Anda di halaman 1dari 21

TUGAS SEJARAH DAN FILSAFAT MATEMATIKA

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sejarah dan Filsafat Pendidikan Matematika

Di susun oleh :
Adhyaksa Amrullah 09510118

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA 2009 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) SILIWANGI BANDUNG 2011

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Inayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan Makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga Makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam membahas Sistem Numerasi. Harapan saya semoga Makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi Makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan Makalah ini.

Cimahi, Desember 2011

Adhyaksa Amrullah

Daftar Isi

KATA PENGANTAR ............................................................................................................. i Daftar Isi .............................................................................................................................. ii BAB I .................................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN ............................................................................................................... 1 Latar Belakang............................................................................................................. 1 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 2 Tujuan ......................................................................................................................... 2 BAB II ................................................................................................................................... 3 APA ITU FILSAFAT ............................................................................................................ 3 TOKOH-TOKOH FILSAFAT ................................................................................................ 6 MACAM FILSAFAT YANG ADA DIDUNIA ........................................................................ 14 FILSAFAT YANG COCOK DI INDONESIA ......................................................................... 15 BAB III ................................................................................................................................ 17 PENUTUP ....................................................................................................................... 17 Kesimpulan................................................................................................................ 17 Daftar Pustaka................................................................................................................... 17

ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam perkembangan sejarah filsafat pendidikan kita mengenal

banyak aliran yang memiliki kecenderungan yang bersifat konservatif. Aliran filsafat yang memiliki kecenderungan konservatif itu misalnya adalah aliran pendidikan esensialisme dan parenialisme. Namun demikian, sejarah filsafat juga mencatat kelahiran antitesa terhadap filsafat yang memiliki kecenderungan yang bersfat konservatif adalah aliran filsafat pendidikan yang bersifat progresif. Salah satu aliran yang bersifat progresif adalah aliran filsafat pendidikan kritis yang terutama berkembang di Amerika Selatan. Dalam bagian ini dibahas aliran filsafat kritis. Aliran ini lahir dari adanya perkembangan sejarah sosial, budaya, ekonomi dan politik di Amerika Selatan yang terjadi pada abad 20 lalu.pada awal dekade 1970an, seorang tokoh pendidikan yang berasal dari Brasil, Paolo Freire mendeklarasikan berdrinya suatu airan filsafat pendidikan yang secara kritis dan revolusioner berusaha memperbaiki kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik yang tertindas pada masyarakat kelas bawah di Amerika Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mengalami penindasan oleh sekelompok kecil kaum elite kapitalisyang menguasai akses ke sebagian besar sumber daya negara. Ketimpangan struktural ini menyebabkan rakyat kecil yang merupakan sebagian besar penduduk negara tertindas dalam memperoleh hak pencapaian kesejahteraan hidup. Menurut Paulo Freire akar dari masalah sosial, politik, ekonomi, dan budaya adalah suatu sistem, pola dan praktik pendidikan yang tidak memberi kesempatan pada rakyat kecil untuk melakukan perubahanperubahan dan pembaharuan sosial, politik, ekonomi dan budaya. Oleh

karena itu perlu diwujudkan sistem pola dan praktik pendidikan yang lebih memberi kesempatan pada mereka untuk melakukan perubahan dan pembaharuan. Penganut pandangan kritis memiliki pandangan bahwa nilai-nilai yang ada dalam suatu sistem sosial merupakan representasi atau perwakilan kepentingan-kepentingan segelintir elite sosial tertentu. Tujuan utama dari pedagogi kritis adalah untuk menumbuhkan kesadaran kritis pada siswa. Dalam konteks problem moral di sini, yang perlu dibangun adalah kesadaran bahwa di sekolah, kampus, media, masyarakat dan bahkan keluarga seringkali terjadi praktik penanaman nilai-nilai ketidakjujuran, korupsi dan terorisme. Hal tersebut kemudian perlu dilanjutkan dengan upaya membangun kesadaran ada diri siswa untuk dapat melihat dan menilai secara kritis atas korupsi dan problem sosial sejenisnya. Dua kata kunci yang digunakan dalam pedagogi kritis untuk membangun kesadaran kritis diri tersebut adalah dialog dan pelibatan sosial, bukan indoktrinasi ideologis. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana latar belakang sejarah filsafat pendidikan? 2. Aliran apa saja yang mempengaruhi filsafat apa saja yang mempengaruhi filsafat pendidikan. 3. Bagaimana pemikiran filsafat pendidikan? 4. Bagaimana gerakan pendidikan masyarakat bebas dari sekolah? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui latar belakang sejarah filsafat pendidikan kritis. 2. Untuk mengetahui aliran yang mempengaruhi filsafat apa saja yang mempengaruhi filsafat pendidikan kritis. 3. Untuk mengetahui pemikiran filsafat pendidikan kritis Paulo Freire.

