Anda di halaman 1dari 14

Pisces atau ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin)[1] yang hidup di air dan bernapas dengan

insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai "ikan", seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan. Ikan dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air tawar, air payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Namun, danau yang terlalu asin seperti Great Salt Lake tidak bisa menghidupi ikan. Ada beberapa spesies ikan dibudidayakan untuk dipelihara untuk dipamerkan dalam akuarium. Ikan adalah sumber makanan yang penting. Hewan air lain, seperti moluska dan krustasea kadang dianggap pula sebagai ikan ketika digunakan sebagai sumber makanan. Menangkap ikan untuk keperluan makan dalam jumlah kecil atau olah raga sering disebut sebagai memancing. Hasil penangkapan ikan dunia setiap tahunnya berjumlah sekitar 100 juta ton. Overfishing adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris untuk menjelaskan penangkapan ikan secara berlebihan. Fenomena ini merupakan ancaman bagi berbagai spesies ikan. Pada tanggal 15 Mei 2003, jurnal Nature melaporkan bahwa semua spesies ikan laut yang berukuran besar telah ditangkap berlebihan secara sistematis hingga jumlahnya kurang dari 10% jumlah yang ada pada tahun 1950. Penulis artikel pada jurnal tersebut menyarankan pengurangan penangkapan ikan secara drastis dan reservasi habitat laut di seluruh dunia. http://ensiklofauna.net46.net/?q=node/5 Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin)[1] yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak (jv, bjn), jukut (vkt). Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai "ikan", seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan. . Sistem Pencernaan Pada Ikan Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat

gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umumnya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus. Kelenjar pencernaan pada ikan, meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besal, berwarna merah kecoklatan, terletak di bagian depan rongga badan dan mengelilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yang menuju ke arah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu untuk membanfu proses pencernaan lemak. Kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauary terletak di sebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pankreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim enzim pencernaan dan hormon insulin.

Alat Pernapasan pada Ikan Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dare insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dare sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung. Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi. Pada fase inspirasi, 02 dari air masuk ke dalam insang kemudian 02 diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi, C02 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh. Selain dimiliki oleh ikan, insang juga dimiliki oleh katak pada fase berudu, yaitu insang luar. Hewan yang memiliki insang luar sepanjang hidupnya adalah salamander.

SISTEM PERNAPASAN IKAN Sistem pernapasan ikan "bernapas" dengan mengambil oksigen yang terlarut dalam air yang mereka alirkan melewati insang. Mereka tidak mampu hidup lebih dari beberapa menit di luar air. Agar mampu hidup di darat, mereka harus mendapatkan sistem paru-paru yang sempurna secara tiba-tiba. Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum.Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung. Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi. Pada fase inspirasi, 02 dari air masuk ke dalam insang kemudian 02 diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi, C02 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh. Selain dimiliki oleh ikan, insang juga dimiliki oleh katak pada fase berudu, yaitu insang luar. Hewan yang memiliki insang luar sepanjang hidupnya adalah salamander. Alat respirasi adalah alat atau bagian tubuh tempat 02 dapat berdifusi masuk dan sebaliknya C02 dapat berdifusi keluar. Alat respirasi pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang lain, ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea, dan paruparu buku, bahkan ada beberapa organisme yang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke dalam tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera, dan coelenterata. Pada ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh. Ikan-ikan yang terjangkit akan menunjukkan penampakan berupa bintik-bintik putih pada sirip, tubuh, insang atau mulut. Masing-masing bintik ini sebenarnya adalah individu parasit yang diselimuti oleh lapisan semi transparan dari jaringan tubuh ikan. Pada awal perkembangannya bintik tersebut tidak akan bisa dilihat dengan mata. Tapi pada saat parasit tersebut makan, tumbuh dan membesar, sehingga bisa mencapai 0.5-1 mm, bintik tersebut dapat dengan mudah dikenali. Pada kasus berat beberapa individu dapat dijumpai bergerombol pada tempat yang sama. Ikan merupakan kelompok hewan ovipar, ikan betina dan ikan jantan tidak memiliki alat kelamin luar. Ikan betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang, namun mengeluarkan ovum yang tidak akan berkembang lebih lanjut apabila tidak dibuahi oleh sperma. Ovum tersebut dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk dan dikeluarkan melalui kloaka. Saat akan bertelur, ikan betina mencari tempat yang rimbun olehtumbuhan air atau diantara bebatuan di dalam air.

