Anda di halaman 1dari 19

TUGAS

Cloud Operating System

Disusun Oleh :

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2011

A. Sejarah Cloud Computing Ide awal dari cloud computing bisa ditarik ke tahun 1960-an, saat John McCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensia buatan, menyampaikan visi bahwa "suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik--seperti listrik dan telpon". Namun baru di tahun 1995 lah, Larry Ellison, pendiri Oracle , memunculkan ide "Network Computing" sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai desktop computing dengan Windows 95-nya. Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai software, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai software lain, dijejalkan ke dalam PC Desktop mereka. PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap diakses oleh pengguna. Ide "Network Computing" ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network Computing client sebagai pengganti desktop. Namun akhirnya, gaung Network Computing ini lenyap dengan sendirinya, terutama disebabkan kualitas jaringan komputer yang saat itu masih belum memadai, sehingga akses NC ini menjadi sangat lambat, sehingga orang-orang akhirnya kembali memilih kenyamanan PC Desktop, seiring dengan semakin murahnya harga PC. Tonggak selanjutnya adalah kehadiran konsep ASP (Application Service Provider) di akhir era 90-an. Seiring dengan semakin meningkatnya kualitas jaringan komputer, memungkinkan akses aplikasi menjadi lebih cepat. Hal ini ditangkap sebagai peluang oleh sejumlah pemilik data center untuk menawarkan fasilitasnya sebagai tempat hosting aplikasi yang dapat diakses oleh pelanggan melalui jaringan komputer. Dengan demikian pelanggan tidak perlu investasi di perangkat data center. Hanya saja ASP ini masih bersifat "privat", di mana layanan hanya dikastemisasi khusus untuk satu pelanggan tertentu, sementara aplikasi yang di sediakan waktu itu umumnya masih bersifat client-server.

Kehadiran berbagai teknik baru dalam pengembangan perangkat lunak di awal abad 21, terutama di area pemrograman berbasis web disertai peningkatan kapasitas jaringan internet, telah menjadikan situs-situs internet bukan lagi berisi sekedar informasi statik. Tapi sudah mulai mengarah ke aplikasi bisnis yang lebih kompleks. Dan seperti sudah sedikit disinggung sebelumnya, popularitas Cloud Computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, Marc Benioff ex VP di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan gegap gempita. Dengan misinya yang terkenal yaitu "The End of Software", Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi bos-nya di Oracle, Larry Elisson, tentang Network Computing menjadi kenyataan satu dekade kemudian. Selanjutnya jargon Cloud Computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya. Semua inisiatif ini masih terus bergerak, dan bentuk Cloud Computing pun masih terus mencari bentuk terbaiknya, baik dari sisi praktis maupun dari sisi akademis. Bahkan dari sisi akademis, jurnal-jurnal yang membahas tentang ini hal ini baru bermunculan di tiga tahun belakangan. Akhirnya seperti yang kita saksikan sekarang, seluruh nama-nama besar terlibat dalam pertarungan menguasai awan ini. Bahkan pabrikan Dell, pernah mencoba mempatenkan istilah "Cloud Computing", namun ditolak oleh otoritas paten Amerika. Walaupun di luaran perebutan kapling awan ini begitu ingar-bingar, tidak demikian dengan di tanah air Indonesia tercinta ini. Pemain yang benar-benar mencoba masuk di area ini masih sangat sedikit, bahkan jumlahnya bisa dibilang belum sebanyak jari sebelah tangan. Salah satu yang cukup serius bermain di area ini adalah PT Telkom, yang setidaknya saat ini sudah menawarkan dua layanan aplikasi berbasis Software as a

Service. Salah satunya melalui anak usahanya, Sigma Cipta Caraka, yang menawarkan layanan aplikasi core banking bagi bank kecil-menengah. Kemudian bekerjasama dengan IBM Indonesia dan mitra bisnisnya, PT Codephile, Telkom menawarkan layanan e-Office on Demand untuk kebutuhan kolaborasi/korespondensi di dalam suatu perusahaan atau organisasi. Sepinya sambutan dunia teknologi informasi dalam negeri terhadap Cloud Computing ini, mungkin disebabkan beberapa faktor, di antaranya:
1. Penetrasi infrastruktur internet yang bisa dibilang masih terbatas. 2. Tingkat kematangan pengguna internet, yang masih menjadikan media

internet utamanya sebagai media hiburan atau sosialisasi.


