunga salam

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Myrtales Famili: Myrtaceae Genus: Syzygium Spesies: S. polyanthum Nama binomial Syzygium polyanthum
(Wight) Walpers

Salam adalah nama pohon penghasil daun rempah yang digunakan dalam masakan Nusantara. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Indonesian bay-leaf atau Indonesian laurel, sedangkan nama ilmiahnya adalah Syzygium polyanthum. [1]

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Pemerian botanis 2 Nama Lain 3 Kegunaan o 3.1 Kegunaan Obat Tradisional 4 Ekologi 5 Budidaya 6 Rujukan

[sunting] Pemerian botanis

Pohon berukuran sedang, mencapai tinggi 30 m dan gemang 60 cm. Pepagan (kulit batang) berwarna coklat abu-abu, memecah atau bersisik. Daun tunggal terletak berhadapan, dengan tangkai hingga 12 mm. Helai daun berbentuk jorong-lonjong, jorong sempit atau lanset, 5-16 x 2,5-7 cm, gundul, dengan 6-11 urat daun sekunder, dan sejalur urat daun intramarginal nampak jelas dekat tepi helaian, berbintik kelenjar minyak yang sangat halus. Karangan bunga berupa malai dengan banyak kuntum bunga, 2-8 cm, muncul di bawah daun atau kadang-kadang pada ketiak. Bunga kecil-kecil, duduk, berbau harum, berbilangan-4; kelopak seperti mangkuk, panjangnya sekitar 4 mm; mahkota lepas-lepas, putih, 2,5-3,5 mm; benang sari banyak, lk. 3 mm, terkumpul dalam 4 kelompok, lekas rontok; piringan tengah agak persegi, jingga kekuningan. Buah buni membulat atau agak tertekan, 12 mm, bermahkota keping kelopak, berwarna merah sampai ungu kehitaman apabila masak.

[sunting] Nama Lain


Salam memiliki banyak nama yaitu:

Melayu: ubar serai[2] Sunda, Jawa dan Madura: Salam[2] Kangean: kastolam[2] Jawa: manting [3] Sumatera: meselengan [3]

[sunting] Kegunaan

Bunga salam yang bergerombol Daun salam digunakan terutama sebagai rempah pengharum masakan di sejumlah negeri di Asia Tenggara, baik untuk masakan daging, ikan, sayur mayur, maupun nasi. Daun ini dicampurkan dalam keadaan utuh, kering atau pun segar, dan turut dimasak hingga makanan tersebut matang. [4] Rempah ini memberikan aroma herba yang khas namun tidak keras. Di pasar dan di dapur, salam kerap dipasangkan dengan laos alias lengkuas. Kayunya berwarna coklat jingga kemerahan dan berkualitas menengah. Kayu yang tergolong ke dalam kayu kelat (nama perdagangan) ini dapat dipergunakan sebagai bahan

bangunan dan perabot rumah tangga. Kulit batang salam mengandung tanin, kerap dimanfaatkan sebagai ubar (untuk mewarnai dan mengawetkan) jala, bahan anyaman dari bambu dan lain-lain. Kulit batang dan daun salam biasa digunakan sebagai bahan ramuan tradisional untuk menyembuhkan sakit perut. Buah salam dimakan orang juga, meski hanya anak-anak yang menyukainya.[1]

[sunting] Kegunaan Obat Tradisional


Secara tradisional, daun salam digunakan sebagai obat sakit perut. [1] Daun salam juga dapat digunakan untuk menghentikan buang air besar yang berlebihan. [5] Pohon salam bisa juga dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat, stroke, kolesterol tinggi, melancarkan peredaran darah, radang lambung, diare, gatal-gatal, kencing manis, dan lain-lain. [6] Penggunaan daun salam sebagai obat diatas disebabkan oleh kandungannya yakni pada daun salam kering terdapat sekitar 0,17% minyak esensial, dengan komponen penting eugenol dan metil kavikol (methyl chavicol) di dalamnya. Ekstrak etanol dari daun menunjukkan efek antijamur dan antibakteri, sedangkan ekstrak metanolnya merupakan anticacing, khususnya pada nematoda kayu pinus Bursaphelenchus xylophilus. [4] Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan ini adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.[6] Ekstrak daun salam 3x250 mg/hari menunjukkan kecenderungan dapat menurunkan kadar gula darah puasa dan 2 jam setelah makan terutama pada kadar gula darah di bawah 200 mg/dL walaupun secara statistik perbedaannya tidak signifikan. [7]

[sunting] Ekologi
Salam menyebar di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Pohon ini ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan primer dan sekunder, mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.000 m (di Jawa), 1.200 m (di Sabah) dan 1.300 m dpl (di Thailand); kebanyakan merupakan pohon penyusun tajuk bawah. [4] Di samping itu salam ditanam di kebun-kebun pekarangan dan lahan-lahan wanatani yang lain, terutama untuk diambil daunnya. Daun salam liar hampir tak pernah dipergunakan dalam masakan, selain karena baunya sedikit berbeda dan kurang harum, salam liar juga menimbulkan rasa agak pahit.