Bersamaan dengan itu, ikan jantan juga mengeluarkan sperma dar testis yang disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran sperma) dan keluar melalui kloaka, sehingga terjadifertilisasi di dalam air (fertilisasi eksternal). Peristiwa ini terus berlangsung sampai ratusan ovum yang dibuahi melekat pada tumbuhan air atau pada celah-celah batu. Telur-telur yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-bulatan kecil berwarna putih. Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 24 40 jam. Anak ikan yang baru menetas akan mendapat makanan pertamanya dari sisa kuning telurnya, yang tampak seperti gumpalan di dalam perutnya yang masih jernih. Dari sedemikian banyaknya anak ikan, hanya beberapa saja yang dapat bertahan hidup.

Sistem Ekskresi pada Pisces Sistem eksresi ikan seperti juga pada vertebrata lain, yang mempunyai banyak fungsi antara lainuntuk regulasi kadar air tubuh, menjaga keseimbangan garam dan mengeliminasi sisa nitrogenhasil dari metabolisme protein. Alat pengeluaran ikan terdiri dari: Insang yang mengeluarkan CO2 dan H2O Kulit ; kelenjar kulitnya mengeluarkan lendir sehingga tubuhnya licin untuk memudahkan gerak di dalam air. Sepasang ginjal (sebagian besar) yang mengeluarkan urine.Berkembang dua tipe ginjal pada ikan, yaitu; Pronefros,Ginjal pronefros adalah yang paling primitif, meski terdapat pada perkembanganembrional sebagian besar ikan, tetapi saat dewasa tidak fungsional, fungsinya akandigantikan oleh mesonephros. Perkecualian pada ikan hagfish (Myxine) dan lamprey. MesonefrosGinjal ikan bertipe mesonefros, berfungsi seperti opistonefros pada embrio emniota.Keduanya mirip, perbedaan prinsip adalah kaitannya dengan sistem peredaran darah, tingkatkompleksitas, dan pada efisiensinya. Jumlah glomerulus ikan air tawar lebih banyak dandiameternya lebih besar dibandingkan dengan ikan laut.Ikan beradaptasi terhadap lingkungannya dengan cara khusus. Terdapat perbedaan adaptasiantara ikan air laut dan ikan air tawar dalam proses eksresi. Keduanya memiliki cara yang berlawanan dalam mempertahankan keseimbangan kadar garam di dalam tubuhnya.Air garam cenderung menyebabkan tubuh terdehidrasi, sedangkan pada kadar garam rendahdapat menyebabkan naiknya konsentrasi garam tubuh. Ginjal ikan harus berperan besar untuk menjaga keseimbangan garam tubuh. Beberapa ikan laut memiliki kelenjar eksresi garam padainsang, yang berperan dalam mengeliminasi kelebihan garam. Ginjal berfungsi untuk menyaringsesuatu yang terlarut dalam air darah dan hasilnya akan dikeluarkan lewat korpus renalis.Tubulus yang bergulung berperan penting dalam menjaga keseimbangan air. Hasil yang hilang pada bagian tubulus nefron, termasuk air dan yang lain, diabsorpsi lagi ke dalam aliran darah.Korpus renalis lebih besar pada ikan air tawar daripada ikan air laut, sehingga cairan tubuh tidak banyak keluar karena penting untuk menjaga over dilusi (agar cairan tubuh tidak terlalu encer).Elasmobranchii, tidak seperti kebanyakan ikan air laut, memiliki korpus renalis yang besar danmengeluarkan air relatif banyak, seperti pada ikan air tawar. Bangunan seperti kantung kemih pada

