Anda di halaman 1dari 2

PENYEBAB HEMATOKEZIA

a. Divertikulosis Perdarahan dari divertikulum biasanya tidak nyeri dan terjadi pada 3% pasien diverkulosis. Tinja biasanya berwarna merah marun, kadang-kadang bias juga menjadi merah. Meskipun divertikel kebanyakan ditemukan di kolon sigmoid namun perdarahan divertikel biasanya terletak di sebelah kanan. Umumnya berhenti spontan dan tidak berulang, oleh karena itu tidak ada pengobatan khusus yang dibutuhkan oleh parapasien. b. Angiodisplasia Angiodisplasia merupakan penyebab 10-40% perdarahan saluran cerna bagian bawah. Angiodisplasia merupakan salah satu penyebab kehilangan darah yang kronik. Angiodisplasia kolon biasanya multiple, ukuran kecil kurang dari diameter < 5 mm dan biasa terlokalisir di daerah caecum dan kolon sebelah kanan. Sebagaimana halnya dengan vascular ektasia di saluran cerna, jejas di kolon umumnya berhubungan dengan usia lanjut, insufisiensi ginjal, dan riwayat radiasi. c. Kolitis iskemik Kebanyakan kasus kolitis iskemik ditandai dengan penurunan aliran darah visceral dan tidak ada kaitannya dengan penyempitan pembuluh darah mesenterik. Umumnya pasien kolitis iskemik berusia tua dan kadang-kadang dipengaruhi oleh sepsis, perdarahan akibat lain, dan dehidrasi. d. Penyakit perianal Penyakit perianal contohnya: hemoroid dan fissura ani biasanya menimbulkan perdarahan dengan warna merah segar tetapi tidak bercampur dengan feses. Berbeda dengan perdarah varises rektum pada pasien dengan hipertensi portal kadang-kadang bida mengancam nyawa. Polip dan karsinoma kadang-kadang menimbulkan peradarahan yang mirip dengan yang disebabkan oleh hemoroid oleh karena itu pada perdarahan yang diduga dari hemoroid perlu dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan polip dan karsinoma kolon. e. Neoplasia kolon Tumor kolon yang jinak maupun ganas yang biasanya terdapat pada pasien usia lanjut dan biasanya berhubungan dengan ditemukannya perdarahan berulang atau darah samar. Kelainan neoplasma di usus halus relatif jarang namun meningkat pada pasien IBD (seperti Chrons disease atau celiac sprue) f. Penyebab lain dari perdarahan saluran cerna bagian bawah Kolitis yang merupakan bagian darI ibd, infeksi (Campilobacter spp, Salmonella spp., Shigella spp., E. coli) dan terapi radiasi, baik akut maupun kronik. Kolitis dapat menimbulkan perdarahan namun biasanya sedikit sampai sedang.

Divertikular Meckel merupakan kelainan kongenital di ileum dapat berdarah dalam jumlah yang banyak akibat mukosa yang menghasilkan asam. Pasien biasnya anak-anak dengan perdarahan segar maupun hitam yang tidak nyeri. Intusepsi menyebabkan kotoran berwarna marun disertai rasa nyeri di tempat polip atau tumor ganas pada orang dewasa. Hipertensi portal dapat menimbulkan varises di ileukolon dan di anorektal yang dapat menimbulkan perdarahan dalam jumlah yang besar. Penyebab perdarahan saluran cerna bagian bawah yang lebih jarang seperti fistula autoenterik, ulkus rektal soliter, dan ulkus di caecum.

Sumber: Abdullah, Murdani. 2007. Perdarahan Saluran Cerna Bagian Bawah (Heamtokezia) dan Perdarahan Samar (Occult). Dalam: Sudoyo, Aru W., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadibrata, K dan Setiati, S. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi IV. Jakarta: FKUI, pp: 391-4