Anda di halaman 1dari 5

iLer PandA (E-Learning Pendidikan & Advokasi)

PERPAJAKAN I

HIMAS 2011/2012

1. TUAN MOHAMMAD ALEXANDER DENGAN STATUS K/1 BERNPWP MEMPUNYAI PENGHASILAN SEBAGAI BERIKUT:  Gaji perbulan  Tunjangan  Premi asuransi kecelakaan kerja (dibayar perusahaan)  Premi asuransi kematian (dibayar perusahaan) :Rp6.200.000 :Rp3.250.000 :0,15% x Gaji :0,37% x Gaji

 Premi asuransi pelayanan kesehatan (dibayar perusahaan) :Rp60.000  Iuran JHT (dibayar sendiri) : Rp100.000

PADA TANGGAL 1 MEI 2010 GAJI TUAN MOHAMMAD ALEXANDER NAIK 20% DAN DAN BARU MENERIMA KENAIKAN GAJI DI BULAN SEPTEMBER SERTA MENERIMA RAPEL 4 BULAN. a. HITUNGLAH PPH PASAL 21 PERBULAN SEBELUM KENAIKAN GAJI! b. HITUNGLAH PPH PASAL 21 PERBULAN SEBELUM KENAIKAN GAJI (APABILA TIDAK BERNPWP)! c. HITUNGLAH PPH PASAL 21 ATAS RAPEL!

Jawab:

a. PPh Pasal 21 perbulan Gaji Tunjangan Premi JKK Premi JKM Premi JPK 0,15% x 6.200.000 0,37% x 6.200.000 Rp6.200.000 3.250.000 9.300 22.940 60.000 ____________+ Penghasilan Bruto Biaya jabatan Iuran JHT 5% x Rp9.542.240 Rp9.542.240 477.112 100.000 _____________Penghasilan Neto Rp8.965.128

Twitter : @Himas_PandA

PPh Neto Setahun 12 x 8.965.128 PTKP (K/1)

Rp107.581.536 18.480.000 _____________-

PKP Pembulatan PPh pasal 21 5% x 50.000.000 15% x 39.101.000 PPh pasal 21 terutang PPh pasal 21 perbulan =Rp2.500.000 =Rp5.865.150 =Rp8.365.150 =Rp697.095,83

Rp89.101.536 Rp89.101.000

b. PPh pasal 21 perbulan apabila tidak berNPWP adalah =120% x Rp697.095,83 =Rp836.514,996 Setelah kenaikan gaji: Gaji Tunjangan Premi JKK Premi JKM Premi JPK 0,15% x 7.440.000 0,37% x 7.400.000 120% x 6.200.000 Rp7.440.000 3.250.000 11.160 27.528 60.000 ____________+ Penghasilan Bruto Biaya jabatan Iuran JHT 5% x 10.788.688=539.434,4 Rp10.788.688 500.000 100.000 _____________Penghasilan Neto PPh Neto Setahun 12 x Rp10.188.688 PTKP (K/1) Rp10.188.688 Rp122.264.256 18.480.000 _____________PKP Pembulatan PPh pasal 21 5% x 50.000.000 15% x 53.784.000 PPh pasal 21 terutang PPh pasal 21 perbulan Twitter : @Himas_PandA =Rp2.500.000 =Rp8.067.600 =Rp10.567.600 =Rp880.633,33 Rp103.784.256 Rp103.784.000

c. PPh pasal 21 atas Rapel =(PPh pasal 21 setelah kenaikan gaji PPh pasal 21 sebelum kenaikan gaji) x 4 =( Rp880.633,33- Rp697.095,83) x 4 =Rp734.150

2. PENERBIT ERLANGGA PADA TANGGAL 23 MEI 2010 MEMBERIKAN ROYALTI KEPADA TUAN BELADON YANG TIDAK BERNPWP SEBESAR RP2.500.000. BERAPA BESAR PPH PASAL 23 YANG AKAN DIPOTONG PENERBIT ERLANGGA? Jawab: Tarif PPh pasal 23 untuk royalti adalah 15%. Apabila tidak berNPWP dikenakan tarif 100% lebih besar maka tarif yang digunakan 15% x 200%= 30%. Jadi, Penerbit Erlangga akan memotong PPh pasal 23 sebesar 30% x Rp2.500.000=Rp750.000