BAB II

A. APA ITU FILSAFAT Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. Filsafat juga sering dikatakan studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimeneksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab , yang juga diambil dari bahasa Yunani; philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang pencinta kebijaksanaan. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf". Filsafat dalam arti sekarang mulai dekenal sejak zaman Yunani kuno. Para toko filsafat pada waktu itu adalah Socrates, Plato dan

Aristotales. Scrotes mengajarkan bahwa manusia habur mencari kebenaran dan kebijakan dengan cara berpikir secara dialektis. Plato mengatakan kebenarannya hanya ada di alam ide yang bisa diselami dengan akal, sedangkan Aristoteles merupakan peletak dasar empirisme, yaitu kebenaran harus dicari melalui pengalaman panca indera. Para tokoh filsafat di atas yang kemudian diikuti oleh tokoh-tokoh yang lain, walaupun pandangan mereka belum tentu sama membuahkan suatu pemahaman tentang filsafat, Filsafat ialah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam tentang sesuatu sampai ke akar-akarnya. Sesuatu di sini dapat berarti terbatas dan membatasi diri akan hal tertentu saja. Bila berarti terbatas, filsafat membatasi diri akan hal tertentu saja. Bila berarti tidak terbatas, filsafat membahas segala sesuatu yang ada di alam ini yang sering dikatakan filsafat umum. Sementara itu filsaat yang terbatas ialah filsafat ilmu, filsafat pendidikan, filsafat seni, dan sebagainya. Filsafat membahas sesuatu dari segala aspeknya yang mendalam, maka dikatakan kebenaran filsafat adalah kebenaran menyeluruh yang sering dipertentangkan dengan kebenaran ilmu yang sifanya relatif. Karena kebenaran ilmu hanya ditinjau dari segi yang bisa diamati oleh manusia saja. Sesunggunya isi alam yang dapat diamati hanya sebagian kecil saja. Diibaratkan mengamati gunung es, kita hanya mampu melihat yang di atas permukaan laut saja. Sementara itu filsafat mencoba menyelami sampai ke dasar gunung es itu untuk meraba segala sesuatu yang ada melalui pikiran dan renungan yang kritis. Dalam garis besarnya ada empat cabang filsafat yaitu metafisika, epistemologi, logika, dan etika, dengan kandungan materi masing-masing sebagai beriktu:
a.

Metafisika ialah filsafat yang meninjau tentang hakikat segala sesuatu yang terdapat di alam ini.

b.

Epistemologi

ialah

filsafat

yang

membahas

tentang

pengetahuan dan kebenaran.


c.

Logika ialah filsafat yang membahas tentang cara manusia berpikir dengan benar. Dengan memahami filsafat logika diharapkan semua manusia bisa berpikir dan mengemukakan pendapat secara tepat dan benar.

d.

Etika ialah filsafat yang menguraikan tentang perilaku manusia. Nilai dan norma masyarakat serta ajaran agama menjadi pokok pemikiran dalam filsafat ini. Filsafat etika sangat besar mempengaruhi pendidikan sebab tujuan pendidikan untuk mengembangkan perilaku manusia, antara lain afeksi peserta didik.

Ciri-ciri berfikir filosofi : 1. Berfikir dengan menggunakan disiplin berpikir yang tinggi. 2. Berfikir secara sistematis. 3. Menyusun suatu skema konsepsi, dan 4. Menyeluruh. Empat persoalan yang ingin dipecahkan oleh filsafat ialah : 1. Apakah sebenarnya hakikat hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari oleh Metafisika. 2. Apakah yang dapat saya ketahui? Permasalahan ini dikupas oleh Epistemologi. 3. Apakah manusia itu? Masalah ini dibahas olen Atropologi Filsafat. Beberapa ajaran filsafat yang khasanah ilmu adalah: telah mengisi dan tersimpan dalam

1. Materialisme, yang berpendapat bahwa kenyatan yang sebenarnya adalah alam semesta badaniah. Aliran ini tidak mengakui adanya kenyataan spiritual. Aliran materialisme memiliki dua variasi yaitu materialisme dialektik dan materialisme humanistis. 2. Idealisme yang berpendapat bahwa hakikat kenyataan dunia adalah ide yang sifatnya rohani atau intelegesi. Variasi aliran ini adalah idealisme subjektif dan idealisme objektif. 3. Realisme. Aliran ini berpendapat bahwa dunia batin/rohani dan dunia materi murupakan hakitat yang asli dan abadi. 4. Pragmatisme merupakan aliran paham dalam filsafat yang tidak bersikap mutlak (absolut) tidak doktriner tetapi relatif tergantung kepada kemampuan minusia. Manfaat filsafat dalam kehidupan adalah : 1. Sebagai dasar dalam bertindak. 2. Sebagai dasar dalam mengambil keputusan. 3. Untuk mengurangi salah paham dan konflik. Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah.

B. TOKOH-TOKOH FILSAFAT 1. Thales (624-550 SM) Dapat disebut matematikawan pertama yang merumuskan teorema atau proposisi, dimana tradisi ini menjadi lebih jelas setelah dijabarkan oleh Euclid. Landasan matematika sebagai ilmu terapan rupanya sudah diletakan oleh Thales sebelum muncul Pythagoras yang membuat bilangan. 2. Pythagoras (582-496 SM) Pythagoras adalah orang yang pertama kali mencetuskan aksioma-aksioma, postulat-postulat yang perlu dijabarkan ter lebih
6

dahulu dalam mengembangkan geometri. Pythagoras bukan orang yang menemukan suatu teorema Pythagoras namun dia berhasil membuat pembuktian matematis. Persaudaraan Pythagoras menemukan 2 sebagai bilangan irrasional. 3. Socrates (427-347 SM) Ia merupakan seorang filosofi besar dari Yunani. Dia juga menjadi pencipta ajaran serba cita, karena itu filosofinya dinamakan idealisme. Ajarannya lahir karena pergaulannya dengan kaum sofis. Plato merupakan ahli piker pertama yang menerima paham adanya alam bukan benda. 4. Ecluides (325-265 SM) Euklides disebut sebagai Bapak Geometri karena menemukan teori bilangan dan geometri. Subyek-subyek yang dibahas adalah bentuk-bentuk, teorema Pythagoras, persamaan dalam aljabar, lingkaran, tangen,geometri ruang, teori proporsi dan lain-lain. Alat-alat temuan Eukluides antara lain mistar dan jangka. 5. Archimedes (287-212 SM) Dia mengaplikasikan prinsip fisika dan matematika. Dan juga menemukan perhitungan (pi) dalam menghitung luas lingkaran. Ia adalah ahli matematika terbesar sepanjang zaman dan di zaman kuno. Tiga kaaarya Archimedes membahas geometri bidang datar, yaitu pengukuran lingkaran, kuadratur dari parabola dan spiral. 6. Appolonius (262-190 SM) Konsepnya mengenai parabola, hiperbola, dan elips banyak memberi sumbangan bagi astronomi modern. Ia merupakan seorang matematikawan tang ahli dalam geometri. Teorema Appolonius menghubungkan beberapa unsur dalam segitiga.

