Anda di halaman 1dari 24

Tugas Keperawatan Anak 1 Pengaruh Acne Pada Tumbuh Kembang Remaja

Disusun oleh : Oktafrastya W.S. Fresty Africia Eny Triastutik Made Indra A. A. Risky Putri K. Nurul Kamariyah S. Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga 2009 010710349 B 010710350 B 010710351 B 010710353 B 010710354 B 010710356 B

Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas berkat dan rahmat-Nyalah pada hari ini penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pengaruh Acne Pada Tumbuh Kembang Remaja dengan semaksimal mungkin. Tidak lupa penulis mengucap terimakasih kepada Ibu Heny Ferdiana S.Kep.Ns selaku pembimbing. Makalah ini diselesaikan untuk memenuhi tugas Makalah Keperawatan Anak I. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna baik isi maupun penyusunannya. Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.Semoga makalah ini bermanfaat.

Surabaya, 14 September 2009 Penulis

DAFTAR ISI Halaman Judul.........................1 Kata Pengantar.............2 Daftar Isi...............3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang....4 1.2 Rumusan masalah...6 1.3 Tujuan.6 1.4 Manfaat...6 BAB II TINJAUAN KASUS 2.1 Definisi........... ....7 2.2 Etiologi....7 2.3 Manifestasi klinis....................................................11 2.4 Identifikasi masalah tumbuh kembang...................13 2.5 Penatalaksanaan BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan.....23 3.2 Saran...23 DAFTAR PUSTAKA...............24 ..................................................14 2.6 Pencegahan.............................................................16

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Bayi mungil yang dilahirkan oleh seorang ibu akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Mulai dari fase infant/ bayi, toodler, pra sekolah, sekolah, remaja hingga dewasa. Dalam masa- masa pertumbuhan dan perkembangan itu tidak selalu berjalan dengan mulus atau lancar, tapi kadang kala masalah- masalah pun juga bisa terjadi. Seperti masalah yang dihapi pada masa remaja misalnya masalah umum kesehatan remaja salah satu contohnya jerawat atau acne. Jerawat (acne) merupakan keadaan kondisi kulit yang abnormal yang biasanya terjadi pada daerah muka, dada, punggung, lengan bagian atas. Munculnya jerawat (acne) sering terjadi pada masa remaja antara usia 14-19 tahun yang disebabkan oleh perubahan hormon. Walau demikian tidak berarti yang berumur lebih dari 20 tahun telah terbebas dari jerawat (acne). Karena sesuai hasil penelitian menunjukkan yaitu sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia 1225 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun. Dari hal ini dapat diketahui bahwa setiap orang rentang terkena jerawat, khususnya remaja. Namun masalah jerawat (acne ) ini jika tidak segera teratasi dengan baik, maka akan terjadi gangguan jerawat (ance), bahkan bisa menetap hingga usia 40 tahun. Hal ini cukup mengerikan bila selama beberapa tahun kulit kita selalu dihinggapi oleh jerawat. Dampak yang terjadi akibat jerawat (acne) biasanya menimbulkan bekas jerawat seperti bercak- bercak hitam pada kulit, dan mungkin masih banyak lagi manifestasi yang bisa terjadi akibat jerawat (acne). Disamping itu akan timbul efek yang tidak kalah pentingnya akibat timbulnya jerawat (acne) ini, yaitu masalah yang berhubungan dengan tumbuh kembang remaja, terutama masalah jiwa / psikososial remaja seperti krisis percaya diri atau minder dan depresi. Komponen konsep diri yang sering terganggu pada remaja dengan munculnya jerawat (acne) yaitu gambaran diri (body image) dan harga

diri, dimana pada masa remaja fokus individu terhadap fisik lebih menonjol dari periode kehidupan lain. Bentuk tubuh merupakan bagian dari gambaran diri, pada remaja yang berjerawat mengakibatkan perubahan bentuk tubuh dari remaja tersebut yang akan berdampak pada interaksi atau hubungan sosial dilingkungan, dimana remaja menjadi minder dan merasa tidak percaya diri yang akan mengakibatkan rendahnya harga diri. Tetapi tidak semua remaja yang berjerawat dapat mengalami gangguan konsep diri, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pendidikan, pekerjaan, pengetahuan/ informasi terutama bagaimana penatalaksanaan atau hal yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi jerawat (acne) yang didapat oleh setiap remaja dari media seperti televisi, majalah, artikel-artikel yang berhubungan dengan jerawat (acne).