beberapa jenis ikan hanya untuk penampung urine sementara, dan umumnya hanya berupa perluasan dari bagian akhir duktus ekskretori. OSMOREGULASIPengaturan tekanan osmotik cairan tubuh yang layak bagi kehidupan ikan, sehingga proses- proses fisiologis tubuhnya berfungsi normal. Osmoregulasi dilakukan dengan berbagai cara melalui:- ginjal- kulit- membran mulutOsmoregulasi pada ikan air tawar Ikan air tawar cenderung untuk menyerap air dari lingkungannya dengan cara osmosis.Insang ikan air tawar secara aktif memasukkan garam dari lingkungan ke dalam tubuh. Ginjal akan memompa keluar kelebihan air sebagai air seni. Ginjal mempunyai glomerulidalam jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapatmenahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air senisebanyak-banyaknya. Ketika cairan dari badan malpighi memasuki tubuli ginjal, glukosaakan diserap kembali pada tubuli proximallis dan garam-garam diserap kembali padatubuli distal. Dinding tubuli ginjal bersifat impermiable (kedap air, tidak dapat ditembus)terhadap air. Urine yang dihasilkan mengandung konsentrasi air yang tinggi.Osmoregulasi pada ikan air laut Ikan air laut memiliki konsentrasi garam yang tinggi di dalam darahnya. Ikan air lautcenderung untuk kehilangan air di dalam sel-sel tubuhnya karena proses osmosis. Untuk itu, insang ikan air laut aktif mengeluarkan garam dari tubuhnya. Untuk mengatasikehilangan air, ikan minum air laut sebanyakbanyaknya. Dengan demikian berarti pula

kandungan garam akan meningkat dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini dan kelebihan garam harus dihilangkan. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisiosmotik untuk mempertahankan air, volume air seni lebih sedikit dibandingkan denganikan air tawar. Tubuli ginjal mampu berfungsi sebagai penahan air. Jumlah glomeruli ikan laut cenderung lebih sedikit dan bentuknya lebih kecil daripadaikan air tawar

d.Sisik Cycloid dan Ctenoid Sisik ini ditemukan pada golongan ikan teleostei, yang masing-masing terdapat pada golongan ikan berjari-jari lemah (Malacoptrerygii) dan golongan ikan berjari-jari keras (Acanthopterygii). Perbedaan antara sisik cycloid dengan ctenoid hanya meliputi adanya sejumlah duri-duri halus yang disebut ctenii beberapa baris di bagian posteriornya. Pertumbuhan pada tipe sisik ini adalah bagian atas dan bawah, tidak mengandung dentine atau enamel dan kepipihannya sudah tereduksi menjadi lebih tipis, fleksibel dan transparan. Penempelannya secara tertanam ke dalam sebuah kantung kecil di dalam dermis dengan susunan seperti genting yang dapat mengurangi gesekan dengan air sehingga dapat berenang lebih cepat. Sisik yang terlihat adalah bagian belakang (posterior) yang berwarna lebih gelap daripada bagian depan (anterior) karena bagian posteriornya mengandung butirbutir pigmen (chromatophore). Bagian anterior (terutama pada bagian tubuh) transparan dan tidak berwarna. Perbedaan antara tipe sisik cycloid dengan ctenoid adalah pada bagian posterior sisik ctenoid dilengkapi dengan ctenii (gerigi kecil). Focus merupakan titik awal perkembangan sisik dan biasanya berkedudukan di tengah-tengah sisik.

Morfologi Ikan Jumlah spesies ikan berkisar kurang lebih 20.000 (untuk yang telah diketahui), dan bahkan diperkirakan masih ada sekitar 40.000 spesies lagi yang masih belum diketahui. Dengan fakta yang ada, maka tak terelakkan lagi bahwa dengan jumlah yang sebesar itu, ikan bervariasi dalam bentuk, ukuran dan warna. Perbedaan- perbedaan lain yang terlihat antara lain : 1. Sisik Menurut Rahardjo (1985), sisik diistilahkan sebagai rangka dermis, karena sisik dibuat di dalam lapisan dermis. Selain itu ada juga ikan yang tak bersisik, kebanyakan dari sub-ordo Siluroidea, contohnya ikan Jambal (Pangasius pangasius). Sisik dibedakan berdasarkan jenis bahan dan bentuknya, sisik dibedakan menjadi : 1. Sisik placoid Terdapat pada ikan yang bertulang rawan (Chondrichthyes). Bentuknya hampir mirip dengan dengan bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. Bagian yang menonjol seperti duri keluar dari epidermis.