3. Tingginya investasi yang dibutuhkan menyediakan layanan cloud ini,

karena harus merupakan kombinasi antara infrastruktur jaringan, hardware dan software sekaligus. Namun demikian, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-5 di dunia--yang berarti juga pasar terbesar ke-5 di dunia--para pelaku teknologi informasi dalam negeri harus sesegera mungkin mempersiapkan diri dalam arti mulai mengembangkan layanan-layanan yang siap di-cloud-kan. Sehingga saat gelombang besar Cloud Computing ini sampai di sini, tidak hanya pemain asing besar saja yang akan menangguk keuntungan. Tentu saja peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator sangat diperlukan di sini. B. Pengertian Cloud Computing Di dunia ICT, Cloud Computing dipandang sebagai trend. Definisi cloud computing sendiri secara umum adalah pemanfaatan teknologi internet untuk menyediakan sumber komputing. Sementara kalau dipandang lebih detail, definisi cloud computing ini ada banyak, dan masing-masing vendor memiliki istilah sendirisendiri untuk menjelaskan penawaran cloud computingnya, misalnya SAAS, Web Services, Platform as a Service, S+S, dan sebagainya.

Salah satu keuntungan utama dari cloud computing adalah si pengguna tidak perlu menyediakan infrastruktur (mulai dari data center sampai ke aplikasi desktop) untuk memiliki suatu sistem ICT yang lengkap. Contoh paling mudah adalah dengan memanfaatkan layanan-layanan gratis di Internet seperti : email gratis, instant messenger gratis, aplikasi perkantoran dan produktivitas gratis, dan sebagainya. Semua aplikasi tersebut bisa diakses dengan cuma-cuma (sebagian berbayar) hanya dengan menggunakan laptop dengan browser standard. Cloud computing muncul untuk memenuhi kebutuhan user terkait dengan infrastruktur, computer, platform, software. Barangkali, di sisi infrastructure, definisi cloud cukup jelas. Yaitu kita cukup bayar koneksi internet pada saat digunakan. Kita tidak perlu peduli dengan bagaimana vendor pasang kabel fiberoptik, atau menara BTS, dan juga kita tidak perlu punya BTS sendiri, atau pasang kabel sendiri. Banyak pihak memberikan definisi cloud computing dengan perbedaan di sana-sini. Wikipedia mendefinisikan cloud computing sebagai: komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dan data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti jaringan listrik. Gartner mendefinisikannya sebagai sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet. Forester mendefinisikannya sebagai standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian. Secara sederhana, Cloud Computing dapat kita bayangkan seperti sebuah jaringan listrik. Apabila kita membutuhkan listrik, apakah kita harus punya pembangkit listrik sendiri? Tentu tidak. Kita tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini, PLN), menyambungkan rumah kita dengan jaringan listrik, dan kita

tinggal menikmati layanan tersebut. Pembayaran kita lakukan bulanan sesuai pemakaian. Kalau listrik bisa seperti itu, mengapa layanan komputasi tidak bisa? Misalnya, apabila sebuah perusahaan membutuhkan aplikasi CRM (Customer Relationship Management). Kenapa perusahaan tersebut harus membeli aplikasi CRM, membeli hardware server, dan kemudian harus memiliki tim TI khusus untuk menjaga server dan aplikasi tersebut?Di sinilah cloud computing berperan. Penyedia jasa cloud computing seperti Microsoft, telah menyediakan aplikasi CRM yang dapat digunakan langsung oleh perusahaan tadi. Mereka tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini, Microsoft), menyambungkan perusahaannya dengan layanan tersebut (dalam hal ini, melalui Internet), dan tinggal menggunakannya. Pembayaran? Cukup dibayar per bulan (atau per tahun, tergantung kontrak) sesuai pemakaian. Tidak ada lagi investasi di awal yang harus dilakukan. Agar lebih mudah membayangkannya, silahkan lihat ilustrasi pada Gambar 1.