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah definisi dari Acne vulgaris? 1.2.2 Bagaimanakah etiologi Acne vulgaris itu? 1.2.3 Bagaimanakah manifestasi klinis Acne vulgaris? 1.2.4 Bagaimankah pengaruh Acne vulgaris pada tumbuh kembang remaja? 1.2.5 Bagaimanakah penatalaksanaan Acne vulgaris? 1.2.6 Bagaimanakah pencegahan Acne vulgaris? 1.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum
a. Mampu menjelaskan pengaruh Acne Vulgaris pada tumbuh

kembang remaja 1.3.2 Tujuan Khusus a. Mampu menjelaskan definisi dari Acne Vulgaris. b.Mampu menjelaskan etiologi Acne vulgaris. c.Mampu menjelaskan manifestasi klinis Acne vulgaris. d.Mampu menjelaskan pengaruh Acne vulgaris pada tumbuh kembang remaja.

e.Mampu menjelaskan penatalaksanaan Acne vulgaris. f.Mampu menjelaskan pencegahan Acne vulgaris. 1.4 Manfaat a. Menambah pengetahuan mengenai Acne Vulgaris
b. Dapat mengetahui pengaruh acne vulgaris pada psikososial

remaja/tumbuh kembang remaja c. Bagi parawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang tepat pada pasien acne vulgaris.

BAB II TINJAUAN KASUS 2.1 Definisi Akne adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustule, nodus, dan kista pada tempat predileksinya (Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 2007) Klasifikasi Akne meliputi berbagai kelainan kulit yang hampir mirip satu dengan yang lainnya, sehingga diperlukan penggolongan/klasifikasi untuk membedakannya. Klasifikasi yang dibuat oleh Plewig dan klingman dalam buku Acne : morphologenesis and treatment (1975) dianut oleh bagian kami sebagai berikut. A. Akne vulgaris dan varietasnya B. Akne venenata akibat kontak taneksternal C. Akne komedonal akibat agen fisik Pada akne vulgaris terjadi perubahan jumlah dan konsistensi lemak kelenjar akibat pengaruh berbagai factor penyebab, biasanya terdapat pada pubertas. Pada aknevenenata terjadi penutupan oleh massa eksternal, diakibatkan bahan - bahan dari luar. Pada akne fisis ditandai dengan lesi berdang berupa papula atau pustula, saluran keluar menyempit akibat radiasi sinar ultraviolet, sinar matahari, atau sinar radioaktif.

2.2 Etiologi timbulnya Acne Jerawat muncul karena terjadi penyumbatan atau penghalangan di dalam folikel rambut atau pori pori. Tetapi penyebab utama jerawat selain secara fisikal tersebut bisa juga dikarenakan oleh kondisi kondisi tertentu seperti berikut :

a. Faktor Genetik atau Faktor Keturunan

Jika keluarga kita baik itu bapak ibu atau nenek atau kakek kita merupakan penderita jerawat pada waktu masih muda (karena kemungkinan kalau sudah usia lanjut mereka sudah tidak berjerawat lagi), maka sangat dimungkinkan jerawat yang kita peroleh sekarang ini merupakan hasil dari keturunan genetika bapak atau ibu kita. Ya, secara genetik jerawat itu bisa diturunkan. Sejarah jerawat keluarga kita bisa menyumbang pada keberadaan jerawat kita.
b. Aktivitas Hormonal

Aktivitas hormonal disini dimaksudkan pada proses perubahan atau siklus hormonal yang terjadi pada seseorang. Semisal ketika menginjak pubertas atau kedewasaan, seseorang akan memproduksi hormon sex (lelaki) yang disebut androgens yang lumayan banyak sehingga menyebabkan glands (kelenjar minyak) menjadi tambah banyak dan sebum (kelenjar minyak) pun tambah banyak pula (salah satu penyebab munculnya jerawat secara tehnikal). Pada masa siklus menstruasi perempuan biasanya juga akan terjadi perubahan hormonal yang bisa mengakibatkan timbulnya jerawat. Beberapa jenis hormon yang sering dikaitkan sebagai penyebab terjadinya Jerawat, misal androgens testosterone, dihydrotestosterone (DHT), insulin-like growth factor (IGF-I), dan juga dehydroepiandrosterone sulfate (DHEAS). Orang yang sudah menopause juga biasanya tidak lagi berjerawat karena dia memproduksi hormon anti jerawat secara alamiah. Namun hormon ini akan menyebabkan kulit berkerut dan tipis, vagina jadi kering, osteoporosi, rambut jadi sedikit dan tipis.
c. Kelenjar Minyak yang Terlalu Aktif (Hyperactive sebaceous glands)

Kelenjar minyak yang terlalu berlebihan ini bisa saja dimungkinkan karena salah makan atau memang sudah menjadi genetik seorang penderita

jerawat. Dengan banyaknya kelenjar minyak maka munculnya minyak akan lebih banyak sehingga kemungkinan tersumbatnya folikel dan pori pori kulit pun akan banyak. Jerawat yang muncul pun akan banyak.
d. Menumpuknya Sel Kulit Mati (Accumulation of dead skin cells)

Kulit mati yang menumpuk atau terakumulasi akan menyebabkan tersumbatnya tersumbatnya folikel dan pori pori. Seperti yang telah dijelaskan diatas hal tersebut bisa menyebabkan jerawat karena tidak ada jalan keluar bagi kelenjar minyak dan akan menyebabkan terbentuknya komedo. Kalau parah bisa menjadi jerawat yang terinfeksi bakteri jerawat.
e. Bakteri di Pori pori kulit