2. Sisik cosmoid Terdapat pada ikan fosil dan ikan primitif. Sisik ini terdiri dari beberapa lapis, dari luar : a) Vitrodentine (dilapisi semacam enamel) b) Cosmine (lapisan kuat dan non-seluler) c) Isopedine. Misalnya : Latimeria chalumnae. 3. Sisik ganoid
y

Terdiri dari beberapa lapisan, dari luar : 1. Ganoine (Terdiri dari garan-garam an-organik) 2. Lapisan yang seperti lapisan cosmoine 3. Isopedine

Bentuk seperti belah ketupat, misalnya ikan : Polypterus, Lepisostidae, Acipencoridae, Polyodontidae

4. Sisik cycloid Disebut juga sisik lingkar, karena mempunyai bentuk bulat, tipis, transparan, dan lingkaran pada bagian belakang bergigi. 5. Sisik ctenoid Menurut Rahardjo, (1985) Sisik cikloid dan sisik ctenoid kepipihannya tereduksi menjadi sangat tipis, fleksibel, transparan, dan tidak mengandung dentine atau enamel. Bagian sisik yang menempel pada tubuh hanya sebagian

2. Bentuk Tubuh Bentuk tubuh ikan, bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. Secara umum, Moyle & Cech (1988) mengkatergorikan ikan kedalam enam kelompok yaitu roverpredator (predator aktif), lie-in-wait predator (predator tak aktif), surface-oriented fish (ikan pelagik), bottom fish (ikan demersal), ikan bertubuh besar, dan ikan semacam belut. (Moyle, P.B. & J.J. Cech. 1988) Ukuran tubuh ikan, semua ukuran yang digunakan merupakan pengukuran yang diambil dari satu titik ke titik lain tanpa melalui lengkungan badan. - Panjang total (TL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae) hingga ujung ekor. - Panjang standar (SL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae) hingga pertengan pangkal sirip ekor (pangkal sirip ekor bukan berarti sisik terakhir karena sisik-sisik tersebut biasanya memanjang sampai ke sirip ekor) 3. Sirip Menurut Rahardjo, (1985), pada ikan terdapat lima macam sirip, yaitu sirip punggung, sirip perut, sirip dada, sirip dubur, dan sirip ekor. Penjelasan untuk macam-macam sirip ini adalah : 1. Sirip perut Sirip perut pada sub class elasmobranchia disokong oleh tulang tulang rawan tempat menempelnya tulang basipterygium. 2. Sirip punggung

Sirip punggung yang terdapat pada ikan class Chondrichtyes disokong oleh keping-keping tulang rawan disebut rawan basal yang terletak di bagian bawah tertumpu pada cucuk neural dan rawan radial yang terletak di bagian rawan basal menunjang jari-jari keras. 3. Sirip dada Pada Condridhthyes disokong oleh tulang gelang bahu (Pectoral girdle) dinamakan coracoscapula. Pada ikan Osteichthyes gelang bahu terdiri dari tulang rawan dan tulang dermal. 4. Sirip dubur Ikan Osteichthyes tulang yang menyokong sirip dubur ada tiga termasuk di dalamnya masuk ke dalam bagian tubuh, diantaranya tulang cucuk hemal dinamakan promaxial pterygiophore dan terluar distal pterigiophore di atasnya terdapat intermediet pterygiophore. 5. Sirip ekor Tipe ekor ada lima macam yaitu : Rounded , Truncate, Lunate, Emarginate, dan Forked. Secara garis besar macam bentuk ekor dibedakan menjadi : Heterocercal, Protocercal, dan Homocercal. 4. Warna tubuh Ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna tubuh yang sederhana, keputih-putihan pada bagian perut, lalu keperak-perakan pada sisi tubuh bagian bawah. Ikan yang hidup di daerah dasar, bagian perutnya berwarna pucat dan bagian pungung berwarna gelap. Warna ikan ini disebabkan oleh Schemacrom (konfigurasi sisik) dan Bichrom (pigmen pembawa warna) (Sugiri, 1992).