Karakteristik Cloud Computing Dengan semakin maraknya pembicaraan seputar cloud computing, semakin banyak perusahaan yang mengumumkan bahwa mereka menyediakan layanan cloud computing.Akan sangat membingungkan bagi kita para pengguna untuk memastikan bahwa layanan yang akan kita dapatkan adalah cloud computing atau bukan.Untuk

mudahnya, dari semua definisi yang ada, dapat diintisarikan bahwa cloud computingideal adalah layanan yang memiliki 5 karakteristik berikut ini. 1. On-Demand Self-Services Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga. 2. Broad Network Access Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain. 3. Resource Pooling Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal. 4. Rapid Elasticity Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud

computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat. 5. Measured Service Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan cloud computingdibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik. Kelebihan Cloud Computing Dari semua penjelasan di atas, apa sebenarnya kelebihan dari Cloud Computing, terutama bagi dunia bisnis? Berikut beberapa di antaranya. 1. Tanpa Investasi Awal Dengan cloud computing, kita dapat menggunakan sebuah layanan tanpa investasi yang signifikan di awal.Ini sangat penting bagi bisnis, terutama bisnis pemula (startup). Mungkin di awal bisnis, kita hanya perlu layanan CRM untuk 2 pengguna. Kemudian meningkat menjadi 10 pengguna. Tanpa model cloud computing, maka sejak awal kita sudah harus membeli hardware yang cukup untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud computing, kita cukup membayar sesuai yang kita butuhkan. 2. Mengubah CAPEX menjadi OPEX Sama seperti kelebihan yang pertama, kelebihan yang kedua masih seputar keuangan. Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus dilakukan di awal, sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal (Capital Expenditure, atau CAPEX). Sedangkan dengan cloud computing, kita dapat melakukan pengeluaran operasional (Operational Expenditure, atau OPEX). Jadi, sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon ketika kita cukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat membantu perusahaan secara keuangan.

3. Lentur dan Mudah Dikembangkan Dengan memanfaatkan Cloud Computing, bisnis kita dapat memanfaatkan TI sesuai kebutuhan. Perhatikan Gambar 2 di bawah untuk melihat beberapa skenario kebutuhan bisnis.Penggunaan TI secara bisnis biasanya tidak datar-datar saja. Dalam skenario Predictable Bursting, ada periode di mana penggunaan TI meningkat tajam. Contoh mudah adalah aplikasi Human Resource (HR) yang pada akhir bulan selalu meningkat penggunaannya karena mengelola gaji karyawan.Untuk skenario Growing Fast, bisnis meningkat dengan pesat sehingga kapasitas TI juga harus mengikuti. Contoh skenario Unpredictable Bursting adalah ketika sebuah website berita mendapat pengunjung yang melonjak karena ada berita menarik.Skenario On and Off adalah penggunaan TI yang tidak berkelanjutan. Misalnya, sebuah layanan pelaporan pajak, yang hanya digunakan di waktu-waktu tertentu setiap tahun.

Tanpa layanan cloud computing, ke empat skenario ini akan membutuhkan perencanaan TI yang sangat tidak efisien, karena investasi TI

harus dilakukan sesuai kapasitas tertinggi, walaupun mungkin hanya terjadi di saat-saat tertentu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kegagalan layanan pada saat peak time tersebut. Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah dikembangkan (elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan pada saat dibutuhkan, dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian. 4. Fokus pada Bisnis, bukan TI Dengan menggunakan Cloud Computing, kita dapat fokus pada bisnis utama perusahaan, dan bukan berkecimpung di dalam pengelolaan TI. Hal ini dapat dilakukan karena pengelolaan TI dilakukan oleh penyedia layanan, dan bukan oleh kita sendiri. Misalnya, melakukan patching, security update, upgrade hardware, upgrade software, maintenance, dan lain-lain. Apabila kita memiliki tim TI, maka tim tersebut dapat fokus pada layanan TI yang spesifik untuk bisnis kita, sedangkan hal-hal umum sudah ditangani oleh penyedia layanan. C. Web Desktop (webtop) Web Desktop (webtop) atau lebih sering disebut Web Operating System (Web OS) merupakan salah satu jenis aplikasi web yang mengimplementasikan teknologi Cloud Computing. Secara teknis, Web OS atau juga disebut Web Desktop (webtop) adalah sebuah desktop environment yang berjalan di atas web. Web OS dapat diartikan sebagai sistem operasi yang berjalan di atas web browser. Tentunya, Web OS bukanlah sebuah sistem operasi yang sebenarnya. Web OS hanyalah meniru tampilan, look-and-feel, dan beberapa fitur yang biasanya ditemukan pada sebuah sistem operasi seperti Windows, Linux, atau Mac OS. Dengan kata lain, Web OS bisa juga disebut sebagai virtual desktop yang berjalan di dalam web browser. Semua aplikasi, data, file, dan konfigurasi berada di server (cloud) dan diakses secara remote dari client melalui jaringan. Fungsi web browser hanya sebagai media penampil dan input.

Contoh contoh Web OS 1. SilveOS

silveOS.com memberikan kenyamanan yang sama seperti aplikasi desktop (windows) tetapi dituangkan dalam web browser. system host dari keseluruhan data disimpan dalam server pusat, sehingga kita dapat menggunakannya dimanapun kita berada. tidak terpaku dalam suatu tempat. Kita dapat menjalankan aplikasi tanpa menginstall aplikasi tersebut. 2. EyeOS (www.eyeos.org)

EyeOS adalah sebuah aplikasi web yang menampilkan desktop ke dalam web browser. Dalam aplikasi tersebut sudah terdapat office dan beberapa aplikasi default

dalam windows. Sama halnya sebuah frame work yang dikembangkan untuk web aplikasi dimana aplikasi tersebut memiliki aplikasi desktop. Aplikasi ini bersifat open source, jadi dapat didapat dengan mudah. Teknologi yang digunakan dalam membangun aplikasi Web desktop sangat beragam tergantung dari masing-masing penyedia layanan. Secara umum Web desktop menggunakan teknologi Client-server dan menggunakan engine berbasis PHP, Ajax, Java, Flash, Silverlight (Microsoft), atau kombinasinya. a. SilveOS.com adalah web aplikasi berbasis silverlight (web OS). SilveOS.com berbasis web dan membutuhkan Silverlight 3 untuk menjalankannya. aplikasi berjalan dalam sandbox silverlight. defaultnya kita tidak dipebolehkan untuk mengakses file system atau melakukan sesuatu yang dapat merusak sistem kerja mesin. selain desktop, taskbar, start menu dan sidebar terdapat beberapa aplikasi yang sudah dimasukkan kedalamnya, meliputi: * File Explorer * Internet Explorer * Video Player * Rich text editor * RSS reader * Notepad * Paint * Twitter client * Flickr viewer * Youtube viewer * Virtual Earth * Chat * Calculator b. EyeOS EyeOS merupakan sistem operasi open source berbasis web yang dibuat dengan gabungan bahasa PHP, XML dan JavaScript, sehingga eyeOS menjadi bersifat multiplatform. Dengan EyeOS kita dapat menyimpan dan mengelola semua data kita, seperti menyimpan dan mengelola data di OS komputer atau notebook. Maksimum data yang dapat di upload atau disimpan ke dalam EyeOS ini adalah 12MB. EyeOS dijalankan dengan menggunakan browser (Mozilla Firefox, Safari, Opera, Internet Explore, Google Chrome, dll). Jadi, dimana ada browser, disitulah eyeOS dapat dijalankan. OS tersebut termasuk office suite dan beberapa kolaborasi aplikasi, serta framework untuk mengembangkan aplikasi web baru

seolah-olah mereka aplikasi desktop. Free dan Open Source - sehingga Kita dapat host sistem sendiri, menjaga semua data Kita di bawah kendali Kita. Pada Sistem Operasi ini terdapat berbagai macam aplikasi, seperti kalender, RSS Reader, email client, word processor, spreadsheet, dan manajer kontak. Technical Framework (Rich Internet Applications) EyeOS tidak hanya desktop web dengan aplikasi sendiri, tetapi telah dirancang dari awal untuk memungkinkan kemudahan pengembangan dan pembuatan aplikasi baru. Pada EyeOS 2.0 telah dikembangkan dengan open technology dan menerapkan stkitar seperti PHP, MySQL, JavaScript, Qooxdoo, log4php, PHPUnit, OpenOffice dan lain-lain, sehingga memungkinkan sistem berfungsi di server web umum tanpa modifikasi, dan menggunakan browser stkitar tanpa ada tambahan plug-in. Open Source EyeOS ini bersifat Open Source, sehingga jika ingin mengubah kode EyeOS diperbolehkan, tapi harus mengikuti model open development dengan publice SVN, kontrol versi pengembangan dan track development project. Karena EyeOS ini bersifat open source, maka EyeOS ini hanya bisa dijalankan di linux. Tidak hanya itu, di linux yang kita gunakan harus sudah terinstal Apache dan PHP5. Develop Easily Cepat dan mudah dalam belajar membuat program dalam eyeOS. User tidak perlu khawatir tentang sistem sama sekali. Oleh karena itu, sangat mudah untuk membuat aplikasi. EyeOS telah dirancang sebagai sistem yang benar-benar extensible sehingga siapa pun dapat membuat aplikasi yang menggunakan PHP dan JavaScript dan mengintegrasikannya ke dalam sistem.