Bakteri yang berada di dalam pori pori kulit bisa menyebabkan munculnya jerawat. jerawat.
f. Iritasi Kulit atau Garukan yang menyebabkan Peradangan g. Anabolic Steroid h. Pil Pengontrol Kelahiran atau Pil KB

Propionibacterium

acnes

(P.

acnes)

merupakan

bakteri

yang

menyebabkan jerawat. P. acnes merupakan bakteri unaerob yang menyebabkan

i. Lingkungan Lingkungan yang mengandung kadar klorin (chlorine) yang tinggi terutama chlorinated dioxins, sedang yang bisa menyebabkan jerawat yang parah disebut Chloracne. j. Gaya hidup stres k. Diet atau Pola Makan Pola makan seseorang dapat juga berpengaruh terhadap munculnya jerawat di bagian tubuh seseorang. Berikut ini beberapa bahan makanan yang ikut berperan dalam kemunculan jerawat : Susu Berdasarkan penelitian terakhir, diketemukan suatu korelasi atau hubungan yang positif antara perilaku makan atau Pola makan seseorang dengan
9

munculnya atau tumbuhnya jerawat. Beberapa makanan yang berkorelasi positif dengan kemunculan jerawat adalah susu saring (skimmed milk), keju batangan, cream keju, dan makanan dingin pencuci mulut (sherbet). Hubungan antara Jenis susu dengan munculnya jerawat, dimungkinkan (masih dalam taraf hipotesa) dikarenakan oleh terjadinya peningkatan hormon di tubuh semisal hormon sex atau bovine IGF-I yang ada pada susu sapi. Walaupun demikian pada dasarnya pengaruh atau hubungan secara kausisatif (hubungan sebab-akibat) antara susu dengan jerawat belum begitu jelas.

Makanan Laut atau Sea Food Makanan Laut atau sering disebut dengan SeeFood merupakan makanan yang banyak mengandung kandungan Yodium (Iodine). Yodium dikenal juga sebagai selah satu dapat mengakibatkan makin parahnya jerawat yang sudah ada, walaupun yodium mungkin tidak cukup dijadikan penyebab munculnya jerawat. Walaupun demikian banyak orang yang cenderung mudah terkena jerawat akan menghindari makanan dengan kandungan yodium yang tinggi. Makanan dengan Kandungan Karbohidrat Tinggi / High Carbohydrates / Dimungkinkan juga dalam beberapa makanan dapat berubah menjadi bentuk gula tinggi (high sugar) dan sejenisnya ada hubungannya dengan kemunculan jerawat. Hipotesanya adalah Jika Makanan dengan Karbohidrat tinggi seperti roti putih akan berubah menjadi gula dalam proses metabolismenya, dan kalau berlebihan gula ini dapat berubah menjadi lemak yang akan membentuk atau berubah menjadi kelenjar minyak (salah satu penyebab jerawat secara kausalitas langsung). Walaupun demikian ternyata beberapa makanan yang tinggi kalori seperti coklat tidak berkorelasi langsung dengan tumbuhnya atau munculnya jerawat. Ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh American Medical Association.

High GI

10

Studi atau Penelitian terakhir juga menunjukkan bahwa makanan dengan kandungan gula yang tinggi memicu hati (liver) untuk mengubah jenis gula ini ke bentuk lipid (bahan organik yang mengandung minyak). Efek samping dari kejadian atau proses ini adalah berhentinya produksi hormon sex (Sex hormone binding globulin: bahan kimia yang akan mengurahi tingkat hormon testosterod dalam darah). Seperti dijelaskan kemarin, hormon tertosteron ini dapat memicu munculnya jerawat. Vitamin A dan E Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang berjerawat cenderung memiliki kadar vitamin A dalam aliran darah mereka lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki jerawat. Bebeberapa orang yang berjerawat juga cenderung memiliki kadar Vitamin E dalam darah yang rendah. l. Hygiene (Kesehatan) Jerawat tidak ditimbulkan oleh adanya debu atau kotoran dari luar. Ini merupakan sebuah kesalahpahaman dari banyak orang yang mengatakan bahwa kotoran menyebabkan orang berjerawat. Kemungkinan Kesalahpahaman ini lahir dikarenakan blackheads (komedo hitam terbuka) nampak seperti kotoran tersangkut dalam pori pori kulit yang terbuka. Warna hitam itu sesungguhnya bukanlah kotoran melainkan oxidised keratin (keratin yang teroksidasi sehingga menghitam). Faktanya adalah keratin yang menyebakan jerawat muncul itu ada jauh didalam folikel atau saluran rambut, yang mustahil untuk dibersihkan. Penyumbatan oleh keratin ini sesugguhnya terjadi karena kesalahan atau kegagalan gerakan aliran sel untuk berpisah dan muncul kepermukan kulit dari minyak kulit yang diproduksi oleh tubuh. m. Seks Mitos umum menyatakan masturbasi dan tidak menikah dapat menyebabkan jerawat. Namun tidak ada bukti medis yang menguatkan pendapat ini.