[sunting] Budidaya
Tanaman salam tumbuh pada tanah dengan ketinggian 225-450 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan 3.000-4.000 mm/tahun pada jenis latosol kehitaman.[8]. Pemupukan dilakukan dengan menambah pupuk kandang secukupnya pada saat penanaman.[8] Untuk menambah daun, dilakukan penambahan pupuk NPK.[8]

Pemanenen salam dilakukan dengan pemetikan daun yang sudah berwarna hijau tua. Daun tersebut dipangkas secara acak pada ranting-rantingnya. [2]. Sesudah daun diperoleh dari rantingnya, daun dilayukan dengan cara dihamparkan di lantai pada suhu 27 C dengan pembalikan intensif selama tiga hari.[2] Untuk mendapatkan minyak atsiri selanjutnya simplisia salam disuling dengan alat penyuling air dan uap selama 10 jam.[8]

Salam (Syzygium polyanthum [Wight.] Walp.)


Senin, 21 Feb 2005 14:30:09

Pdpersi, Jakarta - Salam tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Pohon ini dapat ditemukan di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1.400 mdpl. Pohon tinggi mencapai 25 m, batang bulat, permukaan licin, bertajuk rimbun dan berakar tunggang. Daun tunggal, letak berhadapan, panjang rangkai daun 0,5-1 cm. Helaian daun berbentuk lonjong sampai elips atau bundar telur sungsang, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas licin berwarna hijau tua, permukaan bawah berwarna hijau muda, panjang 5-15 cm, lebar 3-8 cm, jika diremas berbau harum. Bunga majemuk tersusun dalam bentuk malai yang keluar dari ujung ranting, berwarna putih, baunya harum. Buahnya buah buni, bulat berdiameter 8-9 mm, buah muda berwarna hijau, setelah masak menjadi merah gelap, rasanya agak sepat. Biji bulat. diameter sekitar 1 cm, berwarna cokelat. Salam ditanam untuk diambil daunnya sebagai pelengkap bumbu dapur, sedangkan kulit pohonnya digunakan sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Buahnya dapat diperbanyak dengan biji, cangkok atau stek. Sifat dan Khasiat Daun rasanya kelat dan astrigen Kandungan Kimia Salam menganung minyak asiri (sitral, eugenol), tanin dan flavonoid Bagian yang digunakan Bagian yang digunakan adalah daun. Selain itu kulit batang, akar dan buah juga berkhasiat sebagai obat. Indikasi Daun digunakan untuk pengobatan:

Kolesterol tinggi Kencing manis (Diabetes mellitus) Tekanan darah tinggi (Hipertensi) Radang lambung/maag (gastritis)

Diare

Buah digunakan untuk pengobatan :


Mabuk alkohol Cara pemakaian Menurunkan kadar kolesterol darah yang tinggi Cuci 10-15g daun salam segar sampai bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus di malam hari. Lakukan pengobatan ini setiap hari. Mabuk alkohol Cuci 1 genggam buah salam masak sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Peras dan saring, lalu air yang terkumpul diminum sekaligus

Efek farmakologis dan hasil pemakaian 1. Kromatografi gas menunjukkan minyak asiri dan salam mengandung 28 gas komponen, salah satunya eugenol. Dengan kromatografi lapis tipis disimpulkan bahwa minyak asiri daun salam terdiri dari seskuiterpen lakton yang mengandung fenol. Konsentrasi terkecil minyak asiri yang mampu menghambat pertumbuhan E.Coli adalah 40%, sedangkan terhadap S.aureus sekitar 5% (Retno Sadewi,FF UGM, 1992) 2. Uji mikrobiologi dengan menggunakan metode cakram menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun salam dapat, menghambat pertumbuhan bakteri E.coli, Vibrio cholera, Salmonella sp. tetapi Enterobacter sp. bersifat resisten. (Beni Wraman, JF FMIPA UNAND) 3. Ekstrak air daun salam memiliki efek hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah). Pada tikus penderita diabetes mellitus yang tidak tergantung pada insulin (DMTTI), sedangkan pada tikus penderita diabetes mellitus yang tergantung pada insulin tidak nampak efek hipoglikemik. (Ni Putu Maryati, FF UGM, 1989) Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty

Nama Lokal : Gowok, (Sunda), manting (Jawa), kastolam (Kangean); Meselangan, ubar serai (Melayu),; Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura); Sifat Kimia: Daun: Rasa kelat, wangi. Kandungan Kimia: Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida.