Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MATA KULIAH MAKROPALEONTOLOGI

BRACIOPODA

Disusun Oleh : Ghozali Mahmud L2L 008 030

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011

Brachipoda
    Brachiopoda: Fosil yang melimpah pada Kurun Paleozoik Brachios (tangan) Podus (kaki) : Binatang yang tangannya berfungsi sbg kaki Disebut juga dengan kerang lampu Mempunyai 2 buah cangkang yang mirip Pelecypoda, tetapi perbedaannya bahwa cangkang Brachiopoda tidak sama satu dengan yang lain

Cara Hidup  Secara umum, Brachiopoda hidup tertambat di dasar laut, lewat suatu juluran otot yang disebut pedicle  Untuk memenuhi kebutuhan makanan dan oksigen, Brachiopoda mempunyai Lophophore yang berfungsi menggerakkan air di sekitarnya, sehingga sirkulasi oksigen ke dalam dan ke luar tubuh dapat berlangsung. Begitu pula dengan makanan. Anatomi  Brachiopoda mempunyai 2 cangkang (valve) : - Pedicle/Ventral Valve - Brachial / Dorsal Valve  Cangkang tersusun oleh senyawa karbonat, atau khitin dan kalsium fosfat  Cangkang biasanya mempunyai hiasan, berupa garis tumbuh, costae/costellae  Kedua buah cangkang dihubungkan oleh gigi pertautan (pada Brachiopoda artikulata) atau sistem otot (Brachipoda inartikulata)

Gambar 1. Mrorfologi dan bagia-bagian cangkang Brachiopoda Artikulata

Gambar 2. Gigi Pertautan

  

Pada pertangkupan kedua cangkang terdapat lubang tempat keluarnya pedicle : Pedicle opening / Forament Pedicle merupakan juluran otot yang berfungsi untuk menempelkan tubuhnya pada tempat hidupnya Bagian lain pada cangkang adalah Lophophore, berupa dua buah tentakel berbulu getar, berfungsi untuk menggerakkan air di sekitarnya.

Gambar 3. Lophophore

Klasifikasi 1. Brachiopoda Inartikulata - Tidak mempunyai gigi pertautan (hinge teeth) dan garis pertautan (hinge line) - Pertautan kedua cangkangnya dilakukan oleh sistem otot, sehingga setelah mati cangkang langsung terpisah. - Cangkang umumnya berbentuk membulat atau seperti lidah, tersusun oleh senyawa fosfat atau khitinan. - Mulai muncul sejak Jaman Cambrian awal hingga masa kini - Contoh : Lingula

Gambar 3. Lingula

2. Brachiopoda Artikulata - Cangkang dipertautkan oleh gigi dan socket - Cangkang umumnya tersusun oleh material karbonatan - Tidak mempunyai lubang anus - Mempunyai keanekaragaman jenis yang besar - Banyak yang berfungsi sebagai fosil index - Mulai muncul sejak Kapur hingga kini

Gambar 4. Terebratulid

Kelompok Brachiopoda Artikulata 1. Orthid : Bentuk setengah lingkaran, bikonveks, garis pertautan lurus, hiasan bersifat radial. Contoh Hebertella dan Platystrophia. Umur Ordovician.

2. Pentamerid : Bentuk bikonveks, membulat. Contoh Pentamerus. Khas untuk jaman Silurian. 3. Strophomenid : Bentuk pipih, garis pertautan lurus, hiasan radial berupa costellae yang halus. Contoh Strophomena, Sowerbyella, Rafinesquina. Khas untuk Ordovician. 4. Spiriferid : bentuk seperti memiliki sayap.Contoh Muscrospirifer dan Platyrachella. Khas untuk jaman Devon. 5. Atrypid : Bentuk setengah bola. Contoh Atrypa. 6. Productid : Mempunyai duri atau pangkal duri yang patah di permukaan cangkang, cangkang brachial pipih/cekung, cangkang pedicle sangat cembung. Contoh Juresina. Umur setelah Devon. 7. Rhynconellid : Mempunyai beak yang sangat kuat, bentuk cangkang seitiga atau bulat dengan garis pertautan yang pendek. Contoh Lepidocylus, Pugnoides, Rhynchotreta 8. Terebratulid : Mempunyai lophophore yang ditopang oleh loop gampingan, lubang pedicle terletak pada beak yang menggantung, bentuk cangkang halus, tanpa ornamen.Contoh Terebratulata dan Dielesma 9. Rostospiricid : Bentuk bikonveks, beak memanjang, tanpa hiasan radial.Contoh Composita  Pada akhir jaman Perm, terjadi kepunahan massal yang melibatkan hampir semua golongan Brachiopoda. Hanya sedikit takson yang selamat, seperti golongan Trebratulid dan Lingula, dan masih terdapat hingga masa kini (Holosen). Brachiopoda masa kini selalu ditemukan dalam keadaan tertambat dengan menggunakan pedikelnya, baik pada batuan keras maupun cangkang binatang yang telah mati.

REFERENSI
Rahardjo, Wartono,dkk. 2000. Buku Pedoman Praktikum Paleontologi Tahun Kuliah 2000/2001. Jojakarta : Lab. Paleontologi Fakultas Teknik UGM