11

2.3 Manifestasi klinis Distribusi akne sejalan dengan daerah yang mengandung kelenjar sebasea. Dan timbul pada wajah, leher, dada, punggung, bahu. Lesi paling dini yang tampak pada kulit adalah komedo. Komedo putih atau komedo tertutup kemungkinan besar akan berkembang menjadi papula dan pustula. Komedo hitam atau komedo terbuka memiliki sumbatan berwarna gelap yang menitup saluran pilosebasea. Komedo ini menghalangi aliran sebum ke permukaan. Sebum, bakteri (prapionibacterium acnes) dan asam-asam lemak diduga menyebabkan perkemnbangan peradangan disekeliling saluran pilosebasea dan kelenjar sebasea. Sekali saja aliran sebum kepermukaan dihambat oleh komedo P.acnes akan mengahsilkan lipase yang mengubah sebum trigleserida menjadi asam lemak bebas. Asam-asam ini bilka dikomninasikan dengan bakteri akan menghasilkan respon peradangan pada dermis. Peradangan ini akan menyebabkan terbentuknya papula eritrematosus, pustula yang meradang, dan dan kista yang juga meradang. Pada saatnya pustula dan kista akan pecah, mengering dan sembuh. Papula dan kista yang lebih dalam akan meninggalkan parut permanen, sedsangkan jerawat(akne) ringan akan sembuh tanpa parut. Pada kulit juga tergantung pada pada masing-masing individu, dan lebih besar bila individu berusaha untuk mengosongkan isi lesi tersebut,. Semua jaringan parut umumnya akan membaik seiring waktu kecuali jenis keloid dan jaringan parut yang berlubang. Akne diklasifikasikan sebagai komedonal(yaitu komedo hitam, dan putih), papulopustular(papula dan pustula), atau kistik. Akne komedonal dan papulopustular diberi stadium dengan angka. a. Akne stadium I memiliki kurang dari 10 komedo, papula, dan pustula pada satu sisi wajah b.Akne stadium II, memiliki 10-20 komedo, papula, atau pustula pada satu sisi wajah c. Akne Stadium III 25-50 komedo, papula, dan pustula pada satu sisi wajah

12

d.Akne stadium IV lebih dari 50 komedo, papula, dan pustula pada satu sisi wajah.

Varian Akne Ada beberapa macam akne yang harus dikenal. Akne ekskoriata terjadi pada individu yang memanipulasi jerawat itu secara posesif. Dengan demikian dapat menimbuklkan jaringan parut yang banyak sekali. Akne koblongata merupakan bentuk akne kistik yang paling berat dengan kista profunda, komedo multipel, dan jaringan parut yang nyata. Keadaan ini dapat disertai malaise dan demam, mungkin pasien perlu dirawat di rumah sakit. Seseorang dengan akne keloidalis memiliki jaringan parut dengan keloid multipel di tempat-tempat terdapat lesi akne.

2.5 Identifikasi masalah tumbuh kembang Masa remaja dimulai pada umur 11-20 tahun (Adams & Gullota, Aaro, 1997) pada masa remaja ini terjadi beberapa perubahan yang mengalami perkembangan. Ada tiga aspek perkembangan yang dikemukakan Papalia dan Olds (2001), yaitu: perkembangan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan kepribadian dan sosial. Yang dimaksud dengan perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris dan ketrampilan motorik (Papalia & Olds, 2001). Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi inilah yang disebut sebagai masa pubertas. Pada masa pubertas ini terjadi peningkatan hormon yang juga akan mempengaruhi timbulnya jerawat (acne). Pada masa remaja terjadi perkembangan kognitif. Remaja sudah bisa berpikir abstrak. Seorang remaja tidak saja mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati, tetapi remaja mampu mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide
13

baru. Remaja dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan pada saat ini dapat memiliki efek pada masa yang akan datang. Dengan demikian, seorang remaja mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya, termasuk adanya kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya. Yang ketiga adalah perkembangan kepribadian dan sosial. Remaja lebih cenderung untuk meningkatkan interaksi dengan masyarakat. Remaja mulai mencari identitas diri, dan gambaran diri melalui pergaulannya. Pada umumnya remaja lebih suka bergaul dengan teman sebaya dan melakukan aktivitas di luar rumah. Pengaruh teman sebaya ini sangat kuat walaupun remaja sudah mengalami perkembangan kognitif. Pada masa perkembangan remaja akan timbul beberapa masalah. Salah satunya adalah jerawat yang mempengaruhi tampilan fisik seseorang. Jerawat dapat timbul pada masa pubertas yang dipengaruhi oleh hormon. Hormon yang mempengaruhi adalah hormon seks yaitu hormon androgen. Hormon androgen ini dapat menyebabkan hiperplasia dan hipertrofi dari glandula sebasea. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun. Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun. Jerawat dapat meninggalkan bekas. Dan bekas jerawat ini akan sangat mengganggu dan dapat menyebabkan krisis percaya diri bahkan sampai depresi. Padahal pada masa remaja ini, seseorang akan lebih sering berhubungan dengan orang lain sesuai dengan perkembangan kepribadian dan sosialnya. Namun karena masalah ini, beberapa remaja akan merasa malu dan minder sehingga menarik diri dari masyarakat atau menghindari untuk berhubungan dengan orang lain yang menyebabkan harga diri rendah. Apabila seorang remaja terus menarik diri dari pergaulan maka dia juaga akan mengalami kemunduran perkembangan kognitif karena merasa takut dan malu untuk mendapatkan informasi-informasi baru dan hal ini akan terus berpengaruh pada proses tumbuh kembang remaja. Karena informasi yang didapat hanya sedikit maka remaja akan cenderung mengambil keputusan sendiri untuk mengatasi masalahnya yang justru akan memperparah masalah yang dihadapi.

14

Oleh karena itu, pada masa remaja ini peran orangtua sangatlah penting. Orangtua diharapkan dapat memberikan informasi-informasi tentang perubahan-perubahan yang akan terjadi pada anaknya yang menginjak remaja.

2.6 Penatalaksanaan Tujuan dari penatalaksanaan adalah untuk mengurangi proses peradangan kelenjar pilosebasea sampai terjadi remisi spontan . Pengobatan akne dan kondisi kondisi lain yang berkaitan dapat memperbaiki penampilan kosmetis dan citra diri pasien, dan dapat mencegah jaringan parut akibat akne. Pengobatan akne meliputi penghentian pemakaian semula factor yang dapat memperberat akne, seperti pemakaian make-up dank rim pelembab yang bahan dasarnya terbuat dari minyak. Pembatasan makanan biasanya tidak perlu atau tidak efektif. Pembersihan dan penggosokan wajah dengan sabun dapat melenyapkan minyak di permukaan kulit dan melepaskan beberapa komedo. Bagian yang terserang dicuci dua kali sehari. Dianjurkan dengan memakai sabun seperti Dial,Pernox, Fostex, Neutrogena dan Desquam-X Wash, dan benzoil peroksida (lotion pembersih brevoxyl). Agen keratolitik seperti benzoil peroksida dengan konsentrasi 3%-10% bias dipakai setiap hari. Benzoil peroksida sekarang dapat dibeli tanpa resep. Antibiotik topikal yang digunakan untuk mengobati akne, papula, dan pustula superfisial adalah klindamisin dan eritromisin.dan sering digunakan di pagi hari. Antibiotik sistemik tetap merupakan terapi utama untuk akne papular dan pustular profunda. Pasien biasanya diberi tetrasiklin, eritromisin atau minosiklin.berkisar antara 250-500 mg per hari. Untuk akne populopustular profunda atau akne kistik diberikan 1000 mg tetrasiklin sehari. Terapi tetrasiklin jangka panjang telah dibuktikan cukup aman. Anak- anak dibawah usia 12 tahun tidak diberi tetrasiklin karena dapat menimbulkan warna kuning permanen pada gigi. Tetrasiklin juga tidak diberikan pada wanita hamil karena dapat menimbulkan hipoplasia enamel dan warna kuning yang permanen pada gigi bayi baru lahir . pada beberapa pasien dapat timbul fotosensitivitas, mual, kandidiasis sewaktu menjalani pengobatan tetrasiklin .
15

Derivat tetrasiklin yaitu minosiklin dengan dosis 50 hingga 100 mg sehari adalah antibiotik yang paling efektif untuk akne.antibiotik dapat memngurangi populasi p.acnes dalam kelenjar pilosebasea. Bakteri ini menghasilkan lipase yang menghidrolisis sebelum menjadi asam lemak. Asam lemak mungkin jadi penyebab inflamasi saluran pilosebasea. Tetrasiklin dan minosiklin juga menghambat kerja lipase. Akne pada tubuh dan akne pada remaja muda lebih sering berulang. Beberapa pasien membutuhkan rangkaian terapi isoretinoin kedua. Isoretinoin bila digunakan pada awal perjalanan akne dapat mencegah terjadinya banyak jaringan parupengangkatan komedo yang disebabkan oleh papula dan pustula profunda. Pengobatan juga bisa dilakukan dengan menggunakan bedak akne yang terdiri dari pengangkatan komedo dan membuka serta mengosongkan isi pustula. Memanipulasi sendiri lesi akne biasanya menyebabkan pembentukan jaringan parut yang lebih banyak pasien diidngatkan untuk tidak melakukanya. Keuntungan cahaya ultraviolet sangat sedikit, dan tidak diasarankan menggunakan sunlamp dirumah. Terkadang krioterapi efektif untuk mengobati kista dan pustula yang superfisial. Dermabrasi digunakan untuk melicinkan kulit dari bekas-bekas akne. Tetapi sebagai suatu prosedur yang membutuhkan operasi yang lama, tindakan ini hanya ditujukan untuk kasus kasus yang jaringan parutnya sangat berat.tindakan ini dilakukan dengan memakai sikat logam dengan kecepatan tinggi untuk meratakan kulit sesuai dengan tingkatanya.. hanya ahli kulit atau ahli bedah plastik yang dapat melakukan teknik ini payang paling seringda pasien yang diseleksi ketat. Metode bedah ini telah digantikan dengan teknik perbaikan permukaaan dengan laser karbondioksida, yang lebih aman dan lebih efektif daripada demebrasi. Hiperpigmentasi, hipopigmentasi, dan jaringan parut adalah komplikasi yang paling sering ditemukan pada metode baru ini.