4. Tipe mulut

Mulut ikan, bentuk, ukuran dan letak mulut ikan dapat menggambarkan habitat ikan tersebut. Ikan-ikan yang berada di bagian dasar mempunyai bentuk mulut yang subterminal sedangkan ikan-ikan pelagik dan ikan pada umumnya mempunyai bentuk mulut yang terminal. Ikan pemakan plankton mempunyai mulut yang kecil dan umumnya tidak dapat ditonjolkan ke luar. Pada rongga mulut bagian dalam biasanya dilengkapi dengan jari-jari tapi insang yang panjang dan lemas untuk menyaring plankton. Umumnya mulut ikan pemakan plankton tidak mempunyai gigi. Ukuran mulut ikan berhubungan langsung dengan ukuran makanannya. Ikanikan yang memakan invertebrata kecil mempunyai mulut yang dilengkapi dengan moncong atau bibir yang panjang. Ikan dengan mangsa berukuran besar mempunyai lingkaran mulut yang fleksibel. (Kotelllat et al., 1993) Tipe mulut bergantung pada jenis makanan yang menjadi santapan ikan. Ada empat tipe mulut pada ikan, yaitu : 1. Terminal : mulut terletak di ujung kepala menghadap ke depan. 2. Sub terminal : mulut terletak sejajar kepala menghadap ke depan 3. Superior : mulut terletak di bawah kepala menghadap ke bawah 4. Inferior : mulut terletak di bawah kepala menghadap ke bawah Sistem skeletal pada ikan, berdasarkan lokasinya dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu : 1. Endoskeleton merupakan sistem rangka di dalam tubuh ikan terdiri atas : 1. Notochord 2. Membranus Skeleton 3. Tulang tulang penyusun sumbu tubuh ( Axialis ) 4. Tulang tulang penyusun anggota gerak ( Appendikularis ) 2. Eksoskeleton merupakan sistem rangka yang berada di luar tubuh ikan seperti : 1. Sirip ( fin ) 2. Sisik ( scale ) Notochord merupakan struktur yang ditemukan sejak embrional yang akan mengalami diferensiasi dan spesialisasi membentuk tulang belakang (ossa vertebrae). Membranous skeleton merupakan jaringan ikat penghubung kulit dengan struktur struktur tubuh yang bersifat muskulatur dan tulang.

Axialis adalah sekelompok tulang penyusun sumbu tubuh. Tulang axialis berdasarkan letaknya dikelompokkan menjadi : 1. 2. 3. 4. Ossa cranialis (tengkorak) Ossa vertebrales (tulang belakang) Ossa costales (tulang rusuk) Intermuscularis bones (duri)

Cranium ikan bertulang keras (Osteichthyes) lebih kompleks, berpasangan bila terletak di lateral dan tunggal bila terletak di median. Selain itu, cranium Osteichthyes disusun oleh tulang rawan dan dermal bone (tulang keras). Cranium dibedakan menjadi : 1. Tulang tulang yang terletak di sekitar otak dan organ sensoris (neurocranium) 2. Tulang tulang yang menyusun komponen wajah (branchiocranium) Berdasarkan lokasi tulang, neurocranium dikelompokkan menjadi : 1. 2. 3. 4. Region Olfactorius (daerah hidung) Region Orbitalis (daerah mata) Region Oticus (daerah telinga) Region Basicranialis (dasar tulang cranium)