Features Dekstop EyeOS dikembangkan dengan konsep desktop web yang berisi serangkaian widget dengan informasi yang paling penting tentang sesi user dan informasi pribadi user, untuk membantu meningkatkan produktivitas User.

The Base Application

EyeOS secara default terdapat aplikasi Office (pengolah kata), kalender, buku harian, email (dengan dukungan POP3/IMAP) dan banyak lagi. Collaborative Work EyeOS 2.0 telah dirancang sebagai sebuah desktop yang jauh lebih sosial. Versi baru memperkenalkan cara baru, mudah dan intuitif untuk berbagi file, kalender dan banyak lagi antara pengguna dan kelompok. Proses Instalasi Proses instalasi eyeOS sendiri sangat mudah, yang perlu anda lakukan hanyalah mendownload installernya, mengekstrak dan menguploadnya ke web server dan menggunakan web browser, melakukan initial instalasi. Langkah demi langkahnya sebagai berikut: 1. Download installer eyeOS dari eyeos.org 2. Ekstrak file yang anda download tadi, yaitu tar xzvf eyeos-xxx.tgz, sehingga akan terbentuk folder eyeOS. Rubah permissionnya ke 777. caranya chmod -R 777 eyeOS 3. Upload folder ini dan seluruh isinya ke web server anda. Misalnya saya menguploadnya ke public_html saya di local web server saya. 4. Lalu buka browser anda, dan ketikkan alamat url sesuai path eyeOS anda. Misalnya: http://localhost/~amrinz/eyeOS

5. Kali pertama mengakses, anda akan disuguhkan installer. Anda akan

diminta memasukkan password root dan nama host (hostname).

6. Jangan lupa memberi tanda centang pada pilihan Allow user to create account jika ingin mengijinkan user biasa membuat accountnya langsung. Setelah itu klik tombol install eyeOS

7. Tunggu sesaat, anda akan menghadapi halaman login ke desktop anda. Ketikkan root sebagai username, dan password anda yang telah dibuat tadi.

Kesimpulan Cloud Computing memang menarik, apalagi di saat ekonomi sulit seperti ini. Namun sebenarnya cukup banyak penyedia jasa cloud computing yang berada di Indonesia dan milik badan usaha milik negara sendiri. Nah, jasa-jasa seperti ini, sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan jasa cloud computing yang aman dan terkontrol. Jadi, cloud computing bukanlah sebuah hype, melainkan sudah menjadi kenyataan dalam dunia TI. Bukan berarti kita semua langsung harus berpindah saat ini juga: pada kenyataannya cloud computing bukanlah untuk semua orang. Masih tetap terdapat jenis-jenis layanan yang memang harus dilakukan secara on-premise, walaupun terdapat juga layanan yang menjadi sangat efisien bila dilakukan dengan cloud computing. Beberapa jenis layanan bahkan dapat dilakukan secara bersamaan (hybrid) dengan menggabungkan kedua jenis implementasi tersebut. Oleh karena itu, carilah penyedia layanan yang dapat memberikan saran yang tepat dan terbaik bagi kebutuhan anda. Kesuksesan penggunaan cloud computing akan sangat ditentukan oleh kemampuan penyedia layanan dalam memberikan layanan yang tepat dan terbaik bagi pelanggan.

Referensi: http://tukanganimasi.blogspot.com/2011/04/eyeos-sebuah-cloud-operatingsystem.html http://mahmudsiddik.com/tulisan/weblog/tips-a-trik/55-eyeos-os-open-sourceberbasis-web.html http://linuxindo.web.id/2008/08/15/instalasi-dan-penggunaan-eyeos/#more-155 http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=74783&page=1 http://isparmo.web.id/2010/06/07/eyeos-cloud-computing-operating-system/ http://febripuguhpermana.blogspot.com/2011/03/cloud-computing-weboperating-system.html http://blognyaclara.blogspot.com/2011/05/eyeos-cloud-operating-system.html http://ariefbb.wordpress.com/2009/12/04/cloud-os-operating-system-masadepan/ http://www.prasaswo.tk/first/pengertian-cloud-computing-bagian-1 http://tonyseno.blogspot.com/2009/09/should-government-use-cloudcomputing.html

http://www.infokomputer.com/umum/memahami-cloud-computing-bagian1/semua-halaman