2.7 Pencegahan Acne 1. Menghindari terjadinya peningkatan jumlah lipit sebum dan perubahan isi sebum dengan cara :

16

a. Diet rendah lemak dan karbohidrat b. Melakukan perawatan kulit untuk membersihkan permukaan kulit dari kotoran dan jasad renik yang mempunyai peran pada etiopatogenesis akne vulgaris 2. Menghindari terjadinya faktor pemicu terjadinya akne, misalnya : a. Hidup teratur dan sehat, cukup istirahat, olahraga sesuai kondisi tubuh, hindari stress b. Penggunaan kosmetika secukupnya, baik banyaknya maupun lamanya c. Menjauhi terpacunya kelenjar minyak, minuman keras, pedas, rokok, lingkungan yang tidak sehat dsb d. Menghindari polusi debu, pemencetan lesi yang tidak lege artis, yang dapat memperberat erupsi yang terjadi 3. Memberikan informasi yang cukup pada penderita mengenai penyebab penyakit, pencegahan maupun cara maupun lama pengobatannya, serta prognosisnya Lima pola, gaya dan kebiasaan hidup utama untuk menjaga kesehatan kulit. Perawatan kulit yang proaktif, dari melakukan perlindungan kulit sampai suatu teknik mencukur rambut yang baik dan benar akan sangat membantu menjaga dan memelihara kulit anda tetap segar dan muda serta sehat. Karena gaya hidup seseorang yang sibuk sehingga waktu untuk memperhatikan dan memanjakan kulit menjadi sedikit dan kurang untuk perawatan kulit. Hasilnya adalah kulit tidak lagi halus. Lambat laun seiring bertambahnya usia seseorang, kulit secara bertahap akan menjadi lebih tipis dan berkerut atau keriput. Produksi minyak yang dihasilkan oleh kelenjar sebaseus menjadi kurang aktif, yang menjadikan kulit menjadi lebih kering. Jumlah pembuluh darah pada kulit menurun, sehingga kulit menjadi lebih mudah pecah sehingga anda akan kehilangan warna dan cahaya kulit yang terlihat muda.
17

Perawatan kulit yang baik seperti menghindari kontak langsung dengan sinar matahari, membersihkan kulit dengan lemah lembut, pemakaian mousturizer secara teratur dapat membantu seseorang dalam memperlambat proses penuaan kulit secara alami dan mencegah timbulnya beberapa masalah pada kulit. Berikut adalah kebiasaankebiasaan sederhana yang akan membantu anda melindungi dan menjaga kulit tetap sehat.

1. Lindungi kulit anda dari sinar matahari Cara utama dalam perawatan kulit adalah melindungi kulit dari sinar matahari. Sinar ultraviolet pada matahari bersifat tidak terlihat oleh mata telanjang akan tetapi sangat berbahaya dan merusak kulit, menyebabkan kulit berkerut atau keriput, kering, kulit kasar, bintik-bintik, dan lebih banyak lagi gangguan serius yang dapat terjadi seperti tumor kulit, baik yang bersifat kanker ( cancerous / maligna ) ataupun bukan kanker ( benigna / noncancerous ). Pada kenyataannya, rata-rata perubahan yang terlihat pada penuaan kulit sebenaranya adalah disebabkan oleh paparan sinar matahari secara terus menerus dan berlangsung lama dari waktu ke waktu. Guna perlindungan kulit dari matahari secara penuh, gunakanlah tiga metode berikut:
1. Hindari kontak sinar matahari pada jam-jam dimana sinar ultraviolet sangat

kuat dan bersifat berbahaya bagi kulit dan kesehatan kulit. Sinar ultraviolet yang berbahaya dan merusak kulit yaitu antara jam 10 pagi sampai jam 4 sore. Hindari kontak dengan sinar matahari pada jam-jam tersebut.
2. Gunakan pakaian sebagai pelindung. Tutupi kulit anda dengan pakaian

pelindung, seperti kaos atau baju lengan panjang, celana panjang dan topi berpinggir lebar (rekomendasinya adalah lebar pinggir 6 cm (kanan, kiri, depan, belakang). Juga tetap selalu berpikiran bahwa cara berpakaian tertentu dan kain tertentu menawarkan perlindungan yang lebih bagus terhadap sinar matahari daripada cara berpakaian dan tipe kain yang lain. Sebagai contoh, baju lengan panjang menawarkan proteksi yang lebih baik dari pada baju lengan pendek. Dan kain tenun yang rapat seperti denim lebih memberikan perlindungan yang baik