Seperti halnya neurocranium, branchiocranium juga terbagi atas beberapa region yaitu : 1. Regio Mandibularis 2. Regio Hyoideus 3. Regio Branchialis Regio mendibularis terbagi menjadi rahang atas dan rahang bawah. Tulang tulang pada regio ini seluruhnya berpasangan. Tulang rawan penyusun tulang atas adalah : 1. Os palatine (tulang langit langit) bergigi 2. Os quadratus disebut key stone karena berfungsi sebagai penghubung antara os pterygoideus, os hyoids superior dan os mandibula 3. Os metapterygoideus berbentuk sayap Tulang dermal penyusun rahang atas adalah : 1. Os premaxillaris bergigi pada beberapa spesies ikan 2. Os maxxilaris (tulang dagu) pada ikan bergigi, caudoproximal os maxillaris dijumpai tulang kecil disebut os supramaxillaris 3. Os pterygoideus 4. Os mesopterygoideus Tulang rawan penyusun rahang bawah hanya satu buah, yaitu os articularis. Lokasi tulang ini di posterior dan mengadakan persendian dengan os quadratus. Ujung posterior tumpul dan piph

sedangkan ujung anterior tajam dan membentuk huruf V. os articularis membagi dua os dentarius. Tulang dermal penyusun rahang bawah adalah : 1. Os angularis melekat pada ventral os articularis 2. Os dentarius komponen utama rahang bawah, bergigi dan berbentuk segitiga Pada segmen tubuh ikan ada yang memiliki satu os vertebrae (monospondylus dan ada pula yang memiliki dua os vertebrae seperti pada Elasmobranchi.Pada saat embryonic, tulang belakang ikan berasal dari sclerotome yang terletak di sekeliling notochord dan batang syaraf. Setiap pasangan sclerotome berdiferensiasi dan mengalami spesialisasi membentuk empat pasang arcualia yang terletak di dorsal dan ventral notochorda. Dua pasang di dorsal, masing masing adalah basidorsal yang terletak di cranial dan interdorsal yang terletak di caudal. Seperti phalnya bagian dorsal, bagian ventral juga terdiri atas basiventral di cranial dan iterventral di caudal. Basidorsal selanjutnya membentuk archus neuralis dan basiventral membentuk archus hemalis. Bagian tengah os vertebrae disebut centrum vertebralis (corpus vertebralis). Bagian dorsal centrum menonjolberbentuk taji tajam disebut spina neuralis. Distal spina berbatasan dengan centrum membentuk lengkungan disebut archus neuralis sehingga membentuk lubang. Deretan os vertebrae selanjutnya, akan membentuk saluran pada bagian odrsal centrum disebut canalis neuralis. Canalis neuralis sebagai pelindung bagi corda spinalis (sumsum tulang). Ventral centrum vertebrae menonjol, terutama pada vertebrae thoracalis, disebut processus transversus lateralis yang mengadakan persendian dengan os costae. Pada bagian ekor, processus transversus lateralis pertama (os vertebrae caudalis I) mengalami fusi membentuk canalis hemalis. Pada canalis hemalis mengalir buluh darah axialis. Tepi tepi canalis dibatasi suatu lengkungan disebut archus hemalis. Os vertebrae caudalis II dan seterusnya, fusi processus tranversus lateralis membentuk taji tajam disebut spina hemalis. Pada dasarnya lokomosi dan gerakan maneuver ikan sangat terkait dengan diferensiasi sirip. Sirip ikan dibedakan menjadi : 1. Dorsal dan anal fin 1. Fin ray 2. Pterygiophore proximalis (axonost) 3. Pterygiophore distalis (baseost) 4. Pterygiphore intermedialis 5. Caudal fin 1. Protocercal 2. Heterocercal 3. Homocercal 4. Pectoral fin 1. Tulang Rawan a. Os coracoideus (1 pasang) b. Os scapula (1 pasang)

c. Os radialis (4 pasang) d. Tulang Dermal i. Os posttemporal (1 pasang) ii. Os supracleithra (1 pasang) iii. Os cleithra (1 pasang) iv. Os postcleithra (1 pasang) 2. Pelvic fin 1. 2. Os basipterygium Pelvic fin

Skeleton yang digunakan untuk praktikum adalah bagian vertebrae. Pada ikan Teleostei terdapat dua bagian vertebrae yang berbeda yaitu vertebrae bagian badan (truncus) dan vertebrae bagian ekor (caudal). Vertebrae truncus memiliki tulang rusuk tetapi pada caudal tidak.