Anda di halaman 1dari 3

ACUTE FLACCID PARALYSIS (AFP)

AFP = Lumpuh layuh mendadak yaitu gejala lumpuh yang terjadi secara cepat (mendadak atau akut), dengan sifat kelumpuhannya adalah lemas (layuh atau paralitik yang tidak disebabkan oleh ruda paksa. Sifat akut diartikan dengan lama waktu mulai sakit demam, pilek sampai dengan berlangsung cepat berkisar antara 1-14 hari. Penemuan kasus lumpuh layuh mendadak pada usia <15 tahun ditujukan untuk membuktikan ada tidaknya Virus Polio Liar di Indonesia dalam rangka eradikasi polio (ERAPO)1.

Gambar 1. Alur Pelaksanaan Surveilans Aktif di RS2.

Terapi Non Farmakologis 3. 1. Bedrest total dan memposisikan tubuh secara benar dengan cara : a. memflexikan panggul b. memflexikan lutut kira-kira 5o c. tungkai kaki dengan telapak kaki tegak lurus. d. kedua tungkai kaki diberi sandaran di lateral untuk mencegah rotasi 2. Ketika nyeri, pergerakan pasif dari sendi sekitar 10 menit, 2-3 kali sehari. 3. Kompres air hangat pada tempat nyeri akan mengurangi rasa nyeri. 4. Jika retensi urine terjadi, kompres hangat-dingin di area suprapubik Perhatian : Pijitan atau menginjeksi secara intra muskular mungkin akan menyebabkan munculnya paralisis.

Terapi Farmakologis3. 1. Tidak ada terapi spesifik untuk polio 2. Demam dan nyeri dapat diberi paracetamol/ ibuprofen 3. Jika terjadi paralisis, distress respirasi, bulbar involvemen, atau komplikasi lain segera rujuk ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas ventilator.

REFERENSI Departemen Kesehatan RI. 2006. Glosarium Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Departemen Kesehatan RI. Di akses via internet pada tanggal 14 November 2011

Menteri Kesehatan RI. 2007. Pedoman Surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP). Jakarta : Departemen Kesehatan RI

Anonim. 2011. Acute Flaccid Paralysis (AFP). Di akses pada situs www.dsprud.com/acute-flaccid-paralysis-afp.html November 2011 pada tanggal 13