Anda di halaman 1dari 5

TUGAS RESMI ENDAPAN MINERAL

Di susun oleh: REHAN 101101012

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA 2011

1. proses metamorfosa yang di alami oleh batuan tidak menghasilkan endapan mineral bijih apabila batuan metamorfik di jumpai pada daerah yang mengalami dislokasi, seperti daerah sesar. Pergerakan antar blok batuan akibat sesar memungkinkan menghasilkan breksi sesar dan batuan metamorfik dinamik, dan jarang sekali mengalami perubahan mineral.

Gambar 1: metamorfisme dislokasi/dinamik/kataklastik pada zona sesar 2. Gejala kontak metamorfisme tampak dengan adanya perubahan pada tepi batuan beku intrusi dan terutama pada batuan batuan yang di intrusi yaitu : baking (pemanggangan) dan hardening (pengerasan). letak terjadinya proses ini umumnya di kedalaman buni pada lingkungan tekanan dan temperatur yang tinggi. Mineral bijih yang terbentuk pada endapan kontak ini misalnya spalerit, galena, kalkopirit, bornit, dan beberapa molibdenit 3. Ciri-ciri khas endapan mineral bijih Antara lain: a) Emas, Au Sistem Kristal : Isometrik Warna : Kuning Emas Goresan : Kuning Kilap : Metalik Belahan dan pecahan : ( pecahan bergerigi dengan

ujung yang tajam ). Kekerasan : 2,5 3 Berat jenis : 19,3 Genesis : kebanyakan emas terdapat dalam urat-urat kuarsa yang terbentuk melalui proses hidrotermal; dan sering bersama-sama pirit dan mineral-mineral sulfida yang lain, telurid perak-emas, skhelit dan turmalin. Bila urat-urat mengandung emas melapuk, maka emas-emas akan terpisah dan kemudian mengendap sebagai deposit eluvial, atau terangkut oleh aliran air dan mengendap di suatu tempat sebagai deposit letakan (placer deposit), bersama pasir, dan atau kerikil-kerakal. Manfaat : sumber logam emas; dipakai untuk membuat perhiasan, instrumen-instrumen saintifik, lempengan elektrode, pelapis gigi dan emas lantakan. b) Perak, Ag Tempat ditemukan : Irian Jaya Sistem Kristal : Isometrik. Warna : Putih Perak Goresan : Coklat, atau abu-abu sampai hitam. Belahan dan Pecahan : Tak ada Kekerasan : 2,5 3. Berat Jenis : 10,5. Genesis : sejumlah kecil perak nativ dapat dijumpai dalam zone oksidasi pada suatu deposit bijih, atau sebagai deposit yang mengendap dari larutan hidrotermal primer. Ada 3 jenis deposit primer, yaitu: 1. Barasosiasi dengan sulfida, zeolit, kalsit, barit, fluorit dan kuarsa, 2. Barasosiasi dengan arsenida dan sulfida kobalt, nikel dan perak, dan bismut nativ, dan 3. Berasosiasi dengan uraninit dan mineral- mineral nikel-kobalt. Manfaat : sumber logam perak; dipakai untuk membuat perhiasan, alat-alat makan-minum, barang-barang kerajinan tangan, alat-alat elektronik, penyepuhan dan sebagai emulsi film fotografi.

c) Tembaga, Cu Tempat ditemukan : Timor , NTT Sistem cristal : isometrik. Warna : Merah-tembaga , atau merah-mawar terang. Goresan : Merah metalik. Belahan dan pecahan : Tak ada Kekerasan : 2,5 3. Berat Jenis : 8,94. Genesis : sejumlah kecil tembaga nativ dijumpai pada zona oksidasi dalam deposit tembaga yang berasosiasi dengan kuprit, malakit dan azurit. Deposit primer umumnya berasosiasi dengan batuan beku basa ekstrutif, dan tembaga nativ terbentuk dari pengendapan yang dihasilkan dari reaksi antara larutan hidrotermal dan mineral-mineral oksidasi besi. Pada deposit tipe ini, tembaga nativ berasosiasi dengan khalkosit, bornit, epidot, kalsit, prehnit, datolit, khlorit, zeolit dan sejumlah kecil perak nativ. Manfaat : sumber minor bijih tembaga, banyak digunakan dalam kelistrikan, umumnya sebagai kawat, dan untuk membuat logamlogam campuran, seperti kuningan (campuran tembaga dan seng), perunggu (campuran tembaga dan timah dengan sedikit seng) dan perak Jerman (campuran tembaga seng dan nikel).

DAFTAR PUSTAKA http://hadiwijayatambang.blogspot.com/2011/05/endapan-mineral.html

http://geografialahendri.blogspot.com/2011/05/beberapa-deskriptif-mineralpenting.html