3. PADA TANGGAL 3 APRIL 2010 PT X MENGIMPOR BARANG DENGAN HARGA COST US $175.000 DIMANA 1 US $=RP9350. JIKA INSURANCE 2, 5%, FREIGHT 6% DAN BEA MASUK 20%. BERAPA PPH PASAL 22 YANG DIPOTONG ATAS IMPOR BARANG JIKA: a. DENGAN API? b. TANPA API? Jawab: Cost Insurance Freight $125.000 x Rp9350 2,5% x 1.168.750.000 6% x 1.168.750.000 Rp1.168.750.000 29.218.750 70.125.000 ______________+ CIF Bea Masuk 20% x 1.268.093.750 Rp1.268.093.750 253.618.750 ______________+ Nilai Impor a. PPh pasal 22 atas impor barang dengan API 2,5% x 1.521.712.500 =Rp38.042.812,5 b. PPh pasal 22 atas impor barang tanpa API 7,5% x 1.521.712.500=Rp114.128.437,5 Rp1.521.712.500

Twitter : @Himas_PandA

4. RAHMAT BRAWIJAYA (K/3) BEKERJA PADA PT YUANAS PERMAI MULAI AWAL TAHUN 2010 DENGAN GAJI SEBESAR RP3.000.000 SEBULAN. KEPADA RAHMAT BRAWIJAYA DIBERIKAN TUNJANGAN PAJAK SEBESAR RP30.000. RAHMAT BRAWIJAYA JUGA MEMBAYAR IURAN PENSIUN SEBESAR RP35.000. BERAPA PPH PASAL 21 SEBULAN? Jawab: Gaji Tunjangan pajak Rp3.000.000 30.000 ____________+ Penghasilan Bruto Biaya jabatan Iuran Pensiun 5% x 3.030.000 Rp3.030.000 151.500 35.000 _____________Penghasilan Neto PPh Neto Setahun 12 x 2.843.500 PTKP (K/3) Rp2.843.500 Rp34.122.000 21.120.000 _____________PKP PPh pasal 21 5% x 13.002.000 =Rp650.100 =Rp54.175 Rp35.000=Rp19.175 dapat Rp13.002.000

PPh pasal 21 sebulan

Selisih pajak terutang dengan tunjangan pajak adalah Rp54.175

ditanggung oleh pegawai tersebut yaitu dengan dipotongkan dari penghasilan bulan yang bersangkutan atau ditanggung oleh pemberi kerja/pemberi pajak. Apabila selisih sebesar Rp19.175 tersebut ditanggung oleh pemberi kerja/pemotong pajak maka jumlah tersebut bukan merupakan biaya yang dapat dikurangkan dalam menghitung PKP pemberi kerja/pemotong pajak.

5.

SUKIMAN DANAYAKSA (TK/0) PADA BULAN JANUARI 2010 BEKERJA SEBAGAI BURUH HARIAN PADA PT INDO SUKSES MAKMUR. IA BEKERJA SELAMA 7 HARI DENGAN UPAH PER HARI RP215.000. HITUNGLAH PPH PASAL 21 ATAS UPAH HARIAN TERSEBUT! BERAPA PPH PASAL 21 YANG HARUS DIPOTONG PADA HARI KE-7 DAN UPAH BERSIH YANG DITERIMA SUKIMAN?

Twitter : @Himas_PandA

Jawab: Penghitungan PPh pasal 21 terutang: Upah sehari Dikurangi batas upah harian tidak dilakukan pemotongan PPh Rp215.000 150.000 ___________PKP sehari PPh pasal 21 dipotong atas upah sehari = 5% x 65.000=Rp3.250 Upah s.d hari ke 7 7 x 215.000 PTKP sebenarnya 7 x (15.840.000/360) Rp1.505.000 308.000 ____________PKP s.d hari ke-7 PPh pasal 21 terutang s.d hari ke 7 5% x 1.197.000 Rp1.197.000 Rp59.850 19.500 _____________PPh pasal 21 yang harus dipotong pada hari ke-7 Pada hari ke 7, upah bersih yang diterima Sukiman adalah sebesar: Rp 215.000 Rp40.350=Rp174.650 Rp40.350 Rp65.000

PPh yang telah dipotong sampai hari ke-6 3250 x 6

Twitter : @Himas_PandA