7. Diophantus (250-200 SM) Ia merupakan Bapak Aljabar aljabar bagi Babilonia yang mengembangkan konsep-konsep Babilonia. Seorang

matematikawan Yunani yang bermukim di Iskandaria. Karya besar Diophantus berupa buku aritmatika, buku karangan pertama tentang system aljabar. Bagian yang terpelihara dari aritmatika Diophantus berisi pemecahan kira-kira 130 soal yang menghasilkan persamaan-persamaan tingkat pertama. 8. Sir Isaac Newton Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum dan momentum sudut. Membangun teleskop refleksi yang pertama Mengembangkan teori warna berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan membagi cahaya putih menjadi warnawarna lainnya. Merumuskan hukum pendinginan dan mempelajari kecepatan suara. Bersama Gottfried Leibniz yang dilakukan secara terpisah, Newton mengembangkan kalkulus diferensial dan kalkulus integral. Menjabarkan teori binomial, mengembangkan "metode Newton" untuk melakukan pendekatan terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi terhadap kajian deret pangkat. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di Royal Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau Albert Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar. 9. Albert Einstein Mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek

fotoelektrik

dan

"pengabdiannya

bagi

Fisika

Teoretis".

Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Tokoh Abad Ini" oleh majalah Time. Nama "Einstein" digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan "Albert Einstein" didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein. Rumus Einstein yang paling terkenal adalah E=mc There are scientists who "happen" only once in every 500 years, like Archimedes or

Newton. And there is scientists who happen only once or twice in


a century, like Einstein 10. Ab Abdallh Muammad ibn Ms al-Khwrizm Orang Persia yang menemukan angka 0 , seorang pelajar di the House of Wisdom in Baghdad. Buku nya yg berjudul al-Jabr wa-l-Muqabala menggambarkan solusi linier pertama dan persamaan quadratic. Pada abad ke-12, hasil karya nya dibidang bilangan india dan bilangan decimal diterjemahkan kedalam bahasa latin dan diperkenalkan ke dunia barat. Algebra adalah penurunan dari al-jabr, satu dari 2 operasi yg beliau gunakan untuk menyelesaikan persamaan quadratic. Algorism dan algorithm adalah terjemahan latin untuk nama beliau. Nama beliau dalam bahasa latin adalah guarismo dan algarismo (portugese) yg berarti digit.

Berikut macam-macam sistem numerasi yang sebagian ada di antara sistem numerasi lainnya :

a. Sistem Numerasi Mesir Purba Kira- kira 3400 tahun SM bangsa mesir telah mengenal tulisan Hyroghliph (Tulisan Mesir Kuno). Tulisan ini mereka pahat pada batubatu, papyrus, pohon kayu, barang-barang pecah belah, dll. Tulisan mesir Kuno ini berkembang dari sistem ijir yang dikelompokkan sepuluh-sepuluh menjadi bilangan dengan dasar 10, karena mereka telah mengenal bilangan-bilangan yang lebih besar. Keunikan dari sistem angka adalah : SISTEM ANGKA 1 10 = 101 100 = 102 1000 = 103 10000 = 104 100000 = 105 1000000 = 106 NUMERASI NAMA Stroke (Tongkat) Heel Bone (Tulang Tumit) Scroll (Gulungan Surat) Lotus Flower (Bunga Teratai) a pointing finger (jari telunjuk) burbot fish (ikan burbot) a man in astonishment (orang keheranan) Mesir Kuno ini,pada setiap perpangkatan 10 sampai dengan 106 mempunyai lambang tersendiri. Lambang-lambangnya

Matematika Mesir merujuk pada matematika yang ditulis di dalam bahasa Mesir. Sejak peradaban helenistik matematika Mesir melebur dengan matematika Yunani dan Babilonia yang membangkitkan Matematika helenistik. Pengkajian matematika di Mesir
10