18

daripada kain tenun yang dirajut dengan tidak/kurang rapat. Sekarang ini beberapa perusahaan membuat pakaian pelindung matahari atau yang dikenal dengan spf clothing, yang didesain secara khusus untuk menghalangi sinar ultraviolet masuk dan menjaga pemakainya tetap sejuk dan nyaman.
3. Gunakan sunscreen. Gunakan produk sunscreen pada kulit anda dan pilihlah

sunscreen dengan spektrum yang lebih luas yaitu dengan sun protection faktor atau spf lebih dari 15. Gunakanlah produk sunscreen tersebut 20 menit sebelum anda melakukan kontak dengan matahari dan gunakan kembali setiap dua jam, setelah anda berkeringat atau setelah kontak atau berada pada lingkungan air. 2. Jangan merokok Kebiasaan merokok dapat mempercepat proses penuaan kulit dan meningkatkan terjadinya pengerutan atau keriput pada kulit. Perubahan-perubahan kulit yang diakibatkan kebiasaan merokok dapat ditunjukkkan pada orang dewasa muda setelah merokok selama 10 tahun. Merokok menyebabkan hambatan pada pembuluh-pembuluh darah kecil pada permukaan kulit yang paling luar. Hal ini menyebakan penurunan aliran darah, kulit kurang oksigen dan nutrisi, seperti vitamin A yang penting untuk kesehatan kulit. Semua faktor-faktor tersebut beresiko meningkatkan kerusakan pada serat elastis dan kolagen dimana serat elastis atau elastin pada kulit dan kolagen berfungsi menguatkan dan membuat elastis kulit. Sebagai tambahan, ekspresi muka yang berulang-ulang pada saat seseorang merokok seperti mengerutkan bibir dan mengedipkan mata untuk menjaga keluarnya asap bisa memberikan sumbangsih timbulnya keriput atau kerutan pada kulit. Akibat kontak langsung muka dengan api rokok secara berulang-ulang dalam waktu yang lama pada waktu merokok juga bisa berkemungkinan dapat merusak kulit pada wajah.

19

3. Membersihkan atau mencuci kulit dengan lembut. Membersihkan kulit merupakan suatu bagian dari perawatan kulit. Kuncinya adalah bersihkan kulit anda dengan atau secara lembut. Berikut beberapa tips dan cara membersihkan kulit:
1. Gunakan air hangat dan batasi waktu mandi anda. Air panas dan mandi

dalam waktu yang lama akan berdampak pada pengurangan atau hilangnya minyak pada kulit. Jadi batasi durasi anda mandi sekitar 15 menit atau kurang dan lebih baik gunakan air hangat daripada air yang panas.
2. Hindari penggunaan sabun dengan bahan kimia kuat. Sabun berbahan kimia

kuat akan lebih banyak menghilangkan minyak pada kulit, dapat membuat kulit anda menjadi kering. Sebagai gantinya gunakan sabun yang berkimia sedang atau rendah atau deterjen pengganti lainnya dengan menambahkan minyak atau lemak. Beberapa sabun yang dapat anda pilih diantaranya Dove, Vanicream, Cetaphil dan Purpose.
3. Hindari produk-produk tambahan atau pelengkap yang sifatnya irritan

terhadap kulit. Jika kulit anda sensitif, sebaiknya hindari produk-produk atau barang seperti parfum atau pewarna. Produk yang berisi parfum atau perwarna bisa mengakibatkan iritasi pada kulit atau bahkan alergi.
4. Bersihkan makeup mata anda dengan cermat dan hati-hati. Gunakan spons

halus, kapas atau kain kapas berbentuk bola saat membersihkan makeup mata untuk menghindari rusaknya jaringan kulit halus sekitar mata. Jika makeup anda tebal, tahan terhadap air, anda mungkin memerlukan produk berbahan dasar minyak seperti Eucerin, Aquaphor atau petroleum jelli untuk membersihkan makeup tersebut.
5. Cara Mengeringkan kulit. Setelah anda mandi, keringkan kulit dengan lembut,

tepuk dan keringkan kulit dengan handuk agar kelembapan air pada kulit tetap berada pada kulit. Sehabis itu secepatnya gunakan minyak atau cream pelembab untuk melembabkan kulit.

