Anda di halaman 1dari 7

MATA KULIAH MATERI KULIAH FAKULTAS JURUSAN SEMESTER TAHUN AKADEMIK PENYUSUN

: : : : : : :

METODE PENELITIAN TEKNIK SAMPLING EKONOMI MANAJEMEN GENAP 2007/2008 4 Ir. Sugiyono, MSi.

MODUL/TATAP MUKA KE :

Teknik Sampling

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS: 1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel dari suatu penelitian. 2. Mengetahui teknik-teknik pengambilan sampel. 3. Mampu menghitung jumlah sampel yang akan digunakan dalam suatu penelitian. DAFTAR MATERI PEMBAHASAN: A. B. Sampel. C. Teknik Sampling. Probability sampling Non-probability sampling D. Menentukan Jumlah Sampel. Populasi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sugiyono, MSi METODOLOGI PENELITIAN

Teknik Sampling

TEKNIK SAMPLING

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Keadaan Populasi Tidak Diketahui

Reduksi
Data Dikumpulkan Dari Sampel, Kesimpulan Berlaku Untuk Populasi

Generalisasi Yang Bersifat Hipotetik

Gambar 5.1. Penelitian Bekerja Dengan Data Sampel

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sugiyono, MSi METODOLOGI PENELITIAN

Teknik Sampling

Teknik Sampling

Probability Sampling

Non Probability Sampling

1. Simple random sampling 2. Proportionate stratified random sampling 3. Disproportionate stratified random sampling 4. Area (cluster) sampling (sampling menurut daerah)
Gambar 5.2. Teknik Sampling

1. 2. kuota 3. 4. 5. jenuh 6. sampling

Sampling Sampling

sistematis

Sampling Purposiv Sampling Snowball

aksidental e sampling

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sugiyono, MSi METODOLOGI PENELITIAN

Teknik Sampling

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel harus representatif. Teknik Sampling adalah teknik pengambilan sampel. Contoh teknik sampling: Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi yang dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi simple random, proportionate stratified random, dispropotionate stratified random, dan area random). simple random adalah pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Cara seperti dilakukan apabila anggota populasi dainggap homogen. proportionate stratified random digunakan apabila populasi mempunyai anggota atau unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proposional. Misal: jumlah pegawai yang lulus S1=45, S2=30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. dispropotionate stratified random digunakan untuk menentukan jumlah sampel apabila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misal pegawai suatu perusahaan mempunyai 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang lulusan S1, 800 orang SMU, 700 orang SMP, sehingga lulusan S3 dan S2 diambil semuanya sebagai sampel. cluster sampling/area sampling digunakan untuk menentukan sampel apabila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Misalnya di Indonesia terdapat lebih dari 27 propinsi dan sampelnya menggunakan 10 propinsi, maka pengambilan 10 propinsi itu dilakukan secara random. Teknik sampling ini sering menggunakan dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan sample daerah dan tahap kedua menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling. Non-probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi sampling sistematis, Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Sugiyono, MSi METODOLOGI PENELITIAN

Teknik Sampling

sampling kuota, sampling aksidenta, purposive sampling, sampling jenuh dan snowball sampling. sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota yang terdiri dari 100 orang. Mereka diberi nomor urut dari nomor 1 sampai 100. Pengambilan sampel dilakukan nomor ganjil saja atau genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu. sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Misal, penelitian pendapat masyarakat tentang produk tertentu. Jumlah sampel ditentukan sebanyak 500 orang, maka penelitian akan selesai dilakukan apabila jumlah orang yang diteliti sebanyak 500 orang. sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan suatu kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel apabila orang yang kebetulan ditemui itu dipandang cocok sebagai sumber data. purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. misal penelitian tentang kualitas makanan, maka sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. sampling jenuh adalah teknik penentuan sample bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Teknik ini sering digunakan apabila populasi relatif kecil, yakni kurang dari 30 orang. snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar ibarat bola salju yang menggelinding lama-lama menjadi besar. Penelitian kualitatif banyak menggunakan sampel purposive dan snowball.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sugiyono, MSi METODOLOGI PENELITIAN

Teknik Sampling

Menentukan Jumlah Sampel. Tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu dikembangkan oleh Isaac & Michael untuk tingkat kesalahan 1%, 5%, dan 10% menggunakan rumus tertentu. Semakin kecil taraf kesalahan, jumlah sampel semakin besar. Lihat Tabel 5.1. apabila jumlah populasi tidak terhingga, untuk kesalahan 1%, maka jumlah sampelnya sebanyak 664. Misal: jumlah penduduk di suatu daerah (populasi) sebanyak 1000 orang. Jumlah penduduk yang lulus S-1 = 50. Berdasarkan Tabel Isaac & Michael, untuk tingkat kesalahan 5%, jumlah sampel yang diperlukan 258. Jumlah sampel S-1 = (50/1000) x 258 = 13. DAFTAR PUSTAKA Emory, C.W. & D.R. Cooper. 1991. Business Research Methods. 4th Ed. Irwin, Illinois. Kasmir. 2004. Manajemen Perbankan. PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. Munawir. 1995. Analisa Laporan Keuangan. Liberty, Yogyakarta. Nasir, M. 2005. Metode Penelitian. Cetakan ke-6. Ghalia Indonesia, Bogor. Nurgiyantoro, B., Gunawan, & Marzuki. 2000. Statistik Terapan untuk Penelitian IlmuIlmu Sosial. Gajah Mada University Press, Yogyakarta. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta, Bandung. Trihendradi, C. 2005. Step by Step SPSS 13: Analisis Data Statistik. Andi, Yogyakarta. Walpole, R.E. 1995. Pengantar Statistika. Edisi ke-3. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sugiyono, MSi METODOLOGI PENELITIAN