berlanjut di bawah Khilafah Islam sebagai bagian dari matematika Islam, ketika bahasa Arab menjadi bahasa tertulis bagi kaum terpelajar Mesir. Tulisan matematika Mesir yang paling panjang adalah Lembaran Rhind (kadang-kadang disebut juga Lembaran Ahmes berdasarkan penulisnya), diperkirakan berasal dari tahun 1650 SM tetapi mungkin lembaran itu adalah salinan dari dokumen yang lebih tua dari Kerajaan Tengah yaitu dari tahun 2000-1800 SM. Lembaran itu adalah manual instruksi bagi pelajar aritmetika dan geometri. Selain memberikan rumus-rumus luas dan cara-cara perkalian, pembagian, dan pengerjaan pecahan, lembaran itu juga menjadi bukti bagi pengetahuan matematika lainnya, termasuk bilangan komposit dan prima; rata-rata aritmetika, geometri, dan harmonik; dan pemahaman sederhana Saringan Eratosthenes dan teori bilangan sempurna (yaitu, bilangan 6). Lembaran itu juga berisi cara menyelesaikan persamaan linear orde satu juga barisan aritmetika dan geometri. Naskah matematika Mesir penting lainnya adalah lembaran Moskwa, juga dari zaman Kerajaan Pertengahan, bertarikh kira-kira 1890 SM. Naskah ini berisikan soal kata atau soal cerita, yang barangkali ditujukan sebagai hiburan. b. Sistem Numerasi Cina Jepang Angka Tradisional Cina-Jepang menggunakan pengelompokkan dengan bilangan dasar 10. Di samping itu sistem pengelompokkan perkalian (multiplikatif), maksudnya adalah sebagai berikut : Andaikan telah ditentukan lambang-lambang bilangan dasar dari 1 sampai 9, sedangkan bilangan 10, 102, 103, . . . dimisalkan mempunyai lambang berturut-turut a, b, c, . . . maka bilangan Hindu Arab 5624 ditulis seperti 5 c 6 b 2 a 4, jadi setiap lambang a, b, c dan seterusnya

11

dikalikan dengan koefisiennya, tidak ditulis berulang-ulang seperti pada angka Mesir-Purba. Lambang-lambang bilangan Cina Jepang itu adalah sebagai berikut : ANGKA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 102 103 SUSTEM NUMERASI NAMA ichi/chi ni/ji san/sam shi/su go roku shici hachi kyu zu che pe she chen

Contoh-contoh : 1. Tuliskan dalam sistem angka Cina-Jepang 1). 5624 Jawab : 5 ribu 6 Ratus

12

2 Puluh 4 Dibaca lima ribu enam ratus dua puluh empat. Keunikannya angka yang ditulis dalam angka Cina-Jepang itu ditulis dari atas kebawah. c. Sistem numerasi Attika Sistem Numerasi lain yang perlu diketahui ialah sistem numerasi Attika (Yunani). Sistem ini berkembang sekitar abad ke tiga SM. Tulisan ini di temukan di dareah reruntuhan Yunani yang bernam Attika. Lambang-lambang dasar dari sistem ini adalah : I = 100 = 101 H X = 102 = 103

M = 104 Dari lambang-lambang diatas jelas bahwa bilangan nol belum ada. Lambang untuk bilangan nol belum ada . selain lambang-lambang diatas ada pula lambang lain yang di pergunakan sebagai penyingkat, yaitu yang berarti lima. Lambang ini dapat pula digabung dengan lambang-lambang diatas, dengan demikian nilainya sama dengan lima kali nilai lambang dasar yang di tulis. Contoh : 1. a. atau b. XXXXX = 5.000 atau X c. MMMMM = 50.000 atau M 2. a. 27 = II

13

b. 55 = c. 678 = HHH HHH III

Dari contoh diatas jelas bahwa sistem numerasi aditif dan juga multiflikatif. Multiflikatifnya kelihatan pada penggunaan lambang dimana setiap lima lambang dasar yang sama dapat disingkat dengan menggunakan lambang tersebut.

C. MACAM FILSAFAT YANG ADA DIDUNIA Beberapa aliran filsafat pendidikan; 1. Filsafat pendidikan progresivisme. 2. Filsafat pendidikan esensialisme. yang didukung oleh idealisme dan realisme. dan 3. Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme. Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Pengalaman ekstrem, menurut progresivisme Menurut bersifat dinamis dan nilai temporal; menyala. tidak pernah sampai pada yang paling serta pluralistis. progresivisme, berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kehudayaan. Belajar berfungsi untuk mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks.Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Filsafat ini didukung oleh filsafat pragmatisme. Esensialisme berpendapat bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. Esensialisme didukung oleh idealisme modern