20

4. Pelembaban kulit secara teratur. Produk moisturiser membantu memelihara tingkat kelembaban kulit alami tubuh. Moisturiser bekerja dengan cara menyediakan suatu segel seperti penutup diatas kulit untuk mencegah air keluar pada kulit atau dengan melepaskan secara perlahan air ke dalam kulit. Moisturiser atau pelembab yang cocok dan frekuensi pemakaian yang diperlukan tergantung pada banyak faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya jenis kulit, umur dan apakah seseorang mempunyai keadaan khusus seperti jerawat. Salah satu cara yang baik untuk menguji apakah anda memerlukan moisturiser adalah dengan cara menguji kelembaban kulit yaitu setelah anda mandi tunggu selama 20 menit. Jika kulit anda terasa tegang maka sebaiknya anda menggunakan dan perlu memakai moisturiser. Pilihlah Moisturiser atau pelembab dengan spf sedikitnya 15 untuk menjaga dan melindungi kulit dari sinar ultraviolet yang merusak kulit. Jika kulit anda sensitif, carilah produk moisturiser yang bebas pewarna berat, parfum, atau bahan tambahan lainnya yang sifatnya menimbulkan iritasi kulit atau alergi. Jika kulit anda sangat kering, anda mungkin perlu memakai minyak seperti baby oil saat kulit anda masih lembab. Minyak mempunyai kekuatan yang lebih stabil dibandingkan dengan moisturiser dan mencegah penguapan air pada permukaan kulit. Jika kulit anda berminyak, anda mungkin tidak perlu melakukan pelembaban kulit. 5. Bercukur dengan benar dan hati-hati Bercukur atau mencukur adalah cara umum dan murah untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan. Akan tetapi proses bercukur bisa menyebabkan iritasi pada kulit, khususnya jika kulit anda tipis, kering atau sangat sensitif. Tips untuk mencukur dengan baik, benar dan mulus: 1. Dengan kain yang dibasahi air hangat kemudian tekankan pada daerah kulit sebelum mencukur rambutnya untuk melunakkan rambut. Atau lakukan pencukuran rambut setelah anda mandi dengan air hangat.

21

2. Jangan mencukur rambut saat kulit kering. Hal ini bisa menyebabkan pisau cukur melukai kulit. Pakailah cream pencukur rambut, lotion atau jel sebelum mencukur rambut sebagai perlindungan dan pelumas kulit. 3. Gunakan pisau cukur yang bersih dan tajam. Jika anda menggunakan pisau cukur elektrik, jangan memakainya pada tempat yang sangat tertutup atau gelap yang dapat mengakibatkan perlukaan pada kulit karena ruang yang gelap serta pisau yang tajam. 4. Cara mencukur rambut adalah searah dengan arah pertumbuhan rambut jangan berlawanan dengan arah pertumbuhan rambut 5. Selesai mencukur rambut pada kulit bersihkan kulit dengan air hangat Jika iritasi terjadi pada saat mencukur rambut pada kulit, oleskan lotion yang tidak mengandung bahan alkohol ethyl atau isopropyl. Meskipun alkohol dan produk-produk yang berbasis alkohol lainya bisa menimbulkan rasa dingin pada kulit, mereka tidak benar-benar meringankan gangguan iritasi yang terjadi pada kulit karena alkohol bersifat sangat atau dengan cepat menguap dari kulit.

22

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan Akne muncul karena terjadi penyumbatan atau penghalangan di dalam folikel rambut atau pori pori. Selain itu, faktor genetik atau faktor keturunan, aktivitas hormonal, kelenjar minyak yang terlalu aktif, menumpuknya sel kulit mati, bakteri di pori- pori kulit, iritasi kulit atau garukan yang menyebabkan peradangan, lingkungan, pil pengontrol kelahiran atau pil KB, anabolic steroid Gaya hidup stres, diet atau pola makan, hygiene (Kesehatan) dan seks juga dapat menmpengaruhi timbulnya akne. Akne yang terjadi pada masa remaja dapat menyebabkan gangguan konsep diri bila remaja itu tidak mendapatkan informasi yang jelas tentang terjadinya akne dan cara untuk mengatasinya. Akne bisa disembuhkan dengan pengobatan yaitu dengan menggunakan antibiotik baik topikal maupun sistemik. Dermabrasi digunakan untuk melicinkan kulit dari bekas-bekas akne. Timbulnya akne juga bisa dicegah yaitu dengan menghindari terjadinya peningkatan jumlah lipit sebum dan perubahan isi sebum dan Menghindari terjadinya faktor pemicu terjadinya akne. 3.2 Saran Masalah jerawat (acne ) ini jika tidak segera teratasi dengan baik akan menyebabkan gangguan jerawat (ance) yang bisa menetap. Jika hal tersebut tidak segera diatasi akan berdampak pada psikologis pada remaja itu sendiri. Oleh karena itu seorang remaja perlu mengetahui bagaimana upaya pencegahan sampai perawatan pada acne.

23

DAFTAR PUSTAKA Anonim. http://medicastore.com/artikel/269/Pubertas_pada_Remaja.html. diakses tanggal 7 September 2009 pukul 11.00 WIB.
Anonim. http://organisasi.org/penyebab-jerawat-cara-mengobati-membersihkan-jerawat-di-

wajah-muka-kita-yang-berjerawat diakses tanggal 5 September 2009 pukul 2009 WIB.

Anonim. http://wikipedia.org/wiki/Jerawat. diakses tanggal 7 September 2009 pukul 11.00 WIB. Mansjoer,Arief et all. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius. Narendra,MB dkk. 2002. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Edisi 1. Jakarta: Sagung Seto. Nelson,WE. 2000. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Volume 3. Jakarta: EGC. Price,A Sylvia,Lorraine M Wilson.2006.Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.Jakarta:EGC.

24