14

yang mempunyai pandangan yang sistematis mengenai alam semesta tempat manusia berada. Esensialisme juga didukung oleh idealisme subjektif yang berpendapat hahwa alam semesta itu pada hakikatnya adalah jiwa/spirit dan segala sesuatu yang ada ini nyata ada dalam arti spiritual. Realisme berpendapat bahwa kualitas nilai tergantung pada apa dan bagaimana keadaannya, apabila dihayati oleh subjek tertentu, dan selanjutnya tergantung pula pada subjek tersebut. Perenialisme berpendirian bahwa untuk mengembalikan

keadaan kacau balau seperti sekarang ini, jalan yang harus ditempuh adalah kembali kepada prinsip-prinsip umum yang telah teruji. Menurut. perenialisme, kenyataan yang kita hadapi adalah dunia dengan segala isinya. Perenialisme berpandangan hahwa persoalan nilai adalah persoalan spiritual, sebab hakikat manusia adalah pada jiwanya. Sesuatu dinilai indah haruslah dapat dipandang baik.

D.

FILSAFAT YANG COCOK DI INDONESIA Pendidikan di Indonesia belum punya konsep atau teori-teori

sendiri yang cocok dengan kondisi, kebiasaan atau budaya Indonesia tentang pengertian pendidikan dan cara-cara mencapai tujuan pendidikan. Sebagian besar konsep atau teori pendidikan diimpor dari luar negeri sehingga belum tentu valid untuk diterapkan di Indonesia. Sumber-sumber konsep pendidikan di Indonesia didapat dengan cara belajar di luar negeri, atau dengan cara melakukan studi banding. Dan yang paling banyak dilakukan adalah dengan mendatangkan buku atau membeli buku dari negara lain. Kalaupun ada usaha menyusun
15

sendiri konsep pendidikan sebagian besar juga bersumber dari buku-buku ini. Memang benar ada sejumlah konsep pendidikan yang tumbuh dan berkembang dari dalam negeri sendiri. Tetapi konsep-konsep itu sendiri belum dikaji lebih lanjut melalui penelitian-penelitian pendidikan. Karena itu perlu dirintis dengan segera filsafat pendidikan yang cocok dengan kondisi serta budaya Indoensia. Suatu filsafat pendidikan yang dijabarkan dari filsafat Pancasila segabai filsafat negara kita. Kita memerlukan alat pendidikan yang pasti dan tepat untuk mencapai tujuan. Alat itu adalah teori pendidikan yang diwarnai oleh budaya bangsa Indonesia. Untuk bisa membentuk teori pendidikan Indonesia yang valid, terlebih dahulu dibutuhkan filsafat pendidikan yang bercorak Indonesia yang memadai. Filsafat ini akan menguraikan tentang: a. Pengertian pendidikan yang jelas, yang satu, dan berlaku di seluruh tanah air.
b.

Tujuan pendidikan, yaitu pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang diwarnai oleh sila-sila Pancasila. Model pendidikan, yang membahas tentang model pendidikan di Indonesia yang tepat. Cara mencapai tujuan, yaitu segi teknik dan pendidikan itu sendiri.

c.

d.

Menurut saya filsafat pendidikan yang cocok di indonesia adalah filsafat perenialisme, karena filsafat itu berpendirian bahwa untuk mengembalikan keadaan kacau balau seperti sekarang ini, jalan yang harus ditempuh adalah kembali kepada prinsip-prinsip umum yang telah teruji.

16

17

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem numerasi adalah sekumpulan lambang dan aturan pokok untuk menuliskan bilangan. Lambang yang menyatakan suatu bilangan disebut numeral/ lambang bilangan. Banyaknya suku bangsa di dunia menyebabkan banyaknya sistem numerasi yang berbeda. Oleh karena itu suatu bilangan dapat dinyatakan dengan bermacam-macam lambang, tetapi suatu lambang menunjuk hanya pada satu bilangan.

Daftar Pustaka
Boyer, C. B. (1967). A Concise History of Mathematics. New York: Willey & Son. http://sejarahmatematika.blogspot.com/ http://siebud.blogspot.com/2010/10/sejarah-matematika.html Erman. 1993, Perkenalan dengan teori bilangan. Bandung : Wijayakusumah.